Memelihara pohon belimbing supaya pohon dapat tumbuh dengan baik dan diharapkan hama dan penyakit dapat dihindari. Cara memelihara pohon belimbing bermacam-macam. Berikut adalah Cara Memelihara Tanaman Belimbing, semoga saja dapat memberi manfaat.
Penjarangan dan Penyulaman
Tujuan penjarangan dan penyulaman supaya buah lebih leluasa berkembang dan distribusi makanan hanya untuk buah yang dipelihara. Dalam penjarangan ini diusahakan tidak ada buah yang bergerombol atau berdempetan. Satu pohon diperkirakan hanya ada 100 buah belimbing yang dipelihara sampai besar. Penjarangan dilakukan saat buah sebesar 2,5–5 cm, atau 5–10 hari setelah bunga bermekaran.
Penyiangan, Pembubunan dan Perempalan
Tujuan penyiangan, pembubunan dan perempalan dilakukan agar tanaman belimbing menghasilkan buah secara produktif, dan mendapatkan hasil yang maksimal. Penyiangan dilakukan dengan melakukan pemangkasan untuk membentuk tajuk tanaman agar tanaman tidak saling berhimpitan. Hal ini untuk mendorong produksi buah dan memudahkan pemanenan.
Pemupukan
Cara pemupukan untuk 3 bulan setelah tanam adalah 25 kg pupuk kandang ayam dengan 50 gram NPK/pohon. Umur setahun 25 kg pupuk kandang dengan 150 gram NPK/pohon. Umur 2 tahun diberikan 50 kg pupuk kandang dan 500 gram NPK/pohon, dan umur 3 tahun keatas diberikan 75 kg pupuk kandang dengan 1 kg NPK/pohon. Untuk media tanam berupa pot atau tanaman buah dalam pot (tabulampot) pemupukan diberikan pada waktu umur tanaman 1 bulan diberi pupuk dasar berupa campuran urea, TSP atau SP dan KCL (2:1:1) sebanyak 20 gr atau 2 sendok makan per pohon (pot). Pupuk tersebut dibenamkan dalam pot. Setiap sebulan sekali dipupuk dengan pupuk nitrogen ZA sebanyak 10 gr dilarutkan dalam 10 liter air, larutan ini disiramkan pada tanaman belimbing dalam pot hingga tampak cukup basah. Pada tanaman belimbing yang sudah mulai berbunga dan berbuah diberi pupuk NPK sebanyak 25–50 gram/pohon (pot)/tahun. Waku pemberian pupuk sebaiknya sebelum tanaman berbunga, setelah berbuah, dan seusai panen, sehingga tiap tahun minimal dilakukan pemupukan 3 kali masing-masing 1/3 dosis.
Pengairan dan Penyiraman
Tanaman belimbing banyak membutuhkan air sepanjang hidupnya. Di daerah yang sepanjang tahun mendapatkan air tentu tidak masalah, namun di daerah yang kering tanaman perlu diberi pengairan dan disiram. Sebagai indikasi bila tanaman perlu disiram yaitu bila rumput-rumput yang tumbuh dibawah pohon sudah mulai layu. Penyiraman dapat dilakukan dengan cara penggenangan (dileb) atau disiram sampai daerah sekitar tajuk tanaman basah. Meskipun selalu butuh air, tanaman ini kurang menyukai air tergenang, perlu diberi sarana drainase dan air segera dialirkan ke luar kebun agar tidak menggenang.
Waktu Penyemprotan Pestisida
Sebagai pencegahan terhadap hama dan penyakit tanaman belimbing maka perlu dilakukan penyemprotan pestisida. Waktu penyemprotan pestisida dilakukan 2 minggu sekali.
Sumber :
http://budidaya-petani.blogspot.com/2012/09/cara-memelihara-tanaman-belimbing.html
Showing posts with label Budidaya Buah Belimbing. Show all posts
Showing posts with label Budidaya Buah Belimbing. Show all posts
Tuesday, October 8, 2013
Monday, September 23, 2013
Bertanam Buah Belimbing Di Dalam Pot
A. Pengertian
Tanaman buah dalam pot saat ini banyak dikembangkan oleh masyarakat karena memiliki berbagai keuntungan. Istilah yang populer sering kita dengar Tabulampot, yakni : bertanam tanaman buah-buahan dalam pot yang diperkenalkan dalam suatu acara yang diselenggarakan pada tahun 1988. Selain tanaman blimbing, berbagai anaman buah-buahan yang dapat dibudidayakan dalam pot antara lain : sawo, mangga, jambu air dsb.
B. Keuntungan
Budidaya tanaman belimbing dalam pot memiliki beberapa keuntungan sebagai berikut :
- Hemat tempat, karena tidak memerlukan lahan yang luas dan cukup ditanam dalam pot.
