Anda tertarik dengan sebuah peluang usaha? atau Anda punya rencana bisnis setelah menganalisis peluang usaha 2009? Jika ya, pastikan Anda memiliki perencanaan bisnis (Bisnis plan) yang tepat.
Orang bijak bilang "gagal merencanakan artinya Anda sedang merencanakan untuk gagal". Jadi perencanaan bisnis merupakan suatu hal yang penting dalam merencanakan kesuksesan Anda.
Sekilas tentang Bisnis Plan (Perencanaan Bisnis)
Bisnis Plan merupakan suatu deskripsi tertulis tentang masa depan sebuah bisnis. Umumnya mencakup 3 hal utama, yaitu konsep bisnis, market/pasar, dan finansial.
Perencanaan bisnis ini biasanya digunakan untuk wirausahawan menjelaskan bagaimana visi dan misi bisnis yang akan dijalankan sehingga calon investor dapat melihat, menganalisis dan mengambil keputusan akan kelayakan bisnis tersebut.
Kesalahan-kesalahan Umum dalam Membuat Perencanaan Bisnis (Bisnis Plan)
Membuat perencanaan bisnis merupakan suatu pekerjaan yang gampang-gampang susah. Berikut kesalahan-kesalahan umum dalam membuat perencanaan bisnis
1. Menunda Pembuatan Rencana Bisnis
Kebanyakan pemilik bisnis membuat rencana bisnis hanya ketika mereka tidak punya pilihan lain. Kecuali jika bank atau investor meminta suatu rencana bisnis, maka tidak pernah ada rencana dalam bisnis mereka.
Jadi, sebaiknya dalam menulis rencana bisnis tidak menunggu jika ada waktu yang cukup. Semakin Anda sibuk, maka Anda semakin butuh rencana.
2. Hal-hal Non Formil dalam Arus Kas.
Kebanyakan orang-orang memikirkan laba daripada uang tunai. Saat Anda membayangkan suatu bisnis baru, Anda berpikir tentang biaya pembuatan produk, bagaimana Anda bisa menjualnya dan berapa laba per unit yang akan diperoleh.
Kita dilatih untuk berpikir bahwa bisnis adalah penjualan dikurangi biaya sama dengan laba. Sayangnya, kita tidak membelanjakan laba dalam suatu bisnis. Kita membelanjakan uang tunai. Maka pemahaman tentang arus kas adalah amat penting. Jika Anda hanya akan mempunyai satu tabel dalam perencanaan bisnis Anda, pastikan itu adalah proyeksi arus kas.
3. Gagasan yang terlalu tinggi
Jangan menaksir terlalu tinggi pada pentingnya ide. Anda tidak memerlukan suatu ide besar untuk memulai bisnis. Anda memerlukan waktu, uang, ketekunan dan akal sehat. Hanya sedikit bisnis sukses yang didasarkan seluruhnya pada ide baru.
Suatu ide baru lebih sulit untuk dijual dibanding ide yang telah ada, sebab orang-orang tidak memahami ide baru itu dan mereka sering tak percaya jika ide tersebut dapat dilakukan.
Rencana tidak menjual ide bisnis baru ke investor. Investor menanamkan modal, bukan gagasan. Rencana walaupun diperlukan, hanyalah suatu cara untuk menyajikan informasi.
4. Ketakutan dan Kengerian
Membuat suatu perencaan bisnis tidaklah sesulit yang Anda pikirkan. Ada beberapa buku bagus untuk membantu, mencari mentor, ikut seminar, sekolah bisnis, ikut komunitas bisnis adalah cara-cara lain untuk memperoleh tambahan ilmu dalam membantu penyusunan rencana bisnis.
5. Penentuan Tujuan yang tidak jelas
Tinggalkan kata-kata bisnis yang samar dan tidak berarti (misalnya 'menjadi yang terbaik'). Yang perlu diperhatikan adalah bahwa sasaran suatu rencana adalah hasilnya, dan untuk mendapatkan hasil Anda memerlukan usaha yang berkelanjutan (terus menerus) dan spesifik.
Pastikan Anda menyusun perencanaan yang spesifik, misalnya waktu, anggaran, tujuan, dan manajemen. Tak peduli sebaik apapun Anda mempresentasikannya, tak akan berarti apapun kecuali hal tersebut memberikan hasil.
6. Tidak fokus
Buatlah rencana Anda sesuai dengan maksud dan tujuan dari bisnis yang ingin Anda jalankan. Rencana bisnis dapat bermacam-macam, terkadang hanya berisi rencana menjual suatu ide bisnis baru, rencana keuangan, rencana pemasaran, dan lain-lain.
Perencanaan yang fokus akan membantu berjalannya bisnis Anda dengan baik.
7. Prioritas yang Lemah
Ingat, fokus merupakan suatu strategi dan kekuatan bisnis. Buatlah prioritas dalam bisnis Anda, buatlah list apa-apa yang menjadi prioritas dan hal yang harus Anda lakukan dalam bisnis Anda. Sesuaikan dengan tujuan yang ingin Anda capai.
Saran : jangan membuat list prioritas yang terlalu banyak. List yang terlalu banyak akan memperkecil tingkat kepentingan masing-masing yang Anda list tadi.
8. Membuat Proyeksi yang kurang tepat
Pertumbuhan awal usaha, umumnya berjalan sangat pelan. Jadi dalam menyusun rencana finansial dimana akan berhubungan dengan rencana penjualan, Anda sebaiknya memproyeksikannya secara natural, tidak terlalu berlebihan namun tidak terlalu rendah. Proyeksi berlebihan akan berakibat pada kendurnya percaya diri bila hal tersebut gagal atau tidak sesuai, sebaliknya proyeksi yang terlalu rendah akan mengakibatkan bertambahnya rasa pesimis.
Demikianlah kesalahan-kesalahan umum dalam membuat perencanaan bisnis.
Showing posts with label Business Plan. Show all posts
Showing posts with label Business Plan. Show all posts
Monday, May 30, 2011
Sunday, May 1, 2011
10 Langkah Menyusun Business Plan
Jika disederhanakan, rencana bisnis adalah sebuah rencana kerja untuk sebuah bisnis misalnya, mengalokasikan sumber daya, fokus pada poin-poin penting, dan mempersiapkan bisnis untuk masalah-masalah dan peluang pasar. Sayangnya, banyak orang hanya memikirkan rencana bisnis dan tidak betul-betul merencanakan dengan baik. Bagaimana merencanakan bisnis dengan baik?
Apa rencana awal kita? Rencana awal sederhana mencakup ringkasan, pernyataan misi, kunci sukses, analisis pasar, dan analisis keseimbangan dana dll. Ini adalah rencana bisnis paling sederhana.Apakah ada standar rencana bisnis? Sebuah rencana bisnis yang standar (yang mengikuti nasihat dari para ahli bisnis) mencakup seperangkat elemen standar, seperti yang ditunjukkan di bawah ini. Rencana format dan uraian bervariasi, tetapi umumnya sebuah rencana akan mencakup komponen seperti deskripsi perusahaan, produk atau layanan, sasaran pasar, prakiraan, tim manajemen, dan analisis keuangan.
Rencana Anda akan tergantung pada situasi khusus. Sebagai contoh, deskripsi dari tim manajemen adalah sangat penting bagi investor sementara sejarah keuangan yang paling penting bagi bank.
10 langkah menyusun bisnis plan ini mungkin baik untuk anda pertimbangkan untuk membantu Anda menyelesaikan rencana bisnis yang luar biasa.
1. Tentukan mengapa Anda menulis rencana bisnis tersebut.
Apakah karena Anda ingin mengumpulkan uang? Memperjelas masa depan Anda? Meluncurkan usaha baru? Mencari mitra strategis? Perencanaan untuk menghancurkan pesaing Anda? Apa pun alasannya sangat penting untuk mendapatkan komitmen terhadap proses penulisan rencana bisnis. Persiapkan untuk diri Anda sendiri sebuah paragraf pendek yang menjelaskan “mengapa Anda menulis rencana bisnis dan mengapa hal itu akan menjadi besar.”
2. Tentukan gambaran intinya.
Sebelum melakukan penelitian dan mencari informasi informasi, perhatikan rencana bisnis Anda melalui berbagai sudut pandang untung ruginya untuk mendapatkan gambaran yang pasti. Kunjungi perpustakaan atau toko buku lokal dan cari beberapa buku rencana bisnis. Dengan wawasan yang luas, menyiapkan garis besar yang termasuk bagian utama dan subbagian yang Anda percaya akan muncul dalam rencana bisnis Anda.
