A. Lahan Budidaya
Syarat-syarat yang diperlukan dalam proses budidaya tanaman melon agar mendapatkan hasil yang maksimal. Hal-hal tersebut antara lain ;
1. Pemilihan Lokasi Lahan
Lokasi lahan yang diperlukan untuk membudidayakan tanaman melon, yaitu lahan yang memiliki ketinggian berkisar antara 200 hingga 2000 m dpl dan suhu yang dibutuhkan 12-27 °C.
Lahan yang dipergunakan diusahakan berstruktur miring dan tidak berangin kencang. Hal ini dimaksudkan agar pengaturan irigasi yang diperlukan tanaman saat tumbuh dapat dengan mudah tercukupi, sedangkan tanah tidak dalam keadaan kondisi becek atau tergenang air.
Tanaman melon memiliki keunikan dalam pembudidayaannya karena varietasi-varietas tertentu saja yang dapat dibudidayakan sesuai dengan ketinggian tempatnya. Berikut ini pembudidayaan melon berdasarkan ketinggian tempatnya :
* Ketinggian tempat < 200 m dpl, dengan suhu 27-25 °C, yaitu varietas : Musk Melon dan Oriental Sweet Melon
* Ketinggian tempat 200-650 m dpl, dengan suhu 25-23,5°C dan 26-24 °C, yaitu varietas : Jade, Golden Light, Silver Light, Cantaloupe (Halest Best)
* Ketinggian tempat 650-1.000 m dpl, dengan suhu 23,5-18°C dan 72.,4-19°C, yaitu varietas : Casaba Melon, Melon (Jade Dew, Honey Dew)
* Ketinggian 1.000-2.000 m dpl, dengan suhu 18,7-12 °C, yaitu varietas : Cantaloupe, dan Casaba Melon.
Tanaman melon sebenarnya dapat dibudidayakan pada lahan yang bersuhu tinggi atau antara 30°C hingga 35°C, namun yang perlu diperhatikan pada penanaman disuhu tinggi tersebut adalah pengairan yang baik karena tanaman melon memerlukan banyak air pada saat tumbuh.
Pada saat penyemaian benih, temperature lahan yang sesuai adalah sekitar 26 °C. apabila kondisi temperature lebih tinggi maka hal ini berpengaruh terhadap pertumbuhan tunas pada benih tanaman melon. Pada saat tanaman melon mengalami pertumbuhan akan memerlukan temperature antara 35 °C hingga 37 °C, sedangkan pada saat tanaman berbuah maka proses pembentukan buah hingga matang buah akan memerlukan temperature antara 26 °C pada siang hari, dan pada malam hari 16 °C.
Kelembapan udara yang dibutuhkan tanaman melon pada saat pertumbuhan berkisar antara 70 hingga 80%. Sedangkan tanaman melon muda yang tumbuh hingga dewasa memerlukan kelembapan udara maksimal 80% serta minimal 60%.
Dengan kelembapan yang terlalu tinggi dapat mengundang organisme penyebab penyakit seperti cendawan atau jamur yang dapat mempengaruhi kondisi tanaman.
Sinar matahari langsung sangat penting bagi tanaman melon karena dapat membantu proses fotosintesis tanaman, tanaman melon akan menghasilkan buah yang mani apabila pada fase pembentukan buah, sinar matahari yang diterima intensitasnya lebih tinggi. Hal ini karena pada fase pembentukan buah tanaman memproduksi vitamin C yang tersimpan dalam buah sehingga kadar gula yang terkandung pada buah juga ikut meningkat.
Curah hujan yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman melon yaitu, daerah dengan curah hujan berkisar antara 2.000 hingga 3.000 mm/tahun atau sekitar 166.66 hingga 250 mm/bulan.
Tanaman melon sebaiknya ditanam dengan jarak yang lebih lebar apabila waktu penanaman bibit dilakukan pada musim penghujan. Pembuatan bedengan untuk lahan tanaman dibuat dengan lebar sekitar ± 120 cm dan tinggi tanah bedengan sekitar 50 hingga 60 cm. pengaturan jarak tanam dimaksudkan untuk memberikan kelembaban yang sesuai bagi tanaman pada saat tumbuh.
Akar pada tanaman melon hanya mampu menembus tanah sedalam 15 hingga 20 cm serta menyebar dalam radius 30 hingga 40 cm. Dengan kondisi seperti itu maka pengairan yang cukup harus dilaksanakan agar kebutuhan air yang diperlukan tanaman dapat sesuai.
2. Kondisi Tanah
Tanaman melon dapat tumbuh pada lahan terbuka dengan menanamnya pada tanah yang dibuat bedengan ataupun dengan menggunakan media tanah yang disiapkan dalam pot, polybag, atau wadah tertentu. Kondisi tanah yang ideal yang dipergunakan untuk pembudidayaan tanaman adalah tanah yang bertektur liat, berpasir, gembur, drainase baik, subur, serta mengandung pH tanah antara 6,0 hingga 7,0.
Tanah yang dipergunakan untuk budidaya menggunakan pot tidak berbeda dengan tanah yang digunakan di lahan terbuka, namun diperlukan pengaturan yang sesuai agar dapat diciptakan komposisi yang ideal bagi pertumbuhan melon.
Menurut penelitian para ahli tanaman di Indonesia, penggunaan medium tanah yang dicampur dengan humus daun bambu dengan perbandingan 1 : 1 akan lebih meningkatkan pertumbuhan tanaman melon. Sedangkan medium tanah yang dicampur dengan campuran humus daun bamboo serta pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 2 akan memengaruhi kondisi buah melon hingga mencapai diameter buah yang maksimal. Pilihan lain campuran tanah yang disarankan oleh para ahli tanaman yang diperlukan bagi budidaya tanaman melon yaitu dengan campuran tanah dengan unsure lempung, pasir, humus, serta pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1 : 1 : 1.
Yang perlu diperhatikan dalam pemilihan campuran harus dipastikan bahwa campuran dalam keadaan steril. Sterilisasi campuran dapat dilakukan dengan terlebih dahulu pengukusan atau dioven dengan suhu berkisar 100 °C dan waktu pengukusan 30 menit. Sterilisasi campuran dapat juga dilakukan dengan mencampurkan atau memfumigasikan dengan zat Basamid-G. alternative lain penggantian campuran pupuk kandang adalah dengan memberikan pupuk organic Super TW plus.
