Showing posts with label Budidaya Buah Alpukat. Show all posts
Showing posts with label Budidaya Buah Alpukat. Show all posts

Thursday, October 3, 2013

Budidaya Alpukat dan Cara Menanam Buah Alpukat

Tanaman alpukat bisa tumbuh dengan baik di dataran rendah hingga dataran tinggi, dibawah ini ada poin-poin penting yang harus diperhatikan apabila kita ingin memulai budidaya alpukat atau menanam alpukat.

Faktor lklim
Faktor iklim untuk tanaman alpokat meliputi sinar matahari, suhu udara, angin, dan hujan.
Untuk tanaman alpokat, intensitas penyinaran matahari tampaknya tidak menjadi persoalan yang pelik. Karena tanaman alpokat bisa tumbuh di dataran rendah hingga dataran tinggi, maka tananam ini dapat mentolerir suhu udara yang agak panas maupun yang agak dingin.

Tanaman alpokat dapat tumbuh dengan baik di daerah yang curah hujannya sebagai berikut:
Tipe A : 12 bulan basah dan 0 bulan kering.
Tipe B : kurang dari 9 atau 12 bulan basah dan 1-2 atau 2-4 bulan kering.
Tipe C : 5-6 bulan basah dan 5-6 bulan kering.

Yang dimaksudkan dengan bulan basah ialah bila curah hujan dalam bulan yang bersangkutan lebih dari 100 mm, dan dikatakan bulan kering jika, curah hujannya kurang dari 100 mm.

Dengan curah hujan yang cukup, tanaman alpokat bisa hidup subur, meskipun air di tanah berada pada kedalaman 2 meter. Tetapi, dengan curah hujan yang rendah, tanaman alpokat hanya bisa hidup dengan baik bila air dalam tanah berada pada kedalaman 0,5-1 meter.

Faktor Tanah
Tanaman alpokat yang sedikit akar serabutnya, tidak akan mudah tumbuh dengan baik, - khususnya berkaitan perakarannya — dalam struktur tanah yang padat. la juga tidak akan mudah tumbuh dalam tanah yang airnya selalu menggenang.

Tanaman alpokat cocok dengan tanah remah, (cerul) dan tanah lempung pasir, meskipun tanahnya agak berat. Dalam tanah laterit dimana air hujan mudah dialirkan atau dibuang, tanaman alpokat masih bisa tumbuh dengan baik.

Tanaman alpokat tidak cocok untuk dibudida¬yakan dalam tanah yang berat dan air dalam tanahnya dangkal serta susah dibuang. Sebaliknya, tanah remah yang mengandung humus atau bahan organis merupakan tempat yang terbaik untuk tanaman alpokat.

Tanaman alpokat bisa dikembangbiakkan melalui biji maupun okulasi. Jika ditanam lewat biji, alpokat bisa berbuah dalam waktu 4-6 tahun. Jika kita sudah mempunyai pohon alpokat berkualitas baik, maka bibit dari biji bisa kita siapkan sendiri. Tetapi, jika tidak punya, kita bisa membeli dari toko pertanian atau lembaga pertanian yang terpercaya.

Biji yang akan kita tanam sebaiknya memenuhi persyaratan, antara lain:
Berasal dari buah yang benar-benar tua dan matang.
Berasal dari tanaman berkualitas baik, istimewa, bahkan unggul.

Penanaman Lewat Biji
Buatlah lubang tanam berukuran 30 x 30 x 30 cm, dan jarak antar lubangnya sekitar 10-15 meter. Isi lubang tanam dengan pupuk kandang atau pupuk kompos, lalu campur dengan tanah yang berkualitas baik. Berilah ajir (sebilah bambu yang ditancapkan ke tanah) sebagai tanda.

Sebelum ditanam, biji harus dibuang dulu kulit tipisnya (kulit ari). Masukkan biji dan hadapkan bagian biji yang runcing ke atas (jangan sampai terbalik!) dengan ukuran 5-71/2 cm di bawah permukaan tanah. Tutuplah lubang tanam dengan tanah, tetapi jangan terlalu dipadatkan.

Untuk menjaga agar tanah tidak menjadi padat (karena hujan) ataupun menjadi kering (karena terik matahari), maka permukaan lubang tanam sebaiknya ditutup dengan dedaunan yang agak lebar.

