Showing posts with label Budidaya Ikan Discus. Show all posts
Showing posts with label Budidaya Ikan Discus. Show all posts

Sunday, February 16, 2014

Cara Mudah Merawat Ikan Discus

Cara Mudah Merawat Ikan Discus (akuariumhias) - Mau pelihara ikan discus ? discus kan sukar perawatannya !. Banyak beberapa pencinta ikan hias terlebih yang pingin mulai pelihara type ikan ini menyebutkan perihal demikian. Walau sebenarnya tidak sukar saat memeliharanya, pemeliharaan ikan discus ini sama halnya memelihara ikan hias biasanya. Tidak memerlukan keahlian spesial serta perawatannya terbilang gampang. Yang butuh kita kenali yaitu bagaimana serta didalam situasi bagaimana ikan discus itu dapat hidup serta apa saja yang butuh kita kenali untuk mengawali pelihara ikan ini.

Layaknya ikan-ikan hias biasanya, letak kesuksesan saat merawat ikan discus yaitu penanganan yang benar. Ikan discus yaitu ikan yang memerlukan situasi didalam akuarium yang stabil, dikarenakan apabila situasi lingkungan labil ikan ini amat tidak tahan, ikan discus amat rawan pada suatu hal yang asing baginya. Untuk menciptakan situasi yang stabil untuk ikan discus, ada langkah dan cara-cara serta perihal yang butuh kita cermati sebelum saat memelihara si ikan cakram ini.


1. Belilah ikan discus di area yang dipercaya/benar. Janganlah sekali-kali beli ikan discus disembarang area. Karena bila kita beli di area yang benar, karena harga ikan ini cukup mahal makanya kita harus dapat dapat memperoleh ikan yang kondisinya baik. Dan tidak menjadi tidak itu saja, di area tersebut kita dapat berkonsultasi bagaimana pelihara ikan discus yang baik serta benar.

2. Siapkan akuarium yang telah berisi air beserta filter didalam situasi hidup. Air yang ada didalam akuarium mesti diendapkan sekurang-kurangnya 24 jam. Tujuannya untuk kurangi kejenuhan. air yang belum diendapkan di kuatirkan tetap memiliki kandungan bakteri maupun penyakit lain yang bisa mengancam hidup ikan. Yang tidak kalah mutlak janganlah memakai air sumur dengan segera, dikarenakan air sumur banyak memiliki kandungan zat besi yang tinggi serta tidak baik untuk perkembangan ikan discus.

3. Suhu air mesti ada pada posisi 30 – 32 derajat celcius. Dibawah angka tersebut, ikan discus dapat kehilangan daya tahan tubuh. discus dapat gampang diserang penyakit yang selanjutnya yang didapat kematian ikan. Suhu terlampau tinggi juga menyebabkan ikan discus ini tidak bertahan lama. Heater mesti senantiasa didalam situasi on.

4. Kebersihan akuarium mesti senantiasa dijaga dengan baik. Karenanya 1 minggu sekali air mesti diganti. Penggantian air cuma butuh 40 – 50 persen volume air akuarium. juga, tiap-tiap bln. Air didalam akuarium beserta perlengkapan filter mesti dibersihkan. Tiap-tiap perubahan air, masukkan garam ikan sejumlah 1 sendok makan. perubahan air sendiri dikerjakan untuk menyingkirkan sisa-sisa kotoran layaknya lendir ikan. Lendir yang tersisa amat gampang menyebabkan bakteri maupun penyakit.

5. Janganlah terlampau banyak berikan obat-obatan didalam dosis tinggi. janganlah gampang berikan obat bila ikan discus terkena penyakit. Pemberian obat yang salah, bukan hanya jadi mengobati namun dapat mengakibatkan keracunan pada ikan. Sebaiknya apabila ikan kita sakit tanyakan pada penjual area anda beli ikan.