Sebelum penanaman tanah terlebih dahulu digemburkan, proses penggemburan sebaiknya dilakukan pada musim kemarau supaya tanah mudah dihancurkan dan diremahkan. Proses penggemburan dilakukan dengan mencangkulnya hingga kedalaman ± 30 cm, kemudian membalikan tanah, yang tadinya tanah bagian bawah dibalik supaya berada di bagian atas. Hal ini supaya gulma tidak dapt tumbuh dan berkembang.
Setelah tanah dibalik-balikan biarkan tanah selama 1 minggu supaya tersinari dan terangin-anginkan. Kalau sudah cukup baru tanah dibuat bedengan tempat tanaman akan ditanam. Ukuran yang ideal untuk pembuatan bedengan adalah panjang 5-7 m dan lebar antara 30-50 cm untuk penanaman satu baris tanaman atau lebar 1-1,25 m apabila penanaman dua baris. Masing-masing bedengan dengan gundukan tanah dengan ketinggian 30-50 cm.
B. Persiapan Penanaman
Apabila lahan yang akan digunakan pernah dipakai sebagai lahan budidaya tanaman sejenis ddan terserang penyakit fusarium, maka sebaiknya lahan tersebut tidak digunakan, atau dengan menanam tanaman lain yang tidak sejenis hingga ± 3-5 tahun. Kalaupun ingin dipakai dengan tanaman sejenis maka harus melalui proses pengolahan tanah secara kimiawi, dan lahan pun bisa digunakan kembali.
Prosesi kimiawi bisa mengunakan Basamid-G, dengan lahan yang basah dan lembap campuran basamid bisa dilakukan, kemudian aduk tanah dengan basamid sampai merata dan mencapai kedalaman 20-30 cm. sesudah rata tercampur basahi tanah sampai lembap selama 7 hari, kemudian tutup permukaan tanah dengan plastic hingga 1 minggu, setelah itu lakukan pencangkulan kembali sampai merata, dan sirami sampai lembap dengan air bersih.
Setelah bedengan telah siap ditanami maka lahkah selanjutnya pemasangan mulsa 3-7 hari sebelum bibit ditanam, mulsa atau penutup permukaan tanah dapat menggunakan plastic hitam perak (mulsa PHP). Penggunaan mulsa bertujuan agar kelembapan dan suhu tanah tetap stabil, juga dapat mencegah pertumbuhan gulma.
Setelah pemasangan mulsa selesai maka dapat dilakukan pembuatan lubang tanam, alat bantu untuk melubangi mulsa bisa menggunanakan besi ata kaleng bekas yang dipanaskan agar plastic dapat ditembus dengan diameter ± 10 cm.
Setelah lubang tanam siap, selanjutnya memasang ajir pada bedengan. Ajir atau cagak digunakan tanaman sebagai penopang tanaman atau sulur tanaman. Ajir ditanam disamping lubang tanam dan menyilang dengan masing-masing. Ajir yang menyilang dibentuk segitiga sama kaki dengan jarak ± 25 cm.
• Pemilihan bibit
Bibit yang ideal dapat kita peroleh dib alai pertamanan atau produsen dengan jaminan kualitas yang baik, dan memilih varietas yang sesuai dengan kondisi iklim dimana bibit ini akan ditanam.
• Pupuk organic dan anorganik
Pupuk yang diperlukan bagi tanaman melon berbeda dari tiap fasenya. Untuk itu perlu dipersiapkan jenis-jenis pupuk yang akan diperlukan. Pupuk organic yang perlu dipersiapkan antara lain jenis kompos, pupuk kotoran ternak, super TW plus, muhus, Gro-Mate, dan Stratos. Sementara untuk pupuk anorganik dapat dipilih seperti, Urea, TSP, ZA, KCI, ZK, SP-36, NPK dan beberapa jenis pupuk daun yang biasanya berupa pupuk cair.
Untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman bisa menggunakan seperti, Rootone F, IBA, IAA, Atonik 6,5L, Dekamon, dan lain-lain sedangkan untuk zat yang diperlukan tanah bisa menggunakan seperti, Dolomit, Zaegro-1, kapur hidrat, kalsit, dan lain-lain.
• Obat tanaman
Obat tanaman diperlukan bila tanaman mengalami gejala terserang penyakit ataupun untuk menghilangkan hama tanaman yang memengaruhi pertumbuhan tanaman. Obat tanaman yang perlu disiapkan dan dipergunakan antara lain insektisida, bakterisida, fungisida untuk jamur, serta nematisida.
C. Pembibitan Tanaman Melon
Setelah menentukan biji dan varietas yang akan kita tanam, maka biji-biji tersebut disemai terlebih dahulu sebelum ditanam pada media tanam yang tersedia. Penyemaian perlu dilakukan untuk menghindari pertumbuhan tanaman seperti pertumbuhan kerdil hingga benih menjadi mati.
Penyemaian dapat dilakukan dengan menggunakan wadah plastic atau polybag atau juga menggunakan lahan penyemaian tersendiri. Jika ingin menggunakan polybag atau kantong plastic maka kita pilih polybag yang berukuran 8 x 10 cm, setelah polybag tersedia maka dapat dimasukan media tanam berupa tanah yang telah dicampur yang terdiri dari tanah, pasir serta pupuk organic dengan perbandingan 1 : 1 : 1 untuk masing-masing jenisnya.
Biji yang sudah siap rendam dahulu untuk mensterilkan hama dan penyakit dengan air yang dicampur pestisida selama 1- 2 jam, kemudian biji tiriskan sampai kering. Sebelum ditanam biji didiamkan dan ditutupi kain yang steril selama semalam dengan suhu 25 °C.
Setelah didiamkan semalam barulah benih di masukan pada masing-masing polybag dengan kedalaman 5 cm, benih yang berada dalam polybag harus disiram secara kontinyu, yuitu pada pagi jam 06.00 dan sore hari pukul 16.00, diusahakan jangan terlalu becek.
Setelah 10 hingga 14 hari maka tanaman akan mulai memproduksi daun, kalau sudah tumbuh daun penyemprotan bisa menggunaka pupuk daun agar daun terhindar dari serangan hama atau penyakit.
Setelah bibit berumur 2 minggu atau lebih maka bibit siap dipindahkan ke lahan budidaya. Jarak tanam sesuaikan dsengan lubang pada mulsa yang telah disediakan, kedalaman lubang tanam sekitar 10-15 cm. setelah 5 hari maka dapat diberikan pupuk anorganik dengan membenamkannya pada lubang tanam. Selanjutnya lakukan penyiraman yang sesuai agar tanaman melon tumbuh dengan baik.