3. Cari semua informasi yang terkait dari berbagai sumber.
Anda harus menggali informasi yang sudah tersedia untuk Anda. Anda akan semakin mantap dengan apa yang Anda temukan dan langkah ini akan membawa Anda maju. Pertimbangkan alat pemasaran Anda, press release, artikel terkait, jurnal industri, sejarah keuangan, situs web yang penting dan catatan atau ide-ide Anda yang telah terakumulasi dari waktu ke waktu. Jangan menilai kualitas informasi ini – hanya mengumpulkan sesuatu yang biasa saja. Pada titik ini kuantitas dan kualita informasi adalah kuncinya.
4. Cukup ketik! Mulailah mengetik pikiran, gagasan, kata, pertanyaan dan setiap bagian dari garis besar rencana bisnis Anda.
Buat layout kasar di atas kertas dan gambarkan ide Anda. Jangan terlalu terpaku tentang kalimat lengkap atau tata bahasa yang harus baik, itu hanya pelengkap saja. Menuliskan ide menuntut pertimbangan lebih lanjut, bagian yang menyajikan sebuah tantangan dan topik-topik spesifik memerlukan masukan dari orang lain. Upayakan untuk menempatkan pikiran di bagian paling sesuai rencana bisnis Anda dan mengatur ulang kerangka kerangkanya jika akan lebih logis menurut Anda.
5. Siapkan draf rencana bisnis Anda.
Sekarang saatnya untuk membuat garis besar, informasi yang berguna dan punya ide-ide brainstorming Anda dan membentuknya menjadi konsep kasar yang bisa digunakan. Menyusun seluruh bagian outline rencana, bagian demi bagian dan mulai menulis kalimat dan paragraf lengkap. Ketika Anda sudah selesai, cetaklah draftnya dan baca beberapa kali, melakukan revisi ringan jika dianggap perlu. Ketika Anda telah menyelesaikan langkah ini, Anda sudah benar-benar membuat kemajuan perencanaan bisnis.
6. Lakukan Research.
Sekarang waktunya untuk untuk mengumpulkan informasi dan penelitian untuk mendukung pernyataan yang Anda buat dalam rencana Anda. Singkatnya, berbicara dengan siapa pun dan semua orang manapun yang mungkin dapat membantu Anda mengumpulkan informasi untuk rencana bisnis Anda adalah hal yang bijaksana.
7. Mulai berpikir tentang angka-angka.
Dianjurkan untuk mulai mengembangkan format laporan keuangan pada saat ini. Jika Anda mempersiapkan laporan keuangan Anda pada tahap ini, Anda memiliki kesempatan yang lebih baik yang mendukung ide dalam rencana bisnis Anda. Sebagai contoh, jika Anda menyebutkan media pemasaran yang spesifik di bagian pemasaran Anda, Anda harus menyertakan biaya yang sesuai di suatu tempat dalam keuangan Anda.
8. Menulis rancangan akhir dan menetapkan biaya.
Kadang-kadang finishing adalah bagian paling sulit menyelesaikan proyek-proyek besar seperti rencana bisnis. Tapi jika Anda mengikuti langkah-langkah yang mengarah ke hal ini, kesuksesan tidak akan jauh dari rencana Anda. Hindari kesalahan karena pada tahap ini sangat penting untuk memeriksa, double-cek hal-hal yang mungkin keliru.
9. Menetapkan tenggang waktu.
Untuk memastikan bahwa Anda menyelesaikan rencana Anda, tetapkan tenggang waktu untuk diri Anda sendiri dan itu tidak bisa diabaikan. Tentukan berapa lama Anda harus bekerja membuat rencana bisnis tersebut. Kami menyarankan memanggil beberapa orang yang Anda hormati untuk menanyakan apakah mereka akan bersedia untuk membaca rencana Anda dan menawarkan saran-saran. Tetapi jika anda mendatangi seseorang yang Anda tidak terlalu dekat tetapi mungkin kenalan profesional bukan ide yang baik. Ini akan lebih sulit dan Anda mungkin akan mendengar jawaban “terlihat bagus bagi saya” – pada dasarnya membuang-buang waktu bagi Anda.
10. Finishing.
Terakhir, siapkan satu halaman ringkasan yang merangkum benang merah dari keseluruhan rencana bisnis Anda. Cetak rencana tersebut dan ambil waktu yang tenang dan renungkan sekali lagi. Selamat – Anda harus bangga sudah memiliki rencana bisnis yang sangat baik. Setelah semua selesai, saatnya untuk bertindak.
Sumber : http://q-bonk.com/
Apa rencana awal kita? Rencana awal sederhana mencakup ringkasan, pernyataan misi, kunci sukses, analisis pasar, dan analisis keseimbangan dana dll. Ini adalah rencana bisnis paling sederhana.Apakah ada standar rencana bisnis? Sebuah rencana bisnis yang standar (yang mengikuti nasihat dari para ahli bisnis) mencakup seperangkat elemen standar, seperti yang ditunjukkan di bawah ini. Rencana format dan uraian bervariasi, tetapi umumnya sebuah rencana akan mencakup komponen seperti deskripsi perusahaan, produk atau layanan, sasaran pasar, prakiraan, tim manajemen, dan analisis keuangan.
Rencana Anda akan tergantung pada situasi khusus. Sebagai contoh, deskripsi dari tim manajemen adalah sangat penting bagi investor sementara sejarah keuangan yang paling penting bagi bank.
10 langkah menyusun bisnis plan ini mungkin baik untuk anda pertimbangkan untuk membantu Anda menyelesaikan rencana bisnis yang luar biasa.
1. Tentukan mengapa Anda menulis rencana bisnis tersebut.
Apakah karena Anda ingin mengumpulkan uang? Memperjelas masa depan Anda? Meluncurkan usaha baru? Mencari mitra strategis? Perencanaan untuk menghancurkan pesaing Anda? Apa pun alasannya sangat penting untuk mendapatkan komitmen terhadap proses penulisan rencana bisnis. Persiapkan untuk diri Anda sendiri sebuah paragraf pendek yang menjelaskan “mengapa Anda menulis rencana bisnis dan mengapa hal itu akan menjadi besar.”
2. Tentukan gambaran intinya.
Sebelum melakukan penelitian dan mencari informasi informasi, perhatikan rencana bisnis Anda melalui berbagai sudut pandang untung ruginya untuk mendapatkan gambaran yang pasti. Kunjungi perpustakaan atau toko buku lokal dan cari beberapa buku rencana bisnis. Dengan wawasan yang luas, menyiapkan garis besar yang termasuk bagian utama dan subbagian yang Anda percaya akan muncul dalam rencana bisnis Anda.
3. Cari semua informasi yang terkait dari berbagai sumber.
Anda harus menggali informasi yang sudah tersedia untuk Anda. Anda akan semakin mantap dengan apa yang Anda temukan dan langkah ini akan membawa Anda maju. Pertimbangkan alat pemasaran Anda, press release, artikel terkait, jurnal industri, sejarah keuangan, situs web yang penting dan catatan atau ide-ide Anda yang telah terakumulasi dari waktu ke waktu. Jangan menilai kualitas informasi ini – hanya mengumpulkan sesuatu yang biasa saja. Pada titik ini kuantitas dan kualita informasi adalah kuncinya.
4. Cukup ketik! Mulailah mengetik pikiran, gagasan, kata, pertanyaan dan setiap bagian dari garis besar rencana bisnis Anda.
Buat layout kasar di atas kertas dan gambarkan ide Anda. Jangan terlalu terpaku tentang kalimat lengkap atau tata bahasa yang harus baik, itu hanya pelengkap saja. Menuliskan ide menuntut pertimbangan lebih lanjut, bagian yang menyajikan sebuah tantangan dan topik-topik spesifik memerlukan masukan dari orang lain. Upayakan untuk menempatkan pikiran di bagian paling sesuai rencana bisnis Anda dan mengatur ulang kerangka kerangkanya jika akan lebih logis menurut Anda.
5. Siapkan draf rencana bisnis Anda.
Sekarang saatnya untuk membuat garis besar, informasi yang berguna dan punya ide-ide brainstorming Anda dan membentuknya menjadi konsep kasar yang bisa digunakan. Menyusun seluruh bagian outline rencana, bagian demi bagian dan mulai menulis kalimat dan paragraf lengkap. Ketika Anda sudah selesai, cetaklah draftnya dan baca beberapa kali, melakukan revisi ringan jika dianggap perlu. Ketika Anda telah menyelesaikan langkah ini, Anda sudah benar-benar membuat kemajuan perencanaan bisnis.
