Showing posts with label Budidaya Buah Sirsak. Show all posts
Showing posts with label Budidaya Buah Sirsak. Show all posts

Monday, October 14, 2013

Cara Menanam Sirsak atau Budidaya Buah Sirsak

Buah sirsak ternyata tidak hanya enak dan segar untuk dimakan, tetapi bagi sebagaian orang sirsak sering dijadikan obat herbal atau alami, walaupun buah ini termasuk buah yang biasa-biasa saja namun kandungan gizi di dalamnya cukup banyak, mulai dari kulit, buah, daging buah, biji buah, dan inti buah semuanya mengandung karbohidrat.

Dengan kandungan seperti itu banyak orang yang tertarik untuk menanam sirsak atau budiddaya buah sirsak untuk dikomersilkan, karena permintaan masyarakat indonesia terhadap buah yang satu ini cukup lumbayan tinggi.

Di bawah ini ada langkah-langkah atau tahapan cara menanam sirsak atau budidaya buah sirsak seccara singkat. walaupun demikian tetapi langkah di bawah ini bisa membantu apabila kita ingin memulai menanam sirsak.

Syarat Tumbuh

Sirsak merupakan jenis yang paling tidak bandel tumbuhnya di antara jenis-jenis Annona lainnya dan memerlukan iklim tropik yang hangat dan lembap. Tanaman ini dapat tumbuh pada ketinggian sampai 1000 meter di atas permukaan laut dan meluas sampai ke 25° LS pada lahan yang ternaung.

Pertumbuhan dan pembungaannya sangat terhambat oleh turunnya udara dingin, hujan salju yang ringan saja sudah dapat membunuh pohon sirsak. Musim kering dapat mendorong luruhnya daun dan menyelaraskan pertumbuhan memanjang dan pembungaan dalam batas-batas tertentu. Hasil panen dapat lebih tinggi pada cuaca demikian, asalkan kelembapan yang tinggi berlangsung selama periode pembentukan buah.

Ada indikasi bahwa untuk Annona sp. lainnya, baik kelembapan yang sangat tinggi maupun sangat rendah, dapat merusak pembentukan buah. Jika kelembapan cenderung rendah, dianjurkan untuk memberikan naungan agar transpirasi dapat dikurangi (juga karena pohon sirsak dangkal perakarannya).

Sebagian besar tipe tanah cocok untuk tanaman ini, tetapi drainasenya harus baik, sebab pohon sirsak tidak tahan terhadap genangan air.

Pohon sirsak dapat diperbanyak dengan klon, terutama melalui berbagai teknik penempelan dan penyambungan pada batang bawah yang diperbanyak dengan semai, seperti dipraktikkan di berbagai wilayah Amerika, misalnya di Kolumbia dan Venezuela. Akan tetapi, sirsak umumnya ditumbuhkan dari benih.

Semai dapat dipakai, sebab populasi yang tumbuh cukup seragam dan benih dari kultivar manis, misalnya, pada umumnya bersifat sama dengan induknya, serta karena fase yuananya hanya berlangsung 2-4 tahun. Benih dapat ditanam lang¬sung di ladang atau disemaikan dahulu di persemaian. Setelah 20-30 hari, 85-90% dapat berkecambah dan semai itu dapat dipindahkan ke lapangan setelah 6-8 bulan.

Pemotongan separuh daun dan kadang-kadang perompesan daun diperlukan untuk memindah tanamkan semai yang sebelumnya tidak ditumbuhkan dahulu dalam wadah. Jarak tanam di kebun buah sebaiknya antara 3 m x 4 m dan 4 m x 6 m.

Berkat kecilnya ukuran pohon dan cepatnya berbuah, sirsak dapat ditanam sebagai tanaman sela di antara pohon buah-buahan yang lebih besar, seperti mangga, avokad, dan kecapi. Jika tanaman utamanya membutuhkan ruangan, pohon sirsak dapat ditebang.

Pemeliharaan Lahan

Lahan di sekitar pangkal pohon sirsak sebaiknya terbebas dari gulma atau ditutup oleh mulsa untuk menghindari dehidrasi dari perakarannya yang dangkal itu pada musim kemarau. Sirsak toleran terhadap keadaan tanah yang kering, tetapi pohonnya akan meluruhkan terlalu banyak daun jika mengalami kekeringan yang berkepanjangan; dalam situasi demikian pohon sirsak akan tertolong dengan pengairan tambahan.

