Makanan Hamster
Makanan hamster terbaik sampai saat ini tetap dipegang oleh makanan-makanan hamster impor buatan pabrik. Walaupun begitu kita juga harus waspada dan lebih cermat dalam memilih mana makanan import yang baik.
Beberapa makanan import mengandung terlalu banyak bahan pewarna, terlalu banyak biji bunga matahari atau bahan-bahan lain yang berdamapak tidak baik untuk hamster.
Beberapa jenis buah-buahan dan kacang-kacangan bisa diberikan seminggu sekali dalam jumlah terbatas (sedikit sekali!) Beberapa makanan yang bisa diberikan sebagai snack kepada hamster. Makanan ini hanya diberikan sebagai snack bukan makanan utama karena bisa mengakibatkan ketidakseimbangan gizi, kerusakan pada sistem kencing, diare, dan kelainan pada proses kehamilan karena obesitas.
Apel, pir, pisang, wortel jagung manis pemberian dalam jumlah banyak bisa mengakibatkan kerontokan bulu.
Kentang harus direbus dulu. Kacang tanah, kacang kulit, kacang mete, kacang almond, kacang kedelai roti tawar, biskuit cracker, oatmeal, corn flakes
Makanan yang tidak baik untuk hamster selada, kangkung dan seluruh sayuran hijau lainnya cai sim, bayam, kai lan, ketimun, jeruk dan semua bangsa citrus, cokelat dan makanan yang telah diberi bumbu.
Minuman Hamster
Hamster memperoleh air dari sayuran-sayuran. Kalo misalnya kamu gak terlalu sering memberi minum sediakan botol minum kusus hamster banyak dijual di petshop. Minuman hamster itu air yang di masak jangan air keran yang masih ada kuman-kumannya. Kebersihan botol harus senantiasa bersih, jangan juga memberikan susu manusia
Setelah menjaga makanan dan minuman untuk humster, jangan lupa memperhatikan perawatan hamster yang baik.
Showing posts with label Peternakan. Show all posts
Showing posts with label Peternakan. Show all posts
Tuesday, July 30, 2013
Friday, July 12, 2013
Tips Merawat Hamster Yang Baik
Memelihara hamster menyenangkan, tentu Anda ingin tahu cara merawat hamster yang baik berikut beberapa tips.
Kandang Hamster
Hamster merupakan hewan lincah, agar leluasa bergerak, sebaiknya kandang disediakan ukuran besar. Di Petshop tersedia pilihan kandang untuk hamster, seperti aquarium dan berbagai jenis lain.
Pasir atau serbuk kayu peru disediakan dalam kandang ini berguna menyerap kencing. Sebuk pasir usahakan diganti seminggu sekali.
Makanan Hamster
Makanan hamster terbaik adalah makanan impor buatan pabrik. Walaupun begitu harus tetap waspada dan lebih cermat memilih mana makanan impor yang baik.
Memandikan Hamster
Memandikan hamster jangan sampai terlalu basah, karena hamster sangat sensitive. Hamster sebenernya punya cara sendiri untuk mandi.
Pisahkan Kandang Jantan dengan Betina
Jangan satukan hamter jantan dan betina di dalam satu kandang. Sudah bisa ditebak pasti mereka selalu berkelahi.
Jangan Jemur Dibawah Sinar Matahari
Hamster adalah binatang nocturnal. Mereka adalah binatang malam. Di alam liar mereka tidur sepanjang siang hari dalam lubang mereka yang bisa mencapai kedalaman 10 – 20 meter dibawah permukaan tanah dan baru keluar pada malam hari untuk mencari makan. Jadi mereka tidak terlalu membutuhkan sinar matahari. Sedikit saja cukup… Tidak perlu sampai ‘dijemur’.
Jangan Pisah Induknya
Percayalah banyak orang yang tidak sengaja memisahkan karena ketakutan mereka dengan gosip yang beredar tentang ‘hamster pemakan anak’. Ibu hamster yang sehat dan cukup akrab dengan manusia tidak akan memakan anaknya tanpa alasan yang jelas! Jadi jangan memisahkan ibu dan bayi-bayinya karena bayi-bayi itu akan meninggal dengan segera karena kedinginan dan tidak mendapatkan air susu.
Cara Memegang hamster
Hamster takut jatuh dari ketinggian. Jika hamster masih baru, cobalah untuk memegang pada posisi duduk, jadi jika hamster Anda jatuh tidak terlalu tinggi. Ini kesalahan paling sering terjadi. Hamster yang baru datang biasanya masih merasa asing dengan Anda dan lingkungan, juga cenderung melompat secara tiba-tiba. Jadi warus waspada masalah ini.