6. Lakukan Research.
Sekarang waktunya untuk untuk mengumpulkan informasi dan penelitian untuk mendukung pernyataan yang Anda buat dalam rencana Anda. Singkatnya, berbicara dengan siapa pun dan semua orang manapun yang mungkin dapat membantu Anda mengumpulkan informasi untuk rencana bisnis Anda adalah hal yang bijaksana.
7. Mulai berpikir tentang angka-angka.
Dianjurkan untuk mulai mengembangkan format laporan keuangan pada saat ini. Jika Anda mempersiapkan laporan keuangan Anda pada tahap ini, Anda memiliki kesempatan yang lebih baik yang mendukung ide dalam rencana bisnis Anda. Sebagai contoh, jika Anda menyebutkan media pemasaran yang spesifik di bagian pemasaran Anda, Anda harus menyertakan biaya yang sesuai di suatu tempat dalam keuangan Anda.
8. Menulis rancangan akhir dan menetapkan biaya.
Kadang-kadang finishing adalah bagian paling sulit menyelesaikan proyek-proyek besar seperti rencana bisnis. Tapi jika Anda mengikuti langkah-langkah yang mengarah ke hal ini, kesuksesan tidak akan jauh dari rencana Anda. Hindari kesalahan karena pada tahap ini sangat penting untuk memeriksa, double-cek hal-hal yang mungkin keliru.
9. Menetapkan tenggang waktu.
Untuk memastikan bahwa Anda menyelesaikan rencana Anda, tetapkan tenggang waktu untuk diri Anda sendiri dan itu tidak bisa diabaikan. Tentukan berapa lama Anda harus bekerja membuat rencana bisnis tersebut. Kami menyarankan memanggil beberapa orang yang Anda hormati untuk menanyakan apakah mereka akan bersedia untuk membaca rencana Anda dan menawarkan saran-saran. Tetapi jika anda mendatangi seseorang yang Anda tidak terlalu dekat tetapi mungkin kenalan profesional bukan ide yang baik. Ini akan lebih sulit dan Anda mungkin akan mendengar jawaban “terlihat bagus bagi saya” – pada dasarnya membuang-buang waktu bagi Anda.
10. Finishing.
Terakhir, siapkan satu halaman ringkasan yang merangkum benang merah dari keseluruhan rencana bisnis Anda. Cetak rencana tersebut dan ambil waktu yang tenang dan renungkan sekali lagi. Selamat – Anda harus bangga sudah memiliki rencana bisnis yang sangat baik. Setelah semua selesai, saatnya untuk bertindak.
Sumber : http://q-bonk.com/
Wednesday, March 30, 2011
Pahami Seluk Beluk Bidang Usaha Anda Sebelum Anda Memulai Bisnis
Anda mungkin sudah berangan-angan memiliki usaha sendiri. Berbagai hal sudah dipersiapkan secara seksama. Sebelum memulai bisnis Anda, ada beberapa hal yang pelu Anda lakukan terlebih dahulu. Ketika anda terjun ke dunia bisnis, Anda perlu menjelaskan jenis bisnis yang akan anda geluti. Anda diharapkan untuk dapat menjelaskan secara general bisnis yang anda jalankan terutama jika Anda berencana untuk membawa bisnis anda untuk hal-hal yang berkaitan dengan lembaga di luar perusahan anda seperti pihak bank atau investor.
Apakah anda berkecimpung dalam bisnis jasa, produsen, pengecer, atau jenis bisnis lainnya, apapun jenis bisnisnya, Anda harus melakukan analisis Industri, serta mendeskripsikan hal-hal berikut ini :
· Pihak mana saja yang berperanserta ataupun berkecimpung dalam bisnis tersebut
· Pola distribusi usaha yang akan Anda geluti
· Pesaing dan pemetaan konsumen
Analisis Industri
Dalam dunia bisnis, berbagai aspek perekonomian yang terjadi diluar bisnis Anda akan mempengaruhi usaha Anda. Semakin banyak Anda mengetahui seluk beluk dunia bisnis / industri, Anda semakin siap menjalankan dan memastikan lancarnya usaha Anda.
Sebuah rencana bisnis yang lengkap membahas faktor-faktor ekonomi bisnis secara umum, siapa saja yang menjadi pemain bisnis, pola distribusi, faktor-faktor dalam kompetisi tersebut, dan apa pun yang memberikan gambaran bisnis ini kepada pihak luar.
Internet memiliki dampak yang besar terhadap tersedianya informasi bisnis. Setelah ledakan informasi dan pertumbuhan yang sangat pesat pada era Internet dimulai pada 1990-an dan berlanjut di abad ke-21, mencari informasi adalah hal yang mudah. Dengan akses internet, hampir semua informasi yang Anda perlukan untuk rencana bisnis sudah tersedia secara lengkap, ada situs web untuk analisis bisnis, statistik keuangan, demografi, asosiasi perdagangan, dsb.
Pemain Dalam Bisnis
Dalam dunia bisnis, Anda harus mengetahui pihak mana saja yang bergerak dalam bidang yang sama dengan Anda. Ada perbedaan yang sangat besar, misalnya, antara bisnis /industri besar yang kemungkinan hanya terdiri dari beberapa orang pemain saja dengan bisnis /industri kecil yang terdiri dari banyak pemain atau pengusaha.
Kejelasan informasi ini memunculkan perbedaan besar antara bisnis dan rencana bisnis. Misalnya saja, bisnis makanan cepat saji, terdiri dari beberapa brand besar, mereka turut ambil bagian dalam ribuan outlet terkenal, dan sebagian besar merupakan bisnis waralaba. Para ekonom berbicara konsolidasi dalam suatu industri, pada saat pemain pemula cenderung menghilang dan beberapa pemain besar muncul. Dalam akuntansi, misalnya, ada beberapa perusahaan internasional yang besar yang namanya terkenal dan puluhan ribu perusahaan-perusahaan kecil. Dalam fabrikasi komputer, misalnya, ada beberapa perusahaan internasional besar yang cukup terkenal, dan ada juga ribuan perusahaan kecil.
Pola Distribusi
Ada banyak strategi untuk sebuah produk ataupun jasa untuk dapat sampai pada pemasok ataupun pengguna. Jelaskan bagaimana sistem pendistribusian pada usaha Anda. Apakah usaha anda merupakan bisnis di mana penjualan produk didukung oleh distributor daerah, seperti halnya untuk produk komputer, majalah, atau suku cadang mobil? Apakah industri Anda bergantung pada penjualan langsung kepada pelanggan industri besar?
Beberapa produk umumnya dijual melalui toko-toko eceran kepada konsumen, dan kadang-kadang didistribusikan oleh perusahaan distribusi yang membeli dari produsen. Dalam kasus lain, produk yang dijual langsung dari produsen ke toko-toko. Beberapa produk yang dijual langsung dari produsen ke konsumen akhir melalui promosi, iklan nasional, atau sarana promosi lainnya.
Dalam banyak kategori produk ada beberapa alternatif dan pilihan pendistribusian yang umum dilakukan. Ensiklopedia dan vacuum cleaner secara tradisional dijual dari pintu ke pintu, tetapi juga dijual di toko-toko dan langsung dari produsen ke konsumen melalui iklan radio dan televisi.
Beberapa produk didistribusikan melalui penjualan langsung dari produsen ke produsen lain secara langsung, dan dalam kontrak jangka panjang seperti yang antara produsen mobil dan pemasok suku cadang, bahan, dan komponen. Di beberapa industri perusahaan menggunakan perwakilan atau agen.
Teknologi dapat mengubah pola distribusi dalam suatu kategori industri atau produk. Internet, misalnya mengubah pilihan untuk distribusi perangkat lunak, buku, musik, dan produk lainnya.
Pola distribusi mungkin tidak penting untuk perusahaan layanan, seperti restoran, seniman grafis, atau arsitek. Untuk beberapa layanan, distribusi mungkin masih relevan. Sebuah layanan telepon atau penyedia jasa layanan internet, pola distribusi mungkin menggambarkan distribusi yang berkaitan dengan infrastruktur fisik.
Pesaing dan pemetaan konsumen
Hal ini penting untuk memahami sifat persaingan di pasar Anda. Hal ini masih merupakan gambaran umum suatu jenis usaha. Jelaskan sifat umum dari persaingan dalam bisnis ini, dan bagaimana pelanggan tampaknya memilih salah satu operator dibandingkan dengan yang lain.