Pemupukan dengan pupuk kandang dan atau NPK dalam dosis kecil beberapa kali dalam setahun dapat mendorong pertumbuhan dan pembuahan, tetapi tidak diperoleh data kuantitatif mengenai kebutuhan pupuk atau banyaknya pupuk daun yang dianjurkan. Pohon sirsak biasanya dapat mencapai bentuk yang memuaskan, tetapi dalam beberapa kasus diperlukan usaha sedini mungkin membatasi pohon itu hanya berbatang tunggal, yaitu dengan cara memotong cabang-cabang yang akan menyainginya.

Tunas air (water sprout), cabang-cabang yang tumpang-tindih dan bergerombol juga harus dibuang. Kurang baiknya penyerbukan kiranya merupakan faktor pembatas utama dalam jumlah hasil. Untuk mengatasi kendala ini dianjurkan untuk melakukan penyerbukan dengan tangan. Akan tetapi, hal ini jarang dilakukan dan hanya dapat berlangsung jika ada masa pembungaan yang jelas.

Hama dan Penyakit

Selama vigor pohon dapat dipertahankan, kerusakan serius yang disebabkan oleh penyakit dan hama umumnya terbatas pada buah saja. Antraknosa (Colletotrichurn gloeosporioides) merupakan penyakit utama pada sirsak di daerah yang lembap. Penyakit busuk buah antraknosa ini bisa ditanggulangi apabila kita bisa mendeteksinya sejak dini. Bila kebusukan sudah menyebar, buah sirsak terpaksa dimusnahkan.

Gejala serangan:
Gejala serangan awal berupa bercak cokelat kehitaman pada permukaan buah, kemudian buah menjadi busuk lunak.

Pengendalian:
• Perlakuan seed treatment sejak tanaman masih berupa bibit
• Sanitasi gulma dan buah yang terserang penyakit busuk buah supaya tidak menular
• Selektif dalam menanam benih yang bebas pathogen
• Pergiliran tanaman
• Perbaikan drainase
• Pemanfaatan mikroba Pseudomonas Flourencens dan Bacillus subtilis untuk memerangi busuk buah pada sirsak

Akibat yang ditimbulkan oleh serangan antraknosa:
Produksi buah sirsak dapat menyusut sekali karena bunga dan buahnya terserang penyakit sehingga menjadi busuk atau keriput; selanjutnya penyakit ini juga mengganggu buah, daun, batang, dan pematangan buah.

Di Hindia Barat ada anjuran agar diadakan seleksi terhadap kemam¬puan pembentukan buah dalam kondisi lingkungan yang lembap. Jika terjadi musim kemarau, ada kemungkinan untuk mempercepat pembungaan dan pembentukan buah agar terhindar dari periode kelembapan yang tinggi.

Penyakit busuk cokelat batang (Corticium sp.) menyerang pohon sirsak dan menyebabkan busuknya cabang dan mungkin membunuh pohonnya juga. Pembersihan yang maksimal menjelang akhir musim kemarau, termasuk pembakaran bagian-bagian pohon yang terserang, dapat membantu menahan penyakit pada musim hujan berikutnya.

Kutu perisai seringkali menyerang pohon sirsak pada bagian daun. Kutu ini biasanya berkoloni dengan membentuk barisan di bagian tu¬lang punggung daun. Sesuai namanya, kutu ini memiliki bentuk fisik seperti perisai pada bagian punggungnya. Untuk mengatasi serangan kutu perisai dapat menggunakan insektisida sistemik dengan bahan a ktif acephate.

Masih ada lagi hama lain yang kerap menyerang tanaman sirsak, yaitu kutu bubuk (Dysmicoccus brevipes). Kutu ini menyebabkan akar tanaman berhenti tumbuh, membusuk, dan tanaman menjadi layu. Serangan penyakit ini ditandai dengan ujung daun yang menjadi kuning kemerahan. Kutu bubuk dapat bergerombol dalam jumlah yang sangat banyak pada buah sirsak. Pestisida diazinon dan malathion dapat membantu mengurangi serangan kutu ini.

Selain kutu, semut dan lalat juga merupakan jenis serangga pengganggu tanaman buah. Semut dapat diberantas dengan baik, musuh-musuh alaminya akan mampu menanggulangi hama ini.

Buah dapat dibungkus untuk menghindari kerusakan yang disebabkan oleh lalat buah. Semut paling takut rasa asam.

Cara mengusirnya adalah dengan mengiris jeruk nipis jadi dua, peras, dan teteskan di sepanjang jalur yang dilalui semut.

Oleskan juga bagian daging buah jeruk nipis pada jalur yang dilalui semut. Ini merupakan cara penanggulangan yang bebas racun, tanpa pencemaran, dan aman. Untuk lalat buah dan serangga pengganggu lainnya, Anda bisa mengatasinya dengan menyemprotkan obat antiserangga.