Kandang Hamster
Hamster merupakan hewan lincah, agar leluasa bergerak, sebaiknya kandang disediakan ukuran besar. Di Petshop tersedia pilihan kandang untuk hamster, seperti aquarium dan berbagai jenis lain.
Pasir atau serbuk kayu peru disediakan dalam kandang ini berguna menyerap kencing. Sebuk pasir usahakan diganti seminggu sekali.
Makanan Hamster
Makanan hamster terbaik adalah makanan impor buatan pabrik. Walaupun begitu harus tetap waspada dan lebih cermat memilih mana makanan impor yang baik.
Memandikan Hamster
Memandikan hamster jangan sampai terlalu basah, karena hamster sangat sensitive. Hamster sebenernya punya cara sendiri untuk mandi.
Pisahkan Kandang Jantan dengan Betina
Jangan satukan hamter jantan dan betina di dalam satu kandang. Sudah bisa ditebak pasti mereka selalu berkelahi.
Jangan Jemur Dibawah Sinar Matahari
Hamster adalah binatang nocturnal. Mereka adalah binatang malam. Di alam liar mereka tidur sepanjang siang hari dalam lubang mereka yang bisa mencapai kedalaman 10 – 20 meter dibawah permukaan tanah dan baru keluar pada malam hari untuk mencari makan. Jadi mereka tidak terlalu membutuhkan sinar matahari. Sedikit saja cukup… Tidak perlu sampai ‘dijemur’.
Jangan Pisah Induknya
Percayalah banyak orang yang tidak sengaja memisahkan karena ketakutan mereka dengan gosip yang beredar tentang ‘hamster pemakan anak’. Ibu hamster yang sehat dan cukup akrab dengan manusia tidak akan memakan anaknya tanpa alasan yang jelas! Jadi jangan memisahkan ibu dan bayi-bayinya karena bayi-bayi itu akan meninggal dengan segera karena kedinginan dan tidak mendapatkan air susu.
Cara Memegang hamster
Hamster takut jatuh dari ketinggian. Jika hamster masih baru, cobalah untuk memegang pada posisi duduk, jadi jika hamster Anda jatuh tidak terlalu tinggi. Ini kesalahan paling sering terjadi. Hamster yang baru datang biasanya masih merasa asing dengan Anda dan lingkungan, juga cenderung melompat secara tiba-tiba. Jadi warus waspada masalah ini.
Tuesday, January 22, 2013
Meraup Rupiah Dari Usaha Budidaya Jangkrik
Perkembangan budidaya jangkrik (Liogryllus Bimaculatus) di berbagai wilayah Indonesia saat ini cukup besar, begitu juga dengan seminar-seminar tentang budidaya jangkrik banyak diadakan di berbagai kota.
Budidaya jangkrik banyak dilakukan mengingat waktu produksi telur hanya memerlukan ± 2-4 minggu. Sedangkan untuk produksi jangkrik pakan ikan dan burung maupun untuk diambil tepung memerlukan 2- 3 bulan. Jangkrik betina mempunyai siklus hidup ± 3 bulan, sedangkan jantan kurang dari 3 bulan. Dalam siklus hidup jangkrik betina mampu memproduksi lebih dari 500 butir telur.
Usaha budidaya jangkrik memang bisa menjadi peluang bisnis menguntungkan, baik sebagai usaha sampingan maupun usaha berskala besar. Apalagi setelah ditemukan ada kandungan zat-zat penting bermanfaat, tidak hanya sebagai pakan burung kicauan dan ikan, tetapi juga sebagai bahan baku industri. Di samping itu, beternak jangkrik bukan sesuatu yang sulit dilakukan. Semua orang bisa dengan mudah belajar beternak jangkrik.
Penyebaran jangkrik sendiri di berbagai wilayah Indonesia cukup merata, namun untuk kota-kota besar dengan konsumen penggemar burung dan ikan, pada awalnya sangat tergantung pada jangkrik yang berasal dari alam, namun lama kelamaan jangkrik di alam pun saat ini semakin berkurang. Sehingga budidaya jangkrik bisa dikembangkan sebagai peluang usaha skala industri.
1. Lokasi yang digunakan sebagai tempat budidaya jangkrik harus tenang, teduh dan mendapat sirkulasi udara baik.
2. Lokasi tersebut juga jauh dari sumber-sumber kebisingan seperti pasar, jalan raya dan lain sebagainya.
3. Tidak mendapat sinar matahari secara langsung atau berlebihan.
Budidaya jangkrik merupakan alternative usaha mudah dan menguntungkan jika dikerjakan dengan serius. Selain ramah lingkungan, dari segi modal juga relatif terjangkau. Selain itu, masa pemeliharaan relatif singkat. Jangkrik umur 35 hari sudah bisa dipanen. Dengan fakta tersebut, maka dibutuhkan beberapa persiapan matang dan serius untuk memulai.