Apa kunci sukses? Faktor-faktor apa yan mendukung peningkatan pembelian ? memanfaatkan perbedaan harga? Fitur produk? Layanan? Dukungan? Pelatihan? Software? Ketepatan pengiriman? Apakah nama merek penting?
Dalam bisnis komputer, misalnya, persaingan mungkin bergantung pada reputasi dan tren pasar, sedangkan pemain yang lain menggunakan kekuatan distribusi dan periklanan.
Dalam bisnis restoran, misalnya, persaingan mungkin bergantung pada reputasi dan tren restora yang ia kelola, sedangkan pemain lain mengutamakan lokasi dan fasilitas parkir yang mudah untuk menarik pelanggan.
Dalam penyedia layanan jasa seperti dokter, pengacara dsb, penggunaan iklan tidak efektif, lebih cenderung mengandalkan cerita dari mulut-ke mulut ata kualitas layanan yang diberikan. Apakah ada kompetisi harga antara akuntan, dokter, dan pengacara? Bagaimana orang memilih agen perjalanan atau pedagang bunga untuk pernikahan? Mengapa memilih Starbucks bukan warung kopi yang lainSemua ini adalah sifat persaingan.
Pesaing Utama
Lakukan analisis mendetail mengenai pesaing utama Anda. Buat daftar siapa saja pesaing utama Anda. Apa kekuatan dan kelemahan masing-masing? Pertimbangkan mereka produk, harga, reputasi, manajemen, posisi keuangan, saluran distribusi, merek, pengembangan bisnis, teknologi, atau faktor lain yang Anda rasa penting. Dalam bidang apa segmen pasar yang geluti? Apa yang tampaknya menjadi strategi bisnis mereka? Berapa besar dampaknya bagi produk Anda, dan apa ancaman dan peluang yang mereka peroleh?
Setelah Anda berhasil menjabarkan Analisis bisnis untuk usaha anda, diharapkan anda lebih siap untuk mulai menjalankan bisnis Anda.
Sumber : http://binaukm.com/
Apakah anda berkecimpung dalam bisnis jasa, produsen, pengecer, atau jenis bisnis lainnya, apapun jenis bisnisnya, Anda harus melakukan analisis Industri, serta mendeskripsikan hal-hal berikut ini :
· Pihak mana saja yang berperanserta ataupun berkecimpung dalam bisnis tersebut
· Pola distribusi usaha yang akan Anda geluti
· Pesaing dan pemetaan konsumen
Analisis Industri
Dalam dunia bisnis, berbagai aspek perekonomian yang terjadi diluar bisnis Anda akan mempengaruhi usaha Anda. Semakin banyak Anda mengetahui seluk beluk dunia bisnis / industri, Anda semakin siap menjalankan dan memastikan lancarnya usaha Anda.
Sebuah rencana bisnis yang lengkap membahas faktor-faktor ekonomi bisnis secara umum, siapa saja yang menjadi pemain bisnis, pola distribusi, faktor-faktor dalam kompetisi tersebut, dan apa pun yang memberikan gambaran bisnis ini kepada pihak luar.
Internet memiliki dampak yang besar terhadap tersedianya informasi bisnis. Setelah ledakan informasi dan pertumbuhan yang sangat pesat pada era Internet dimulai pada 1990-an dan berlanjut di abad ke-21, mencari informasi adalah hal yang mudah. Dengan akses internet, hampir semua informasi yang Anda perlukan untuk rencana bisnis sudah tersedia secara lengkap, ada situs web untuk analisis bisnis, statistik keuangan, demografi, asosiasi perdagangan, dsb.
Pemain Dalam Bisnis
Dalam dunia bisnis, Anda harus mengetahui pihak mana saja yang bergerak dalam bidang yang sama dengan Anda. Ada perbedaan yang sangat besar, misalnya, antara bisnis /industri besar yang kemungkinan hanya terdiri dari beberapa orang pemain saja dengan bisnis /industri kecil yang terdiri dari banyak pemain atau pengusaha.
Kejelasan informasi ini memunculkan perbedaan besar antara bisnis dan rencana bisnis. Misalnya saja, bisnis makanan cepat saji, terdiri dari beberapa brand besar, mereka turut ambil bagian dalam ribuan outlet terkenal, dan sebagian besar merupakan bisnis waralaba. Para ekonom berbicara konsolidasi dalam suatu industri, pada saat pemain pemula cenderung menghilang dan beberapa pemain besar muncul. Dalam akuntansi, misalnya, ada beberapa perusahaan internasional yang besar yang namanya terkenal dan puluhan ribu perusahaan-perusahaan kecil. Dalam fabrikasi komputer, misalnya, ada beberapa perusahaan internasional besar yang cukup terkenal, dan ada juga ribuan perusahaan kecil.
Pola Distribusi
Ada banyak strategi untuk sebuah produk ataupun jasa untuk dapat sampai pada pemasok ataupun pengguna. Jelaskan bagaimana sistem pendistribusian pada usaha Anda. Apakah usaha anda merupakan bisnis di mana penjualan produk didukung oleh distributor daerah, seperti halnya untuk produk komputer, majalah, atau suku cadang mobil? Apakah industri Anda bergantung pada penjualan langsung kepada pelanggan industri besar?
Beberapa produk umumnya dijual melalui toko-toko eceran kepada konsumen, dan kadang-kadang didistribusikan oleh perusahaan distribusi yang membeli dari produsen. Dalam kasus lain, produk yang dijual langsung dari produsen ke toko-toko. Beberapa produk yang dijual langsung dari produsen ke konsumen akhir melalui promosi, iklan nasional, atau sarana promosi lainnya.
Dalam banyak kategori produk ada beberapa alternatif dan pilihan pendistribusian yang umum dilakukan. Ensiklopedia dan vacuum cleaner secara tradisional dijual dari pintu ke pintu, tetapi juga dijual di toko-toko dan langsung dari produsen ke konsumen melalui iklan radio dan televisi.
Beberapa produk didistribusikan melalui penjualan langsung dari produsen ke produsen lain secara langsung, dan dalam kontrak jangka panjang seperti yang antara produsen mobil dan pemasok suku cadang, bahan, dan komponen. Di beberapa industri perusahaan menggunakan perwakilan atau agen.
Teknologi dapat mengubah pola distribusi dalam suatu kategori industri atau produk. Internet, misalnya mengubah pilihan untuk distribusi perangkat lunak, buku, musik, dan produk lainnya.
Pola distribusi mungkin tidak penting untuk perusahaan layanan, seperti restoran, seniman grafis, atau arsitek. Untuk beberapa layanan, distribusi mungkin masih relevan. Sebuah layanan telepon atau penyedia jasa layanan internet, pola distribusi mungkin menggambarkan distribusi yang berkaitan dengan infrastruktur fisik.
Pesaing dan pemetaan konsumen
Hal ini penting untuk memahami sifat persaingan di pasar Anda. Hal ini masih merupakan gambaran umum suatu jenis usaha. Jelaskan sifat umum dari persaingan dalam bisnis ini, dan bagaimana pelanggan tampaknya memilih salah satu operator dibandingkan dengan yang lain.
Apa kunci sukses? Faktor-faktor apa yan mendukung peningkatan pembelian ? memanfaatkan perbedaan harga? Fitur produk? Layanan? Dukungan? Pelatihan? Software? Ketepatan pengiriman? Apakah nama merek penting?
Dalam bisnis komputer, misalnya, persaingan mungkin bergantung pada reputasi dan tren pasar, sedangkan pemain yang lain menggunakan kekuatan distribusi dan periklanan.
Dalam bisnis restoran, misalnya, persaingan mungkin bergantung pada reputasi dan tren restora yang ia kelola, sedangkan pemain lain mengutamakan lokasi dan fasilitas parkir yang mudah untuk menarik pelanggan.
Dalam penyedia layanan jasa seperti dokter, pengacara dsb, penggunaan iklan tidak efektif, lebih cenderung mengandalkan cerita dari mulut-ke mulut ata kualitas layanan yang diberikan. Apakah ada kompetisi harga antara akuntan, dokter, dan pengacara? Bagaimana orang memilih agen perjalanan atau pedagang bunga untuk pernikahan? Mengapa memilih Starbucks bukan warung kopi yang lainSemua ini adalah sifat persaingan.