(Sumber Buku: Dahsyatnya khasiat Sirsak untuk banyak penyakit yang mematikan, Penulis : Wulan Joe)

http://bestbudidayatanaman.blogspot.com/2013/08/Cara-Menanam-Sirsak-atau-Budidaya-Buah-Sirsak.html

Tuesday, October 1, 2013

Cara Menumbuhkan Pohon Buah Sirsak sebagai Tanaman Budidaya

Pohon sirsak adalah tanaman tropis yang dapat mencapai ketinggian 30 kaki dan buahnya dapat digunakan sebagai pengobatan alternatif penyakit kanker. Tanaman ini menghasilkan buah yang bisa dimakan dengan penampilan kulit yang berduri. Sirsak dapat tumbuh hampir di semua jenis tanah tetapi membutuhkan kehangatan. Tidak baik dengan memberikan penyiraman secara teratur dan pemupukan pada tanaman sirsak.

Bahan yang anda butuhkan untuk menanam pohon ini:
1. Kompos organik
2. Sekop

Caranya:

1. Pilihlah sebuah lahan untuk menanam pohon sirsak dan pastikan mendapat sinar matahari penuh dan memiliki suhu yang pas di atas titik beku. Suhu rendah yang berubah-ubah akan merusak pohon sirsak. Lahan harus memiliki kondisi yang baik dan tanah yang lembab.

2. Tutupi lahan tanam dengan 2 inci kompos organik sampai ke tanah dengan menggunakn sekop pada kedalaman 6 inci. Pohon sirsak membutuhkan tanah yang kaya dengan bahan organik. Jadi lakukan ini di musim semi.

3. Menggali lubang di lokasi penanaman Anda yang cukup besar yang difungsikan untuk menampung akar dari bibit sirsak, pastikan hanya sedalam 1 sampai 2 kali lebar tempatnya. Tanam bibit tanaman sirsak ke dalam lubang dan mengisinya dengan tanah.

4. Berikan pupuk untuk tanah di sekitar tanaman. Ulangi pemberian pupuk setiap 3 bulan. Ketika sirsak berumur dua tahun, tingkatkan pemberian pupuk 2 kali lebih banyak. Jika pohon itu berusia tiga tahun atau lebih, berikan pupuk 3 kali lebih banyak.

5. Berikan air sampai tanah mengendap dan berikan pupuk.

6. Oleskan lapisan yang berjarak 3 inci dengan menggunakan mulsa organik pada sekitar pangkal pohon. Jangan biarkan mulsa menyentuh batang pohon itu sendiri. Mengisi mulsa sepanjang tahun, terutama setelah hujan. Mulsa akan melindungi akar dari dehidrasi.

7. Pastikan pemberian air pada tanaman sirsak sesering mungkin untuk menjaga tanah agar tetap lembab.

Lakukan cara ini langkah demi langkah maka tanaman sirsak ini akan tumbuh dengan subur dan cepat berbuah.

Sumber :
http://daunsirsakobatkanker.com/cara-menumbuhkan-pohon-sirsak-sebagai-tanaman-budidaya.html

Sunday, September 22, 2013

Cara Menanam Buah Sirsak

Buah Sirsak sering juga dinamakan orang Nangka Belanda, Nangka Sabrang dan buah Mandalika. Mungkin karena Sirsak rnemang bukan buah asli Indonesia. Tanaman Sirsak berasal dari Hindia Barat. Buah Sirsak yang telah masak dimakan dalam keadaan segar setelah dikupas terlebih dahulu. Selain dari itu juga banyak digunakan untuk membuat sari buah, dodol dan untuk campuran es sirup. Bentuk buah Sirsak tidak beraturan. Ada yang bulat, ada pula yang lonjong bahkan ada yang bengkok bentuknya.

Dengan kata lain, bentuk buah Sirsak dari berbentuk ginjal sampai berbentuk seperti telur saja.Kulit buahnya dilengkapi oleh duri-duri lunak yang hijau warnanya. Sewaktu masih muda buahnya berwarna hijau, setelah masak warnanya menjadi hijau kehitam-hitaman. Daging buahnya berwarna putih dan mengandung banyak serat. Biji Sirsak berwarna hitam. Bentuknya agak lonjong dan pipih. Dalam Setiap buah terdapat biji yang cukup banyak.