6. Pemberian pakan pada discus, baiknya pakan yang halus, karena pencernaan ikan discus lebih kecil dibandingka dengan ikan hias lain yang tetap kerabat. Apabila diberikan makanan yang kasar pencernaan ikan discus dapat terganggu.

Apabila perihal tersebut di atas kita cermati, maka kita siap pelihara ikan gepeng ini serta ikan dapat bertahan didalam periode waktu yang lama. selamat coba.

Sumber :
http://akuariumhias.blogspot.com/2013/08/cara-mudah-merawat-ikan-discus.html

Tuesday, January 21, 2014

3 Jenis Ikan Discus Termahal

Apakah anda tahu jenis ikan discus termahal? Sebelum saya menjawab hal tersebut, saya akan mencoba menginformasikan kenapa ikan jenis ikan ini bisa sangat mahal. Ikan discus adalah ikan yang sangat terkenal di kalangan masyarakat dari tahun 1990an.

Ikan discus dijuluki sebagai rajanya ikan hias air tawar karena ikan ini sangat menarik untuk dilihat dari bentuk tubuh dan warnanya. Sifat dari induknya yang unik, perkembangbiakannya yang sulit diduga, pasar ekspor dan lokal yang luas, dan harga benih dan induk yang relatif mahal.

Ikan discus berasal dari hutan amzon yang kaya akan segala jenis spesies hewan dan tumbuhan. Ikan discus adalah salah satu jenis hewan yang memiliki banyak variasi. Sehingga peminat yang ingin memelihara ikan ini sangatlah banyak.

Bentuk tubuhnya yang unik tidak seperti kebanyakan ikan pada umumnya. Ikan discus terlihat begitu menawan apalagi dengan warna yang menghiasi tubuhnya. Terlihat begitu sempurna untuk di pelihara dalam aquarium, yang dapat menarik perhatian banyak orang.

Kita tahu bahwa jenis ikan koi dan ikan arwana dalam pasaran harganya bisa mencapai puluhan juta rupiah, angka yang cukup tinggi dan mahal untuk sebuah ikan. Namun ikan discus tidak kalah mahalnya dengan ikan koi dan arwana, beberapa jenis menurut klasifikasinya dapat mencapai harga puluhan juta rupiah.

Berikut ini adalah beberapa Jenis Ikan discus termahal :
1. Albino Bulldog Chekerboard
2. Albino Bulldog Blue Diamond
3. Bulldog Leopard Snake

Albino Bulldog Chekerboard dan albino bulldog blue diamond adalah salah satu jenis klasifikasi ikan discus yang harganya dibanderol kisaran 12 juta rupiah untuk ukuran ikan sepanjang 2,5 inchi.

Sedangkan bulldog Leopard Snake adalah jenis klasifikasi ikan discus yang harganya mencapai kisaran 10 juta rupiah. Ikan-ikan tersebut diatas adalah hasil pengembangbiakan dari negara Malaysia.

Itulah beberapa jenis ikan discus termahal. Jika ukuran ikan yang masih kecil itu saja sudah mencapai kisaran harga semahal itu. Bagaimana jadinya bila ikan-ikan tersebut sudah mencapai ukuran yang besar ? Pasti harganya sangat luar biasa.

Harga yang sangat mahal untuk satu seekor ikan discus, jika dilihat dari segi perspektif kolektor sebenarnya adalah hal yang sangat wajar. Sebab untuk mendapatkan jenis spesies baru itu membutuhkan tenaga, pikiran dan waktu yang sangat lama untuk mendapatkan hasil yang sempurna dan diinginkan.

Ikan discus membutuhkan waktu 1 tahun untuk bisa siap disilangkan. Sebagai contoh kita sebut saja peranakan pertama ini adalah ikan A. Jika kita ingin menyilangkan ikan A agar menjadi peranakan yang baru, maka kita harus menunggu satu tahun lagi.

