Showing posts with label kambing kacang. Show all posts
Showing posts with label kambing kacang. Show all posts

Monday, November 4, 2013

Menjadi Jutawan Dari Usaha Pembibitan Kambing

Dewasa ini banyak orang merasa bingung, mau bisnis apa, mau usaha apa, mau kerja apa, mau melamar dimana, dll. Untuk kalangan muda, sebenarnya sangat miris, kemarin menteri tenaga kerja menyatakan ada sekian ribu sarjana menganggur dan menunggu pekerjaan, di saat bersamaan kaum buruh sedang menuntut kenaikan UMP dan tentu saja kalau dead lock dengan pihak pengusaha, maka ancaman pemutusan hubungan kerja sudah menunggunya.

Para calon pensiunan juga bingung mau berbisnis apa, padahal nilai jumlah uang pensiunan yang akan diterima nilainya banyak, namun karena selama masa kerja jarang berbisnis maka saat memasuki masa persiapan pensiun, banyak yang galau, bingung mau bisnis apa. Banyak rencana yang akan dilakukan, mulai bisnis A sampai bisnis Z, namun rasa takut gagal, belum berpengalaman, tidak punya relasi bisnis dll selalu menghantui sehingga membuat ragu-ragu memulai usaha.

Adalagi kasus dimana beberapa orang ingin mengembangkan jenis usaha yang akan ditekuni, masih pikir-pikir dan bingung menentukannya, pilah memilah kelebihan dan kekurangan dari bisnis yang dilirik, seru sekali pastinya.

Sebenarnya banyak solusinya, dengan catatan asal mau, suka dan niat menjalankannya, hal yang paling mudah dan tidsak mengandung resiko nilai ekonomis yang besar adalah memulai bisnis kecil kecilan, salah satunya beternak kambing pembibitan.


Bagaimana maksudnya ? maksudnya adalah menjalankan atau memulai peternakan kambing kecil-kecilan yang mengkhususkan diri kepada urusan pembibitan atau memperbanyak populasi kambing yang dipeliharanya, sederhananya kambing yang dipelihara 80% betina dan nanti akan beranak pinak.
Berikut ini sedikit gambaran sederhana,  misalnya Anda memiliki dana 10 juta, anda belikan 6 ekor kambing betina produktif, dan 1 pejantan yang berpostur tinggi besar, sisanya untuk bikin kandang sederhana dan biaya selama beberapa bulan ke depan, dalam tempo setahun 6 indukan itu sudah melahirkan sekitar antara 6-12 ekor kambing, nah 1 tahun kedepan, Anda sudah memiliki sekitar 13-18 ekor kambing, silahkan disortir, nanti dari anak kambing tersebut pilih anak kambing pejantan untuk digemukkan dan dijual, jadi anak kambing yang dijual akan menghidupi para kambing betina di kandang Anda. Pada akhirnya nanti Anda akan mulai stabil menjual beberapa ekor kambing tiap bulannya, beberapa ekor kambing hasil penjualan untuk biaya operasional, sisanya tentu saja menjadi nett profit Anda. Simple sekali kan…

Pilihan Antara Penggemukan atau Pembibitan Kambing

Jika dibandingkan dengan penggemukan, usaha pembibitan kambing ini boleh dikatakan relatif lebih santai. Dalam penggemukan kambing, anda bekerja untuk mencapai target bobot maksimal agar mendapatkan keuntungan yang maksimal. Anda berinteraksi dengan banyak faktor antara lain: bibit unggul, pakan berkwalitas, air yang cukup, tenaga pengurus yang dingin, kandang yang ideal, timing pemberian pakan dan vitamin yang tepat, obat-obatan sesuai dosis dan analisis yang semuanya berujung pada penambahan bobot dan bobot lagi.

Sarana dan prasarana yang diperlukan dalam usaha pembibitan kambing :

Lokasi Kandang
Lokasi usaha pembibitan Kambing dan domba harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
     Letak kandang memenuhi persyaratan sebagai berikut:
•    mudah diakses terhadap transportasi;
•    tempat kering dan tidak tergenang saat hujan;
•    dekat sumber air;
•    cukup sinar matahari, kandang tunggal menghadap timur, kandang ganda membujur utara-selatan;
•    tidak mengganggu lingkungan hidup;
•    memenuhi persyaratan higiene dan sanitasi.

Sumber Air
Usaha pembibitan Kambing dan domba hendaknya memiliki sumber air yang memenuhi kriteria sebagai berikut:
•    Air yang digunakan tersedia sepanjang tahun dalam jumlah yang mencukupi
•    Sumber air mudah dicapai atau mudah disediakan
•    Penggunaan sumber air tanah tidak mengganggu ketersediaan air bagi masyarakat.

Bangunan dan Peralatan
Untuk pembibitan Kambing dan domba sistem semi intensif dan intensif diperlukan bangunan, peralatan, persyaratan teknis dan letak kandang yang memenuhi persyaratan sebagai berikut:

Bangunan:
•    kandang pejantan;
•    kandang induk;
•    kandang pembesaran;
•    kandang isolasi ternak yang sakit;
•    gudang pakan dan peralatan;
•    unit penampungan dan pengolahan limbah.