Sumber :
http://bestbudidayatanaman.blogspot.com/2013/01/budidaya-melon-dan-cara-menanam-melon.html
Showing posts with label Budidaya Buah Melon. Show all posts
Showing posts with label Budidaya Buah Melon. Show all posts
Monday, July 29, 2013
Saturday, June 29, 2013
Petunjuk Praktis Budidaya Buah Melon
Buah melon dengan nama latin (Cucumis melo, L) merupakan jenis tanaman menjalar seperti halnya buah semangka atau buah mentimun.
Ada beberapa jenis buah melon yang tersedia di pasaran saat ini. Meskipun belum sepopuler buah semangka, melon sudah mulai dicari dan peminatnya semakin bertambah.
Terlebih ketika akan memasuki bulan Ramadhan, es buah melon akan laris sebagai salah satu menu berbuka puasa.
Di samping itu, buah melon memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, seperti:
* mengobati kanker
* menurunkan resiko penyakit jantung dan stroke
* memiliki kandungan serat yang tinggi
* mengatasi sembelit
* mengandung vitamin C
* bisa memperlancar proses pencernaan
* mencegah terjadinya sariawan
* mengatasi penyakit pencernaan lainnya
Jika Anda tertarik untuk membudidayakan buah melon yang penuh manfaat ini, kami berbagi informasi cara budidaya buah melon yang mungkin dapat membantu Anda.
Penyemaian
Penyemaian bibit melon bisa dilakukan dengan cara menyiapkan polybagyang ukurannya 30cm. Polybag harus ditinggikan agar bibit tidak mudah tergenang air apalagi pada saat hujan mengguyur.
Setelah itu, buat semacam wadah untuk penyemaian yang dilengkapi dengan sekat-sekat. Sekat tersebut berfungsi untuk mempertahankan posisi tanaman melon agar tetap tegak saat awal tumbuhnya.
Setelah bibit berkecambah maka pada saat itu kita bisa memindahkannya ke polybag yang telah disediakan sebelumnya. Bibit yang sudah memiliki 4 helaian daun sejati sudah siap untuk dipindahtanamkan ke lahan.
Pemindahan lahan
Sebelum memindahkan tanaman, jangan lupa buatlah terlebih dahulu lubang pada lahan baru dengan ukuran sekitar 8 – 10 cm bersamaan dengan itu pasanglah ajir yang berbentuk segitiga sama sisi.
Pada lubang diberikan pupuk organik dan anorganik yang mengandung unsur makro. Paling baik memindahan bibit ke lahan dilakukan pada musim kemarau dan saat umur tanaman sekitar 10-15 hari. Pada saat itu kondisi tanaman tidak mudah layu karena akarnya sudah lumayan kuat.
Jarak antara tanaman yang satu dengan tanaman yang lainnya juga perlu diperhatikan yakni jangan terlalu rapat sehingga semua tanaman bisa terkena sinar matahari yang cukup dalam proses fotosintesis.
Tanaman melon harus terkena terkena sinar matahari yang berlimpah, setidaknya 10-12 jam per hari dengan kelembaban udara sekitar 70 -80. Agar melon dapat bertumbuh dengan baik, dibutuhkan tanah yang kaya bahan organik dengan pH 6,0 – 6,8.
Penyiraman
Proses penyiraman tanaman dilakukan sampai buah melon benar-benar siap dipetik kecuali pada saat hujan. Kandungan air yang berlebihan akan membuat bagian batang melon ataupun akarnya akan mudah membusuk karena terserang bakteri agrobacterium (bakteri tanah).
Saat menyiram sebaiknya jangan sampai membasahi buah dan daunnya. Penyiraman dilakukan di waktu pagi hari agar sebelum terjadi proses fotosintesis, air (H2O) dan oksigen(O²) sudah tersedia dan siap diolah untuk menjadi bahan makanannya.
Pensterilan sekitar lahan
Pada saat tumbuh dan mulai berbuah begitu banyak penyakit yang bisa menyerang tanaman ini, seperti lalat buah dan serangga penggerek. Hal tersebut bisa dicegah dengan cara pembersihan gulma di sekitar tanaman.
Ini akan lebih memudahkan pengontrolan serta pengawasan intensif jika suatu saat tanaman terserang hama. Dan jika terlanjur terserang hama, Anda bisa menyemprotkan racun pestisida sehingga tingkat peroteksi tanaman terhadap hama dan wabah penyakit semakin tinggi.
Para petani akan mendapatkan keuntungan besar setelah masa panen melon jika tanaman tersebut terbebas dati hama penyakit seperti lalat buah dan lain-lain. Maksimalnya hasil panen yang diperoleh akan memberikan keuntungan yang cukup banyak setelah dikurangi dengan modal dan biaya operasionalnya.
Nah, demikianlah sedikit info mengenai cara budidaya buah melon. Masa tanam buah melon yang relatif cepat ditambah peminatnya yang terus bertambah, bisa menjadi pertimbangan Anda bila ingin menggeluti bisnis buah melon.
Semoga artikel ini bermanfaat.
Sumber :
http://www.teruskan.com/17357/petunjuk-praktis-budidaya-melon.html.
Ada beberapa jenis buah melon yang tersedia di pasaran saat ini. Meskipun belum sepopuler buah semangka, melon sudah mulai dicari dan peminatnya semakin bertambah.
Terlebih ketika akan memasuki bulan Ramadhan, es buah melon akan laris sebagai salah satu menu berbuka puasa.
Di samping itu, buah melon memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, seperti:
* mengobati kanker
* menurunkan resiko penyakit jantung dan stroke
* memiliki kandungan serat yang tinggi
* mengatasi sembelit
* mengandung vitamin C
* bisa memperlancar proses pencernaan
* mencegah terjadinya sariawan
* mengatasi penyakit pencernaan lainnya
Jika Anda tertarik untuk membudidayakan buah melon yang penuh manfaat ini, kami berbagi informasi cara budidaya buah melon yang mungkin dapat membantu Anda.
Penyemaian
Penyemaian bibit melon bisa dilakukan dengan cara menyiapkan polybagyang ukurannya 30cm. Polybag harus ditinggikan agar bibit tidak mudah tergenang air apalagi pada saat hujan mengguyur.
Setelah itu, buat semacam wadah untuk penyemaian yang dilengkapi dengan sekat-sekat. Sekat tersebut berfungsi untuk mempertahankan posisi tanaman melon agar tetap tegak saat awal tumbuhnya.
Setelah bibit berkecambah maka pada saat itu kita bisa memindahkannya ke polybag yang telah disediakan sebelumnya. Bibit yang sudah memiliki 4 helaian daun sejati sudah siap untuk dipindahtanamkan ke lahan.
