Showing posts with label Burung Kicau. Show all posts
Showing posts with label Burung Kicau. Show all posts

Wednesday, September 25, 2013

TRUCUK/TRUCUKAN/MERBAH CERUKCUK MUDAH DIPELIHARA SUARA TEBAL dan MANTAP


Burung Trucuk, alias Merbah Cerucuk atau Trucukan sekilas memang mirip dengan kutilang.  Burung Trucuk ini  punya suara berat dan tebal, dan kualitas suaranya sekilas mirip dengan kepodang.  Meski harganya relatif murah di pasaran, namun jangan salah suaranya cukup menjanjikan dan merdu.   Burung trucukan punya nama ilmiah Pycnonotus goiavier termasuk dlam golongan Merbah atau cucak-cucakan dan termasuk ke dalam familia Pycnonotidae.  Burung ini merupakan burung kicau yang umum di kawasan Asia tropis dan Afrika, punya suara yang merdu dan variasi lagu beragam, dalam bahasa Inggris disebut Yellow-vented Bulbul.

Burung trucukan ini ternasuk burung yang berukuran sedang, panjang tubuh total (diukur dari ujung paruh hingga ujung ekor) sekitar 20 cm, dan sisi atas tubuh ( punggung, ekor ) berwarna coklat kelabu gelap, sisi bawah ( tenggorokan, dada dan perut ) putih kusam. Mahkota kehitaman, alis dan sekitar mata putih, dengan kekang ( garis di depan mata ) hitam. Sisi lambung dengan coretan-coretan coklat, dan penutup pantat berwarna kuning, iris mata berwarna coklat, paruh hitam dan kaki abu-abu merah jambu.
Merbah cerukcuk menyukai tempat-tempat terbuka, semak belukar, tepi jalan, kebun, dan hutan sekunder, burung ini sering berkelompok, baik ketika mencari makanan maupun bertengger, dengan jenisnya sendiri maupun dengan jenis merbah yang lain, atau bahkan dengan jenis burung yang lain, tidur berkelompok dengan jenisnya, di ranting-ranting perdu atau pohon kecil.

Makanan burung trucukan terutama adalah buah-buahan yang lunak, di pekarangan, burung ini kerap melubangi buah pepaya dan pisang yang telah masak, selain itu ia juga memangsa aneka serangga, ulat dan hewan kecil lainnya seperti cacing dan merbah cerukcuk sering menghabiskan waktu lebih lama untuk mencari makanan di atas tanah daripada jenis merbah lainnya.

Ciri Trucukan Jantan
Banyak yang bilang burung trucuk jantan  di dalam rongga mulutnya terlihat berwarna Kuning
Dalam kondisi ngerol maka jambul akan terlihat
Bulu sekitar telingan terlihat mengembang
Ada beberapa helai rambut panjang di kepala belakang

Monday, June 24, 2013

Mengenal Dengan Jelas Burung Beo Asli Indonesia (Gracula religiosa)

Burung Beo merupakan burung yang cukup prestisius untuk dipelihara, karena burung ini sanat terkenal pintar dan pandai menirukan suara orang.  Bahkan kata membeo sudah menjadi ungkapan khas dalam bahasa Indonesia yang artinya kurang lebih menirukan dan menurut saja.  Beo dapat berbicara layaknya manusia karena burung beo mampu menggunakan lidahnya untuk menghasilkan vokal sebagaimana halnya kita, manusia.  Burung Beo bisa menggerakkan lidahnya ke depan dan ke belakang ketika berbicara persis kayak kita juga begitu.
Jika anda berniat membeli burung beo kenali dulu jenis beo yang mana yang anda beli.  Ada 4 spesies beo di dunia ini, satu di antaranya adalah Gracula religiosa yang terdiri atas 9 subspesies dan 5 subjenis hidup di Indonesia. Subspesies Burung Beo yang ada di Indonesia ini adalah:
  1. Beo sumbawa (Gracula religiosa venerata): habitat Sumbawa, Bali, Timor, dan Nusa Tenggara.
  2. Beo flores (Gracula religiosa mertensi): Flores, Pantar, dan Alor.
  3. Beo batu ( Gracula religiosa batuensis): Batu dan Kepulauan Mentawai.
  4. Beo jawa (Gracula religiosa religiosa): Jawa, Bali, Sumatera, Bangka, Kalimantan, dan Malaysia.
  5. Beo nias (Gracula religiosa robusta): Pulau Nias, serta pulau-pulau kecil di sebelah barat Sumatera seperti Pulau Babi, Tuangku, dan Bankaru.
beo Jawa

