Perawatan Bromelia memang tak terlalu sulit. “Penyiraman tak perlu terlalu sering, disesuaikan dengan kondisi medianya. Siram kalau medianya sudah terlihat kering,” lanjut Ir. Kennita L. Soetardjo, MM, Ph.D dari Kuntum Nurseries, Tajur, Bogor. Selain itu, di ketiak daunnya harus selalu ada genangan air. Jadi, jika bagian bawah media tanamnya kering, ia tak bakal kekurangan air.
Pemupukan Bromelia juga tidak terlalu sulit. Jika menggunakan pupuk slow release, maka pemupukan cukup tiga bulan sekali. Pupuk NPK juga bisa digunakan tapi pupuk jenis ini mudah sekali diserap, sehingga frekuensi pemupukan harus lebih sering. Pilihan lainnya adalah menggunakan pupuk organik, seperti yang dilakukan Kennita di Kuntum Nurseries. Hanya sedikit "musuh" Bromelia, salah satunya adalah belalang pemakan daun. Untuk mengatasinya, cukup semprotkan pembasmi hama.
Agar Bromelia segar dan dan rajin memamerkan warna-warni bunganya, sebaiknya jangan menggunakan tanah sebagai media tanamnya. “Media tanamnya cukup sabut kelapa atau cacahan pakis. Selain itu, Bromelia sebaiknya ditempatkan di tempat terbuka, namun tidak terkena sengatan matahari langsung. Agar hasilnya baik, pakai penutup jala atau paranet untuk melindungi Bromelia.”
Pembasmi Hama Organik
Selain pembasmi hama kimia, Anda juga bisa menggunakan cara organik, seperti yang dilakukan Kennita, antara lain:
1. Menggunakan kapur sirih. Ambil 10 gram kapur sirih dan tembakau susur, beri 1 liter air, kemudian rendam selama sekitar 15 - 30 menit. Setelah itu, semprotkan cairan ke tanaman. Bisa digunakan untuk semua jenis gangguan.
2. Ambil kapur sirih, beri sedikit garam, campur dengan air, kemudian semprotkan ke tanaman.
3. Gunakan daun mimba yang biasa dipakai untuk obat. Tumbuk, lalu campur ekstraknya dengan sedikit air dan semprotkan.
4. Memakai pentana atau pestona. Pentana merupakan salah satu alternatif pengendalian hama yang efektif, efisien, dan ramah lingkungan. Dibuat dari saripati beberapa tumbuhan khusus dengan proses alami.
Obat Cacing
1. Bromelia berasal dari daratan Amerika Latin. Fosil Bromelia pertamakali ditemukan di Kosta Rika, namun ia kemudian menyebar ke penjuru Amerika, khususnya Amerika Latin. Orang-orang Amerika Latin mengenal Bromelia sebagai tanaman berkhasiat, yakni sebagai obat cacing.
2. Nama Bromelia diambil dari nama seorang ahli botani asal Swedia, Olof Ole Bromell.
3. Bromelia kaya akan kalsium dan vitamin C. Daun Bromelia pun bisa dipakai untuk membuat daging lebih empuk.
Sumber :
http://www.petanibunga.com/search/label/Artikel%20Bromelia
Showing posts with label Budidaya Bunga Bromelia. Show all posts
Showing posts with label Budidaya Bunga Bromelia. Show all posts
Sunday, January 12, 2014
Thursday, January 9, 2014
Bromelia : Nanas Hias Berbunga Eksotis
Tak ada yang meragukan keindahan tanaman satu ini. Selain indah, ia juga mudah dibudidayakan, jenisnya pun ratusan.
Bromelia merupakan tanaman yang sangat disukai orang. Selain karena penampilannya yang menarik, juga karena tanaman yang termasuk keluarga Bromeliaceae ini mudah sekali dibudidayakan. Salah satu daya tarik Bromelia adalah roset daunnya yang selalu bagus. “Roset daun Bromelia ini reguler (selalu beraturan). Berbeda dengan tanaman hias lain, seperti anthurium misalnya, yang daunnya nggak selalu reguler,” kata Ir. Kennita L. Soetardjo, MM, Ph.D dari Kuntum Nurseries , Tajur, Bogor.