Penanaman Lewat Okulasi
Bila menginginkan tanaman alpokat yang sesuai dengan sifat induknya yang baik, unggul, dan istimewa, maka kita bisa memakai metode okulasi. Cara ini kita tempuh bila ingin membuka kebun alpokat yang agak luas.

Sebelum menanam alpokat di lahan yang cukup luas, kita harus mengerti sifat beberapa jenis alpokat. Ada alpokat yang dapat berbuah dengan persarian sendiri, tetapi ada jugs yang baru bisa berbuah setelah ada proses persarian silang.

Bahan yang diperlukan untuk melakukan okulasi:
Persemaian alpokat yang berumur antara 8-10 bulan sebagai pohon pokok. Dalam proses okulasi nanti kita letakkan di bawah.
Dahan-dahan alpokat berumur 1 tahun yang sehat dan tampak jelas mata tunasnya, dalam proses okulasi nanti kita letakkan di atas.

Untuk bagian ini pastikan tunas berasal dari jenis alpokat yang unggul, misalnya produktif berbuah, kualitas buahnya bagus, tahan terhadap hama serta penyakit, dan sebagainya.
Pastikan dua bibit yang akan kita okulasikan berasal dari induk alpokat yang baik, unggul, dan istimewa sehingga gabungan sifat dari keduanya bisa menghasilkan pohon "baru" yang semakin baik, sernakin unggul, dan semakin istimewa.
Untuk memeroleh bahan pokok batang bawah, kita memerlukan alpokat yang disemaikan lewat biji. Keunggulan pohon yang disemaikan lewat biji, antara lain:
Perakarannya lebih kuat.
Umurnya lebih panjang.

Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam persemaian tahap pertama:
Menyemaikan biji hingga berumur 2-3 bulan.
Jarak antar persemaian rata-rata 15 cm.
Bagian biji yang runcing dihadapkan ke atas.
Menanam biji kira-kira 5 cm di bawah permukaan tanah dan menutupnya dengan tanah yang baik untuk menghindarkan pengeringan pucuk biji.
Membuat atap peneduh untuk tiap bedengan/ petakan.

Langkah-langkah melakukan okulasi:
Sayat kulit pohon pokok 10 cm di atas tanah. Lebar sayatan kira-kira 8 mm.
Lepaskan kulit dari kayunya, lalu tarik ke bawah sehingga membentuk lidah.

Potong kulit hingga tinggal kira-kira 4 cm.
Sayat sebuah mata tunas dengan sedikit kayu¬nya dari cabang mata.
Lepaskan kayunya perlahan-lahan tanpa merusak mata.
Masukkan kulit yang bermata di antara kayu dengan kulit lidah dan tutupkan kembali. Usahakan jangan sampai mata tertutup.
Balut dengan pita plastik erat-erat.

Cara-cara membentuk bibit pohon alpokat yang sedang diokulasi:
Potong batang okulasi hingga tinggal 70 cm.
Saat mau memotong, tunggu dulu hingga pucukt, sedang berhenti pertumbuhannya.
Pelihara tiga cabang untuk pembentukan "frame dasar".

PEMUPUKAN
Menu pupuk buatan untuk tanaman alpokat berumur 5 tahun adalah sebagi berikut:
Pupuk ZA sebanyak 56 — 280 kg per hektar.
Pupuk DS sebanyak 60 — 280 kg per hektar.
Pupuk ZK sebanyak 22 — 112 kg per hektar.

Adapun, menu pupuk untuk tanaman alpokat berumur lebih dari 5 tahun adalah sebagai berikut:
Pupuk ZA sebanyak 450 — 900 kg per hektar.
Pupuk DS sebanyak 200 — 400 kg per hektar.
Pupuk ZK sebanyak 225 — 335 kg per hektar.

Sumber :
http://bestbudidayatanaman.blogspot.com/2013/08/Budidaya-Alpokat-dan-Cara-Menanam-Alpokat.html

Sunday, June 30, 2013

3 Tips Mudah Menanam Biji Alpukat

Menanam alpukat bisa dilakukan melalui bijinya. Pohon alpukat memiliki genus Persea dan famili Lauraceae. Dalam artikel ini akan diulas mengenai cara menumbuhkan alpukat dari bijinya.

Cara Menumbuhkan Alpukat dari Biji

Biji alpukat bisa ditanam langsung di tanah atau ditumbuhkan terlebih dahulu tunasnya di air. Berikut adalah langkah menanam biji buah alpukat:

1. Memilih biji alpukat.
Carilah buah alpukat yang lembut dan matang. Untuk mengeluarkan bijihnya, Anda harus memotong alpukat menjadi dua. Hati-hati saat memotong, jangan sampai biji rusak terkena pisau. Cuci biji untuk menghilangkan sisa daging buah yang menempel.