Pesaing Utama
Lakukan analisis mendetail mengenai pesaing utama Anda. Buat daftar siapa saja pesaing utama Anda. Apa kekuatan dan kelemahan masing-masing? Pertimbangkan mereka produk, harga, reputasi, manajemen, posisi keuangan, saluran distribusi, merek, pengembangan bisnis, teknologi, atau faktor lain yang Anda rasa penting. Dalam bidang apa segmen pasar yang geluti? Apa yang tampaknya menjadi strategi bisnis mereka? Berapa besar dampaknya bagi produk Anda, dan apa ancaman dan peluang yang mereka peroleh?
Setelah Anda berhasil menjabarkan Analisis bisnis untuk usaha anda, diharapkan anda lebih siap untuk mulai menjalankan bisnis Anda.
Sumber : http://binaukm.com/
Tuesday, December 29, 2009
Sekilas tentang Business Plan
Apa itu Business Plan?
Rencana bisnis (business plan) adalah rencana kerja sebuah bisnis untuk melihat ke depan dan untuk mempersiapkan diri pada masalah-masalah dan peluang bisnis. Sayangnya, banyak orang berpikir bahwa rencana bisnis hanya untuk memulai usaha baru atau mengajukan pinjaman bisnis. Padahal, rencana bisnis juga penting untuk menjalankan bisnis, untuk menera seberapa besar kebutuhan bisnis, dan untuk keperluan pengajuan pinjaman baru atau investasi baru. Rencana bisnis diperlukan juga untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan sesuai dengan prioritas bisnis.
Apa itu rencana startup?
Salah satu hal penting dalam rencana bisnis adalah rencana start up. Rencana startup secara sederhana mencakup ringkasan kegiatan bisnis, pernyataan misi, kunci sukses, analisis pasar, dan analisis impas. Rencana semacam ini baik digunakan untuk memutuskan apakah sebuah rencana dilanjutkan atau tidak. Dengan kata lain rencana stratup digunakan untuk mengetahui apakah ada nilai bisnis yang harus dikejar, tetapi dengan rencana startup tidak cukup untuk menjalankan bisnis.
Apakah ada rencana bisnis standar?
Sebuah rencana bisnis yang normal (yang mengikuti nasihat dari para ahli bisnis) mencakup seperangkat elemen standar, seperti yang ditunjukkan di bawah ini. Format rencana bisnis standar memang bervariasi, tetapi umumnya mencakup komponen-komponen sebagai berikut: deskripsi perusahaan, produk atau layanan, prakiraan pasar, tim manajemen, dan analisis keuangan.
Garis besar rencana bisnis standar?
Komponen utama rencana bisnis standar meliputi:
1. Ringkasan Eksekutif: Bagian ini hanya satu atau dua halaman dan biasanya ditulis terakhir.
2. Company Description: Deskripsi perusahaan (company description) memuat landasan hukum pendirian, sejarah, rencana start up, dll
3. Produk atau Layanan: Bagian ini memuat apa saja yang dijual atau ditawarkan. Uraian difokuskan pada manfaat bagi pelanggan.
4. Analisis Pasar: Bagian ini memuat peluang pasar, kebutuhan pelanggan, di mana mereka (pelanggan) berada, bagaimana untuk menjangkau mereka, dll
5. Strategi dan Implementasi: Bagian ini disusun secara spesifik, disertakan tanggung jawab manajemen dengan tanggal dan anggaran.
6. Tim Manajemen: Sertakan latar belakang anggota tim kunci, strategi personil secara detail.
7. Rencana Keuangan: Sertakan laba rugi, arus kas, neraca, analisis impas, asumsi-asumsi, rasio bisnis, dll
Rencana bisnis (business plan) adalah rencana kerja sebuah bisnis untuk melihat ke depan dan untuk mempersiapkan diri pada masalah-masalah dan peluang bisnis. Sayangnya, banyak orang berpikir bahwa rencana bisnis hanya untuk memulai usaha baru atau mengajukan pinjaman bisnis. Padahal, rencana bisnis juga penting untuk menjalankan bisnis, untuk menera seberapa besar kebutuhan bisnis, dan untuk keperluan pengajuan pinjaman baru atau investasi baru. Rencana bisnis diperlukan juga untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan sesuai dengan prioritas bisnis.
Apa itu rencana startup?
Salah satu hal penting dalam rencana bisnis adalah rencana start up. Rencana startup secara sederhana mencakup ringkasan kegiatan bisnis, pernyataan misi, kunci sukses, analisis pasar, dan analisis impas. Rencana semacam ini baik digunakan untuk memutuskan apakah sebuah rencana dilanjutkan atau tidak. Dengan kata lain rencana stratup digunakan untuk mengetahui apakah ada nilai bisnis yang harus dikejar, tetapi dengan rencana startup tidak cukup untuk menjalankan bisnis.
Apakah ada rencana bisnis standar?
Sebuah rencana bisnis yang normal (yang mengikuti nasihat dari para ahli bisnis) mencakup seperangkat elemen standar, seperti yang ditunjukkan di bawah ini. Format rencana bisnis standar memang bervariasi, tetapi umumnya mencakup komponen-komponen sebagai berikut: deskripsi perusahaan, produk atau layanan, prakiraan pasar, tim manajemen, dan analisis keuangan.
Garis besar rencana bisnis standar?
Komponen utama rencana bisnis standar meliputi:
1. Ringkasan Eksekutif: Bagian ini hanya satu atau dua halaman dan biasanya ditulis terakhir.
2. Company Description: Deskripsi perusahaan (company description) memuat landasan hukum pendirian, sejarah, rencana start up, dll
3. Produk atau Layanan: Bagian ini memuat apa saja yang dijual atau ditawarkan. Uraian difokuskan pada manfaat bagi pelanggan.
4. Analisis Pasar: Bagian ini memuat peluang pasar, kebutuhan pelanggan, di mana mereka (pelanggan) berada, bagaimana untuk menjangkau mereka, dll
5. Strategi dan Implementasi: Bagian ini disusun secara spesifik, disertakan tanggung jawab manajemen dengan tanggal dan anggaran.
6. Tim Manajemen: Sertakan latar belakang anggota tim kunci, strategi personil secara detail.
7. Rencana Keuangan: Sertakan laba rugi, arus kas, neraca, analisis impas, asumsi-asumsi, rasio bisnis, dll
Thursday, November 5, 2009
Business Plan at a Glance
What is a Business Plan?
Business plan is any plan that works for a business plan to look ahead and to prepare themselves to solve the problems and business opportunities. Unfortunately, many people think that business plan is used only a plan to start a new business or making business loans. In fact, the business plan is also important to run a business, to figure how much business needs, and for the purposes of the new loan or new investment. Business plans are also required to optimize growth and development in accordance with business priorities.
What is the plan startup?
One of the important things in your business plan is a plan to start-up. This plan includes a simple startup business summary, mission statement, the key to success, market analysis, and break-even analysis. Such plans are well used to decide whether a plan is continued or not. In other words start-up plan used to determine whether there is business value to be pursued, but with the startup plan is not enough to run a business.
Is there a standard business plan?
A normal business plan (which follow the advice of business experts) includes a set of standard elements, as shown below. A standard business plan formats are varied, but generally includes the components as follows: description of the company, product or service, market forecasts, management team, and financial analysis.
An outline of the standard business plan?
The main components of a standard business plan includes:
1. Executive Summary: This section is only one or two pages and is usually written last.
2. Company Description: Description of the company (company description) contains the legal basis for the establishment, history, start-up plans, etc.
3. Product or Service: This section contains anything sold or offered. Description focuses on the benefits to customers.
4. Market Analysis: This section contains market opportunities, customer needs, where they (customers) are, how to reach them, etc.
5. Strategy and Implementation: This section is organized specifically, included management responsibilities with dates and budgets.
6. Management Team: Include backgrounds of key team, personnel strategy in detail.
7. Financial Plan: Include the income statement, cash flow, balance sheet, break-even analysis, assumptions, business ratios, etc.
Business plan is any plan that works for a business plan to look ahead and to prepare themselves to solve the problems and business opportunities. Unfortunately, many people think that business plan is used only a plan to start a new business or making business loans. In fact, the business plan is also important to run a business, to figure how much business needs, and for the purposes of the new loan or new investment. Business plans are also required to optimize growth and development in accordance with business priorities.
What is the plan startup?
One of the important things in your business plan is a plan to start-up. This plan includes a simple startup business summary, mission statement, the key to success, market analysis, and break-even analysis. Such plans are well used to decide whether a plan is continued or not. In other words start-up plan used to determine whether there is business value to be pursued, but with the startup plan is not enough to run a business.