- Ringkas, mudah dirawat, mudah dipindahkan ketempat lain.
- Produktif dan efisien.
- Indah, artistik dan unik, tidak hanya untuk produksi, tetapi juga memberikan keindahan bila dipandang.
- Mudah, murah dan dapat dilaksanakan oleh setiap orang, karena bahan-bahannya tidak perlu membeli secara khusus.
- Sehat, karena dapat dibudidayakan dengan pertanian organik, karena bahan kimia baik pupuk maupun pestisida dapat dikendalikan, atau tanpa penggunaan sama sekali.
C. Penanaman
1. Persiapan media tanam
- Siapkan pot yang besarnya cukup sebagai tempat untuk budidaya tanaman.
- Media tanam berupa campuran antara tanah dengan pupuk kandang/kompos dengan perbandingan 1 : 1.
- Tanah dapat diambil dari pekarangan rumah yang telah dibersihkan terlebih dahulu dari rumput dan batu-batuan.
- Pupuk kandang dapat berupa kotoran ayam/kambing, sapi atau kerbau yang sudah matang. Kompos dapat berupa daun yang sudah lapuk.
- Sebelum dicampur, baik tanah maupun pupuk kandang/kompos diayak lebih dahulu dan dijemur 3 – 5 hari.
2. Menyiapkan pot dan media
- Pot / wadah yang digunakan biasanya berupa kaleng bekas, ember, kantong plastik atau pot yang bagian bawahnya dilubangi untuk pembuangan air.
- Bagian paling bawah sebaiknya diisi dengan selapis batu kerikil yang telah dicuci.
- Penuhi pot dengan media tanam yang telah dipersiapkan diatas, hingga 1 cm dibawah bibir pot.
- Siram media tanam secara berlahan-lahan.
- Bila terjadi serangan tungau, dianjurkan diatasi secara manual dengan tangan; bila terpaksa baru menggunakan pestisida.
- Bila cukup, pot/media tanam siap untuk ditanami.
3. Penanaman bibit dalam pot
Bibit yang ditanam untuk tabulampot berasal dari sambung, cangkok atau okulasi yang telah dipilih.
Cara penanamannya sebagai berikut :
- Lepaskan bibit dari pembungkus, keranjang atau polybag dengan hati-hati, jangan sampai tanah pecah dan merusak struktur akar, yang mengakibatkan tanaman bisa mati.
- Kantong plastik/serabut, polybag yang digunakan sebagai tempat bibit harus dibuang karena bahan tersebut sukar membusuk, sedangkan bahan asal keranjang dapat membusuk/rusak dan menimbulkan rayap.
- Tanamlah bibit ditengah lubang sedalam leher akar; bila tinaman terlalu dalam, pertumbuhan tanaman kurang baik dan bagian batang dalam tanah menjadi sasaran rayap.
- Sebelum ditanam, kurangi/potong lembar daun setengahnya guna mengurangi penguapan air karena akar-akarnya belum dapat menyerap cukup air dalam tanah.
D. Pemeliharaan Tanaman Dalam Pot
1. Pemeliharaan pertumbuhan
- Pada saat tanaman masih muda dan mencapai tinggi + 20 cm atau sesuai kondisi fisik tanaman, lakukan pemotongan pucuk untuk memperoleh pertumbuhan tunas dan pembentukan pohon.
- Bila dirasa perlu, beri ajir untuk menguatkan tegaknya tanaman.
2. Penyiraman
- Dilakukan seperlunya sampai air mengalir keluar dari lubang di dasar pot.
- Bila kondisi panas, penyiraman dapat dilakukan pagi dan sore hari.
3. Pemupukan
Lakukan pemupukan dengan pupuk NPK ( 15:15:15 ) sebanyak 2 sendok makan dan campur dalam 10 liter air, kemudian siramkan larutan tersebut ke media tanam secukupnya.
4. Pengendalian hama dan penyakit
Usahakan agar lingkungan selalu bersih, cukup cahaya sinar matahari dan tidak terlalu lembab.
5. Perlakuan buah
Apabila pemeliharaan tanaman cukup baik, tanaman belimbing dalam pot sudah berbuah setelah umur 1 tahun sejak tanam.
Agar diperoleh buah yang cukup besar dan berkualitas baik, maka perlu perlakuan buah di pohon sebagai berikut :
a. Penjarangan buah - Buah yang kurang produktif perlu dibuang dengan cara digunting.
- Hanya buah yang berada di pangkal batang/cabang yang ditinggalkan untuk dipelihara.