Pemindahan lahan
Sebelum memindahkan tanaman, jangan lupa buatlah terlebih dahulu lubang pada lahan baru dengan ukuran sekitar 8 – 10 cm bersamaan dengan itu pasanglah ajir yang berbentuk segitiga sama sisi.
Pada lubang diberikan pupuk organik dan anorganik yang mengandung unsur makro. Paling baik memindahan bibit ke lahan dilakukan pada musim kemarau dan saat umur tanaman sekitar 10-15 hari. Pada saat itu kondisi tanaman tidak mudah layu karena akarnya sudah lumayan kuat.
Jarak antara tanaman yang satu dengan tanaman yang lainnya juga perlu diperhatikan yakni jangan terlalu rapat sehingga semua tanaman bisa terkena sinar matahari yang cukup dalam proses fotosintesis.
Tanaman melon harus terkena terkena sinar matahari yang berlimpah, setidaknya 10-12 jam per hari dengan kelembaban udara sekitar 70 -80. Agar melon dapat bertumbuh dengan baik, dibutuhkan tanah yang kaya bahan organik dengan pH 6,0 – 6,8.
Penyiraman
Proses penyiraman tanaman dilakukan sampai buah melon benar-benar siap dipetik kecuali pada saat hujan. Kandungan air yang berlebihan akan membuat bagian batang melon ataupun akarnya akan mudah membusuk karena terserang bakteri agrobacterium (bakteri tanah).
Saat menyiram sebaiknya jangan sampai membasahi buah dan daunnya. Penyiraman dilakukan di waktu pagi hari agar sebelum terjadi proses fotosintesis, air (H2O) dan oksigen(O²) sudah tersedia dan siap diolah untuk menjadi bahan makanannya.
Pensterilan sekitar lahan
Pada saat tumbuh dan mulai berbuah begitu banyak penyakit yang bisa menyerang tanaman ini, seperti lalat buah dan serangga penggerek. Hal tersebut bisa dicegah dengan cara pembersihan gulma di sekitar tanaman.
Ini akan lebih memudahkan pengontrolan serta pengawasan intensif jika suatu saat tanaman terserang hama. Dan jika terlanjur terserang hama, Anda bisa menyemprotkan racun pestisida sehingga tingkat peroteksi tanaman terhadap hama dan wabah penyakit semakin tinggi.
Para petani akan mendapatkan keuntungan besar setelah masa panen melon jika tanaman tersebut terbebas dati hama penyakit seperti lalat buah dan lain-lain. Maksimalnya hasil panen yang diperoleh akan memberikan keuntungan yang cukup banyak setelah dikurangi dengan modal dan biaya operasionalnya.
Nah, demikianlah sedikit info mengenai cara budidaya buah melon. Masa tanam buah melon yang relatif cepat ditambah peminatnya yang terus bertambah, bisa menjadi pertimbangan Anda bila ingin menggeluti bisnis buah melon.
Semoga artikel ini bermanfaat.
Sumber :
http://www.teruskan.com/17357/petunjuk-praktis-budidaya-melon.html.
Thursday, March 7, 2013
Buah Melon Eksklusif Prospek Pasarnya Sangat Manis
Jenis melon eksklusif belakangan ini semakin laris manis diburu para konsumen. Kulitnya yang berwarna kuning atau putih mulus tanpa jaring memiliki tingkat kemanisan minimal 11º briks. Selain tampilannya yang sangat menarik, daging buah melon eksklusif biasanya berwarna jingga, tekstur dagingnya renyah dan aromanya tak begitu kuat. Sehingga tidak heran bila melon jenis ini banyak dipilih konsumen dan diminati pasar domestik maupun mancanegara.
Awalnya jenis melon eksklusif muncul di pasaran pada tahun 2007 dengan memperkenalkan jenis melon golden langkawi dan melon apollo. Namun seiring dengan perkembangan pasar, sekarang ini varietas melon eksklusif semakin beragam, sebut saja seperti adinda, kinanti, sakata, dan masih banyak lagi jenis melon lainnya yang memiliki tingkat kemanisan sekitar 16-18º briks. Beberapa daerah yang kini telah mengembangkan usaha budidaya melon tersebut antara lain wilayah Bogor, Cilegon, Pekalongan, Sragen, Bontang, serta daerah Lumajang.
Permintaan pasarnya yang masih sangat tinggi menjadikan bisnis melon eksklusif sekarang ini memiliki prospek yang sangat bagus dan menjanjikan keuntungan cukup besar. Bahkan sampai hari ini para petani melon di Indonesia belum bisa memenuhi tingginya kebutuhan pasar domestik yang setiap pekan mengalami peningkatan semakin pesat. Rata-rata petani melon baru bisa memenuhi permintaan pasar sekitar 30% dari total kebutuhan pasar. Sehingga sebagian besar dari mereka kemudian bergabung dengan petani melon lainnya dan membentuk kelompok tani untuk mencukupi pasokan pasar yang masih sangat kurang.
Permintaan Benih Melon Kian Meningkat
Melihat permintaan buah melon eksklusif yang terus mengalami peningkatan, tentunya memberikan imbas positif terhadap permintaan bibit tanaman tersebut. Untuk bibit melon apollo saja kini penjualannya mencapai 50 kg yang setara dengan 100 ha, dan setiap tahunnya masih mengalami peningkatan hingga 20-30%. Selain jenis Apollo, permintaan bibit kinanti juga tak kalah bersaing dengan jenis tersebut yakni meningkat dari 30 kg menjadi 50 kg per tahun.
Kualitas buahnya yang semakin terjaga dan dukungan bibit yang semakin memadai, membukakan pintu ekspor bagi para petani melon di Indonesia. Sehingga tidak menutup kemungkinan bila di kemudian hari tidak hanya negara Singapura dan Hongkong saja yang mengimpor melon dari negara kita, namun juga menarik negara lainnya untuk meminta pasokan melon eksklusif dari petani Indonesia.
Semoga informasi tentang agrobisnis buah melon eksklusif prospek pasarnya sangat manis bisa memberikan manfaat bagi para pembaca dan mendorong para petani Indonesia untuk meningkatkan kualitas produknya. Maju terus agrobisnis Indonesia dan salam sukses.