beo nias
Mungkin karena beo yang langka dan paling pintar adalah beo nias, mungkin saja si pedagang burung mencoba mengelabui kita itu adalah beo nias, padahal beo jawa. 
Saat ini yang paling banyak diperdagangkan di pasar adalah beo jawa dan beo india.
Beo jawa memiliki penampilan yang mirip dengan beo nias, hanya saja ukuran tubuh beo jawa lebih kecil. Panjang tubuh beo jawa, diukur dari ujung paruh hingga pangkal ekor rata-rata 29-30 cm. Sedangkan beo nias bisa mencapai 36 cm.
Selain itu cuping kuning pada beo jawa juga berbeda dari beo nias. Cuping kira-kira semacam jengger pada ayam.  Cuping beo nias memanjang ke belakang. Sedangkan cuping beo jawa tidak terlalu panjang.

Saturday, January 5, 2013

Jalak Suren Yang Mudah Dipelihara

Burung Jalak Suren atau Sturnus contra alias Asian Pied Starling, banyak dijadikan peliharaan karena suaranya yang merdu dan perawatan yang relatif  mudah. Namun demikian jalak suren juga perlu perawatan exstra agar maksimal dalam berkicau dan sehat.  Beberapa hal yang harus diperhatikandalam memelihara jalak suren adalah :

  1. Kebersihan kandang harus selalu terjaga dengan membersihkan kotoran pada kandang dipagi hari dan sore hari,mengganti makanan voer pada cepuk tiap 3 hari sekali,mengganti air minum setiap hari
  2. sebelum penjemuran,burung diangin-anginkan terlebih dulu pada teras rumah antara 1/2 jam-2jam,penjemuran sebaiknya dilakukan antara pukul 08.00-11.00
  3. selain pakan utama berupa voer,jalak suren perlu diberikan makanan tambahan berupa buah-buahan(pisang sobo,pepaya,sawo,dll) dan hewan hidup(jangkrik,ulat kandang,ulat hongkong,kroto,dll)
  4. burung jalak suren termasuk burung yang suka mandi,pemandian jalak suren dapat dilakukan dengan menggunakan bak mandi atau dengan cara disemprot tergantung dari kebiasaan jalak suren itu sendiri,memandikan jalak suren sebaiknya dilakukan pada pagi hari sebelum proses penjemuran.
  5. untuk melatih kekuatan stamina,jalak suren perlu diumbar pada kandang umbaran
  6. burung jalak suren perlu diberikan burung master seperti burung kenari,lovebird,cucak jenggot,dll.karena jalak suren dapat menirukan berbagai  macam suara burung lainnya
  7. untuk melatih mental burung,jalak suren perlu digandeng dengan burung jalak suren lain,sebelum digandeng sebaiknya porsi makan burung ditambah.

Friday, November 30, 2012

BEDA JANTAN DAN BETINA CUCAK HIJAU


Cica Daun atau nama umunya Green Leaf Bird, dikenal dikalangan penggemar burung berkicau sebagai Cucak Hijau.  Cucak hijau termasuk burung dimorfik, yakni ada perbedaan ciri fisik yang jelas bisa dilihat antara burung jantan dan burung betina dewasa. Untuk burung jantan, pada dagu dan tenggorokan berwarna ungu kehitaman, sedangkan betina hijau.
Sementara itu untuk cucak hijau yang masih muda sekitar umur 2-4 bulan, bentuk fisik jantan dan betina nyaris sama, bulunya pun warnanya sama hijau muda.  Serta ada warna kuning, di bawah paruh sampai leher. Dan sepertinya, tidak ada ciri khusus yang membedakan antara yang jantan dan betina.
Ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk membedakan jantan dan betina. Beberapa hal yang harus diperhatikan saat membeli bakalan cucak hijau dipasar burung :
  1. Pertama, bakalan jantan, jika masih berumur di bawah 4 bulan maka alis yang melingkar di kedua matanya berwarna kuning. Jika alis matanya berwarna putih, betina.
  2. Kedua, warna paruh bagian bawah, kalau jantan berwarna coklat tua. Sedangkan yang betina berwarna putih.
  3. Ketiga, jika bakalan sudah berumur di atas 4-6 bulan, maka betina akan berwarna kuning di bagian leher, kemudian akan berubah menjadi warna putih kehijauan. Sedangkan jantan, warna kuningnya akan dipenuhi trotol-trotol hitam. Pada dua bulan berikutnya, warna hitam itu akan tampak lebih jelas pada bagian leher/bawah paruh.Seiring dengan bertambahnya umur, warnua hitam di leher bawah, akan terus menutup sampai di bawah matanya.