- Jumlah buah yang ditinggal untuk dipelihara disesuaikan dengan keadaan fisik tanaman.
b. Pembungkusan buah belimbing
Setelah dilakukan penjarangan, dilanjutkan dengan melakukan pembungkusan buah dengan tujuan :
- Untuk menghindari serangan lalat buah dan dilakukan menggunakan kantong plastik.
- Buah dibungkus apabila besarnya sudah mencapai sebesar kelereng.
Sumber :
http://diperta.blitarkota.go.id/profile/id/10.html
Tanaman buah dalam pot saat ini banyak dikembangkan oleh masyarakat karena memiliki berbagai keuntungan. Istilah yang populer sering kita dengar Tabulampot, yakni : bertanam tanaman buah-buahan dalam pot yang diperkenalkan dalam suatu acara yang diselenggarakan pada tahun 1988. Selain tanaman blimbing, berbagai anaman buah-buahan yang dapat dibudidayakan dalam pot antara lain : sawo, mangga, jambu air dsb.
B. Keuntungan
Budidaya tanaman belimbing dalam pot memiliki beberapa keuntungan sebagai berikut :
- Hemat tempat, karena tidak memerlukan lahan yang luas dan cukup ditanam dalam pot.
- Ringkas, mudah dirawat, mudah dipindahkan ketempat lain.
- Produktif dan efisien.
- Indah, artistik dan unik, tidak hanya untuk produksi, tetapi juga memberikan keindahan bila dipandang.
- Mudah, murah dan dapat dilaksanakan oleh setiap orang, karena bahan-bahannya tidak perlu membeli secara khusus.
- Sehat, karena dapat dibudidayakan dengan pertanian organik, karena bahan kimia baik pupuk maupun pestisida dapat dikendalikan, atau tanpa penggunaan sama sekali.
C. Penanaman
1. Persiapan media tanam
- Siapkan pot yang besarnya cukup sebagai tempat untuk budidaya tanaman.
- Media tanam berupa campuran antara tanah dengan pupuk kandang/kompos dengan perbandingan 1 : 1.
- Tanah dapat diambil dari pekarangan rumah yang telah dibersihkan terlebih dahulu dari rumput dan batu-batuan.
- Pupuk kandang dapat berupa kotoran ayam/kambing, sapi atau kerbau yang sudah matang. Kompos dapat berupa daun yang sudah lapuk.
- Sebelum dicampur, baik tanah maupun pupuk kandang/kompos diayak lebih dahulu dan dijemur 3 – 5 hari.
2. Menyiapkan pot dan media
- Pot / wadah yang digunakan biasanya berupa kaleng bekas, ember, kantong plastik atau pot yang bagian bawahnya dilubangi untuk pembuangan air.
- Bagian paling bawah sebaiknya diisi dengan selapis batu kerikil yang telah dicuci.
- Penuhi pot dengan media tanam yang telah dipersiapkan diatas, hingga 1 cm dibawah bibir pot.
- Siram media tanam secara berlahan-lahan.
- Bila terjadi serangan tungau, dianjurkan diatasi secara manual dengan tangan; bila terpaksa baru menggunakan pestisida.
- Bila cukup, pot/media tanam siap untuk ditanami.
3. Penanaman bibit dalam pot
Bibit yang ditanam untuk tabulampot berasal dari sambung, cangkok atau okulasi yang telah dipilih.
Cara penanamannya sebagai berikut :
- Lepaskan bibit dari pembungkus, keranjang atau polybag dengan hati-hati, jangan sampai tanah pecah dan merusak struktur akar, yang mengakibatkan tanaman bisa mati.
- Kantong plastik/serabut, polybag yang digunakan sebagai tempat bibit harus dibuang karena bahan tersebut sukar membusuk, sedangkan bahan asal keranjang dapat membusuk/rusak dan menimbulkan rayap.
- Tanamlah bibit ditengah lubang sedalam leher akar; bila tinaman terlalu dalam, pertumbuhan tanaman kurang baik dan bagian batang dalam tanah menjadi sasaran rayap.
- Sebelum ditanam, kurangi/potong lembar daun setengahnya guna mengurangi penguapan air karena akar-akarnya belum dapat menyerap cukup air dalam tanah.
D. Pemeliharaan Tanaman Dalam Pot
1. Pemeliharaan pertumbuhan
- Pada saat tanaman masih muda dan mencapai tinggi + 20 cm atau sesuai kondisi fisik tanaman, lakukan pemotongan pucuk untuk memperoleh pertumbuhan tunas dan pembentukan pohon.
- Bila dirasa perlu, beri ajir untuk menguatkan tegaknya tanaman.
2. Penyiraman
- Dilakukan seperlunya sampai air mengalir keluar dari lubang di dasar pot.
- Bila kondisi panas, penyiraman dapat dilakukan pagi dan sore hari.