Sumber gambar :
http://bisnisukm.com/buah-melon-eksklusif-prospek-pasarnya-sangat-manis.html
Awalnya jenis melon eksklusif muncul di pasaran pada tahun 2007 dengan memperkenalkan jenis melon golden langkawi dan melon apollo. Namun seiring dengan perkembangan pasar, sekarang ini varietas melon eksklusif semakin beragam, sebut saja seperti adinda, kinanti, sakata, dan masih banyak lagi jenis melon lainnya yang memiliki tingkat kemanisan sekitar 16-18º briks. Beberapa daerah yang kini telah mengembangkan usaha budidaya melon tersebut antara lain wilayah Bogor, Cilegon, Pekalongan, Sragen, Bontang, serta daerah Lumajang.
Permintaan pasarnya yang masih sangat tinggi menjadikan bisnis melon eksklusif sekarang ini memiliki prospek yang sangat bagus dan menjanjikan keuntungan cukup besar. Bahkan sampai hari ini para petani melon di Indonesia belum bisa memenuhi tingginya kebutuhan pasar domestik yang setiap pekan mengalami peningkatan semakin pesat. Rata-rata petani melon baru bisa memenuhi permintaan pasar sekitar 30% dari total kebutuhan pasar. Sehingga sebagian besar dari mereka kemudian bergabung dengan petani melon lainnya dan membentuk kelompok tani untuk mencukupi pasokan pasar yang masih sangat kurang.
Permintaan Benih Melon Kian Meningkat
Melihat permintaan buah melon eksklusif yang terus mengalami peningkatan, tentunya memberikan imbas positif terhadap permintaan bibit tanaman tersebut. Untuk bibit melon apollo saja kini penjualannya mencapai 50 kg yang setara dengan 100 ha, dan setiap tahunnya masih mengalami peningkatan hingga 20-30%. Selain jenis Apollo, permintaan bibit kinanti juga tak kalah bersaing dengan jenis tersebut yakni meningkat dari 30 kg menjadi 50 kg per tahun.
Kualitas buahnya yang semakin terjaga dan dukungan bibit yang semakin memadai, membukakan pintu ekspor bagi para petani melon di Indonesia. Sehingga tidak menutup kemungkinan bila di kemudian hari tidak hanya negara Singapura dan Hongkong saja yang mengimpor melon dari negara kita, namun juga menarik negara lainnya untuk meminta pasokan melon eksklusif dari petani Indonesia.
Semoga informasi tentang agrobisnis buah melon eksklusif prospek pasarnya sangat manis bisa memberikan manfaat bagi para pembaca dan mendorong para petani Indonesia untuk meningkatkan kualitas produknya. Maju terus agrobisnis Indonesia dan salam sukses.
Sumber gambar :
http://bisnisukm.com/buah-melon-eksklusif-prospek-pasarnya-sangat-manis.html
Sunday, March 3, 2013
Cara Mudah Budidaya Buah Melon Dalam Polybag
Untuk mendukung pengembangan budidaya melon secara intensif dalam skala agribisnis, diperlukan ketersediaan paket teknologi budidaya dan pasca panen yang memadai. Telah tersedia paket teknologi budidaya dan pasca panen yang berbentuk informasi kelayakan aspek teknis, ekonomis, maupun sosial budaya dari komoditas ini. Budidaya melon dapat diarahkan pada upaya menunjang peningkatan pendapatan petani, perbaikan gizi masyarakat, pengurangan impor dan peningkatan ekspor, perluasan kesempatan kerja dan wirausahtani, dan peningkatan kualitas lingkungan.
Siapa yang tidak mengenal Melon (Cucumis melo, L)? Melon adalah tanaman semusim yang tumbuh menjalar mirip tanaman ketimun. Tanaman melon dapat dirambatkan pada turus bambu atau dijalarkan seperti semangka. Dari ketiak daun tumbuh tunas – tunas baru dan apabila dibiarkan membentuk banyak cabang.
I. ALAT DAN BAHAN
1. Alat Perlengkapan :
• Polybag ukuran 37 cm x 40 cm
• Lahan untuk pertanaman melon
• Lanjaran dari bambu, Reng Kayu ukuran 2 x 4 cm
• Paku ukuran 2 – inch
• Tali Rapia, Slang plastik ½ inch 10 m
• Gunting dan pisau pemotong
Saprodi
Benih melon, Pupuk Kandang, Pupuk NPK, Urea, Kapur, Insektisida, Fungsisida, Herbisida
2. Budidaya dengan system polybag (kantong plastik) menyesuaikan dengan kondisi lahan dan iklim saat itu, dengan pelaksanaan
a. Pengolahan Tanah
Media tanah untuk mengisi polybag terdiri dari tanah, pasir, abu sekam, pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1 : 1
b. Pesemaian
Bersamaan dengan mengisi polybag dilakukan penyemaian benih melon pada media pesemaian
c. Penanaman
Setelah pesemaian berumur sekitar 14 hari dilakukan penanaman pada polyabg, satu batang setiap polybag, dengan jarak penempatan polybag 50cm x 75 cm.
d. Pemeliharaan
• Pemasangan lanjaran dilakukan saat tanaman mulai merambat atau sekitar umur 5 – 8 hari setelah tanam, sambil diatur arah rambatannya
• Pemangkasan, pemangkasn sangat penting dilakukan karena akan mempengaruhi pertumbuhan dan produktivitas tanaman, mengingat pertumbuhannya sangat cepat maka pemangkasan harus dilakukan setiap hari agar pertumbuhan cabang belum terlalu panjang. Cabang yang muncul dari ketiak daun pertama sampai daun kedelapan dipotong, dan dari daun kesembilan sampai daun ketigabelas cabang yang tumbuh dipelihara untuk pembuahan setelah daun ketigabelas tidak perlu lagi ada cabang yang dipelihara hingga daun ketujuh belas batang dipotong.
• Pemupukan, pupuk dasar menggunakan pupuk Mutiara 15 gram/polybag diberikan pada saat mengisi polybag, pupuk susulan masing-masing 10 gr/ polybag setiap setengah bulan sekali.
• Seleksi buah, buah yang dipelihara maksimal dua biji setiap pohon diambil dari cabang ke 9 sampai cabang ke 13 untuk mendapatkan buah yang optimal
• Penyiangan, dilakukan setiap setengah bulan sekali atau melihat kondisi lahan
• Pengendalian OPT, hama yang menyerang diantaranya adalah kunang-kunang, ulat pucuk. Sedang penyakit yang menyerang adalah penyakit antraknosa dan karat daun. Pengendalian lebih banyak secara fisik mekanis dan untuk penyakit menggunakan fungsida Bion – M atau merk lain
e. Panen, melon mulai berbuah sejak umur 20 hari setelah tanam, buah yang sudah diseleksi dipelihara sampai umur sekitar 60 sudah siap panen, dengan ciri – ciri :
• Untuk varieta Slyroket ciri buah setiap panen adalah net yang terbentuk pada kulit buah terlihat sudah rapat
• Warna kulit buah mulai putih kekuningan
• Warna kulit buah putih mulai kekuningan
• Pada tangkai buah terbantuk cincin /lingkaran retak retak
• Tercium aroma yang khas aroma melon.