Peralatan:
•    tempat pakan dan tempat minum;
•    alat pemotong dan pengangkut rumput;
•    alat pembersih kandang dan pembuatan kompos;
•    peralatan kesehatan hewan;

Persyaratan teknis kandang:
•    konstruksi harus kuat;
•    terbuat dari bahan yang ekonomis dan mudah diperoleh;
•    sirkulasi udara dan sinar matahari cukup;
•    drainase dan saluran pembuangan limbah baik, serta mudah dibersihkan;
•    lantai rata, tidak licin, tidak kasar, mudah kering dan tahan injak;
•    luas kandang memenuhi persyaratan daya tampung;
•    kandang isolasi dibuat terpisah.

Pemilihan  Indukan Kambing
Persyaratan umum:
  1.  Kambing dan domba harus sehat dan bebas dari segala cacat
  2.  Fisik seperti cacat mata (kebutaan), tanduk patah, pincang, lumpuh, kaki dan kuku abnormal, serta tidak terdapat kelainan tulang punggung atau cacat tubuh lainnya
  3. Semua Kambing dan domba betina harus bebas dari cacat alat reproduksi, abnormal ambing serta tidak menunjukkan gejala kemandulan
  4. Kambing dan domba jantan harus siap sebagai pejantan serta tidak menderita cacat pada alat kelaminnya.

Persyaratan khusus:
Persyaratan khusus yang harus dipenuhi untuk masing-masing rumpun ternak adalah sebagai berikut:

Kambing Peranakan Etawa
Kualitatif :
  •  warna bulu belang hitam, putih, merah,coklat dan kadang kadang putih
  •  tanduk kecil,
  •  muka cembung daun telinga panjang dan terkulai kebawah, bergelambir yang cukup besar
  •  daerah belakang paha, ekor dan dagu berbulu panjang
kualitatif :
  •  Bentina umur 8 -12 bulan
  •  tinggi badan minimal 55 cm, berat badan minimal 15 Kg
  •  jantan umur 12 -18 bulan
  •  tinggi badan minimal 65 cm, berat badan minimal 20 kg

Kambing Kacang
kualitatif :
•    Warna bulu bervariasi dari putih campur hitam, coklat atau hitam sama sekali
•    Tanduk mengarah ke belakang dan membengkok keluar
•    Hidung lurus, leher pendek, telinga pendek  berdiri tegak    ke depan,
•    kepala kecil dan ringan
kuantitatif :
•    Betina umur 8-12 bulan Tinggi badan minimal 46 cm Berat badan minimal 12 kg
•    Jantan umur 12-18 bulan Tinggi  badan minimal 50 cm Berat badan minimal 15 kg

Kambing Saaenen Lokal
kualitatif :
•    Warna belang belang hitam  putih, atau merah  atau cokelat putih
•    tidak bertanduk atau bertanduk kecil
•    kepala ringan, leher panjang dan halus, dahi lebar, telinga pendek mengarah ke samping
•    kuku lurus dan kuat
•    tubuh panjang, dada lebar dan dalam
•    ambing dan puting susu besar dan lunak
kuantitatif :
•    Betina umur 8-12 bulan Berat badan minimal 40 kg
•    Jantan umur 12-18 bulan  Berat badan minimal 40 kg

Domba Garut
kualitatif :
•    Warna hitam,  putih atau putih dan hitam
•    betina tidak bertanduk
•    jantan bertanduk melingkar besar dan berukuran besar, pangkal tanduk kanan dan kiri hampir bersatu
•    tubuh lebar, besar dan kekar, kaki kokoh, daun telinga sedang terletak di belakang tanduk
•    telinga rumpun seperti daun, hiris, bulu halus dan panjang
kuantitatif :
•    Betina umur 8-12 bulan Tingi badan minimal 62  cm Berat badan minimal 30 kg
•    Jantan umur 12-18 bulan  Tingi badan minimal 65  cm Berat badan minimal 60 kg

Domba Ekor gemuk
kualitatif :
•    Warna Bulu putih dan, kasar tidak bertanduk
•    ekor besar, lebar dan panjang
kuantitatif :
•    Betina umur 8-12 bulan Tingi badan minimal 52  cm Berat badan minimal 25 kg
•    Jantan umur 12-18 bulan  Tingi badan minimal 60  cm Berat badan minimal 60 kg

Domba Lokal
kualitatif :
•    Warna Bulu bermacam macam
•    betina tidak bertanduk, jantan bertanduk kecil tidak melingkar
•    bentuk badan kecil
kuantitatif :
•    Betina umur 8-12 bulan Tingi badan minimal 40  cm Berat badan minimal 10 kg
•    Jantan umur 12-18 bulan  Tingi badan minimal 45 cm Berat badan minimal 15 kg

Pakan Kambing

Setiap usaha pembibitan Kambing dan domba harus menyediakan pakan yang cukup bagi ternaknya, baik yang berasal dari pakan hijauan, pakan fermentasi maupun pakan konsentrat.