3. Pemupukan
Lakukan pemupukan dengan pupuk NPK ( 15:15:15 ) sebanyak 2 sendok makan dan campur dalam 10 liter air, kemudian siramkan larutan tersebut ke media tanam secukupnya.
4. Pengendalian hama dan penyakit
Usahakan agar lingkungan selalu bersih, cukup cahaya sinar matahari dan tidak terlalu lembab.
5. Perlakuan buah
Apabila pemeliharaan tanaman cukup baik, tanaman belimbing dalam pot sudah berbuah setelah umur 1 tahun sejak tanam.
Agar diperoleh buah yang cukup besar dan berkualitas baik, maka perlu perlakuan buah di pohon sebagai berikut :
a. Penjarangan buah - Buah yang kurang produktif perlu dibuang dengan cara digunting.
- Hanya buah yang berada di pangkal batang/cabang yang ditinggalkan untuk dipelihara.
- Jumlah buah yang ditinggal untuk dipelihara disesuaikan dengan keadaan fisik tanaman.
b. Pembungkusan buah belimbing
Setelah dilakukan penjarangan, dilanjutkan dengan melakukan pembungkusan buah dengan tujuan :
- Untuk menghindari serangan lalat buah dan dilakukan menggunakan kantong plastik.
- Buah dibungkus apabila besarnya sudah mencapai sebesar kelereng.
Sumber :
http://diperta.blitarkota.go.id/profile/id/10.html
Tuesday, July 30, 2013
Cara Menanam Belimbing Dalam Pot
Cara menanam belimbing manis dalam pot ini membutuhkan beberapa peralatan dan bahan, alat dan bahan yang dibutuhkan untuk tahap membuat bibit sendiri diantaranya, silet, gunting, plastik, raffia, cabang entries dan bibit semai.
Membuat bibit sendiri dengan cara okulasi dan sambung. Mula-mula dibuat bibit semai hasil penyemaian biji yang tingginya 30 cm dengan umur 4-8 bulan. Pilih bibit yang sesuai untuk batang pokok.
Kemudian siapkan juga batang sekunder yang panjangnya 5-20 cm, berdaun hijau muda, dan ujung daunnya telah menua. Cabang entries ini diambil dari pohon yang unggul dan dipotong dari pohon induk yang sehat.
Untuk membuat bibit okulasi, langkah-langkahnya sebagai berikut, pilih bibit semai yang berbatang lurus dan tidak bercabang. Sayat mata tunas pada cabang entris yang baru diambil dari pohon induk.
Buat menyerupai jendela pada bagian bawah bibit semai sepanjang 2-3 cm, lebar 1 cm. Buat sayatan setengahnya sampai membentuk lidah terbuka. Sisipkan mata tunas ke dalam jendela di bawah lidah batang bawah, tetapi tidak boleh menindih. Balut mata tepel dengan raffia, mata tunas jangan tertutup balutan.
Dalam waktu 21-35 hari, mata temple tampak hidup dan menyatu, lalu ujung tanaman batang bawah dipotong. Kemudian simpan ditempat yang teduh.
Selanjutnya cara membuat bibit sambungan atau enten. Pilih bibit yang sehat kemudian potong pada ketinggian 10-15 cm di atas tanah. Kemudian belah menjadi dua. Cabang entries dipotong ujung bawahnya sesuai bentuk batang bawah, dan ikat dengan raffia dari bawah ke atas. Tutup sambungan dengan plastic transparan.
Jika entrisnya mulai bertunas, maka tutup plastic dibuka namun balutan raffia dapat dibuarkan sampai tunas bener-bener kuat.
Menyediakan Media Tanam
Untuk media tanam kita harus menyiapkan pot tanah liat, tanah, pupuk kandang, kompos, drum, ember, dan drum dari kayu. Pot untuk bibit gunakan yang berukuran besar dengan memiliki diameter 20-30 cm, sedangkan untuk tanamnya sediakan pot yang berdiameter 50-60 cm dan tingginya 40-60 cm.
Kemudian bagian bawah pot dilubangi untuk pembungan air. Perbandingan komposisi antara pupuk kandang dengan kompos tergantung jenis tanahnya. Kalau tanahnya berpasir memerlukan perbandingan 1 : 1.
Langkah-langkahnya, isi pot dengan media ¾ bagian, masukan bibit dalam pot tegak lurus tepat di tengah pot, tambahkan media dan padatkan agar tidak goyah. Bagian bawah pot atau saluran air ditutup dengan pecahan genting, spon atau kelapa. Hal ini supaya air dapat keluar dari pot tetapi tanahnya tidak terbawa keluar.