Analisa Usahatani (Jumlah tanaman = populasi 500 pohon)
A. Input
1. Saprodi Rp. 1.555.000
2. Alat dan Perlengkapan Rp. 645.000
3. Tenaga Kerja Rp. 580.000
Jumlah Rp. 2.775.000
B. Output
1. Produksi 400 biji @ 3 kg = 1.200 kg
2. Harga jual 1200 kg @ Rp. 5.000 Rp. 6.000.000
3. Pendapatan Rp. 6.000.000 – Rp. 2.775.000 = Rp. 3.225.000
Sedang dari segi manfaat bagi tubuh kita anda dapat membaca berikut ini :
manfaat buah melon bagi kesehatan tubuh kita adalah:
1. Sebagai antikanker.
2. Membantu sistem pembuangan dengan mencegah sembelit.
3. Menurunkan resiko serangan penyakit jantung dan stroke.
4. Mencegah penggumpalan darah.
5. Menurunkan resiko penyakit ginjal.
Sumber :
http://bibit-unggul-online.blogspot.com/2012/07/budidaya-melon-dalam-polybag.html
Siapa yang tidak mengenal Melon (Cucumis melo, L)? Melon adalah tanaman semusim yang tumbuh menjalar mirip tanaman ketimun. Tanaman melon dapat dirambatkan pada turus bambu atau dijalarkan seperti semangka. Dari ketiak daun tumbuh tunas – tunas baru dan apabila dibiarkan membentuk banyak cabang.
I. ALAT DAN BAHAN
1. Alat Perlengkapan :
• Polybag ukuran 37 cm x 40 cm
• Lahan untuk pertanaman melon
• Lanjaran dari bambu, Reng Kayu ukuran 2 x 4 cm
• Paku ukuran 2 – inch
• Tali Rapia, Slang plastik ½ inch 10 m
• Gunting dan pisau pemotong
Saprodi
Benih melon, Pupuk Kandang, Pupuk NPK, Urea, Kapur, Insektisida, Fungsisida, Herbisida
2. Budidaya dengan system polybag (kantong plastik) menyesuaikan dengan kondisi lahan dan iklim saat itu, dengan pelaksanaan
a. Pengolahan Tanah
Media tanah untuk mengisi polybag terdiri dari tanah, pasir, abu sekam, pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1 : 1
b. Pesemaian
Bersamaan dengan mengisi polybag dilakukan penyemaian benih melon pada media pesemaian
c. Penanaman
Setelah pesemaian berumur sekitar 14 hari dilakukan penanaman pada polyabg, satu batang setiap polybag, dengan jarak penempatan polybag 50cm x 75 cm.
d. Pemeliharaan
• Pemasangan lanjaran dilakukan saat tanaman mulai merambat atau sekitar umur 5 – 8 hari setelah tanam, sambil diatur arah rambatannya
• Pemangkasan, pemangkasn sangat penting dilakukan karena akan mempengaruhi pertumbuhan dan produktivitas tanaman, mengingat pertumbuhannya sangat cepat maka pemangkasan harus dilakukan setiap hari agar pertumbuhan cabang belum terlalu panjang. Cabang yang muncul dari ketiak daun pertama sampai daun kedelapan dipotong, dan dari daun kesembilan sampai daun ketigabelas cabang yang tumbuh dipelihara untuk pembuahan setelah daun ketigabelas tidak perlu lagi ada cabang yang dipelihara hingga daun ketujuh belas batang dipotong.
• Pemupukan, pupuk dasar menggunakan pupuk Mutiara 15 gram/polybag diberikan pada saat mengisi polybag, pupuk susulan masing-masing 10 gr/ polybag setiap setengah bulan sekali.
• Seleksi buah, buah yang dipelihara maksimal dua biji setiap pohon diambil dari cabang ke 9 sampai cabang ke 13 untuk mendapatkan buah yang optimal
• Penyiangan, dilakukan setiap setengah bulan sekali atau melihat kondisi lahan
• Pengendalian OPT, hama yang menyerang diantaranya adalah kunang-kunang, ulat pucuk. Sedang penyakit yang menyerang adalah penyakit antraknosa dan karat daun. Pengendalian lebih banyak secara fisik mekanis dan untuk penyakit menggunakan fungsida Bion – M atau merk lain
e. Panen, melon mulai berbuah sejak umur 20 hari setelah tanam, buah yang sudah diseleksi dipelihara sampai umur sekitar 60 sudah siap panen, dengan ciri – ciri :
• Untuk varieta Slyroket ciri buah setiap panen adalah net yang terbentuk pada kulit buah terlihat sudah rapat
• Warna kulit buah mulai putih kekuningan
• Warna kulit buah putih mulai kekuningan
• Pada tangkai buah terbantuk cincin /lingkaran retak retak
• Tercium aroma yang khas aroma melon.
Analisa Usahatani (Jumlah tanaman = populasi 500 pohon)
A. Input
1. Saprodi Rp. 1.555.000
2. Alat dan Perlengkapan Rp. 645.000
3. Tenaga Kerja Rp. 580.000
Jumlah Rp. 2.775.000
B. Output
1. Produksi 400 biji @ 3 kg = 1.200 kg
2. Harga jual 1200 kg @ Rp. 5.000 Rp. 6.000.000
3. Pendapatan Rp. 6.000.000 – Rp. 2.775.000 = Rp. 3.225.000
Sedang dari segi manfaat bagi tubuh kita anda dapat membaca berikut ini :
manfaat buah melon bagi kesehatan tubuh kita adalah:
1. Sebagai antikanker.
2. Membantu sistem pembuangan dengan mencegah sembelit.
3. Menurunkan resiko serangan penyakit jantung dan stroke.
4. Mencegah penggumpalan darah.
5. Menurunkan resiko penyakit ginjal.
Sumber :
http://bibit-unggul-online.blogspot.com/2012/07/budidaya-melon-dalam-polybag.html
Friday, March 1, 2013
Teknik Pertanian Budidaya Buah Melon
Melon adalah salah satu jenis tanaman buah yang paling banyak disukai, seperti halnya buah apel, jeruk, anggur dan beberapa buah favorit. Masa tanaman melon yang relative lebih cepat dan minat pasar yang terlihat sedang mengalami peningkatan tak ayal membuat sebagian petani tertarik untuk beralih ke melon.