Pakan hijauan dapat berasal dari rumput, leguminosa, sisa hasil pertanian dan dedaunan yang mempunyai kadar serat yang relatif tinggi dan kadar energi rendah. Kualitas pakan hijauan tergantung umur pemotongan, palatabilitas dan ada tidaknya zat toksik (beracun) dan anti nutrisi.

Pakan fermentasi, berupa bahan pakan yang sudah melalui proses fermentasi, seperti halnya fermentasi jerami.

Pakan konsentrat yaitu pakan dengan kadar serat rendah dan kadar energi tinggi, tidak terkontaminasi mikroba, penyakit, stimulan pertumbuhan, hormon, bahan kimia, obat-obatan, mycotoxin melebihi tingkat yang dapat diterima oleh negara pengimpor.

Air minum disediakan tidak terbatas (ad libitum).

Obat hewan

Obat hewan yang digunakan meliputi sediaan biologik, farmasetik, premik dan obat alami.
Obat hewan yang dipergunakan seperti bahan kimia dan bahan biologik harus memiliki nomor pendaftaran. Untuk sediaan obat alami tidak dipersyaratkan memiliki nomor pendaftaran.
Penggunaan obat keras harus di bawah pengawasan dokter hewan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di bidang obat hewan.

Tenaga Kerja

Tenaga yang dipekerjakan pada pembibitan ternak Kambing dan domba harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
  1.  Sehat jasmani dan rohani
  2.  Tidak memiliki luka terbuka
  3.  Jumlah tenaga kerja sesuai kebutuhan, yaitu setiap 1 (satu) orang/hari kerja, untuk 5-10 (lima) satuan ternak (ST)
  4.  Telah mendapat pelatihan teknis pembibitan Kambing  dan  domba, kesehatan hewan dan keselamatan kerja

PROSES PRODUKSI BIBIT

Pemeliharaan
Dalam pembibitan Kambing dan domba, pemeliharaan ternak dapat dilakukan dengan sistem semi intensif dan sistem intensif.
  1.  Sistem semi intensif yaitu pembibitan Kambing dan domba yang menggabungkan antara sistem pastura dan sistem intensif. Pada sistem ini dapat dilakukan pembibitan Kambing dan domba dengan cara pemeliharaan di padang penggembalaan dan dikandangkan.
  2.  Sistem intensif yaitu pembibitan Kambing dan domba dengan pemeliharaan di kandang. Pada sistem ini kebutuhan pakan disediakan penuh.

Produksi
Berdasarkan tujuan produksinya, pembibitan Kambing dan domba dikelompokkan ke dalam pembibitan Kambing dan domba rumpun murni dan pembibitan Kambing dan domba persilangan.

  • Pembibitan Kambing dan domba rumpun murni, yaitu perkembangbiakan ternaknya dilakukan dengan cara mengawinkan Kambing dan domba yang sama rumpunnya.
  • Pembibitan Kambing dan domba persilangan, yaitu perkembangbiakan ternaknya dilakukan dengan cara perkawinan antar ternak dari satu spesies tetapi berlainan rumpun.

Seleksi Bibit

Seleksi bibit Kambing dan domba dilakukan berdasarkan penampilan (performance) anak dan individu calon bibit Kambing dan domba tersebut, dengan mempergunakan kriteria seleksi sebagai berikut:

Kambing dan Domba induk
•    induk harus dapat menghasilkan anak secara teratur 3 (tiga) kali dalam 2 tahun
•    frekuensi beranak kembar relatif tinggi
•    total produksi anak sapihan diatas rata-rata.

Calon pejantan
•    bobot sapih terkoreksi terhadap umur 90 (sembilan puluh) hari umur induk dan tipe kelahiran dan disapih
•    bobot badan umur 6, 9, dan 12 bulan diatas rata-rata
•    pertambahan bobot badan pra dan pasca sapih baik
•    libido dan kualitas spermanya baik
•    penampilan fenotipe sesuai dengan rumpunnya

Calon induk
•    bobot sapih terkoreksi terhadap umur 90 (sembilan puluh) hari tipe kelahiran dan disapih
•    bobot badan umur 6 dan 9 bulan di atas rata-rata
•    pertambahan berat badan pra dan pasca sapih baik
•    penampilan fenotipe sesuai dengan rumpunnya