Cara Menanam Bibit Hasil Sambungan
Batas sambungan dari bibit tidak boleh tertimbun media. Paling tidak 5 cm bagian batang di bawah sambungan harus muncul di atas media. Apabila batas sambungan terkena media tanam maka sambungan tersebut akan terkena infeksi penyakit busuk akar pada bagian batang atas yang tertimbun.
Cara Merawat Belimbing dalam Pot
Perawatan belimbing dalam pot pada dasarnya sama seperti perawatan belimbing yang ditanam di lahan terbuka atau kebun, namun ada beberapa hal yang beda dalam perawatan tanaman dalam pot ini, perbedaannya yaitu, pembaruan media tanam yang dilakukan setelah tanaman berumur 3-4 tahun, media tanam yang ada dalam pot bisa mengeras, dan cara mengeluarkannya dengan menepuk-nepuk punggung pot, karena akar yang ada di dalam melekat pada dinding pot.
Setelah tanaman bisa dikeluarkan dari pot, kemudian ujung akarnya dipotong. Masukan media tanam baru dengan campuran tanah dan pupuk kandang kedalam pot. Siram dengan air secukupnya.
Sumber :
http://bestbudidayatanaman.blogspot.com/2013/02/cara-menanam-belimbing-dalam-pot.html
Membuat bibit sendiri dengan cara okulasi dan sambung. Mula-mula dibuat bibit semai hasil penyemaian biji yang tingginya 30 cm dengan umur 4-8 bulan. Pilih bibit yang sesuai untuk batang pokok.
Kemudian siapkan juga batang sekunder yang panjangnya 5-20 cm, berdaun hijau muda, dan ujung daunnya telah menua. Cabang entries ini diambil dari pohon yang unggul dan dipotong dari pohon induk yang sehat.
Untuk membuat bibit okulasi, langkah-langkahnya sebagai berikut, pilih bibit semai yang berbatang lurus dan tidak bercabang. Sayat mata tunas pada cabang entris yang baru diambil dari pohon induk.
Buat menyerupai jendela pada bagian bawah bibit semai sepanjang 2-3 cm, lebar 1 cm. Buat sayatan setengahnya sampai membentuk lidah terbuka. Sisipkan mata tunas ke dalam jendela di bawah lidah batang bawah, tetapi tidak boleh menindih. Balut mata tepel dengan raffia, mata tunas jangan tertutup balutan.
Dalam waktu 21-35 hari, mata temple tampak hidup dan menyatu, lalu ujung tanaman batang bawah dipotong. Kemudian simpan ditempat yang teduh.
Selanjutnya cara membuat bibit sambungan atau enten. Pilih bibit yang sehat kemudian potong pada ketinggian 10-15 cm di atas tanah. Kemudian belah menjadi dua. Cabang entries dipotong ujung bawahnya sesuai bentuk batang bawah, dan ikat dengan raffia dari bawah ke atas. Tutup sambungan dengan plastic transparan.
Jika entrisnya mulai bertunas, maka tutup plastic dibuka namun balutan raffia dapat dibuarkan sampai tunas bener-bener kuat.
Menyediakan Media Tanam
Untuk media tanam kita harus menyiapkan pot tanah liat, tanah, pupuk kandang, kompos, drum, ember, dan drum dari kayu. Pot untuk bibit gunakan yang berukuran besar dengan memiliki diameter 20-30 cm, sedangkan untuk tanamnya sediakan pot yang berdiameter 50-60 cm dan tingginya 40-60 cm.
Kemudian bagian bawah pot dilubangi untuk pembungan air. Perbandingan komposisi antara pupuk kandang dengan kompos tergantung jenis tanahnya. Kalau tanahnya berpasir memerlukan perbandingan 1 : 1.
Langkah-langkahnya, isi pot dengan media ¾ bagian, masukan bibit dalam pot tegak lurus tepat di tengah pot, tambahkan media dan padatkan agar tidak goyah. Bagian bawah pot atau saluran air ditutup dengan pecahan genting, spon atau kelapa. Hal ini supaya air dapat keluar dari pot tetapi tanahnya tidak terbawa keluar.
Cara Menanam Bibit Hasil Sambungan
Batas sambungan dari bibit tidak boleh tertimbun media. Paling tidak 5 cm bagian batang di bawah sambungan harus muncul di atas media. Apabila batas sambungan terkena media tanam maka sambungan tersebut akan terkena infeksi penyakit busuk akar pada bagian batang atas yang tertimbun.
Cara Merawat Belimbing dalam Pot
Perawatan belimbing dalam pot pada dasarnya sama seperti perawatan belimbing yang ditanam di lahan terbuka atau kebun, namun ada beberapa hal yang beda dalam perawatan tanaman dalam pot ini, perbedaannya yaitu, pembaruan media tanam yang dilakukan setelah tanaman berumur 3-4 tahun, media tanam yang ada dalam pot bisa mengeras, dan cara mengeluarkannya dengan menepuk-nepuk punggung pot, karena akar yang ada di dalam melekat pada dinding pot.