Pohon Sirsak mempunyai percabangan batang yang rendah. Tinggi pohonnya antara 3 sampai 8 meter. Daunnya memanjang dengan bentuk lanset atau bulat telur terbalik. Bunganya berdiri sendiri berhadapan dengan daun. Bentuk bunga seperti kerucut. Warnanya kuning muda. Dasar bunga cekung, benang sarinya cukup banyak, begitu pula bakal buahnya. Menanam tanaman Sirsak dengan mempergunakan bijinya. Dapat juga dengan cara tempelan atau okulasi. Musim berbuah adalah pada bulan Januari dan Februari setiap tahunnya. Satu bulan sebelum penanaman lubangnya sudah harus dipersiapkan. Persiapan dilakukan dengan jarak 6 meter.

Cara menanamnya sama saja dengan cara, menanam tanaman buah-buahan lainnya. Demikian pula pemeliharaan selanjutnya, Pohon Sirsak baru dapat dipetik buahnya setelah berumur 3 tahun lebih.

Sirsak membutuhkan masa pertumbuhan untuk membentuk dedaunan tajuk pohon selama lebih kurang 2 tahun. Masa peralihan dari masa pertumbuhan ke masa berbuah memerlukan jangka waktu kira-kira 1 tahun.

Buah yang terbentuk sebelum pohon berumur 3 tahun, biasanya rontok, apalagi kalau mengalami kekurangan air pada waktu musim kemarau. Kemungkinan buahnya rontok ini dapat dicegah. Caranya dengan mengairi tanah di sekitar, Pohon Sirsak sampai cukup lembab.

Tetapi rontoknya bunga dan buah dapat juga disebabkan oleh hal yang lain. Umpamanya perimbangan antara Pemakaian zat Pati untuk Pertumbuhan, Daun-daunnya dan penimbunan zat pati dalam bakal buah pada masa peralihan itu belum seimbang.

Buah yang sudah terbentuk, sering tidak jadi, tumbuh lanjut karena tidak menerima penyaluran bahan makanan yang akan ditimbunnya dengan wajar, Buah yang tidak dapat tumbuh dengan wajar itu, rontok dengan sendirinya. Untuk mengatasi hal Yang demikian itu, pohon Sirsak itu harus diberi pupuk sebagai Penambah bahan makanan pada masa Peralihan itu. Sehingga dapat pula dengan segera memasuki masa berbunga dan berbuah. Lebih baik lagr kalau pemupukan itu dilakukan sebelum ada bunga atau buah yang rontok. Pemberian pupuk dilakukan secara teratur sekali setahun. Dipakai pupuk kandang secukupnya.

Sumber :
http://tips-agromania.blogspot.com/

Thursday, July 18, 2013

Sejarah dan Karakter Tanaman Buah Sirsak

Sirsak (Annona Muriata) merupakan tanaman yang berasal dari Karibia, Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Tanaman ini ditanam secara komersial untuk diambil daging buahnya.

Tumbuhan ini dapat tumbuh disembarang tempat, paling banyak ditanam di daerah yang cukup berair. Nama sirsak sendiei berasal dari bahasa Belanda Zuurzak yang berarti kantung yang asam. Tinggi pohon sirsak bisa mencapai 9 meter.

Karakter Tanaman Sirsak
Tanaman sirsak mempunyai bentuk perdu atau pohon kecil, tingginya 3-10 meter, tajuknya cocok dengan model arsitektur Troll, bercabang hampir mulai dari pangkalnya. Daun berbentuk lonjong-bundar telur, berukuran (8-16) sentimeter x (3-7) sentimeter, ujungnya lancip pendek; tangkai daun panjangnya 3-7 milimeter.

Bunga-bunganya teratur, 1-2 kuntum berada pada perbungaan yang pendek, berwarna kuning kehijauan; gagang bunga panjangnya sampai 2,5 sentimeter daun kelopaknya 3 helai, berbentuk segi tiga, tidak rontok, panjangnya sekitar 4 mm. Sedangkan daun mahkota ada 6 helai dalam 2 baris, 3 lembar daun mahkota terluar berbentuk bundar telur melebar, berukuran (3-5) sentimeter x (2-4) sentimeter; 3 lembar daun mahkota yang lain dalam ukuran (2-4) sentimeter x (1,5-3,5) sentimeter, pangkalnya bertaji pendek; benang sarinya banyak, tersusun atas barisan-barisan, menempel di torus yang terangkat, panjangnya 4-5 milimeter, tangkai sarinya berbulu lebat; bakal buahnya banyak, berbulu lebat sekali, kemudian gundul.