Perkawinan
Dalam upaya memperoleh bibit yang berkualitas, perkawinan Kambing dan domba dilaksanakan sebagai berikut:
  1. Teknik kawin alam dengan rasio jantan dan betina 1:5-10.
  2. Teknik Inseminasi Buatan (IB) menggunakan semen beku atau semen cair dari pejantan yang sudah teruji kualitasnya dan dinyatakan bebas dari penyakit hewan menular yang dapat ditularkan melalui semen.
  3. Dalam pelaksanaan kawin alam maupun IB harus dilakukan pengaturan penggunaan pejantan atau semen beku/semen cair untuk menghindari terjadinya kawin sedarah (inbreeding).
Ternak Pengganti (Replacement Stock ) Pengadaan ternak pengganti (replacement stock), dilakukan sebagai berikut:
  • Calon bibit betina dipilih 25% terbaik untuk replacement, 25% untuk pengembangan populasi kawasan, 40% dijual ke luar kawasan sebagai bibit dan 10% dijual sebagai ternak afkir
  • Calon bibit jantan dipilih 10% terbaik pada umur sapih dan bersama calon bibit betina 25% terbaik untuk dimasukkan pada uji performan.



Afkir (Culling)
Pengeluaran ternak yang sudah dinyatakan tidak memenuhi persyaratan bibit (afkir/culling), dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut:
  1.  Untuk bibit rumpun murni, 50% Kambing dan domba bibit jantan peringkat terendah saat seleksi pertama (umur sapih terkoreksi) dikeluarkan dengan dikastrasi dan 40%nya dijual ke luar kawasan
  2.  Kambing dan domba betina yang tidak memenuhi persyaratan sebagai bibit (10%) dikeluarkan sebagai ternak afkir
  3.  Kambing dan domba induk yang tidak produktif segera dikeluarkan.

Pencatatan (Recording)
Setiap usaha pembibitan Kambing  dan  domba hendaknya melakukan pencatatan (recording), meliputi:
•    Rumpun;
•    Silsilah;
•    Perkawinan (tanggal, pejantan, IB/kawin alam)
•    Kelahiran (tanggal, bobot lahir)
•    Penyapihan (tanggal, bobot badan)
•    Beranak kembali (tanggal, paritas)
•    Pakan (jenis, konsumsi)
•    Vaksinasi, pengobatan (tanggal, perlakuan/treatment)
•    Mutasi (pemasukan dan pengeluaran ternak)
•    Score wool penutup tubuh (khusus untuk domba)

Persilangan

Persilangan yaitu salah satu cara perkawinan, perkembangbiakan ternaknya dilakukan dengan cara perkawinan antara hewan-hewan dari satu spesies yang berlainan rumpun. Untuk mencegah penurunan produktivitas akibat persilangan, harus dilakukan menurut ketetuan sebagai berikut:
  1.  Kambing dan domba yang akan disilangkan harus berukuran di atas standar atau setelah beranak pertama
  2.  Komposisi darah Kambing dan domba persilangan sebaiknya dijaga komposisi darah Kambing dan domba temperatenya tidak lebih dari 50%
  3.  Prinsip-prinsip seleksi dan culling sama dengan pada rumpun murni

Sertifikasi
Sertifikasi dilakukan oleh lembaga sertifikasi yang telah diakreditasi. Dalam hal belum ada lembaga sertifikasi yang terakreditasi, sertifikasi dapat dilakukan oleh lembaga yang ditunjuk oleh   pejabat yang berwenang. Sertifikasi bertujuan untuk meningkatkan nilai ternak.

Sertifikat bibit Kambing dan domba terdiri dari:
Sertifikat pejantan dan betina unggul untuk Kambing dan domba hasil uji performan
Sertifikat induk elite untuk Kambing dan domba induk yang telah terseleksi dan memenuhi standar.

Kesehatan Hewan
Untuk memperoleh hasil yang baik dalam pembibitan Kambing dan domba harus memperhatikan persyaratan kesehatan hewan yang meliputi:

Situasi penyakit
Pembibitan Kambing dan domba harus terletak di daerah yang tidak terdapat gejala klinis atau bukti lain tentang penyakit radang limpa (Ánthrax), kluron menular (Brucellosis) dan kudis (scabies).

Pencegahan/Vaksinasi
  1.  pembibitan Kambing dan domba harus melakukan vaksinasi dan pengujian/tes laboratorium terhadap penyakit hewan menular tertentu yang ditetapkan oleh instansi yang berwenang
  2.  mencatat setiap pelaksanaan vaksinasi dan jenis vaksin yang dipakai dalam kartu kesehatan ternak
  3.  melaporkan kepada Kepala Dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan setempat terhadap kemungkinan timbulnya kasus penyakit, terutama yang diduga/dianggap sebagai penyakit hewan menular
  4.  penggunaan obat hewan harus sesuai dengan ketentuan dan diperhitungkan secara ekonomis
  5.  pemotongan kuku dilakukan minimal 3 (tiga) bulan sekali