Keindahan tanaman yang fosilnya pertama kali ditemukan di Costa Rika (Amerika Selatan) ini, terletak pada bentuk, warna daun, serta penampilan bunganya yang indah. “Bunganya bisa bertahan lama, 3-5 bulan masih tetap segar. Rata-rata sebuah Bromelia memiliki 40 helai daun yang bagian ujungnya melengkung,” kata Kennita. Pada beberapa spesies, bagian daunnya bergerigi, sementara spesies lainnya lembut tanpa gerigi.
Jenis Bromelia sendiri amat banyak dan beragam, baik yang berbunga maupun yang tidak berbunga. Beberapa spesies sangat mirip kerabatnya, yaitu nanas buah (Ananas comosus L.). Sebagian besar Bromelia memiliki seludang daun (bract ) yang berbentuk seperti mahkota nanas buah. “Pada beberapa genus, daun Bromelia sama seperti daun nanas,” lanjut Kennita. Tak heran jika sebagian besar pecinta tanaman menyebutnya sebagai nanas hias.
Tanaman Penumpang
Ada berbagai macam spesies Bromelia. Ada Bromelia yang tumbuh di dalam ruangan (indoor) dan ada pula tumbuh di luar ruangan. Sebagian besar pecinta tanaman hias beranggapan bahwa Bromelia merupakan tanaman kering. “Ini karena Bromelia tahan terhadap kekeringan. Namun, tidak semua jenis Bromelia berasal dari habitat kering. Beberapa jenis, terutama yang berdaun tipis, berhabitat daerah tropis lembap,” lanjut Kennita.
Dari tempat tumbuhnya, ada Bromelia yang hidup di daratan (terrestrial plant) dan ada pula yang hidup sebagai tanaman penumpang (epifit). “Artinya, tanaman itu menempel pada tanaman atau benda di dekatnya, tapi tidak mengisap makanan dari tanaman atau benda yang ditumpangi tersebut,” jelas Kennita.
Bromelia merupakan jenis tanaman hias yang tidak memerlukan perawatan khusus dan rumit. Ia dapat tumbuh di berbagai kondisi. Bahkan di luar negeri, tanaman ini juga dijuluki the lazy plant , karena dapat tumbuh dengan baik tanpa perlu perawatan.
Perbanyakan Bromelia bisa dari akar, biji, atau anakan. Yang paling bagus memang dari anakan, tapi prosesnya lebih lama. Bromelia bisa ditanam tunggal di dalam pot, bisa pula disusun membentuk koloni. Pada umumnya, koloni Bromelia diletakkan di tepi jalan setapak atau dijadikan point of interest di tengah-tengah taman.
Sumber :
http://www.tabloidnova.com/Nova/Griya/Taman/Bromelia-Nanas-Hias-Berbunga-Eksotis-1/
Bromelia merupakan tanaman yang sangat disukai orang. Selain karena penampilannya yang menarik, juga karena tanaman yang termasuk keluarga Bromeliaceae ini mudah sekali dibudidayakan. Salah satu daya tarik Bromelia adalah roset daunnya yang selalu bagus. “Roset daun Bromelia ini reguler (selalu beraturan). Berbeda dengan tanaman hias lain, seperti anthurium misalnya, yang daunnya nggak selalu reguler,” kata Ir. Kennita L. Soetardjo, MM, Ph.D dari Kuntum Nurseries , Tajur, Bogor.
Keindahan tanaman yang fosilnya pertama kali ditemukan di Costa Rika (Amerika Selatan) ini, terletak pada bentuk, warna daun, serta penampilan bunganya yang indah. “Bunganya bisa bertahan lama, 3-5 bulan masih tetap segar. Rata-rata sebuah Bromelia memiliki 40 helai daun yang bagian ujungnya melengkung,” kata Kennita. Pada beberapa spesies, bagian daunnya bergerigi, sementara spesies lainnya lembut tanpa gerigi.