2. Menumbuhkan biji alpukat di dalam air.
Sebelum menumbuhkan biji di dalam air, pastikan mencuci biji alpukat hingga tidak tersisa daging buahnya. Biji alpukat memiliki sisi lebih sempit pada satu ujung tempat tumbuhnya daun dan sisi yang lebih luas pada ujung lainnya tempat tumbuhnya akar. Dalam wadah, letakkan biji alpukat sedemikian rupa sehingga ujung tempat tumbuhnya akar berada di bawah dan ujung tempat tumbuhnya daun berada di atas (lihat gambar ilustrasi).

Pastikan biji terendam setidaknya setengahnya dengan menyisakan biji bagian atas tidak terendam air. Letakkan wadah dekat jendela atau tempat yang terkena sinar matahari langsung. Pastikan bagian bawah biji selalu terendam air. Tambahkan air setiap kali air pada wadah terlihat susut. Umumnya, biji terlihat mulai retak dalam 2-3 minggu. Akar mulai terlihat tumbuh sekitar 3-4 minggu di bagian biji yang terendam air. Biarkan biji terus terendam sampai akar berukuran 5-7 cm. Ketika batang juga nampak mulai tumbuh, Anda bisa memindahkan biji dan menanamnya di tanah.

3. Menanam biji alpukat langsung di tanah.
Biji alpukat juga bisa langsung ditanam di tanah. Sebelum menanam biji, pilih lokasi yang terkena sinar matahari langsung. Gali tanah kurang lebih seukuran biji dan tanam biji alpukat di dalamnya. Pastikan bagian ujung biji yang sempit sedikit menyembul di atas tanah. Pilih lokasi yang memiliki sistem drainase baik. Jangan sampai biji alpukat terendam oleh genangan air. Siram biji secara teratur, tetapi pastikan tidak ada air yang menggenang. Terlalu banyak air akan membuat akar menjadi busuk. Ketika bibit alpukat telah mencapai tinggi sekitar 15-20 cm, pangkas sebagian daun dan rantingnya untuk memicu pertumbuhan tunas baru.

Sumber :
http://amazine.co/18777/3-tips-mudah-menanam-biji-alpukat/

Monday, June 24, 2013

Cara Menanam Pohon Alpukat Dari Biji Alpukat

Buah alpukat merupakan salah satu sumber lemak yang baik bagi tubuh. Selain mengandung banyak nutrisi dan zat gizi lainnya, buah alpukat ini juga kaya akan rasa. Bila suatu saat Anda membeli buah alpukat, jangan langsung membuang biji nya. Karena ternyata kita dapat menumbuhkan pohon alpukat hanya dari biji nya saja loh. Ingin tahu caranya? Mari, saya tunjukkan kepada Anda beberapa langkah untuk menanam dan menumbuhkan pohon alpukat.

Langkah pertama adalah membersihkan biji alpukat. Anda tinggal mencuci atau merendam buah alpukat, lalu gosok hingga bersih. Namun perlu Anda ingat agar tidak mengelupas bagian kulit coklat, karena itu adalah penutup benih.

Lalu pastikan bagian mana yang merupakan bagian atas dan bawah dari biji ini. Caranya seperti gambar di atas. Setelah dicocokkan dengan lubang tempat biji sebelumnya, akan terlihat bagian mana yang merupakan atas dan bawah dari biji ini. Tahap ini harus Anda perhatikan benar – benar karena akan menentukan hasilnya apakah tanaman Anda akan tumbuh atau tidak. Bila salah pada tahap ini, maka Anda akan gagal.

Langkah ketiga adalah mencolok biji alpukat. Ambil 4 buah tusuk gigi. Kemudian colok lah biji tersebut dengan 4 buah tusuk gigi tersebut. Pastikan bahwa ketika Anda mencolok tusuk gigi tersebut, arahkan tusuk gigi sedikit menukik ke bawah. Karena tusuk gigi ini berfungsi sebagai dudukan biji ketika akan dicelupkan sebagian ke dalam air di gelas. Jadi Anda harus mencoloknya dengan benar agar biji alpukat tidak terlepas dan jatuh semua ke dalam air.