Dalam rangka  pengamanan kesehatan setiap pembibitan Kambing dan    domba harus memperhatikan hal-hal tindak biosecurity sebagai berikut:
  1. Lokasi usaha tidak mudah dimasuki binatang liar serta bebas dari hewan piaraan lainnya yang dapat menularkan penyakit
  2.  Melakukan desinfeksi kandang dan peralatan dengan menyemprotkan insektisida pembasmi serangga, lalat dan hama lainnya
  3.  Untuk mencegah terjadinya penularan penyakit dari satu kelompok ternak ke kelompok ternak lainnya, pekerja yang melayani ternak yang sakit tidak diperkenankan melayani ternak yang sehat
  4.  Menjaga agar tidak setiap orang dapat bebas keluar masuk kandang ternak yang memungkinkan terjadinya penularan penyakit
  5.  Membakar atau mengubur bangkai kambing yang mati karena penyakit menular
  6.  Menyediakan fasilitas desinfeksi untuk staf/karyawan dan kendaraan tamu dipintu masuk 
  7.  Segera mengeluarkan ternak yang mati dari kandang untuk dikubur atau dimusnahkan oleh petugas yang berwenang
  8.  Mengeluarkan ternak yang sakit dari kandang untuk segera diobati atau dipotong oleh petugas yang berwenang.

PELESTARIAN LINGKUNGAN
Setiap usaha pembibitan Kambing dan domba hendaknya selalu memperhatikan aspek pelestarian lingkungan, antara lain dengan melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

Melakukan upaya pencegahan pencemaran lingkungan, sebagai berikut:
  1.  mencegah terjadinya erosi dan membantu pelaksanaan penghijauan di areal peternakan
  2.  mencegah terjadinya polusi dan gangguan lain seperti bau busuk, serangga, pencemaran air sungai dan lain-lain
  3.  membuat dan mengoperasionalkan unit pengolah limbah peternakan (padat, cair, gas) sesuai kapasitas produksi limbah yang dihasilkan. Pada peternakan rakyat dapat dilakukan secara kolektif oleh kelompok.

MONITORING, EVALUASI DAN PELAPORAN
Monitoring dan Evaluasi
Untuk mempertahankan kualitas bibit Kambing dan domba yang dihasilkan, perlu dilakukan monitoring dan evaluasi sebagai berikut:
  1.  Monitoring dan evaluasi kualitas bibit dilakukan secara berkala dengan sampling acak minimal sekali setahun.
  2.  Monitoring dan evaluasi dilakukan dengan pengumpulan data performan tubuh, performan produksi, performan reproduksi dan kesehatan bibit Kambing dan domba.
  3.  Monitoring dan evaluasi dilakukan oleh pejabat fungsional pengawas bibit ternak di dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan

Analisa Sederhana Usaha Pembibitan Kambing Skala Kecil

1.    Pengeluaran:               
                       
    a    Bibit               
          Pejantan                                         1 ekor     Rp        1,400,000      Rp 1,400,000    
          Betina                                            6 ekor     Rp        1,000,000      Rp 6,000,000    
                                                                                                                  Rp    7,400,000
                       
    b    Makanan tambahan                                                                        Rp    1,400,000
                       
    c    Obat-obatan                                                                                    Rp       700,000
    d    Jumlah:                                                                                           Rp    9,500,000
                       
2.    Pemasukan :               
    a    Perkembangan Anak           
        Pengembangan dari anak kambing bila tiap induk menghasilkan 2 ekor/ tahun
        Harga 1 ekor anak kambing @ Rp 700.000,-       
                                                                        12 X      Rp   700,000      Rp    8,400,000
                       
    b    Perkembangan nilai Bibit / induk dalam 1 tahun       
          Pejantan                                      1 ekor     Rp        1,800,000      Rp 1,800,000    
          Betina                                         6 ekor     Rp        1,200,000      Rp 7,200,000    
                                                                                                                Rp    9,000,000
                       
    c    Kotoran kambing tiap seminggu 1 karung harga Rp. 7.000,-   
                                                              52 minggu X Rp. 7.500,-         Rp       390,000
    d    Jumlah                                                                                         Rp  17,790,000
                              
3.    Penghasilan 1 tahun    (Jumlah II-I)                                               Rp    8,290,000

Dengan kesabaran, katlatenan, inovasi dan penuh semangat saya yakin semua orang bisa menjadi jutawan dari usaha pembibitan kambing. Dengan usaha pembibitan kambing ini, sebenarnya banyak penggangguran terpelajar atau calon pensiunan yang tidak perlu khawatir untuk menentukan bisnis apa yang harus dikerjakan.

Selamat memulai bisnis kecil, namun kalau diseriusi hasilnya bisa buat nyicil mobil :) 

             

Friday, August 16, 2013

Jenis Kambing Potong

Diperkirakan terdapat 300 bangsa kambing di seluruh dunia yang tersebar di daerah tropis maupun subtropics. Kambing-kambing tersebut dikelompokkan berdasarkan daerah penyebaran dengan disertai petunjuk produktivitas, karakteristik, dan potensinya. Biasanya bangsa kambing yang diternak untuk penghasil daging, kulit, dan bulu yang baik, hasil susunya sangat rendah.