Is there a standard business plan?
A normal business plan (which follow the advice of business experts) includes a set of standard elements, as shown below. A standard business plan formats are varied, but generally includes the components as follows: description of the company, product or service, market forecasts, management team, and financial analysis.
An outline of the standard business plan?
The main components of a standard business plan includes:
1. Executive Summary: This section is only one or two pages and is usually written last.
2. Company Description: Description of the company (company description) contains the legal basis for the establishment, history, start-up plans, etc.
3. Product or Service: This section contains anything sold or offered. Description focuses on the benefits to customers.
4. Market Analysis: This section contains market opportunities, customer needs, where they (customers) are, how to reach them, etc.
5. Strategy and Implementation: This section is organized specifically, included management responsibilities with dates and budgets.
6. Management Team: Include backgrounds of key team, personnel strategy in detail.
7. Financial Plan: Include the income statement, cash flow, balance sheet, break-even analysis, assumptions, business ratios, etc.
Wednesday, August 19, 2009
An Introduction to Business Plans
A business plan is a written description of your business's future. That's all there is to it--a document that describes what you plan to do and how you plan to do it. If you jot down a paragraph on the back of an envelope describing your business strategy, you've written a plan, or at least the germ of a plan.
Business plans can help perform a number of tasks for those who write and read them. They're used by investment-seeking entrepreneurs to convey their vision to potential investors. They may also be used by firms that are trying to attract key employees, prospect for new business, deal with suppliers or simply to understand how to manage their companies better.
So what's included in a business plan, and how do you put one together? Simply stated, a business plan conveys your business goals, the strategies you'll use to meet them, potential problems that may confront your business and ways to solve them, the organizational structure of your business (including titles and responsibilities), and finally, the amount of capital required to finance your venture and keep it going until it breaks even.
Sound impressive? It can be, if put together properly. A good business plan follows generally accepted guidelines for both form and content. There are three primary parts to a business plan:
Breaking these three major sections down even further, a business plan consists of seven key components:
1. Executive summary
2. Business description
3. Market strategies
4. Competitive analysis
5. Design and development plan
6. Operations and management plan
7. Financial factors
In addition to these sections, a business plan should also have a cover, title page and table of contents.
How Long Should Your Business Plan Be?
Depending on what you're using it for, a useful business plan can be any length, from a scrawl on the back of an envelope to, in the case of an especially detailed plan describing a complex enterprise, more than 100 pages. A typical business plan runs 15 to 20 pages, but there's room for wide variation from that norm.
Much will depend on the nature of your business. If you have a simple concept, you may be able to express it in very few words. On the other hand, if you're proposing a new kind of business or even a new industry, it may require quite a bit of explanation to get the message across.
The purpose of your plan also determines its length. If you want to use your plan to seek millions of dollars in seed capital to start a risky venture, you may have to do a lot of explaining and convincing. If you're just going to use your plan for internal purposes to manage an ongoing business, a much more abbreviated version should be fine.
About the only person who doesn't need a business plan is one who's not going into business. You don't need a plan to start a hobby or to moonlight from your regular job. But anybody beginning or extending a venture that will consume significant resources of money, energy or time, and that is expected to return a profit, should take the time to draft some kind of plan.
Startup.
The classic business plan writer is an entrepreneur seeking funds to help start a new venture. Many, many great companies had their starts on paper, in the form of a plan that was used to convince investors to put up the capital necessary to get them under way.
Most books on business planning seem to be aimed at these startup business owners. There's one good reason for that: As the least experienced of the potential plan writers, they're probably most appreciative of the guidance. However, it's a mistake to think that only cash-starved startup need business plans. Business owners find plans useful at all stages of their companies' existence, whether they're seeking financing or trying to figure out how to invest a surplus.
Established firms seeking help. Not all business plans are written by starry-eyed entrepreneurs. Many are written by and for companies that are long past the startup stage. Walker Group/Designs, for instance, was already well-established as a designer of stores for major retailers when founder Ken Walker got the idea of trademarking and licensing to apparel makers and others the symbols 01-01-00 as a sort of numeric shorthand for the approaching millennium. Before beginning the arduous and costly task of trademarking it worldwide, Walker used a business plan complete with sales forecasts to convince big retailers it would be a good idea to promise to carry the 01-01-00 goods. It helped make the new venture a winner long before the big day arrived. "As a result of the retail support up front," Walker says, "we had over 45 licensees running the gamut of product lines almost from the beginning."
These middle-stage enterprises may draft plans to help them find funding for growth just as the startup do, although the amounts they seek may be larger and the investors more willing. They may feel the need for a written plan to help manage an already rapidly growing business. Or a plan may be seen as a valuable tool to be used to convey the mission and prospects of the business to customers, suppliers or others.
About the only person who doesn't need a business plan is one who's not going into business. You don't need a plan to start a hobby or to moonlight from your regular job. But anybody beginning or extending a venture that will consume significant resources of money, energy or time, and that is expected to return a profit, should take the time to draft some kind of plan.
Here are seven reasons to think about updating your business plan. If even just one applies to you, it's time for an update.
Business plans tend to have a lot of elements in common, like cash flow projections and marketing plans. And many of them share certain objectives as well, such as raising money or persuading a partner to join the firm. But business plans are not all the same any more than all businesses are.
Depending on your business and what you intend to use your plan for, you may need a very different type of business plan from another entrepreneur. Plans differ widely in their length, their appearance, the detail of their contents, and the varying emphases they place on different aspects of the business.
The reason that plan selection is so important is that it has a powerful effect on the overall impact of your plan. You want your plan to present you and your business in the best, most accurate light. That's true no matter what you intend to use your plan for, whether it's destined for presentation at a venture capital conference, or will never leave your own office or be seen outside internal strategy sessions.
When you select clothing for an important occasion, odds are you try to pick items that will play up your best features. Think about your plan the same way. You want to reveal any positives that your business may have and make sure they receive due consideration.
Types of Plans
Business plans can be divided roughly into four separate types. There are very short plans, or miniplans. There are working plans, presentation plans and even electronic plans. They require very different amounts of labor and not always with proportionately different results. That is to say, a more elaborate plan is not guaranteed to be superior to an abbreviated one, depending on what you want to use it for.
The Miniplan
A miniplan may consist of one to 10 pages and should include at least cursory attention to such key matters as business concept, financing needs, marketing plan and financial statements, especially cash flow, income projection and balance sheet. It's a great way to quickly test a business concept or measure the interest of a potential partner or minor investor. It can also serve as a valuable prelude to a full-length plan later on.
Be careful about misusing a miniplan. It's not intended to substitute for a full-length plan. If you send a miniplan to an investor who's looking for a comprehensive one, you're only going to look foolish.
The Working Plan
A working plan is a tool to be used to operate your business. It has to be long on detail but may be short on presentation. As with a miniplan, you can probably afford a somewhat higher degree of candor and informality when preparing a working plan.
A plan intended strictly for internal use may also omit some elements that would be important in one aimed at someone outside the firm. You probably don't need to include an appendix with resumes of key executives, for example. Nor would a working plan especially benefit from, say, product photos.
Fit and finish are liable to be quite different in a working plan. It's not essential that a working plan be printed on high-quality paper and enclosed in a fancy binder. An old three-ring binder with "Plan" scrawled across it with a felt-tip marker will serve quite well.
Internal consistency of facts and figures is just as crucial with a working plan as with one aimed at outsiders. You don't have to be as careful, however, about such things as typos in the text, perfectly conforming to business style, being consistent with date formats and so on. This document is like an old pair of khakis you wear into the office on Saturdays or that one ancient delivery truck that never seems to break down. It's there to be used, not admired.
The Presentation Plan
If you take a working plan, with its low stress on cosmetics and impression, and twist the knob to boost the amount of attention paid to its looks, you'll wind up with a presentation plan. This plan is suitable for showing to bankers, investors and others outside the company.
Almost all the information in a presentation plan is going to be the same as your working plan, although it may be styled somewhat differently. For instance, you should use standard business vocabulary, omitting the informal jargon, slang and shorthand that's so useful in the workplace and is appropriate in a working plan. Remember, these readers won't be familiar with your operation. Unlike the working plan, this plan isn't being used as a reminder but as an introduction.
You'll also have to include some added elements. Among investors' requirements for due diligence is information on all competitive threats and risks. Even if you consider some of only peripheral significance, you need to address these concerns by providing the information.