Setelah tanaman bisa dikeluarkan dari pot, kemudian ujung akarnya dipotong. Masukan media tanam baru dengan campuran tanah dan pupuk kandang kedalam pot. Siram dengan air secukupnya.
Sumber :
http://bestbudidayatanaman.blogspot.com/2013/02/cara-menanam-belimbing-dalam-pot.html
Tuesday, July 23, 2013
Budidaya Belimbing Manis dan Cara Menanam Belimbing
Untuk melakukan budidaya belimbing manis ada beberapa tahapan yang harus dilakukan supaya mendapatkan hasil yang maksimal, tahapan-tahapan itu adalah: pengolahan tanah, penyiapan bibit, penanaman, pemeliharaan tanaman, pemangkasan cabang, pembungaan dan kerontokan, dan penjarangan buah.
Pengolahan Tanah
Pengolahan tanah merupakan langkah awasl sebelum melakukan tahapan-tahapan yang lainnya, hal ini dimaksudkan supaya lahan lebih gembur, membersihkan gulma, dan memperbaiki aerasi tanah supaya lebih subur.
Tanah diolah dengan dicangkul atau dibajak oleh alat tradisional maupun memakai mesin traktor. Setelah pembajakan dibuat lubang tanam berukuran 60 cm x 60 cm x 50 cm. jarak antara lubang 5 m x 6 m, dan buat selokan dari sisa lahan.
Memisahkan tanah galian lapisan atas dengan lapisan bawah setebal 25-30 cm. tiap lubang diisi pupuk kompos yang sudah matang sebanyak 40 kg. campur pupuk dengan tanah lapisan bawah yang ada di pinggir lubang. Biarkan lubang tanam selama 1-3 minggu.
Penyiapan Bibit
Bibit diusahakan berasal dari varietas unggul, bibit yang akan ditanam merupakan hasil dari perbanyakan secara vegetative, misalnya dengan okulasi dan sambung pucuk, mulus, tidak cacat dan tidak bercampur dengan varietas lain, dan tentunya harus bebas dari penyakit.
Varietas unggul memiliki ciri seperti, buahnya bermutu tinggi, manis rasanya, produksinya tinggi, mampu beradaptasi di lokasi baru, tahan stress dan tahan terhadap penyakit.
Penanaman
Penanaman di lahan terbuka atau kebun dilakukan apabila bibit belimbing sudah mencapai ketinggian 50-100 cm. apabila bibit yang sudah dipersiapkan menggunakan media yang dibungkus oleh polibag (plastik), sebelum ditanam polibag tersebut harus dibuka terlebih dahulu, kemudian bibit dimasukan kedalam lubang tanam yang sudah disediakan sebelumnya.
Posisi bibit harus tegak tepat di tengah lubang. Kemudian, timbun lubang tanam dengan lapisan tanah atas sambil ditekan ke bawah, dan miring kea rah akarnya sampai kuat. Hal ini dilakukan supaya tanaman tidak goyang jika tertiup angin. Dan siram tanaman tersebut supaya tidak stress.
Jika bibit yang ditanam hasil dari sambung pucuk atau okulasi, maka batas sambungan atau mata temple harus terletak 5-10 cm di atas tanah dan jangan sampai tertimbun tanah.
Pemeliharaan Tanaman
Pemeliharaan tanaman meliputi penyiraman, pemberantasan gulma, pemupukan, dan pengendalian hama dan penyakit.
Untuk penyiraman dilakukan setiap hari, apalagi pada musim kemarau intensitas penyiraman bisa dilakukan pagi dan sore hari. Cara penyiraman dapat dilakukan dengan member lubang jarum pada sisi bawah botol bekas air mineral, kemudian diisi ¾ air, sedangkan atasnya biarkan kosong. Kemudian ditancapkan kedalam tanah, namun tidak terlalu dalam.
Botol pada saat panas akan memuai karena adanya ruangan kosong, dan air akan keluar dari lubang jarum pada sisi bawah. Kemudian cara lain untuk system penyiraman bisa dilakukan dengan cara tetes, yaitu dengan menggunakan selang yang dilubangi sebesar jarum pada posisi samping, kemudian selang dihubungkan dengan menara air (tendon air atau bak air). Air dari menara bisa langsung dialirkan, untuk pengaturannya kita bisa memasang kran pengaturan.
Untuk pemberantasan gulma bisa kita lakukan dengan alat seperti cangkul, garuk kecil dll. Yang terpenting dalam proses pembuangan benalu atau gulma jangan sampai merusak tanaman utama. Proses ini juga sering disebut penyiangan.