Disebut kambing potong unggul bila memiliki cita rasa daging yang banyak disukai dan perkawinannya tak kenal musim sehingga produksi dagingnya dapat dikelola sepanjang tahun. Namun, yang lebih utama adalah sifatnya prolific (beranak kembar). Dengan jumlah anak per kelahiran yang selalu kembar, maka akan cepat menghasilkan populasi anak yang banyak. Jika pembesaran kambing potong disertai dengan manajemen pemeliharaan yang baik, produksi dagingnya pun akan lebih banyak
.
Berikut ini beberapa bangsa kambing yang potensial dikembangkan untuk ternak potong penghasil daging. Beberap di antaranya juga sebagai penghasil kulit dan bulu yang mahal harganya.

1. Kambing angora

Kambing angora asli berasal dari daerah Asia Tengah. Kambing ini merupakan persilangan antara Capra aegagrus dengan Capra fasconeri. Dipelihara terutama untuk produksi mohair yaitu bulu kambing yang halus selembut sutera dan daging. Meskipun merupakan penghasil bulu, kambing ini dapat pula dikembangkan menjadi ternak penghasil daging. Bobot kambing jantan dewasa sekitar 55 – 80 kg, sedangkan betina sekitar 35 – 45 kg. Kambing angora bisa hidup dengan baik di daerah tropic yang keadaannya kering.


2. Kambing achondroplastik

Ternak ini tergolong kambing kerdil berkaki pendek. Tingginya sekitar 50 cm, dan berat kambing dewasa sekitar 20 kg. penyebarannya terdapat di dekat jalur hutan  dan savana Afrika Barat dan Afrika Tengah. Kambing ini sangat baik diternakkan di daerah tropis yang berhawa lembap karena mudah sekali menyesuaikan diri dengan iklim setempat dan tahan terhadap trypanosomiasis.
Kambing kerdil ini merupakan kambing pedaging dengan mutu daging yang baik. Bila dipelihara dengan baik mudah sekali menghasilkan anak kembar dua atau tiga. Perkawinan hamper tak mengenal musim karena bisa terjadi sepanjang tahun. Namun, pertumbuhan tubuhnya lambat.



3. Kambing bari

Ternak ini tergolong kambing kecil. Banyak terdapat di daerah Sind (Pakistan). Kambing dewasa rata-rata beratnya 20 – 30 kg. Berat karkas 10 – 14 kg. Keunggulannya bersifat prolifik, yaitu setiap kelahiran biasanya beranak kembar 2 – 3 ekor. Meskipun kambing ini tergolong kecil, tetapi sangat cocok dikembangkan menjadi ternak kambing penghasil daging.

4. Kambing benggala hitam

Kambing benggala hitam tergolong kambing kecil. Kambing ini tersebar luas di Assam dan Bangladesh bagaian utara. Bobot dewasa kambing pejantan hanya sekitar 13 kg dan betina 9 kg. Kambing ini terkenal sebagai black bengal.
Kambing ini merupakan ternak penghasil daging dengan produksi susu yang sangat sedikit. Kambing ini menghasilkan dagingnya yang sangat enak, lezat, dan lunak. Potensinya sangat besar untuk dikembangkan sebagai kambing potong. Mutu kulitnya sangat bagus dan banyak digunakan bahan untuk membuat sepatu.

5. Kambing bligon

Kambing bligon atau gumbolo alias jawa randu merupakan keturunan kambing ettawa dengan kambing kacang. Namun, persentase darah kambing  kacang lebih tinggi, yaitu lebih dari 50%. Kambing ini memiliki moncong yang lancip, telinga tebal dan lebih panjang dari kepalanya, leher tidak bersurai, sosok tubuh terlihat tebal, dan bulu tubuhnya kasar.
Pemeliharaan kambing ini sangat mudah karena menyukai pakan jenis apa saja, termasuk rumput-rumputan lapangan. Selain itu, anak yang dilahirkan cepat besar sehingg sangat tepat kalau dipelihara untuk kambing potong. Jenis kambing ini banyak tersebar di pantai utara Jawa seperti Cirebon dan Semarang, juga banyak dipelihara di daerah Gunung kidul, Yogyakarta.


6. Kambing creolo

Kambing creolo merupakan ternak penghasil daging yang sangat popular di Amerika Latin dan Tengah. Memiliki kemampuan hidup di daerah yang sangat kering. Bulunya tipis, pendek, dan berwarna hitam atau cokelat, sering kali terdapat bercak-bercak putih. Tanduknya melengkung dan telinga pendek serata tegak. Kambing jantan memeliki janggut, sedangkan betina tidak memiliki janggut. Tinggi gumba jantan sekitar 75 cm dan betina sekitar 65 cm. Berat hidup kambing dewasa rata-rata 40-60 kg dengan tubuh yang gempal. Jumlah anak per kelahiran 1-2 ekor.

7. Kambing gaddi

Kambing ini disebut juga kambing dwiguna karena merupakan penghasil daging sekaligus bulu. Ia tergolong dalam kambing berambut panjang. Bisa menghasilkan 0,5-1 kg rambut kasar per ekor  dengan panjang 17-25 cm. Kambing gaddi dinamakan juga kambing himachal pradesh. Kambing ini banyak terdapat di daerah pegunungan India Utara dan Pakistan.