Hasil tanam buah melon akan memberikan keuntungan yang sangat besar terhadap petani jika tanaman melon tersebut dapat terbebas dari hama dan penyakit-penyakit lainnya, seperti lalat buah, ulat daun dan seterusnya. Hasil panen akan mencapai volume maksimal, sehingga besaran modal yang dikeluarkan untuk biaya operasional tanam hingga menjelang panen masih akan menyisakan keuntungan yang cukup banyak.
Teknik Pertanian Budidaya Tanaman Buah Melon
SYARAT TUMBUH BUAH MELON
Melon dapat tumbuh baik pada ketinggian sekitar 300 - 1000 mdpl, dengan curah hujan ideal 2000 - 3000 mm/th. Melon menghendaki sinar matahari yang lama, yaitu berkisar antara 10 - 12 jam per hari. Sedangkan untuk tanah melon menghendaki tanah yang kaya bahan organik dengan pH 6,0 - 6,8. Kelembaban udara yang diperlukan untuk pertumbuhan adalah sekitar 70 -80 %.
PERSEMAIAN BUAH MELON
Tanah tempat persemaian yang hendak digunakan untuk menyusun polybag empat penyemaian benih hendaknya ditinggikan sekitar 30 - 40 cm dari tanah sekitarnya agar air tidak menggenangi terutama di musim penghujan. Bedengan dapat dibuat berbentuk empat persegi panjang dekat dengan ukuran panjang 4 - 6 m, lebar 100 - 110 cm dan pada bagian tepi diberi penyekat dari belahan bambu agar posisi bibit pada polybag dapat berdiri tegak. Benih yang telah berkecambah segera dipindahkan ke kantong polybag yang sudah siap sebelumnya.
PENGELOLAAN TANAH UNTUK TANAMAN BUAH MELON
Tanah atau lahan yang akan ditanami melon diolah kembali setiap pergantian tanaman agar menjadi gembur dan bersih dari gulma. Pengolahan tanah dilakukan dengan cara dibalik agar aerasi tanah berjalan dengan baik dan jamur yang terdapat di dalam tanah mati. Pada saat tanah telah diolah langsung diberi pupuk dasar, yaitu pupuk organik maupun anorganik yang banyak mengandung unsur makro (NPK).
PENANAMAN BUAH MELON
Penanaman dilakukan jika bibit telah berumur 9 - 11 hari. Saat tanam yang tepat adalah padasaat musim kemarau. Jarak tanam yang baik adalah 70 X 50 cm atau 70 X 60 cm. Sebelum ditanam lebih dahulu dibuat lubang tanam sedalam + 7 - 9 cm, bersamaan dengan itu dipasang ajir berbentuk segitiga sama sisi.
PEMELIHARAAN TANAMAN BUAH MELON
Penyulaman, penyiangan, dan pengairan dilakukan bila diperlukan. Pemupukan pada umur 5 HST diberikan urea dalam bentuk larutan dengan kosentrasi 3 kg/300liter air. Pupuk ZA + NPK 17 HST dan 50 HST yatiu 2 kg ZA dan 1 kg NPK konsentrasi 3 - 4kg/200 liter air. Pupuk daun diberikan 7 HST dengan interval 7 - 15 hari sekali, konsentrasi larutan 1 - 2 cc/1 liter air. Perlakuan khusus tanaman melon adalah pemangkasan tunas dan seleksi buah. Pemangkasan dilakukan pada tunas-tunas baru yaitu tunas 1 - 8. Sedangkan untuk buah dilakukan seleksi dan sisakan 2 - 3 buah.
HAMA dan PENYAKIT YANG SERING MENYERANG TANAMAN BUAH MELON
Hama yang sering menyerang adalah lalat buah, ulat daun, Aphids, Tungau, Thrips, Oteng-oteng dan cacing tanah. Hama ini dapat dikendalikan dengan menggunakan insektisida, khusus untuk tungau menggunakan akarisida. Penyakit yang menyerang yaitu Layu bakteri, Phytoptora molonis, Layu fusarium, Gummy stemBlight, busuk daun, embun tepung, virus dan cendawan tanah. Dapat dikendalikan dengan menggunakan fungisida.
PANEN BERCOCOK TANAM BUAH MELON
Melon dapat dipetik hasilnya umur 65 - 70 Hst. Cara pemetikan dilakukan dengan memotong tangkai buah + 3 cm dari pangkalnya dengan menggunakan gunting pangkas atau pisau yang tajam.
PANEN TANAMAN MELON
Ciri-ciri yang ada pada tanaman melon yang siap panen.
- Ukuran buah sesuai dengan ukuran normal
- Jala/Net pada kulit buah sangat nyata/kasar
- Warna kulit hijau kekuningan.
- Umur Panen + 3 bulan setelah tanam.
- Waktu Pemanenan yang baik adalah pada pagi hari.
Sedangkan langkah-langkah dalam pananaman melon ada sebagai berikut.
- Potong tangkai buah melon dengan pisau, sisakan minimal 2,0 cm untuk memperpanjang masa simpan buah.
- Tangkai dipotong berbentuk huruf ³T´, maksudnya agar tangkai buah utuh.
- Pemanenan dilakukan secara bertahap, dengan mengutamakan buah yang benar-benar telah siap dipanen.
- Buah yang telah dipanen disortir.
Kerusakan buah akibat terbentur/cacat fisik lainnya, sebaiknya dihindari karena akan mengurangi harga jual. Nahhh... dah tau kan sekarang gimana cara budidaya Melon yang baik dan benar? So.. kenapa gak coba dipraktekkin sekarang ajah.. Apalagi buah Melon mempunyai manfaat yang cukup banyak antara lain nih :
1. Sebagai antikanker
2. Mencegah sembelit
3. Menurukan resiko serangan penyakit jantung dan stroke
4. Mencegah penggumpalan darah
5. Menurunkan resiko penyakit ginjal
6. Menyembuhkan penyakit eksim
7. Mencegah dan menyembuhkan panas dalam
8. Kandungan seratnya cukup tinggi
9. Sebagai sumber Vitamin C, B1, dan kolagen
Tanaman buah melon merupakan salah satu jenis tanaman buah yang sangat rentan akan serangan hama dan penyakit. Untuk dapat menikmati hasil panen yang maksimal diperlukan langkah-langkah pencegahan yang intensif terhadap serangan hama dan penyakit.