Jika kita ingin membuat peranakan yang baru lagi, berarti kita harus menunggu 1 tahun lagi. Begitu pun seterusnya. Hal ini menunjukan, ikan discus bisa dikembangkan lagi untuk menghasilkan jenis ikan discus yang baru.

Usaha untuk melestarikan ikan discus mendapat respon positif dari pemerintah setempat. Ikan ini juga dikembangkan di beberapa Negara di dunia seperti Malaysia, singapura, kanada, fhilipina dan Australia melalui program pemerintah di masing-masing Negara.

Jika anda penggemar ikan atau kolektor ikan. Jenis ikan discus termahal apa yang ingin anda miliki sebagai koleksi?

Sumber :
http://www.proviantaudio.com/2014/01/jenis-ikan-discus-termahal.html

Monday, January 20, 2014

Penyakit Pada Ikan Discus

Ikan Discus merupakan salah satu ikan yang paling banyak digemari oleh penyuka ikan hias. Namun apakah anda tau penyakit ikan diskus ? Menurut pengalaman para hobiis dan para peternak umumnya penyakit ikan discus yaitu dikarenakan parasit / microorganisme layaknya di bawah ini :

1. Penyakit insang

Banyak peternak yang alami kegagalan dikarenakan serangan penyakit insang ini, discus yang diserang tidka tunjukkan tingkah laku yang mencurigakan, penyakit bisa diketahui bila kita jeli mengamati kegiatan pernafasan ikan, layaknya gerakan menutup insang serta mulut ikan. Ikan yang sehat dapat buka tutup insan serta mulutnya dengan ritme yang sama serta enjoy. Namun yangn terkena tanda-tanda penyakit ini, dapat tampak bernafas terengah-engah.

Penyembuhan yang biasa ampuh yaitu melarutkan formalin dengan dosis 4ml/100 lt serta dibairkan 24 jam. Tiap-tiap hari diganti air baru serta larutkan formalin diulang hingga 3 hari. Disamping itu juga larutkan garam dapur ( nnacl ) dengan dosis 500 g/100lt, air diberi aerasi yang kuat agar cepat larut. Serta paling akhir bila tetap membandel imbuhkan larutan pk, hanya mesti hati2 dikarenakan bila salah penyembuhan ikan bisa mati. Dosis 1g/175 lt ditambah aerasi kuat sepanjang 2 jam-an.

2. Penyakit NDD ( New Discus Disease )

Penyakit ini sangat ditakuti peternak discus dikarenakan amat gampang menular. Jika setetes air terkontaminasi maka penyakit ini segera menular. Karenanya tiap-tiap akuarium mesti memiliki perlaatan sendiri. Pemicunya yaitu ph air yang terlampau tinggi, banyak memiliki kandungan logam berat atau air kurang diinapkan.

Suhu air di bawah angka 28 celcius juga mengakibatkan daya tahan discus alami penurunan mencolok, disamping itu pakan alam juga dapat jadi pembawa microorganisma penyakit tersebut. Tanda-tanda penyakit ini terlihat dari tingkah discus yang layaknya stress, warna lantas gelap atau hitam, seluruh sirip serta ekor menguncup.

Dapat nampak selaput putih yang semakin menebal serta melebar keseluruh tubuh. Serta parahnya discus dapat kerap merebah didasar, disudut atau apalagi dipermukaan aquarium. Apabila tidak segera diobati discus tubuhnya aka membengkak serta berakhir dengan kematian.

Penyembuhan penyakit ini dengan melarutkan gabungan chlorampenicol (antibiotik) degan dosis 2 gram ditambah acriflavine (antiprotoza) dengan dosis 0, 3 gram serta garam dapur dengan dosis 5 sendok makan. seluruh obat dilarutkan dengan aerasi yang kuat serta didalam suhu 32 celcius. Jika ikan telah didalam stadium kronis baiknya air dikuiras keseluruhan tiap-tiap 3 hari sekali, sembari diberi obat gabungan layaknya tersebut di atas.