Batang akar buah sirsak berupa akar tunggang. Batang mempunyai batang berkayu dan dapat hidup menahun. Bunga tunggal dalam berkas 1-2 berhadapan / disamping daun mahkota daun mahkota segitiga. Buah berbentuk majemuk agregat bertekstur empuk daging buahnya berwarna putih berbiji banyak dan mempunyai duri yang pendek mempunyai cita rasa yang manis. Biji dalam satu buah agregat berjumlah banyak berwarna hitam mengkilat.

Sumber :
http://buahsuper.blogspot.com/2011/11/sejarah-dan-karakter-tanaman-sirsak.html

Tuesday, July 16, 2013

Tips Menanam Pohon Buah Sirsak

Buah sirsak kerap juga diberi nama orang nangka belanda, nangka sabrang atau buah mandalika. Hal ini dikarenakan buah sirsak memang bukan hanya buah asli Indonesia. Tanaman sirsak datang dari Hindia barat. Buah sirsak yang sudah masak dimakan di dalam situasi fresh sesudah dikupas terlebih dulu. Tak hanya dari itu, juga banyak dipakai untuk bikin sari buah, dodol serta untuk campuran es sirup. Wujud buah sirsak tidak teratur. Ada yang bulat, ada juga yang lonjong apalagi ada yang bengkok.

Dengan kata lain, wujud buah sirsak dari berupa ginjal hingga berupa layaknya telur saja. Kulit buahnya dilengkapi oleh duri-duri lunak yang hijau warnanya. Pada saat masih muda, buahnya berwarna hijau, sesudah masak warnanya jadi hijau kehitam-hitaman. Daging buahnya berwarna putih serta memiliki kandungan banyak serat. Biji sirsak berwarna hitam, memiliki bentuk agak lonjong serta pipih. Di dalam tiap-tiap buah ada biji yang cukup banyak.

Pohon sirsak memiliki percabangan batang yang rendah. Tinggi pohonnya pada 3 hingga 8 mtr. Daunnya memanjang dengan wujud lanset atau bulat telur terbalik. Bunganya berdiri dengan sendiri berhadapan dengan daun. Wujud bunga layaknya kerucut. Warnanya kuning muda. Basic bunga cekung, benang sarinya cukup banyak, demikian juga akan buahnya.

Menanam tanaman sirsak mempergunakan bijinya. Bisa juga lewat cara tempelan atau okulasi. Musim berbuah tanaman buah sirsak yaitu pada bulan januari serta februari tiap-tiap tahunnya. Sebulan sebelum saat penanaman, lubang tempat penanaman harus sudah disiapkan. Persiapan dikerjakan dengan jarak 6 mtr. Cara menanam buah sirsak sama juga lewat cara menanam tanaman buah-buahan yang lain. Demikianlah juga cara pemeliharaan pohon setelah itu.

Budidaya pohon sirsak baru bisa dipetik buahnya sesudah berusia 3 tahun atau lebih. Sirsak memerlukan periode perkembangan untuk membentuk dedaunan. Tajuk pohon akan terbentuk sepanjang kurang lebih 2 tahun. Periode peralihan dari periode perkembangan ke periode berbuah membutuhkan periode waktu kurang lebih 1 tahun. Buah yang terbentuk sebelum saat pohon berusia 3 tahun, umumnya rontok, terlebih bila mengalami kekurangan air pada saat musim kemarau. Kemungkinan buahnya rontok ini bisa dicegah dengan cara mengairi tanah hingga lebih kurang pohon sirsak cukup lembab.

Namun rontoknya bunga serta buah bisa juga dikarenakan oleh perihal yang lain. Misalnya perimbangan pada penggunaan zat pati untuk perkembangan, daun-daunnya serta penimbunan zat pati di dalam akan buah pada saat peralihan itu belum seimbang. Buah yang telah terbentuk, kerap tidak lantas, tumbuh lanjut dikarenakan tidak terima penyaluran bahan makanan yang dapat ditimbunnya dengan lumrah. Buah yang tidak bisa tumbuh dengan lumrah itu, rontok dengan sendirinya. Untuk menangani perihal yang demikian itu, pohon Sirsak mesti diberi pupuk sebagai penambah bahan makanan pada saat peralihan itu. Pemupukan terus diberikan hingga memasuki periode berbunga serta berbuah. Tambah baik lagi bila pemupukan itu dikerjakan sebelum saat ada bunga atau buah yang rontok. Pemberian pupuk dikerjakan dengan teratur sekali 1 tahun, gunakan pupuk kandang secukupnya.

Sumber :
http://ragambudidaya.blogspot.com/2013/01/tips-menanam-pohon-sirsak.html