The big difference between the presentation and working plans is in the details of appearance and polish. A working plan may be run off on the office printer and stapled together at one corner. A presentation plan should be printed by a high-quality printer, probably using color. It must be bound expertly into a booklet that is durable and easy to read. It should include graphics such as charts, graphs, tables and illustrations.
It's essential that a presentation plan be accurate and internally consistent. A mistake here could be construed as a misrepresentation by an unsympathetic outsider. At best, it will make you look less than careful. If the plan's summary describes a need for $40,000 in financing, but the cash flow projection shows $50,000 in financing coming in during the first year, you might think, "Oops! Forgot to update that summary to show the new numbers." The investor you're asking to pony up the cash, however, is unlikely to be so charitable.
The Electronic Plan
The majority of business plans are composed on a computer of some kind, then printed out and presented in hard copy. But more and more business information that once was transferred between parties only on paper is now sent electronically. So you may find it appropriate to have an electronic version of your plan available. An electronic plan can be handy for presentations to a group using a computer-driven overhead projector, for example, or for satisfying the demands of a discriminating investor who wants to be able to delve deeply into the underpinnings of complex spreadsheets.
Source:The Small Business Encyclopedia, Business Plans Made Easy, Start Your Own Business and Entrepreneur magazine.
Business plans can help perform a number of tasks for those who write and read them. They're used by investment-seeking entrepreneurs to convey their vision to potential investors. They may also be used by firms that are trying to attract key employees, prospect for new business, deal with suppliers or simply to understand how to manage their companies better.
So what's included in a business plan, and how do you put one together? Simply stated, a business plan conveys your business goals, the strategies you'll use to meet them, potential problems that may confront your business and ways to solve them, the organizational structure of your business (including titles and responsibilities), and finally, the amount of capital required to finance your venture and keep it going until it breaks even.
Sound impressive? It can be, if put together properly. A good business plan follows generally accepted guidelines for both form and content. There are three primary parts to a business plan:
- The first is the business concept, where you discuss the industry, your business structure, your particular product or service, and how you plan to make your business a success.
- The second is the marketplace section, in which you describe and analyze potential customers: who and where they are, what makes them buy and so on. Here, you also describe the competition and how you'll position yourself to beat it.
- Finally, the financial section contains your income and cash flow statement, balance sheet and other financial ratios, such as break-even analyzes. This part may require help from your accountant and a good spreadsheet software program.
Breaking these three major sections down even further, a business plan consists of seven key components:
1. Executive summary
2. Business description
3. Market strategies
4. Competitive analysis
5. Design and development plan
6. Operations and management plan
7. Financial factors
In addition to these sections, a business plan should also have a cover, title page and table of contents.
How Long Should Your Business Plan Be?
Depending on what you're using it for, a useful business plan can be any length, from a scrawl on the back of an envelope to, in the case of an especially detailed plan describing a complex enterprise, more than 100 pages. A typical business plan runs 15 to 20 pages, but there's room for wide variation from that norm.
Much will depend on the nature of your business. If you have a simple concept, you may be able to express it in very few words. On the other hand, if you're proposing a new kind of business or even a new industry, it may require quite a bit of explanation to get the message across.
The purpose of your plan also determines its length. If you want to use your plan to seek millions of dollars in seed capital to start a risky venture, you may have to do a lot of explaining and convincing. If you're just going to use your plan for internal purposes to manage an ongoing business, a much more abbreviated version should be fine.
About the only person who doesn't need a business plan is one who's not going into business. You don't need a plan to start a hobby or to moonlight from your regular job. But anybody beginning or extending a venture that will consume significant resources of money, energy or time, and that is expected to return a profit, should take the time to draft some kind of plan.
Startup.
The classic business plan writer is an entrepreneur seeking funds to help start a new venture. Many, many great companies had their starts on paper, in the form of a plan that was used to convince investors to put up the capital necessary to get them under way.
Most books on business planning seem to be aimed at these startup business owners. There's one good reason for that: As the least experienced of the potential plan writers, they're probably most appreciative of the guidance. However, it's a mistake to think that only cash-starved startup need business plans. Business owners find plans useful at all stages of their companies' existence, whether they're seeking financing or trying to figure out how to invest a surplus.
Established firms seeking help. Not all business plans are written by starry-eyed entrepreneurs. Many are written by and for companies that are long past the startup stage. Walker Group/Designs, for instance, was already well-established as a designer of stores for major retailers when founder Ken Walker got the idea of trademarking and licensing to apparel makers and others the symbols 01-01-00 as a sort of numeric shorthand for the approaching millennium. Before beginning the arduous and costly task of trademarking it worldwide, Walker used a business plan complete with sales forecasts to convince big retailers it would be a good idea to promise to carry the 01-01-00 goods. It helped make the new venture a winner long before the big day arrived. "As a result of the retail support up front," Walker says, "we had over 45 licensees running the gamut of product lines almost from the beginning."
These middle-stage enterprises may draft plans to help them find funding for growth just as the startup do, although the amounts they seek may be larger and the investors more willing. They may feel the need for a written plan to help manage an already rapidly growing business. Or a plan may be seen as a valuable tool to be used to convey the mission and prospects of the business to customers, suppliers or others.
About the only person who doesn't need a business plan is one who's not going into business. You don't need a plan to start a hobby or to moonlight from your regular job. But anybody beginning or extending a venture that will consume significant resources of money, energy or time, and that is expected to return a profit, should take the time to draft some kind of plan.
Here are seven reasons to think about updating your business plan. If even just one applies to you, it's time for an update.
- A new financial period is about to begin. You may update your plan annually, quarterly or even monthly if your industry is a fast-changing one.
- You need financing, or additional financing. Lenders and other financiers need an updated plan to help them make financing decisions.
- There's been a significant market change. Shifting client tastes, consolidation trends among customers and altered regulatory climates can trigger a need for plan updates.
- Your firm develops or is about to develop a new product, technology, service or skill. If your business has changed a lot since you wrote your plan the first time around, it's time for an update.
- You have had a change in management. New managers should get fresh information about your business and your goals.
- Your company has crossed a threshold, such as moving out of your home office, crossing the $1 million sales mark or employing your 100th employee.
- Your old plan doesn't seem to reflect reality any more. Maybe you did a poor job last time; maybe things have just changed faster than you expected. But if your plan seems irrelevant, redo it.
Business plans tend to have a lot of elements in common, like cash flow projections and marketing plans. And many of them share certain objectives as well, such as raising money or persuading a partner to join the firm. But business plans are not all the same any more than all businesses are.
Depending on your business and what you intend to use your plan for, you may need a very different type of business plan from another entrepreneur. Plans differ widely in their length, their appearance, the detail of their contents, and the varying emphases they place on different aspects of the business.
The reason that plan selection is so important is that it has a powerful effect on the overall impact of your plan. You want your plan to present you and your business in the best, most accurate light. That's true no matter what you intend to use your plan for, whether it's destined for presentation at a venture capital conference, or will never leave your own office or be seen outside internal strategy sessions.
When you select clothing for an important occasion, odds are you try to pick items that will play up your best features. Think about your plan the same way. You want to reveal any positives that your business may have and make sure they receive due consideration.
Types of Plans
Business plans can be divided roughly into four separate types. There are very short plans, or miniplans. There are working plans, presentation plans and even electronic plans. They require very different amounts of labor and not always with proportionately different results. That is to say, a more elaborate plan is not guaranteed to be superior to an abbreviated one, depending on what you want to use it for.
The Miniplan
A miniplan may consist of one to 10 pages and should include at least cursory attention to such key matters as business concept, financing needs, marketing plan and financial statements, especially cash flow, income projection and balance sheet. It's a great way to quickly test a business concept or measure the interest of a potential partner or minor investor. It can also serve as a valuable prelude to a full-length plan later on.
Be careful about misusing a miniplan. It's not intended to substitute for a full-length plan. If you send a miniplan to an investor who's looking for a comprehensive one, you're only going to look foolish.
The Working Plan
A working plan is a tool to be used to operate your business. It has to be long on detail but may be short on presentation. As with a miniplan, you can probably afford a somewhat higher degree of candor and informality when preparing a working plan.
A plan intended strictly for internal use may also omit some elements that would be important in one aimed at someone outside the firm. You probably don't need to include an appendix with resumes of key executives, for example. Nor would a working plan especially benefit from, say, product photos.