3. Mata berkabut ( cloudy eye )

Dikarenakan jamur yang menyerang mata. mata ikan dapat terlihat memutih layaknya tertutup selaput. lama kelamaan selaput itu semakin menebal serta mencukupi semua permukaan retina mata ikan. Jika dilewatkan pupil mata ikan dapat mngecil serta discus dapat alami kebutaan.

Penyembuhan : larutkan gabungan chlorampenicol dengan dosis 1.5 gram /100 lt air dengan acriflavine dosis 0, 3 gram/100 lt sepanjang 5 - 7 hari.

4. Berak putih

Gejalanya ikan tunjukkan turunnya nafsu makan. setelah itu usus discus akna terinfeksi oleh bakteri flagelata spironucleus. Efek parahnya pencernaan discus terganggu hingga tubuhnya jadi kurus, serta apabila dilewatkan perutnya dapat membuncit, kotorannya dapat berwarna putih layaknya pita memanjang serta jadi terputus putus.

Penyembuhan penyakit ini mengonsumsi waktu lama, jikalau pulih ikan discus dapat jadi mandul. Penyembuhan larutkan metronidazole dosis 2 gram/100 lt,. dengan suhu air stabil 32 celcius.

Sumber :
http://www.zonaikan.com/2013/07/penyakit-pada-ikan-discus.html

Sunday, January 19, 2014

10 Tips Memilih Ikan Discus

Ikan discus sebagai rajanya ikan air tawar menarik banyak akuaris maupun orang awam untuk memeliharanya. Selain bentuk, warna, dan coraknya yang menarik, harganya yang mahalpun menjadi salah satu daya tarik untuk memeliharanya. Namun memelihara terutama untuk memilih calon bibit yang baik tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Untuk mendapatkan discus yang baik tentulah harus mendapatkan bibit yang baik. Oleh karena itu seorang hobies terutama pemula harus jeli dalam memilih ikan. Kesulitan terbesar yang dihadapi oleh pemula adalah kurangnya pengetahuan mengenai kualitas discus yang baik. Banyaknya jenis discus, terutama nama-nama yang berlainan untuk satu jenis discus ikut membuat pemula ini semakin bingung.

Berikut tips untuk memilih discus yang baik, diantaranya;

1. Warna kulit yang cerah, tidak berselaput ataupun mengeluarkan lendir yang berlebihan. Warna kulit yang mengkilap/hitam menandakan kondisi discus yang tidak sehat. Garis hitam vertical/stress bar yang sangat menyolok/tegas menandakan discus dalam kondisi stress yang berat. Jumlah garis ini berbeda-beda menurut varian ikan. Biasanya berjumlah antara 7-18 bar. Stress bar ini tidak menentukan sakit tidaknya seekor discus, tetapi sebagai parameter kondisi discus akibat kaget, atau kondisi lingkungan yang tidak cocok bagi discus. Banyak jenis discus yang menunjukkan stress-bar nya dengan jelas.

2. Sisik pada ikan yang bersih dan tidak terkelupas, tidak berbintik putih dan berlendir terlalu banyak. Sirip ikan haruslah terlihat bersih dan lengkap. Sirip yang sobek, rusak, berjamur menandakan ikan tidak sehat. Biasanya pada sirip ikan sering terserang fin rot. Sirip yang tidak cacat dan seimbang akan membuat bentuk discus bulat dan indah dipandang.

3. Warna mata yang bening, tidak berselaput ataupun berbintik putih. Bola mata yang tidak terlalu mencolok keluar seperti ban radial. Mata demikian disebut pop eye yang disebabkan kondisi air yang jelek, dan ikan terjangkit intestinal bakteri. Ukuran mata yang terlalu besar pada ikan yang berukuran kecil menandakan ikan tersebut terhambat pertumbuhannya atau biasa disebut bantet/ kontet. Selain itu mata yang hitam dapat diakibatkan oleh penyakit internal dan terlalu lama terkena kontaminasi obat-obatan dalam jangka lama.