Bila sudah, ambilah sebuah wadah, seperti gelas lalu isilah dengan air. Akan lebih baik bila Anda menggunakan gelas kaca. Sehingga Anda dapat melihat ketika akarnya tumbuh. Anda juga perlu mengganti airnya selama beberapa hari sekali. Saya sarankan untuk menggantinya selama 5 hari sekali dalam seminggu. Hal ini untuk mencegah adanya jamur, bakteri dll yang dapat membunuh akar tanaman Anda. Pastikan bahwa bagian bawah biji menghadap ke bawah dan terendam oleh air. Karena akar akan tumbuh melalui biji bagian bawah, sedangkan pohon atau tanaman akan tumbuh melalui bagian atas biji Pastikan juga agar bagian atas biji tidak terendam air. Inilah mengapa Anda harus memastikan benar – benar mana bagian atas mana bagian bawah biji.

Langkah selanjutnya adalah menunggu tumbuhnya tunas. Munculnya tunas tidak dapat dipastikan jangka waktunya. Ada yang dapat segera tumbuh hanya dalam waktu 2 – 4 minggu. Bahkan ada yang sampai 8 minggu. Jadi, bersabarlah! Proses yang akan Anda saksikan adalah:

1. Bagian atas lubang alpukat akan mengering dan membentuk celah. Kemudian kulit coklat di bagian luar biji akan mengelupas.

2. Biji akan mulai retak yang memanjang sampai ke bawah lubang alpukat. Melalui celah di bagian bawah, sebuah akar kecil akan mulai muncul.

3. Akar tersebut akan tumbuh banyak, dan akhirnya tunas kecil akan mulai tumbuh melalui bagian atas lubang biji alpukat.

4. Jangan biarkan akar tersebut mengering karena tanaman Anda akan mati.

Bila tanaman sudah tumbuh setinggi 15 cm, potong lah sepanjang 7 cm. Hal ini akan merangsang pertumbuhan tanaman. Bila sudah mencapai 15 cm lagi, pindahkan dari gelas yang berisi air ke dalam sebuah pot tanaman berdiameter 8 – 10 cm yang berisi tanah yang subur. Lalu tempatkan pot tersebut di daerah yang terkena matahari. Paparan sinar matahari akan membantu pertumbuhan tanaman ini dengan cepat.

Lalu rawatlah tanaman Anda. Anda harus memastikan bahwa tanah nya tidak boleh kering, namun juga jangan diberi air terlalu banyak. Kondisi tanah harus lah lembab. Bila daunnya menguning, itu tandanya bahwa kondisi tanah mengandung terlalu banyak air.

Lalu, kapan tanaman ini akan menghasilkan buah alpukat? Hal inilah yang sulit dikatakan. Kadang membutuhkan waktu sekitar 3 – 4 tahun agar tanaman mulai berbuah. Yang lainnya membutuhkan waktu hingga 15 tahun.
Selamat mencoba…

Sumber :
http://jadiberita.com/26024/mari-menanam-pohon-alpukat-dari-biji-alpukat/

Thursday, June 20, 2013

Teknik Penanaman Pohon Buah Alpukat

1) Pola Penanaman
Pola penanaman alpukat sebaiknya dilakukan secara kombinasi antara varietas-varietasnya. Hal ini mengingat bahwa kebanyakan varietas tanaman alpukat tidak dapat melakukan penyerbukan sendiri, kecuali varietas ijo panjang yang memiliki tipe bunga A. Ada 2 tipe bunga dari beberapa varietas alpukat di Indonesia, yaitu tipe A dan tipe B. Varietas yang tergolong tipe bunga A adalah ijo panjang, ijo bundar, merah panjang, merah bundar, waldin, butler, benuk, dickinson, puebla, taft, dan hass. Sedangkan yang tergolong tipe B adalah collinson, itszamma, winslowsaon, fuerte, lyon, nabal, ganter, dan queen. Penyerbukan silang hanya terjadi antara kedua tipe bunga. Oleh karena itu, penanaman alpukat dalam suatu lahan harus dikombinasi antara varietas yang memiliki tipe bunga A dan tipe bunga B sehingga bunga-bunganya saling menyerbuki satu sama lain.