8. Kambing kacang

Kambing kacang merupakan kambing potong yang sangat prolifi, yaitu sering melahirkan anak kembar. Kelahiran kembar dua merupakan hal biasa. Bahkan, kadang-kadang melahirkan anak kembar tiga. Kambing ini dapat berkembang biak sepanjang tahaun sehingga sangat cocok dikembangkan untuk kambing potong.

a. Kambing kacang indonesia

Kambing kacang merupakan kambing local Indonesia yang tersebar luas terutama di Jawa. Kambing ini memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap pakan berkualitas rendah dan lingkungan ekstrem.

Kambing jantan dewasa memiliki tinggi sekitar 60-65 cm dengan bobot rata-rata 25 kg. untuk kambing betina dewasa memiliki tinggi sekitar 50-56 cm dengan bobot rata-rata sekitar 20 kg. Kambing betina pertama kali beranak pada umur 12 – 13 bulan. Namun, produksi susunya masih sedikit. Rata-rata bobot lahir kambing kacang sekitar 3,28 kg. Total bobot sapih (umur 90 hari) adalah 10,12 kg. Kemampuan hidup saat lahir adalah 100% dan kemampuan induk melahirkan anak kembar dua sekitar 52,2%, kembar tiga 2,6%, dan tunggal 44,9%.

Kambing kacang jantan muda mencapai dewasa kelamin mulai umur 20-23 minggu atau 135-173 hari. Kamibng betina mulai dewasa kelamin pada umur 153-454 hari atau rata-rata umur 307,72 hari. Angka pemotongan kambing kacang tergolong tinggi di Indonesia, terutama untuk produksi daging. Persentase karkasnya sekitar 44-51%..



b. Kambing kacang malaysia

Kambing kacang malaysia umumnya berwarana hitam, tetapi kadang-kadang terdapat beberapa bercak putih di tubuhnya. Tanduk berbentuk pedang melengkung ke atas dan belakang, baik pada kambing jantan maupun betina. Telinganya pendek dan tegak. Janggut terdapat pada yang jantan sangat jarang pada betina. Tinggi gumba jantan antara 60-65 cm dan betina sekitar 56 cm. bobot jantan dan betina dewasa rata-rata  25 kg dan 20 kg. Produksi susunya sedikit, sehingga lebih cocok dikembangkan menjadi ternak panghasil daging. Persentase karkasnya berkisar antara 44-51%.

c. Kambing kacang filipina

Kambing kacang filipina memiliki tinggi gumba rata-rata 50-60 cm dengan berat sekitar 30 kg. Tubuhnya berwarna hitam, cokelat, putih, atau campuran dair warna tersebut. Memiliki bulu kasar, berjanggut, dan bertanduk pedang. Beranak pertama kali pada umur 12-13 bulan dan biasanya melahirkan anak kembar dua.

d. Kambing kacang fiji

Kambing kacang fiji merupakan kambing kecil berbulu pendek. Bulunya berwarna kombinasi putih, hitam, cokelat, dan abu-abu. Jantan dan betina bertanduk, tetapi ada juga yang dungkul (tak bertanduk). Rata-rata tinggi gumba 58-66 cm. bobot jantan dan betina masing-masing  25 kg dan 20 kg. Interval beranak sekitar 262 hari. Kambing ini sering melahirkan anak kembar dua.

e. Kambing kacang marica

Kambing marica merupakan kambing kecil berbulu pendek yang terdapat di Sulawesi. Kambing ini memiliki penampilan yang mirip sekali dengan kambing kacang yang terdapat di Jawa. Namun, ukuran fisiknya lebih kecil dan tidak bertanduk.

9. Kambing Kashmir

Kambing ini tergolong ternak pegunungan. Sangat cocok hidup di daerah pegunungan Asia Tengah seperti Tibet, Mongolia Dalam, Kashmir, Iran, Turki, Kurdistan, Khirghizia, dan daerah sekeliling Rusia. Ia mampu hidup di daerah kering pada ketinggian 3.600-4.200 m dpl. Berat jantan dewasa sekitar 60 kg dan betina 40 kg untuk kambing asal Mongolia Dalam. Kambing ini merupakan keturunan langsung dari kambing liar Capra falconeri. Kambing gembrong yang terdapat di Bali diduga merupakan keturunan kambing Kashmir.

Kambing Kashmir yang berwarna putih dapat menghasilkan bulu 123 g/ekor/tahun. Kambing Kashmir hitam menghasilkan  bulu 175-200 g/ekor/tahun. Kambing putih bila dipelihara di tempat yang memiliki suhu tinggi atau rendah akan hidup merana. Namun, untuk kambing hitam lebih tahan dhidup di daerah ekstrem. Selain bulu, kambing ini juga menghasilkan daging dan kulit.