Jenis Bromelia sendiri amat banyak dan beragam, baik yang berbunga maupun yang tidak berbunga. Beberapa spesies sangat mirip kerabatnya, yaitu nanas buah (Ananas comosus L.). Sebagian besar Bromelia memiliki seludang daun (bract ) yang berbentuk seperti mahkota nanas buah. “Pada beberapa genus, daun Bromelia sama seperti daun nanas,” lanjut Kennita. Tak heran jika sebagian besar pecinta tanaman menyebutnya sebagai nanas hias.
Tanaman Penumpang
Ada berbagai macam spesies Bromelia. Ada Bromelia yang tumbuh di dalam ruangan (indoor) dan ada pula tumbuh di luar ruangan. Sebagian besar pecinta tanaman hias beranggapan bahwa Bromelia merupakan tanaman kering. “Ini karena Bromelia tahan terhadap kekeringan. Namun, tidak semua jenis Bromelia berasal dari habitat kering. Beberapa jenis, terutama yang berdaun tipis, berhabitat daerah tropis lembap,” lanjut Kennita.
Dari tempat tumbuhnya, ada Bromelia yang hidup di daratan (terrestrial plant) dan ada pula yang hidup sebagai tanaman penumpang (epifit). “Artinya, tanaman itu menempel pada tanaman atau benda di dekatnya, tapi tidak mengisap makanan dari tanaman atau benda yang ditumpangi tersebut,” jelas Kennita.
Bromelia merupakan jenis tanaman hias yang tidak memerlukan perawatan khusus dan rumit. Ia dapat tumbuh di berbagai kondisi. Bahkan di luar negeri, tanaman ini juga dijuluki the lazy plant , karena dapat tumbuh dengan baik tanpa perlu perawatan.
Perbanyakan Bromelia bisa dari akar, biji, atau anakan. Yang paling bagus memang dari anakan, tapi prosesnya lebih lama. Bromelia bisa ditanam tunggal di dalam pot, bisa pula disusun membentuk koloni. Pada umumnya, koloni Bromelia diletakkan di tepi jalan setapak atau dijadikan point of interest di tengah-tengah taman.
Sumber :
http://www.tabloidnova.com/Nova/Griya/Taman/Bromelia-Nanas-Hias-Berbunga-Eksotis-1/
Wednesday, January 1, 2014
Bromelia, Daun Cantik Penuh Khasiat
HELAI daun pada tanaman kerap dianggap biasa. Tapi, coba lihat dedaunan yang menjuntai ini. Daunnya berpedar dari warna hijau pekat, hijau lumut, hingga ada yang berwarna merah menyolok atau merah jambu. Ya, itulah keunikan tanaman hias bernama Bromelia.
Bromelia berasal dari Amerika Latin, yakni Argentina dan Brasil. Tanaman hias ini tergolong keluarga bromeliaceae. Lalu, ada pula yang menyatakan beberapa spesiesnya mirip dengan nanas hias.
Ternyata, selain warna helai daun yang unik, bromelia ini oleh warga Amerika Latin ini dipercaya banyak mengandung kalsium, vitamin c, membasmi cacing, hingga membuat daging menjadi empuk.
"Bromelia ini bisa ditaruh di dalam ruangan atau diluar ruangan. Perawatannya juga mudah, misalnya ketika tanahnya sudah kering, segera siram. Usahakan tidak terkena matahari langsung," ujar Iwan, penjual Bromelia di Pameran Flora dan Fauna, Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (12/07).
Lanjutnya, masih ada jenis bromelia, mulai dari bromelia kuning, ungu, orange, merah, hingga merah jambu. "Nah, bromelia lilac pink ini spesies terbaru. Dan harganya masih tinggi karena perkembangbiakannya masih sedikit," terangnya sembari menunjuk bromelia berwarna pink menyala.
Secara umum, harga bromelia tergolong terjangkau. "Ukuran kecil (pot 15) berkisar Rp 25 ribu-Rp 75 ribu. Kalau ukuran medium (pot 20) berharga Rp 50 ribu-Rp 150 ribu. Sedangkan, ukuran besar (pot 24) harganya di atas Rp 150 ribu," sambung Iwan.