1. Penyiapan Sarana dan Peralatan
Dalam hal ini pembuatan sarana berupa kandang harus dilakukan pertama kali. Menurut hasil pantauan dilapangan dan pengalaman peternak, bentuk kandang persegi panjang dengan tinggi 30-50 cm, lebar 60-100 cm sedangkan panjang 120-200 cm.
Kandang dapat dibuat dari kayu rangka kaso, namun untuk mengirit biaya, maka dinding kandang dapat dibuat dari triplek. Kandang dibuat bersusun, dan kandang paling bawah mempunyai minimal empat kaki penyangga. Untuk menghindari gangguan binatang seperti semut, tikus, cecak dan serangga lainnya, maka keempat kaki kandang dialasi mangkuk berisi air atau minyak tanah atau juga vaseline (gemuk) dengan dilumurkan pada tiap kaki penyangga.
2. Peyiapan Bibit dari indukan Jangkrik
Bibit untuk dibesarkan harus sehat, tidak sakit, tidak cacat (sungut atau kaki patah) dengan umur sekitar 10-20 hari. Sementara Calon induk jangkrik yang baik adalah jangkrik-jangkrik berasal dari tangkapan alam bebas, karena biasanya memiliki ketahanan tubuh lebih baik. Kalaupun induk betina tidak dapat dari hasil tangkapan alam bebas, maka induk dapat dibeli dari peternak. Sedangkan induk jantan usahakan dari alam bebas, karena lebih agresif.
3. Pemeliharaan
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan antara lain:
• Sanitasi dan Tindakan Preventif
• Pengontrolan Penyakit
• Perawatan Ternak
• Pemberian Pakan
• Pemeliharaan Kandang
Sauce:http://bisnisukm.com/
Budidaya jangkrik banyak dilakukan mengingat waktu produksi telur hanya memerlukan ± 2-4 minggu. Sedangkan untuk produksi jangkrik pakan ikan dan burung maupun untuk diambil tepung memerlukan 2- 3 bulan. Jangkrik betina mempunyai siklus hidup ± 3 bulan, sedangkan jantan kurang dari 3 bulan. Dalam siklus hidup jangkrik betina mampu memproduksi lebih dari 500 butir telur.
Usaha budidaya jangkrik memang bisa menjadi peluang bisnis menguntungkan, baik sebagai usaha sampingan maupun usaha berskala besar. Apalagi setelah ditemukan ada kandungan zat-zat penting bermanfaat, tidak hanya sebagai pakan burung kicauan dan ikan, tetapi juga sebagai bahan baku industri. Di samping itu, beternak jangkrik bukan sesuatu yang sulit dilakukan. Semua orang bisa dengan mudah belajar beternak jangkrik.
Penyebaran jangkrik sendiri di berbagai wilayah Indonesia cukup merata, namun untuk kota-kota besar dengan konsumen penggemar burung dan ikan, pada awalnya sangat tergantung pada jangkrik yang berasal dari alam, namun lama kelamaan jangkrik di alam pun saat ini semakin berkurang. Sehingga budidaya jangkrik bisa dikembangkan sebagai peluang usaha skala industri.
Pertimbangan Pemilihan Lokasi budidaya Jangkrik:
1. Lokasi yang digunakan sebagai tempat budidaya jangkrik harus tenang, teduh dan mendapat sirkulasi udara baik.
2. Lokasi tersebut juga jauh dari sumber-sumber kebisingan seperti pasar, jalan raya dan lain sebagainya.
3. Tidak mendapat sinar matahari secara langsung atau berlebihan.
Budidaya jangkrik merupakan alternative usaha mudah dan menguntungkan jika dikerjakan dengan serius. Selain ramah lingkungan, dari segi modal juga relatif terjangkau. Selain itu, masa pemeliharaan relatif singkat. Jangkrik umur 35 hari sudah bisa dipanen. Dengan fakta tersebut, maka dibutuhkan beberapa persiapan matang dan serius untuk memulai.
Langkah-langkah Budidaya Jangkrik:
1. Penyiapan Sarana dan Peralatan
Dalam hal ini pembuatan sarana berupa kandang harus dilakukan pertama kali. Menurut hasil pantauan dilapangan dan pengalaman peternak, bentuk kandang persegi panjang dengan tinggi 30-50 cm, lebar 60-100 cm sedangkan panjang 120-200 cm.