4. Bentuk tubuh ikan discus yang ideal, tidak kurus yang nampak dari ketebalan dahi/ jidat discus. Discus yang tidak cacat fisik, biasanya terlihat dari depan/ muka dimana sisi kiri dan kanan terlihat sama. Mulut ataupun bagian tubuh lainnya tidak ada yang lebih ke kiri/ ke kanan.

5. Cara bernafas yang berirama teratur, dimana kedua insang membuka dan menutup bersamaan, tanpa ada yang lebih besar membukaya ataupun bernafas hanya dengan satu insang. Biasanya ikan yang bernafas dengan satu insang terjangkit Gill Fluke Dactylogyrus atau kutu insang. Tutup insang rata menutupi insang, tidak pendek dan tidak menganga terbuka. Juga harus diperhatikan nafas yang snagat cepat, yang dapat disebabkan oleh kekurangan oksigen naum dalam jangka panjang akan merusak fungsi insang.

6. Discus yang sehat umumnya tidak takut terhadap manusia yang melihatnya. Discus yang baik dan sehat biasanya akan segera mendekat dengan cepat, mengira akan diberi makan. Selain itu discus yang sehat umumnya tidak menyendiri, tertapi berbaur dengan teman-temannya.

7. Umumnya discus yang sehat, gaya berenangnya tenang, tidak tersendat-sendat. Discus yang suka menggesekkan bagian tubuhnya ke alat-alat atau benda sekitarnya, umumnya terserang parasit. Hal ini mungkin karena rasa gatal yang ditimbulkan akibat gigitan kutu ataupun jamur/ bakteri pada kulit maupun insang. Discus yang sehat umumnya berenang dengan tenang, dasi/pectoral fin – sirip depan bawah perut diturunkan sehingga terlihat gagah pada saat berenang.

8. Jangan mudah tertipu dengan warna. Warna merah membara pada mata dan warna yang menyolok, terutama pada discus kecil & remaja (antara 2-3 inci), bukan jaminan untuk mendapatkan discus yang baik. Pada saat ini ada sebagian kalangan yang menggunakan hormon untuk memaksakan keluarnya warna ikan, yang bertujuan untuk memudahkan penjualan dan meningkatkan daya tarik ikan. Warna ini tidak akan bertahan lama (kurang lebih 2 minggu – 1 bulan). Pemakaian hormon dapat mengakibatkan gagalnya pemijahan atau anakan yang dihasilkan sedikit dan biasanya tidak sehat.

9. Batik atau pattern ikan biasanya akan timbul mulai 2 inci ke atas dan bertahap. Berhati-hatilah jika membeli discus yang sudah keluar batik sejak ukuran kecil, karena kemungkinan adanya pemberian hormon untuk mengeluarkan batik ini agar terlihat indah. Adalah wajar batik yang keluar hanya setengah atau kurang pada ukuran 2 inci, namun terkadang kualitas discus yang rendah mengakibatkan batiknya tidak keluar secara sempurna hingga full satu badan.

10. Usahakan membeli ikan paling tidak ukuran 2 inci, karena pada ukuran inilah ciri-ciri ikan sehat dan baik dapat dilihat dibandingkan ukuran yang lebih kecil. Hindari untuk membeli burayak walaupun harganya murah, terutama jika anda seorang pemula. Jangan tergiur dengan keuntungan karena memelihara burayak tidak mudah.

Selain tips di atas, yang harus diterima oleh pemula adalah cacat fisik seperti mata besar sebelah, pertumbuhan fin tidak sempurna, dahi menonjol, bagian kepala meruncing dll. Kemudian yang terpenting adalah lakukan adaptasi secara perlahan sesudah tiba dirumah dan lakukan karantina pada setiap ikan yang dibeli.

Sumber :
http://www.zonaikan.com/2012/06/10-tips-memilih-ikan-discus.html