Agar bromelia lebih 'cantik', tidak hanya diletakkan di pot saja. "Bisa juga ditaruh di batok kelapa atau pipa yang diulir sabut kelapa," saran penjual bromelia yang sehari-hari berjualan di daerah Ciapus, Bogor ini.
Sumber :
http://indonesiarayanews.com/
Bromelia berasal dari Amerika Latin, yakni Argentina dan Brasil. Tanaman hias ini tergolong keluarga bromeliaceae. Lalu, ada pula yang menyatakan beberapa spesiesnya mirip dengan nanas hias.
Ternyata, selain warna helai daun yang unik, bromelia ini oleh warga Amerika Latin ini dipercaya banyak mengandung kalsium, vitamin c, membasmi cacing, hingga membuat daging menjadi empuk.
"Bromelia ini bisa ditaruh di dalam ruangan atau diluar ruangan. Perawatannya juga mudah, misalnya ketika tanahnya sudah kering, segera siram. Usahakan tidak terkena matahari langsung," ujar Iwan, penjual Bromelia di Pameran Flora dan Fauna, Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (12/07).
Lanjutnya, masih ada jenis bromelia, mulai dari bromelia kuning, ungu, orange, merah, hingga merah jambu. "Nah, bromelia lilac pink ini spesies terbaru. Dan harganya masih tinggi karena perkembangbiakannya masih sedikit," terangnya sembari menunjuk bromelia berwarna pink menyala.
Secara umum, harga bromelia tergolong terjangkau. "Ukuran kecil (pot 15) berkisar Rp 25 ribu-Rp 75 ribu. Kalau ukuran medium (pot 20) berharga Rp 50 ribu-Rp 150 ribu. Sedangkan, ukuran besar (pot 24) harganya di atas Rp 150 ribu," sambung Iwan.
Agar bromelia lebih 'cantik', tidak hanya diletakkan di pot saja. "Bisa juga ditaruh di batok kelapa atau pipa yang diulir sabut kelapa," saran penjual bromelia yang sehari-hari berjualan di daerah Ciapus, Bogor ini.
Sumber :
http://indonesiarayanews.com/
Sunday, December 29, 2013
Mengenal Tanaman Bunga Bromelia
Bentuk unik dan warna mencolok bunga yang berada di antara hijau helai-helai daunnya, adalah daya tarik utama bromelia. Warna daun dan bunganya cemerlang hampir di segala musim. Bunga bromelia bisa bertahan satu sampai tiga bulan. Rata-rata sebuah bromelia memiliki 40 helai daun yang bagian ujungnya melengkung. Pada beberapa spesies bagian daunnya terdapat gerigi, sedangkan pada spesies lainnya lembut, tanpa gerigi.
Bromelia bisa ditanam tunggal di dalam pot, bisa pula disusun membentuk koloni. Pada umumnya, koloni bromelia diletakkan di tepi jalan setapak atau dijadikan point of interest di tengah-tengah taman. Tanaman ini umumnya dikembangkan dengan biji atau anakan.
Bromelia termasuk keluarga Bromeliaceae. Ia berasal dari Argentina dan Brasil. Warga Amerika Latin mengenal bromelia sebagai tanaman berkhasiat obat, yakni sebagai obat cacing. Tanaman yang masih satu keluarga dengan nanas ini kaya kalsium dan vitamin C. Daun bromelia juga bisa mengempukkan daging.
Nama bromelia diambil dari nama seorang ahli botani asal Swedia, Olof Ole Bromell. Total jumlah spesiesnya di dunia mencapai belasan, tetapi di Indonesia, jenis bromelia yang populer kebanyakan berbunga oranye (Bromelia alta, B. flemingii, B. humilis, B. scarlatina, dan B. serra) atau merah (Bromelia alsodes, B. antiacan, B. goyazensis, dan B. hieronymii). Bromelia kuning (Bromelia chrysantha, B. goeldiana, dan B. palmeri), ungu (Bromelia horstii dan B. karatas), dan merah jambu ada, tetapi jumlahnya sedikit.