Kandang dapat dibuat dari kayu rangka kaso, namun untuk mengirit biaya, maka dinding kandang dapat dibuat dari triplek. Kandang dibuat bersusun, dan kandang paling bawah mempunyai minimal empat kaki penyangga. Untuk menghindari gangguan binatang seperti semut, tikus, cecak dan serangga lainnya, maka keempat kaki kandang dialasi mangkuk berisi air atau minyak tanah atau juga vaseline (gemuk) dengan dilumurkan pada tiap kaki penyangga.
2. Peyiapan Bibit dari indukan Jangkrik
Bibit untuk dibesarkan harus sehat, tidak sakit, tidak cacat (sungut atau kaki patah) dengan umur sekitar 10-20 hari. Sementara Calon induk jangkrik yang baik adalah jangkrik-jangkrik berasal dari tangkapan alam bebas, karena biasanya memiliki ketahanan tubuh lebih baik. Kalaupun induk betina tidak dapat dari hasil tangkapan alam bebas, maka induk dapat dibeli dari peternak. Sedangkan induk jantan usahakan dari alam bebas, karena lebih agresif.
3. Pemeliharaan
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan antara lain:
• Sanitasi dan Tindakan Preventif
• Pengontrolan Penyakit
• Perawatan Ternak
• Pemberian Pakan
• Pemeliharaan Kandang
Sauce:http://bisnisukm.com/
Thursday, January 10, 2013
Cara Budidaya Ternak Jangkrik
Budidaya jangkrik sedang marak karena banyak permintaan pasar. Maka prospek budidaya jangkrik semakin cerah karena tingginya permintaan, karena banyak daerah kekurangan pasokan jangkrik sebagai pakan ternak burung. Ini sedikit tentang cara ternak jangkrik.
Pembuatan Kandang Jangkrik
Tahap awal budidaya jangkrik adalah persiapan kandang:
1. Jangkrik terhindar dari pemangsa
2. Mudah untuk mengontrol keadaan dan pertumbuhan jangkrik setiap waktu.
3. Menjadikan Kandang yang nyaman untuk jangkrik,
4. Pastikan sirkulasi udaranya bagus,
5. Memudahkan pada saat pemanenan.
6. Jangan terkena sinar matahari langsung.
Sekarang masuk tahap pembuatan, bahan dan bentuk kandang jangkrik.
Bahan-bahan pembuatan kandang Jangkrik :
1. Triplek
2. Paku Kecil
3. Kayu Kaso Kecil / kayu reng
4. Lem Kayu
5. Lakban Coklat yang besar ( ukuran 44 mm )
6. jangan lupa sediakan gunting, gergaji dll
Proses pembuatan Kandang jangkrik:
* Bentuk menjadi persegi panjang dengan ukuran : Panjang = 50 Cm, Lebar = 60 Cm, Tinggi = 120 Cm
* Beri Lem kayu pada setiap sudut untuk menutupi celah, perlu diketahui pada saat menetas jangkrik berukuran sangat kecil.
* Beri pinggiran atas bagian dalam dengan Lakban Coklat ... fungsinya agar jangkrik tidak bisa merayap terus ke atas.
* Jangan Lupa untuk Kandang Kaki dari kandang jangkrik beri jarang Min 20 Cm dan beri mangkuk yang diisi air dan garam, untuk menghindari semut, alternatif lain silahkan beri Lem tikus.
Persyaratan lokasi ternak jangkrik
Lokasi peternakan sebaiknya :
1. Usahakan lokasi budidaya harus tenang, teduh dan mendapat sirkulasi udara yang baik.
2. Lokasi jauh dari sumber-sumber kebisingan seperti pasar, jalan raya dan lain sebagainya.
3. Tidak terkena sinar matahari secara langsung atau berlebihan
4. Hindari Hama pemangsa jangkrik seperti : semut, cecak, laba-laba, ayam, kucing, kadal dll.
5. Usahakan Lokasi mudah untuk dimonitor setiap hari perkandangnya
Cara Menetaskan Telur Jangkrik
Buatlah kotak penetasan dengan ukuran P * L * T = 50 cm * 30 cm * 20 cm. Kotak ini dapat menampung 1 (satu) sendok telur jangkrik (berisi sekitar 2500-3000 butir).
A. Dengan Media Kain.
Potong kain dengan Ukuran Sekitar 25 cm * 25 cm, sementara alat yang digunakan berupa wadah plastik untuk meletakkan kain serta semprotan air berukuran kecil.
adapun cara penetasannya adalah sebagai berikut :
1. Masukkan satu sendok telur pada bagian tengah kain lalu atur permukaannya agar meratata.
2. Lipat semua sisi kain kebagian tengah secara bergantian mulai dari sisi kanan, kiri, atas dan bawah. jangan menekan kain yang dilipat, biarkan agak longgar sebagai jalan keluar untuk anak jangkrik yang menetas nantinya.