2) Pembuatan Lubang Tanam
a) Tanah digali dengan ukuran panjang, lebar, dan tinggi masing-masing 75 cm. Lubang tersebut dibiarkan terbuka selama lebih kurang 2 minggu.
b) Tanah bagian atas dan bawah dipisahkan.
c) Lubang tanam ditutup kembali dengan posisi seperti semula. Tanah bagian atas dicampur dulu dengan 20 kg pupuk kandang sebelum dimasukkan ke dalam lubang.
d) Lubang tanam yang telah tertutup kembali diberi ajir untuk memindahkan mengingat letak lubang tanam.

3) Cara Penanaman
Waktu penanaman yang tepat adalah pada awal musim hujan dan tanah yang ada dalam lubang tanam tidak lagi mengalami penurunan. Hal yang perlu diperhatikan adalah tanah yang ada dalam lubang tanam harus lebih tinggi dari tanah sekitarnya. Hal ini untuk menghindari tergenangnya air bila disirami atau turun hujan. Langkah-langkah penanaman adalah sebagai berikut:
a) Lubang tanam yang telah ditutup, digali lagi dengan ukuran sebesar wadah bibit.
b) Bibit dikeluarkan dari keranjang atau polibag dengan menyayatnya agar gumpalan tanah tetap utuh.
c) Bibit beserta tanah yang masih menggumpal dimasukkan dalam lubang setinggi leher batang, lalu ditimbun dan diikatkan ke ajir.
d) Setiap bibit sebaiknya diberi naungan untuk menghindari sinar matahari secara langsung, terpaan angin, maupun siraman air hujan. Naungan tersebut dibuat miring dengan bagian yang tinggi di sebelah timur. Peneduh ini berfungsi sampai tumbuh tunas-tunas baru atau lebih kurang 2-3 minggu.

Sumber :
http://www.distan.pemda-diy.go.id/images/stories/pertanian/buah/alpukat.pdf

Tuesday, June 11, 2013

Budidaya Alpukat Supaya Cepat Berbuah

Banyaknya pohon alpukat yang malas berbuah karena berbagai faktor, dengan kondisi seperti itu tentunya akan "menjengkelkan" bagi para pekebun yang membudidayakan alpukat.

Di catatan kali ini "Pecinta Tanaman" akan berbagi informasi tentang bagaimana caranya supaya pohon alpukat dapat berbuah dengan cepat dengan metode top working seperti yang di muat majalah TRUBUS September 2004.

Dengan langkah-langkah sebagai berikut :

* Pohon alpukat ditebang setinggi 50-60 cm dari permukaan tanah. Pemotongan menggunakan gergaji atau kapak. Pilih diameter tanaman yang berukuran 25-30 cm.

* Metode pertama sambung kulit. Buat celah antara kulit kayu dan batang menggunakan pisau sedalam 5-7 cm.

* Ambil entres (batang atas) berdiameter 0,5-1 cm yang disayat miring kedua sisi bawahnya. Panjang enyres 10-15 cm atau terdiri atas 3-5 mata tunas. Sisipkan entres kedalam celah yang telah dibuat.

* Metode kedua sambung celah. Buat torehan memanjang 5-7 cm pada kulit kayu, lebar torehan disesuaikan dengan ukuran entres yang akan ditempel.

* Entres dari pohon yang diinginkan disayat miring dan ditempelkan pada torehan kulit kayu batang bawah.

* Untuk satu pohon ditempelkan 3 entres dengan jarak seimbang memutari batang bawah. Setelah itu, ikat sekeliling tempelan menggunakan rafia atau tali plastik. Olesi parafin alias lilin cair ke permukaan batang bawah dan permukaan kulit kayu yang terbuka. fungsi parafin mencegah penguapan berlebih.

* Agar sambungan terhindar dari sinar matahari secara langsung, tutup dengan kantong semen dan dilapisi plastik. Buat 2 buah lubang di bagian depan dan belakang untuk membantu sirkulasi udara. Lubang itu juga bermanfaat untuk melihat pertumbuhan tunas selama dikerudungi. Kerudung plastik dipasang selama 1 bulan.

* Setelah 1 bulan kerudung dibuka, entres yang hidup akan memunculkan tunas-tunas baru berwarna hijau segar. Warna cokelat, menandakan sambungan tidak jadi.
* Sosok tanaman setelah 5 bulan penyambungan. Dengan perawatan tepat, 3 tahun kemudian tanaman belajar berbuah.

Selamat mencoba, semoga berhasil.

Sumber :
http://bestbudidayatanaman.blogspot.com/2012/09/budidaya-alpukat-supaya-cepat-berbuah.html