Bromelia tidak terlalu rewel, dalam arti tidak perlu disiram terlalu sering dan tahan ditanam di dataran rendah. Penyiraman sebaiknya disesuaikan dengan kondisi medianya, jangan terpancang dengan rutinitas. Siramlah kalau medianya sudah terlihat kering. Ingat, bahwa kondisi media pasti berbeda antara cuaca panas, mendung, dan hujan. Selain itu, bromelia paling benci lingkungan yang kering. Di ketiak daunnya harus selalu ada genangan air.
Pemupukan bromelia juga tidak terlalu sulit. Jika Anda menggunakan pupuk slow release maka pemupukan cukup dilakukan tiga bulan sekali. Pupuk NPK juga bisa digunakan tapi pupuk jenis ini mudah sekali diserap. Jadi frekuensi pemupukan harus lebih sering.
Agar bromelia Anda segar dan dan rajin memamerkan warna-warni bunganya, sebaiknya jangan ditanam di tanah. Gunakan media sabut kelapa atau cacahan pakis. Selain itu, bromelia sebaiknya ditempatkan di tempat terbuka, namun tidak terkena sengatan matahari langsung. Agar hasilnya baik “kandang” Bromelia bisa dinaungi dengan penutup jala atau paranet.
Sumber :
http://tamanbunganet.wordpress.com/2008/05/23/mengenal-bromelia/
Bromelia bisa ditanam tunggal di dalam pot, bisa pula disusun membentuk koloni. Pada umumnya, koloni bromelia diletakkan di tepi jalan setapak atau dijadikan point of interest di tengah-tengah taman. Tanaman ini umumnya dikembangkan dengan biji atau anakan.
Bromelia termasuk keluarga Bromeliaceae. Ia berasal dari Argentina dan Brasil. Warga Amerika Latin mengenal bromelia sebagai tanaman berkhasiat obat, yakni sebagai obat cacing. Tanaman yang masih satu keluarga dengan nanas ini kaya kalsium dan vitamin C. Daun bromelia juga bisa mengempukkan daging.
Nama bromelia diambil dari nama seorang ahli botani asal Swedia, Olof Ole Bromell. Total jumlah spesiesnya di dunia mencapai belasan, tetapi di Indonesia, jenis bromelia yang populer kebanyakan berbunga oranye (Bromelia alta, B. flemingii, B. humilis, B. scarlatina, dan B. serra) atau merah (Bromelia alsodes, B. antiacan, B. goyazensis, dan B. hieronymii). Bromelia kuning (Bromelia chrysantha, B. goeldiana, dan B. palmeri), ungu (Bromelia horstii dan B. karatas), dan merah jambu ada, tetapi jumlahnya sedikit.
Bromelia tidak terlalu rewel, dalam arti tidak perlu disiram terlalu sering dan tahan ditanam di dataran rendah. Penyiraman sebaiknya disesuaikan dengan kondisi medianya, jangan terpancang dengan rutinitas. Siramlah kalau medianya sudah terlihat kering. Ingat, bahwa kondisi media pasti berbeda antara cuaca panas, mendung, dan hujan. Selain itu, bromelia paling benci lingkungan yang kering. Di ketiak daunnya harus selalu ada genangan air.
Pemupukan bromelia juga tidak terlalu sulit. Jika Anda menggunakan pupuk slow release maka pemupukan cukup dilakukan tiga bulan sekali. Pupuk NPK juga bisa digunakan tapi pupuk jenis ini mudah sekali diserap. Jadi frekuensi pemupukan harus lebih sering.
Agar bromelia Anda segar dan dan rajin memamerkan warna-warni bunganya, sebaiknya jangan ditanam di tanah. Gunakan media sabut kelapa atau cacahan pakis. Selain itu, bromelia sebaiknya ditempatkan di tempat terbuka, namun tidak terkena sengatan matahari langsung. Agar hasilnya baik “kandang” Bromelia bisa dinaungi dengan penutup jala atau paranet.