3. Masukkan kain berisi telur ke dalam wadah plastik, lalu letakkan wah plastik tersebut kedalam Kotak/kandang.
4. Selama telur belum ada yang menetas lakukan penyemprotan air secara rutin setiap hari agar kain tetap lembab.
5. Telur aka menetas sekitar 3-6 hari, tergantung usia si telur
6. Sebelum telur menetas biasanya telur akan berubah warna menjadi kuning kehitaman. untuk memastikan perkembangan dan keadaan telur, kain diperiksa setiap hari sebelum disemprot dengan air.
7. Kain ditutup kembali setelah pemeriksaan.
B. Dengan Media Pasir.
Penetasan dengan media pasir menggunakan pasir halus dan bersih yang telah diayak. Jemur / Sangrai agar kuman penyakit lainnya mati sehingga media pasir tersebut menjadi steril. Masukkan pasir halus tadi kedalam Nampan ukuran 15 cm * 20 cm atau dapat disesuaikan dengan ukuran kotak. Alat lainnya adalah semprotan air ( Spray ).
Adapun teknik penetasan dengan cara ini adalah :
1. Taburkan pasir secara merata dalam nampan dengan ketebalan 1-2 cm.
2. Taburkan telur jangkrik secara merata diatas pasir, lalu tutup kembali dengan pasir dengan lapisan harus setipis mungkin, asal telur tidak tampak dari permukaan.
3. Masukkan Nampan plastik kedalam kotak / Kandang yang telah dibuat.
4. Semprotkan air setiap hari, dan pastikan agar medianya tetap lembab.
Perawatan setelah telur jangkrik menetas
Bayi jangkrik yang baru menetas dapat dipelihara dalam kotak penetasan hingga umur 10 hari. Jangkrik kecil ini sangat rawan dengan kondisi lingkungan yang ada, sehingga perawatannya harus intensif. Jika tidak maka populasinya akan cepat menyusut. ada beberapa hal yang harus dilakukan setelah telur jangkrik menetas :
1. Menjaga Kelembaban ruangan.
2. Memperhatikan Pakan Nimfa.
3. Memberi penghangat.
4. Memberikan Inisial / tanda
5. Menjaga kebersihan lingkungan.
Mengatasi telur jangkrik yang baru menetas.
5 hal yang harus dipersiapkan terlebih dahulu :
1. Yang paling baik adalah membuat kotak penetasan telur jangkrik, biasanya ukurannya lebih kecil dibandingkan dengan Kotak pembesarannya. Hal ini guna memudahkan pada saat pengontrolan nimfa jangkrik.
2. Menjaga Kelembaban ruangan, pastikan ruangan tidak terlalu panas dan tidak terlalu lembab, untuk kelembaban biasanya dengan memberikan beberapa botol kecil yang diisi air dan ditutupi dengan kapas, biarkan kapas itu basah.
3. Memperhatikan Pakan Nimfa, pastikan Nimfa (jangkrik yang baru menetas) mendapatkan pakan dengan syarat : sayuran yang sesuai dengan usia jangkrik, biasaanya untuk nimfa saya berikan (Irisan -irisan Wortel, Pur Halus, dan tepung kacang hijau) tinggal dikombinasikan bergantian.
4. Memberi penghangat, untuk Daerah yang dingin pada malam hari biasanya diberikan lampu pijar 5 watt.
5. Memberikan Inisial / tanda, hal ini penting untuk dapat mengetahui Usia Jangkrik sehingga dapat menyesuaikan kapan harus dipanen, pemberian pakan yang tepat sesuai dengan Usianya dan masih banyak lagi kegunaan yang lainnya
6. Menjaga kebersihan lingkungan, pastikan pakan yang sudah lebih dari satu hari agar di angkat dan di buang dari kandang karena akan mengganggu pertumbuhan dan kesehatan si Jangkrik
7. Hindari Predator, ada beberapa cara untuk menghindari predator/ pemangsa misalnya ditutup dengan triplek dan tengahnya di beri area untuk kawat nyamuk yang berguna untuk Ventilasi, disetiap kakinya diberi mangkuk yang diisi oli bekas, pastikan predator tidak dapat memangsa jangkrik.
http://budidayanews.blogspot.com/2011/03/cara-ternak-jangkrik.html
Subscribe to:
Posts (Atom)