Setelah berumur 3 bulan tanaman harus diberi pupuk N, P dan k. pemupukan dilakukan 3 bulan sekali. Doasis pemberian pupuk untuk tanaman yang sudah berumur satu tahun diberikan urea 100gram, SP-36 100 gram, KCL 100 gram. Kemudian dosis untuk tanaman yang sudah berumur dua tahun ialah urea 150 gram, SP-36 100 gram, KCl 150 gram, dosis untuk tanaman yang sudah berumur tiga tahun, urea 150 gram, SP-36 300 gram, KCl 200 gram, untuk umur empat tahun, urea 200 gram, SP-36 400 gram, KCl 300 gram, dan umur di atas empat tahun bisa diberi dengan dosis, urea 75 gram, SP-36 150 gram. Dan dosis tersebut untuk masing-masing satu pohon.
Tanaman yang sudah berbuah diberi pupuk dua kali. Pupuk diberikan dengan alur melingkari batang, dengan jarak 10-100 cm dari batang. Sedangkan pemberian pupuk kandang diberikan sebelum bibit belimbing ditanam dengan dosis 40 kg/lubang. Dan setelah tanaman berumur 2 tahun baru diberi lagi pupuk kandang dengan dosis 20 kg/pohon.
Pemangkasan Cabang
Tujuan dari pemangkasan adalah untuk membentuk tanaman supaya bercabang banyak, sosoknya supaya tidak terlalu tinggi menjulang. Kemudian tanaman diremajakan caranya, buang tunas-tunas yang muncul terlalu rapat, ranting yang sakit dan tunas yang lemah.
Untuk tanaman yang sudah tua bisa dipangkas dengan gergaji tajam, dan bekasnya dioles dengan lisol atau karbol, lalu tutup dengan plastic hitam. Kemudian diberi pupuk dengan pupuk kandang tau kompos 10 kg/pohon. Jarak pemangkasan dari tanah 1,5-2 m.
Pembungaan dan Kerontokan
Tanaman yang sduah berbunga sebaiknya disemprot dengan hormone NAA sebanyak 10-25 mg/liter pada bunga, atau dengan larutan herbisida sebanyak 2-10 mg/liter pada bunga dan dilakukan sebelum bunganya mekar.
Kerontokan yang terjadi pada tanaman belimbing bisa diakibatkan beberapa hal, seperti, kekeringan, karena hujan lebat, keracunan pupuk atau pestisida, bisa juga karena pemberian pupuk urea yang berlebihan dan tidak adanya bantuan penyerbukan oleh lalat atau lebah.
Penjarangan Buah
Penjarangan buah bertujuan untuk meningkatkan hasil yang berkualitas seperti, ukuran buah yang sama rata. Caranya, seleksi buah pentil kemudian pilih yang kerdil, bengkok, dan ccacat kemudian buang. Sisakan 2-3 buah, selanjutnya pentil yang tersisa bungkus dengan daun jati, plastic, atau kertas. Agar warnanya seragam dan bersih.
Factor-faktor yang menyebabkan buah menjadi manis :
1. Jenis tanah
2. Pemupukan dan sinar matahari
Tanah yang baik untuk tanaman belimbing adalah tanah lempung dengan curah hujan sedang dan pH tanah 5,5-6. Tanaman belimbing baik ditanam di tanah yang bertipe kering, curah hujan kurang dari 1000 mm/tahun, karena cahaya matahari cukup menyinari, sehingga proses fotosintesis dapat berlangsung baik. Pemupukan pada umur 2 tahun dengan diberi pupuk KNO3 atau KCl sebanyak 500-1000 gram/tahun.
Sumber :
http://bestbudidayatanaman.blogspot.com/2013/02/Budidaya-Belimbing-Manis-dan-Cara-Menanam-Belimbing.html
Pengolahan Tanah
Pengolahan tanah merupakan langkah awasl sebelum melakukan tahapan-tahapan yang lainnya, hal ini dimaksudkan supaya lahan lebih gembur, membersihkan gulma, dan memperbaiki aerasi tanah supaya lebih subur.
Tanah diolah dengan dicangkul atau dibajak oleh alat tradisional maupun memakai mesin traktor. Setelah pembajakan dibuat lubang tanam berukuran 60 cm x 60 cm x 50 cm. jarak antara lubang 5 m x 6 m, dan buat selokan dari sisa lahan.
Memisahkan tanah galian lapisan atas dengan lapisan bawah setebal 25-30 cm. tiap lubang diisi pupuk kompos yang sudah matang sebanyak 40 kg. campur pupuk dengan tanah lapisan bawah yang ada di pinggir lubang. Biarkan lubang tanam selama 1-3 minggu.