Sumber :
http://tamanbunganet.wordpress.com/2008/05/23/mengenal-bromelia/
Saturday, December 28, 2013
Bromelia, Menawan di Sudut Taman
Meski tren tanaman datang silih berganti, pesona Bromelia atau Bromeliad (Bromeliaceae) tak pernah padam. Bahkan, hingga detik ini pun tanaman berbunga cantik ini tetap digemari dan dicari pecinta tanaman. Keindahan tanaman Bromelia terletak pada warna daunnya yang sangat variatif. Bahkan, dapat bertahan tidak layu hingga sebulan lamanya, sebelum tunas yang baru tumbuh.
Menurut Ade Indra Nova dari Harry's Bromeliad Nursery, Bromelia masih satu keluarga dengan tanaman nenas. Sehingga, tak mengherankan jika fisik tanaman ini sekilas memang amat mirip dengan nenas. Harga yang ditawarkan untuk Bromelia di beberapa nursery pun sangat bervariasi, mulai dari Rp 15 ribu hingga jutaan rupiah.
Jenis Bromelia yang ada, papar Ade, begitu banyak. Pada tahun 1994 saja ada sekitar tiga ribuan jenis Bromelia di seluruh dunia. Dengan adanya proses kawin silang atau hasil hibrida, jenis Bromelia semakin bertambah banyak saja.
Pada beberapa acara eksebisi tanaman hias, banyak pecinta tanaman lebih memilih Bromelia jenis B. vriescea, yang secara fisik tampak seperti pedang atau pisang-pisangan, untuk menghias sudut-sudut rumah atau pekarangan. "Banyak orang memang menyamakan Bromelia dengan tanaman pisang-pisangan (Heliconia), padahal karakter keduanya berbeda."
Namun, bagi yang ingin menghias taman asrinya (landscape) menjadi lebih indah dipandang, lanjut Ade, banyak orang lebih memilih jenis B. neuroligia, yang memang sangat cocok ditanam secara berkoloni atau berkelompok di sudut taman. Apalagi, dengan warna daun yang sangat variatif, antara hijau dan cokelat.
GUNAKAN PASIR
Di bagian ketiak daun Bromelia biasanya terdapat air. "Jika bagian bawah media tanamnya kering, Bromelia tak akan kekurangan air karena daunnya akan kusut sendiri lalau airnya turun menyirami "tubuhnya" hingga menembus ke media tanam." Jadi, imbuh Ade, di musim penghujan Bromelia tak perlu disiram. Di musim panas Bromelia cukup disiram 3 kali dalam seminggu.
Merawat Bromelia tergolong sangat mudah. Media tanam yang digunakan bisa apa saja, seperti sabut kelapa atau cacahan pakis. Ade mencontohkan, ada jenis Bromelia yang tumbuh bagus di media pakis. Bahkan, pertumbuhanya lebih baik dibanding jika ditanam langsung di tanah. Sebab, unsur pakis mampu mengikat air dalam jumlah yang diperlukan dan dalam waktu lama.
Kendati demikian, sebaiknya Bromelia memang tidak ditanam langung di tanah, karena tanaman ini aslinya merupakan tanaman epifit yang biasa hidup menumpang di batang-batang pohon di dalam hutan.
Namun, jika tetap ingin mencoba menanamnya di taman atau untuk keperluan lansekap, media tanamnya sebaiknya jangan 100 persen tanah. Sekalian diganti pasir juga lebih oke. "Jika ditanam di tanah, akarnya akan rentan diganggu jamur nemotoda, dan gampang membusuk."
Perlu diingat juga, untuk keperluan lansekap, unsur peletakkan Bromelia harus diperhatikan, dan jangan ditanam sembarangan. "Penempatannya harus tepat dan pas. Bagus dan tidaknya warna Bromelia, sangat tergantung sinar matahari. Jika kekurangan cahaya, warna Bromelia enggak akan bagus. Tapi, jika terkena cahaya berlebihan, daunnya akan gosong."
LAKUKAN ADAPTASI
Agar Bromelia tumbuh subur dan tetap memiliki warna daun memikat, sebaiknya gunakan pupuk slow release setiap 6 bulan sekali. Ade menyarankan, jangan terlalu sering memupuknya sebab akan berefek tidak baik buat tanaman.