Fit and finish are liable to be quite different in a working plan. It's not essential that a working plan be printed on high-quality paper and enclosed in a fancy binder. An old three-ring binder with "Plan" scrawled across it with a felt-tip marker will serve quite well.
Internal consistency of facts and figures is just as crucial with a working plan as with one aimed at outsiders. You don't have to be as careful, however, about such things as typos in the text, perfectly conforming to business style, being consistent with date formats and so on. This document is like an old pair of khakis you wear into the office on Saturdays or that one ancient delivery truck that never seems to break down. It's there to be used, not admired.
The Presentation Plan
If you take a working plan, with its low stress on cosmetics and impression, and twist the knob to boost the amount of attention paid to its looks, you'll wind up with a presentation plan. This plan is suitable for showing to bankers, investors and others outside the company.
Almost all the information in a presentation plan is going to be the same as your working plan, although it may be styled somewhat differently. For instance, you should use standard business vocabulary, omitting the informal jargon, slang and shorthand that's so useful in the workplace and is appropriate in a working plan. Remember, these readers won't be familiar with your operation. Unlike the working plan, this plan isn't being used as a reminder but as an introduction.
You'll also have to include some added elements. Among investors' requirements for due diligence is information on all competitive threats and risks. Even if you consider some of only peripheral significance, you need to address these concerns by providing the information.
The big difference between the presentation and working plans is in the details of appearance and polish. A working plan may be run off on the office printer and stapled together at one corner. A presentation plan should be printed by a high-quality printer, probably using color. It must be bound expertly into a booklet that is durable and easy to read. It should include graphics such as charts, graphs, tables and illustrations.
It's essential that a presentation plan be accurate and internally consistent. A mistake here could be construed as a misrepresentation by an unsympathetic outsider. At best, it will make you look less than careful. If the plan's summary describes a need for $40,000 in financing, but the cash flow projection shows $50,000 in financing coming in during the first year, you might think, "Oops! Forgot to update that summary to show the new numbers." The investor you're asking to pony up the cash, however, is unlikely to be so charitable.
The Electronic Plan
The majority of business plans are composed on a computer of some kind, then printed out and presented in hard copy. But more and more business information that once was transferred between parties only on paper is now sent electronically. So you may find it appropriate to have an electronic version of your plan available. An electronic plan can be handy for presentations to a group using a computer-driven overhead projector, for example, or for satisfying the demands of a discriminating investor who wants to be able to delve deeply into the underpinnings of complex spreadsheets.
Source:The Small Business Encyclopedia, Business Plans Made Easy, Start Your Own Business and Entrepreneur magazine.
Friday, July 17, 2009
More About Business Model
A business model is a framework for creating economic, social, and/or other forms of value. The term business model is thus used for a broad range of informal and formal descriptions to represent core aspects of a business, including purpose, offerings, strategies, infrastructure, organizational structures, trading practices, and operational processes and policies.
Conceptualization of business models try to formalize informal descriptions into building blocks and their relationships. While many different conceptualizations exist, Osterwalder proposed[1] a synthesis of different conceptualizations into a single reference model based on the similarities of a large range of models, and constitutes a business model design template which allows enterprises to describe their business model:
Infrastructure
Offering
Customers
Finances
To extract value from an innovation, a start-up (or any firm for that matter) needs an appropriate business model. Business models convert new technology to economic value. Business model is a method of doing business by which a company can generate revenue to sustain itself. Its also spells out where the company is positioned in the value chain.
For some start-ups, familiar business models cannot be applied, so a new model must be devised. Not only is the business model important, in some cases the innovation rests not in the product or service but in the business model itself.
Business models are a component of a business plan or a business case. In their paper, The Role of the Business Model in Capturing Value from Innovation, Henry Chesbrough and Richard S. Rosenbloom present a basic framework describing the elements of a business model.
Given the complexities of products, markets, and the environment in which the firm operates, very few individuals, if any, fully understand the organization's tasks in their entirety. The technical experts know their domain and the business experts know theirs. The business model serves to connect these two domains as shown in the following diagram:
Role of Business Model
Business Model vs. Strategy
Chesbrough and Rosenbloom contrast the concept of the business model to that of strategy, identifying the following three differences:
Structure of Business Models
All business models must specify their revenue model (the description of how the company or an E-Commerce project will earn revenue). Revenue sources are:
References
Conceptualization of business models try to formalize informal descriptions into building blocks and their relationships. While many different conceptualizations exist, Osterwalder proposed[1] a synthesis of different conceptualizations into a single reference model based on the similarities of a large range of models, and constitutes a business model design template which allows enterprises to describe their business model:
Infrastructure
- Core capabilities: The capabilities and competencies necessary to execute a company's business model.
- Partner network: The business alliances which complement other aspects of the business model.
- Value configuration: The rationale which makes a business mutually beneficial for a business and its customers.
Offering
- Value proposition: The products and services a business offers. Quoting Osterwalder (2004), a value proposition "is an overall view of .. products and services that together represent value for a specific customer segment. It describes the way a firm differentiates itself from its competitors and is the reason why customers buy from a certain firm and not from another."
Customers
- Target customer: The target audience for a business' products and services.
- Distribution channel: The means by which a company delivers products and services to customers. This includes the company's marketing and distribution strategy.
- Customer relationship: The links a company establishes between itself and its different customer segments. The process of managing customer relationships is referred to as customer relationship management.
Finances
- Cost structure: The monetary consequences of the means employed in the business model. A company's DOC.
- Revenue: The way a company makes money through a variety of revenue flows. A company's income.
To extract value from an innovation, a start-up (or any firm for that matter) needs an appropriate business model. Business models convert new technology to economic value. Business model is a method of doing business by which a company can generate revenue to sustain itself. Its also spells out where the company is positioned in the value chain.
For some start-ups, familiar business models cannot be applied, so a new model must be devised. Not only is the business model important, in some cases the innovation rests not in the product or service but in the business model itself.
Business models are a component of a business plan or a business case. In their paper, The Role of the Business Model in Capturing Value from Innovation, Henry Chesbrough and Richard S. Rosenbloom present a basic framework describing the elements of a business model.
Given the complexities of products, markets, and the environment in which the firm operates, very few individuals, if any, fully understand the organization's tasks in their entirety. The technical experts know their domain and the business experts know theirs. The business model serves to connect these two domains as shown in the following diagram:
|
|
|
A business model draws on a multitude of business subjects, including economics, entrepreneurship, finance, marketing, operations, and strategy. The business model itself is an important determinant of the profits to be made from an innovation. A mediocre innovation with a great business model may be more profitable than a great innovation with a mediocre business model.
In their research, Chesbrough and Rosenbloom searched literature from both the academic and the business press and identified some common themes. They list the following six components of the business model:
- Value proposition - a description the customer problem, the product that addresses the problem, and the value of the product from the customer's perspective.
- Market segment - the group of customers to target, recognizing that different market segments have different needs. Sometimes the potential of an innovation is unlocked only when a different market segment is targeted.
- Value chain structure - the firm's position and activities in the value chain and how the firm will capture part of the value that it creates in the chain.
- Revenue generation and margins - how revenue is generated (sales, leasing, subscription, support, etc.), the cost structure, and target profit margins.
- Position in value network - identification of competitors, complementors, and any network effects that can be utilized to deliver more value to the customer.
- Competitive strategy - how the company will attempt to develop a sustainable competitive advantage, for example, by means of a cost, differentiation, or niche strategy.
Business Model vs. Strategy
Chesbrough and Rosenbloom contrast the concept of the business model to that of strategy, identifying the following three differences:
- Creating value vs. capturing value - the business model focus is on value creation. While the business model also addresses how that value will be captured by the firm, strategy goes further by focusing on building a sustainable competitive advantage.
- Business value vs. shareholder value - the business model is an architecture for converting innovation to economic value for the business. However, the business model does not focus on delivering that business value to the shareholder. For example, financing methods are not considered by the business model but nonetheless impact shareholder value.
- Assumed knowledge levels - the business model assumes a limited environmental knowledge, whereas strategy depends on a more complex analysis that requires more certainty in the knowledge of the environment.
Structure of Business Models
All business models must specify their revenue model (the description of how the company or an E-Commerce project will earn revenue). Revenue sources are:
- Transaction fees
- Subscription fees
- Advertisement fees
- Affiliate fees
- Sales
- Other models
References
- Alexander Osterwalder, The Business Model Ontology - A Proposition In A Design Science Approach, Thesis, 2004.
- Malone et al., Do Some Business Models Perform Better than Others?, May 2006.
Subscribe to:
Posts (Atom)