10. Kambing kerdil dan cina selatan

Kambing ini tergolong kambing kerdil daerah tropic lembap. Berat jantan dewasa sekitar 30 kg, sedangkan betina hanya 25 kg. Tergolong sebagai kambing pedaging karena hasil susunya sangat sedikit, yaitu hanya 0,5 kg per hari. Ternak ini sangat sering melahirkan anak kembar dua.

11. Kambing kecil afrika timur

Kambing kecil ini daerah Afrika Timur dan banyak dipelihara sebagai ternak penghasil daging dan kulit. Penampilannya mirip kambing kacang yang terdapat di Indonesia. Warna bulunya bermacam-macam, tetapi rata-rata berambut pendek. Tanduknya kecil. Berat kambing dewasa rata-rata 30 kg. Keunggulan kambing ini sangat prolific, yaitu sering melahirkan anak kembar.

12. Kambing maxoto

Kambing ini dikenal pula dengan sebutan kambing nungfing. Banyak diternak di Brazil bagian timur laut. Kambing ini diperkirakan berasal dari keturunan portugis charnequeiro varietas elentejo, yaitu kambing potong yang sangat populer di Portugis dan Spanyol. Kambing maxoto memiliki bulu berwarna cokelat mudah atau cokelat kelabu kuning dengna garis-garis hitam di punggung dan perut. Warna bulu muka dan kaki hitam. Hewan ini diternaka untuk diambil kulit dan dagingnya.

Berat kambing dewasa rata-rata 32 kg. Induk betina bisa melahirkan tiga kali dalam dua tahun dan hampir 90% selalu melahirkan kembar.

13. Kambing sahel

Kambing ini paling cocok dikembangkan di daerah padang pasir yang kering, seperti di Sudan dan Afrika Barat. Keunggulannya tahan panas dan lingkungan yang sangat kering seperti sabana di pinggiran Gurun Sahara. Kambing ini merupakan ternak penghasil daging dan kulit berkualitas tinggi disertai rambut yang pendek, tetapi halus.

14. Kambing salt range

Penyebaran kambing ini meliputi daerah barat laut Pakistan, Rawalpindi, dan Mianwali. Kambing ini unggul dalam menghasilkan daging dan bulu yang berambut panjang. Berat pejantan bisa mencapai 40 kg. Kambing salt range yang berumur satu tahun, berat karkasnya bisa mencapai 15-20 kg. hasil bulu per tahun mencapai 0,5-1 kg per ekor.

15. Kambing sirli

Jenis kambing ini banyak terdapat di daerah barat laut Pakistan. Penyebaran ternak terutama di daerah pegunungan berat kambing dewasa sektiar 35 kg. memiliki ukuran rambut panjang yang mencapai sekitar 25 cm.

16. Kambing somali

Kambing somali hampir semuanya berbulu putih halus. Kambing jenis ini tergolong sebagai penghasil daging dan kulit. Keunggulannya berkulit tipis, tetapi mutunya bagus. Berat kambing berkisar antara 20-30 kg. Kambing ini banyak terdapat di Somalia, Afrika Timur.

17. Kambing spanish

Kambing spanish atau La Mancha berasal dari Spanyol. Ternak ini memiliki ciri khas, yaitu telinganya sangat pendek atau hampir tidak berdaun telinga. Berat jantan dewasa sekitar 55-80 kg dan betina 35-40 kg. Warna bulu bermacam-macam dan berbulu pendek. Kambing ini sangat tangguh dan mampu beradaptasi terutama untuk produksi daging. Keunggulannya memiliki fisiologis reproduksi yang sangat khas, yaitu dapat berkembangbiak pada musim gugur hingga musim dingin dalam setahun. Hal ini memungkinkan kambing dapat beranak dan memproduksi daging sepanjang tahun di daerah subtropis

Friday, August 9, 2013

CARA MEMILIH CALON BIBIT TERNAK DOMBA DAN KAMBING YANG BAIK

CARA MEMILIH CALON BIBIT TERNAK DOMBA DAN KAMBING YANG BAIK


Tanda – tanda ternak domba dan kambing jantan yang baik untuk dijadikan bibit yaitu :

-     Memiliki tubuh besar (sesuai umurnya), sehat, relatif panjang dan tidak cacat.

-     Memiliki dada dalam yang lebar, karena akan berpotensi menampung daging

-     Memiliki kaki lurus dan kuat.

-     Memiliki tumit yang tinggi.

-     Memiliki penampilan yang gagah.

-     Memiliki nafsu kawinnya yang aktif dan besar.

-     Memiliki buah zakar yang normal (2 buah yang sama besar dan kenyal).

-     Memiliki alat kelamin kenyal dan dapat berereksi.

-     Memiliki bulu yang bersih dan mengkilat.

-     Sebaiknya berasal dari keturunan yang kembar.







Sumber : http://epetani.deptan.go.id


Monggo sekalian mampir ke website saya ya : www.AngkringanNasiKucing78.com