Satu hal yang perlu diwaspadai jua adalah adalah gangguan hama, terutama belalang pemakan daun. "Semprotkan saja pembasmi hama di malam hari, karena belalang biasanya muncul di malam hari," kata Ade yang memiliki 70 jenis Bromelia di nursery-nya.
Jika ingin memperbanyak, dapat dilakukan melalui anakan. Setelah tumbuh bunga yang biasanya berwarna ungu, anakan akan tumbuh kemudian. Ketika anakan tumbuh, saran Ade, sebaiknya langsung dipindahkan ke tempat lain. Setelah itu, induknya akan mati. Ade juga menyarankan, ketika akan menanam Bromelia, gunakan shading atau paranet di atas tanaman.
Akan tetapi, ada baiknya setelah anakan dipindah tempat dilakukan adaptasi atau pembiasaan pada Bromelia baru. "Ini saya lakukan untuk semua jenis Bromelia. Misalnya, bulan pertama diletakkan di bawah panas matahari selama 6 jam. Lalu, ditambah jadi 12 jam. Tujuannya, agar tanaman jadi terbiasa berada di tempat panas, dan tahan terhadap cahaya terik matahari," jelas Ade.
FAKTA SEPUTAR BROMELIA
1. Bromelia berasal dari daratan Amerika Latin. Orang Amerika Latin mengenal Bromelia sebagai tanaman berkhasiat, yakni sebagai obat cacing.
2. Nama Bromelia diambil dari nama seorang ahli botani asal Swedia, Olof Ole Bromell.
3. Tanaman yang masih satu keluarga dengan nenas ini kaya akan kalsium dan vitamin C. Daun Bromelia pun bisa dipakai untuk membuat daging lebih empuk.
4. Jika media tanamnya kurang bagus, keasaman atau warna media tanam akan berubah. Media tanam yang baru, warnanya akan lebih merah, sedangkan media yang sudah lama atau jelek, akan berwarna cokelat. Sebaiknya, ganti media tanam jika sudah berwarna cokelat.
Gambar : http://s12.photobucket.com/
Sumber : http://www.tabloidnova.com/Nova/Griya/Taman/Bromelia-Menawan-di-Sudut-Taman2/
Menurut Ade Indra Nova dari Harry's Bromeliad Nursery, Bromelia masih satu keluarga dengan tanaman nenas. Sehingga, tak mengherankan jika fisik tanaman ini sekilas memang amat mirip dengan nenas. Harga yang ditawarkan untuk Bromelia di beberapa nursery pun sangat bervariasi, mulai dari Rp 15 ribu hingga jutaan rupiah.
Jenis Bromelia yang ada, papar Ade, begitu banyak. Pada tahun 1994 saja ada sekitar tiga ribuan jenis Bromelia di seluruh dunia. Dengan adanya proses kawin silang atau hasil hibrida, jenis Bromelia semakin bertambah banyak saja.
Pada beberapa acara eksebisi tanaman hias, banyak pecinta tanaman lebih memilih Bromelia jenis B. vriescea, yang secara fisik tampak seperti pedang atau pisang-pisangan, untuk menghias sudut-sudut rumah atau pekarangan. "Banyak orang memang menyamakan Bromelia dengan tanaman pisang-pisangan (Heliconia), padahal karakter keduanya berbeda."
Namun, bagi yang ingin menghias taman asrinya (landscape) menjadi lebih indah dipandang, lanjut Ade, banyak orang lebih memilih jenis B. neuroligia, yang memang sangat cocok ditanam secara berkoloni atau berkelompok di sudut taman. Apalagi, dengan warna daun yang sangat variatif, antara hijau dan cokelat.
GUNAKAN PASIR
Di bagian ketiak daun Bromelia biasanya terdapat air. "Jika bagian bawah media tanamnya kering, Bromelia tak akan kekurangan air karena daunnya akan kusut sendiri lalau airnya turun menyirami "tubuhnya" hingga menembus ke media tanam." Jadi, imbuh Ade, di musim penghujan Bromelia tak perlu disiram. Di musim panas Bromelia cukup disiram 3 kali dalam seminggu.