Sumber :
http://u-trick.blogspot.com/2012/04/teknik-pertanian-budidaya-buah-melon.html
Hasil tanam buah melon akan memberikan keuntungan yang sangat besar terhadap petani jika tanaman melon tersebut dapat terbebas dari hama dan penyakit-penyakit lainnya, seperti lalat buah, ulat daun dan seterusnya. Hasil panen akan mencapai volume maksimal, sehingga besaran modal yang dikeluarkan untuk biaya operasional tanam hingga menjelang panen masih akan menyisakan keuntungan yang cukup banyak.
Teknik Pertanian Budidaya Tanaman Buah Melon
SYARAT TUMBUH BUAH MELON
Melon dapat tumbuh baik pada ketinggian sekitar 300 - 1000 mdpl, dengan curah hujan ideal 2000 - 3000 mm/th. Melon menghendaki sinar matahari yang lama, yaitu berkisar antara 10 - 12 jam per hari. Sedangkan untuk tanah melon menghendaki tanah yang kaya bahan organik dengan pH 6,0 - 6,8. Kelembaban udara yang diperlukan untuk pertumbuhan adalah sekitar 70 -80 %.
PERSEMAIAN BUAH MELON
Tanah tempat persemaian yang hendak digunakan untuk menyusun polybag empat penyemaian benih hendaknya ditinggikan sekitar 30 - 40 cm dari tanah sekitarnya agar air tidak menggenangi terutama di musim penghujan. Bedengan dapat dibuat berbentuk empat persegi panjang dekat dengan ukuran panjang 4 - 6 m, lebar 100 - 110 cm dan pada bagian tepi diberi penyekat dari belahan bambu agar posisi bibit pada polybag dapat berdiri tegak. Benih yang telah berkecambah segera dipindahkan ke kantong polybag yang sudah siap sebelumnya.
PENGELOLAAN TANAH UNTUK TANAMAN BUAH MELON
Tanah atau lahan yang akan ditanami melon diolah kembali setiap pergantian tanaman agar menjadi gembur dan bersih dari gulma. Pengolahan tanah dilakukan dengan cara dibalik agar aerasi tanah berjalan dengan baik dan jamur yang terdapat di dalam tanah mati. Pada saat tanah telah diolah langsung diberi pupuk dasar, yaitu pupuk organik maupun anorganik yang banyak mengandung unsur makro (NPK).
PENANAMAN BUAH MELON
Penanaman dilakukan jika bibit telah berumur 9 - 11 hari. Saat tanam yang tepat adalah padasaat musim kemarau. Jarak tanam yang baik adalah 70 X 50 cm atau 70 X 60 cm. Sebelum ditanam lebih dahulu dibuat lubang tanam sedalam + 7 - 9 cm, bersamaan dengan itu dipasang ajir berbentuk segitiga sama sisi.
PEMELIHARAAN TANAMAN BUAH MELON
Penyulaman, penyiangan, dan pengairan dilakukan bila diperlukan. Pemupukan pada umur 5 HST diberikan urea dalam bentuk larutan dengan kosentrasi 3 kg/300liter air. Pupuk ZA + NPK 17 HST dan 50 HST yatiu 2 kg ZA dan 1 kg NPK konsentrasi 3 - 4kg/200 liter air. Pupuk daun diberikan 7 HST dengan interval 7 - 15 hari sekali, konsentrasi larutan 1 - 2 cc/1 liter air. Perlakuan khusus tanaman melon adalah pemangkasan tunas dan seleksi buah. Pemangkasan dilakukan pada tunas-tunas baru yaitu tunas 1 - 8. Sedangkan untuk buah dilakukan seleksi dan sisakan 2 - 3 buah.
HAMA dan PENYAKIT YANG SERING MENYERANG TANAMAN BUAH MELON
Hama yang sering menyerang adalah lalat buah, ulat daun, Aphids, Tungau, Thrips, Oteng-oteng dan cacing tanah. Hama ini dapat dikendalikan dengan menggunakan insektisida, khusus untuk tungau menggunakan akarisida. Penyakit yang menyerang yaitu Layu bakteri, Phytoptora molonis, Layu fusarium, Gummy stemBlight, busuk daun, embun tepung, virus dan cendawan tanah. Dapat dikendalikan dengan menggunakan fungisida.
PANEN BERCOCOK TANAM BUAH MELON
Melon dapat dipetik hasilnya umur 65 - 70 Hst. Cara pemetikan dilakukan dengan memotong tangkai buah + 3 cm dari pangkalnya dengan menggunakan gunting pangkas atau pisau yang tajam.
PANEN TANAMAN MELON
Ciri-ciri yang ada pada tanaman melon yang siap panen.
- Ukuran buah sesuai dengan ukuran normal
- Jala/Net pada kulit buah sangat nyata/kasar
- Warna kulit hijau kekuningan.
- Umur Panen + 3 bulan setelah tanam.
- Waktu Pemanenan yang baik adalah pada pagi hari.
Sedangkan langkah-langkah dalam pananaman melon ada sebagai berikut.
- Potong tangkai buah melon dengan pisau, sisakan minimal 2,0 cm untuk memperpanjang masa simpan buah.
- Tangkai dipotong berbentuk huruf ³T´, maksudnya agar tangkai buah utuh.
- Pemanenan dilakukan secara bertahap, dengan mengutamakan buah yang benar-benar telah siap dipanen.
- Buah yang telah dipanen disortir.
Kerusakan buah akibat terbentur/cacat fisik lainnya, sebaiknya dihindari karena akan mengurangi harga jual. Nahhh... dah tau kan sekarang gimana cara budidaya Melon yang baik dan benar? So.. kenapa gak coba dipraktekkin sekarang ajah.. Apalagi buah Melon mempunyai manfaat yang cukup banyak antara lain nih :
1. Sebagai antikanker
2. Mencegah sembelit
3. Menurukan resiko serangan penyakit jantung dan stroke
4. Mencegah penggumpalan darah
5. Menurunkan resiko penyakit ginjal
6. Menyembuhkan penyakit eksim
7. Mencegah dan menyembuhkan panas dalam
8. Kandungan seratnya cukup tinggi
9. Sebagai sumber Vitamin C, B1, dan kolagen
Tanaman buah melon merupakan salah satu jenis tanaman buah yang sangat rentan akan serangan hama dan penyakit. Untuk dapat menikmati hasil panen yang maksimal diperlukan langkah-langkah pencegahan yang intensif terhadap serangan hama dan penyakit.
Sumber :
http://u-trick.blogspot.com/2012/04/teknik-pertanian-budidaya-buah-melon.html
Subscribe to:
Posts (Atom)