Merawat Bromelia tergolong sangat mudah. Media tanam yang digunakan bisa apa saja, seperti sabut kelapa atau cacahan pakis. Ade mencontohkan, ada jenis Bromelia yang tumbuh bagus di media pakis. Bahkan, pertumbuhanya lebih baik dibanding jika ditanam langsung di tanah. Sebab, unsur pakis mampu mengikat air dalam jumlah yang diperlukan dan dalam waktu lama.
Kendati demikian, sebaiknya Bromelia memang tidak ditanam langung di tanah, karena tanaman ini aslinya merupakan tanaman epifit yang biasa hidup menumpang di batang-batang pohon di dalam hutan.
Namun, jika tetap ingin mencoba menanamnya di taman atau untuk keperluan lansekap, media tanamnya sebaiknya jangan 100 persen tanah. Sekalian diganti pasir juga lebih oke. "Jika ditanam di tanah, akarnya akan rentan diganggu jamur nemotoda, dan gampang membusuk."
Perlu diingat juga, untuk keperluan lansekap, unsur peletakkan Bromelia harus diperhatikan, dan jangan ditanam sembarangan. "Penempatannya harus tepat dan pas. Bagus dan tidaknya warna Bromelia, sangat tergantung sinar matahari. Jika kekurangan cahaya, warna Bromelia enggak akan bagus. Tapi, jika terkena cahaya berlebihan, daunnya akan gosong."
LAKUKAN ADAPTASI
Agar Bromelia tumbuh subur dan tetap memiliki warna daun memikat, sebaiknya gunakan pupuk slow release setiap 6 bulan sekali. Ade menyarankan, jangan terlalu sering memupuknya sebab akan berefek tidak baik buat tanaman.
Satu hal yang perlu diwaspadai jua adalah adalah gangguan hama, terutama belalang pemakan daun. "Semprotkan saja pembasmi hama di malam hari, karena belalang biasanya muncul di malam hari," kata Ade yang memiliki 70 jenis Bromelia di nursery-nya.
Jika ingin memperbanyak, dapat dilakukan melalui anakan. Setelah tumbuh bunga yang biasanya berwarna ungu, anakan akan tumbuh kemudian. Ketika anakan tumbuh, saran Ade, sebaiknya langsung dipindahkan ke tempat lain. Setelah itu, induknya akan mati. Ade juga menyarankan, ketika akan menanam Bromelia, gunakan shading atau paranet di atas tanaman.
Akan tetapi, ada baiknya setelah anakan dipindah tempat dilakukan adaptasi atau pembiasaan pada Bromelia baru. "Ini saya lakukan untuk semua jenis Bromelia. Misalnya, bulan pertama diletakkan di bawah panas matahari selama 6 jam. Lalu, ditambah jadi 12 jam. Tujuannya, agar tanaman jadi terbiasa berada di tempat panas, dan tahan terhadap cahaya terik matahari," jelas Ade.
FAKTA SEPUTAR BROMELIA
1. Bromelia berasal dari daratan Amerika Latin. Orang Amerika Latin mengenal Bromelia sebagai tanaman berkhasiat, yakni sebagai obat cacing.
2. Nama Bromelia diambil dari nama seorang ahli botani asal Swedia, Olof Ole Bromell.
3. Tanaman yang masih satu keluarga dengan nenas ini kaya akan kalsium dan vitamin C. Daun Bromelia pun bisa dipakai untuk membuat daging lebih empuk.
4. Jika media tanamnya kurang bagus, keasaman atau warna media tanam akan berubah. Media tanam yang baru, warnanya akan lebih merah, sedangkan media yang sudah lama atau jelek, akan berwarna cokelat. Sebaiknya, ganti media tanam jika sudah berwarna cokelat.
Gambar : http://s12.photobucket.com/
Sumber : http://www.tabloidnova.com/Nova/Griya/Taman/Bromelia-Menawan-di-Sudut-Taman2/
Subscribe to:
Posts (Atom)