Penyiapan Bibit
Bibit diusahakan berasal dari varietas unggul, bibit yang akan ditanam merupakan hasil dari perbanyakan secara vegetative, misalnya dengan okulasi dan sambung pucuk, mulus, tidak cacat dan tidak bercampur dengan varietas lain, dan tentunya harus bebas dari penyakit.
Varietas unggul memiliki ciri seperti, buahnya bermutu tinggi, manis rasanya, produksinya tinggi, mampu beradaptasi di lokasi baru, tahan stress dan tahan terhadap penyakit.
Penanaman
Penanaman di lahan terbuka atau kebun dilakukan apabila bibit belimbing sudah mencapai ketinggian 50-100 cm. apabila bibit yang sudah dipersiapkan menggunakan media yang dibungkus oleh polibag (plastik), sebelum ditanam polibag tersebut harus dibuka terlebih dahulu, kemudian bibit dimasukan kedalam lubang tanam yang sudah disediakan sebelumnya.
Posisi bibit harus tegak tepat di tengah lubang. Kemudian, timbun lubang tanam dengan lapisan tanah atas sambil ditekan ke bawah, dan miring kea rah akarnya sampai kuat. Hal ini dilakukan supaya tanaman tidak goyang jika tertiup angin. Dan siram tanaman tersebut supaya tidak stress.
Jika bibit yang ditanam hasil dari sambung pucuk atau okulasi, maka batas sambungan atau mata temple harus terletak 5-10 cm di atas tanah dan jangan sampai tertimbun tanah.
Pemeliharaan Tanaman
Pemeliharaan tanaman meliputi penyiraman, pemberantasan gulma, pemupukan, dan pengendalian hama dan penyakit.
Untuk penyiraman dilakukan setiap hari, apalagi pada musim kemarau intensitas penyiraman bisa dilakukan pagi dan sore hari. Cara penyiraman dapat dilakukan dengan member lubang jarum pada sisi bawah botol bekas air mineral, kemudian diisi ¾ air, sedangkan atasnya biarkan kosong. Kemudian ditancapkan kedalam tanah, namun tidak terlalu dalam.
Botol pada saat panas akan memuai karena adanya ruangan kosong, dan air akan keluar dari lubang jarum pada sisi bawah. Kemudian cara lain untuk system penyiraman bisa dilakukan dengan cara tetes, yaitu dengan menggunakan selang yang dilubangi sebesar jarum pada posisi samping, kemudian selang dihubungkan dengan menara air (tendon air atau bak air). Air dari menara bisa langsung dialirkan, untuk pengaturannya kita bisa memasang kran pengaturan.
Untuk pemberantasan gulma bisa kita lakukan dengan alat seperti cangkul, garuk kecil dll. Yang terpenting dalam proses pembuangan benalu atau gulma jangan sampai merusak tanaman utama. Proses ini juga sering disebut penyiangan.
Setelah berumur 3 bulan tanaman harus diberi pupuk N, P dan k. pemupukan dilakukan 3 bulan sekali. Doasis pemberian pupuk untuk tanaman yang sudah berumur satu tahun diberikan urea 100gram, SP-36 100 gram, KCL 100 gram. Kemudian dosis untuk tanaman yang sudah berumur dua tahun ialah urea 150 gram, SP-36 100 gram, KCl 150 gram, dosis untuk tanaman yang sudah berumur tiga tahun, urea 150 gram, SP-36 300 gram, KCl 200 gram, untuk umur empat tahun, urea 200 gram, SP-36 400 gram, KCl 300 gram, dan umur di atas empat tahun bisa diberi dengan dosis, urea 75 gram, SP-36 150 gram. Dan dosis tersebut untuk masing-masing satu pohon.
Tanaman yang sudah berbuah diberi pupuk dua kali. Pupuk diberikan dengan alur melingkari batang, dengan jarak 10-100 cm dari batang. Sedangkan pemberian pupuk kandang diberikan sebelum bibit belimbing ditanam dengan dosis 40 kg/lubang. Dan setelah tanaman berumur 2 tahun baru diberi lagi pupuk kandang dengan dosis 20 kg/pohon.
Pemangkasan Cabang
Tujuan dari pemangkasan adalah untuk membentuk tanaman supaya bercabang banyak, sosoknya supaya tidak terlalu tinggi menjulang. Kemudian tanaman diremajakan caranya, buang tunas-tunas yang muncul terlalu rapat, ranting yang sakit dan tunas yang lemah.
Untuk tanaman yang sudah tua bisa dipangkas dengan gergaji tajam, dan bekasnya dioles dengan lisol atau karbol, lalu tutup dengan plastic hitam. Kemudian diberi pupuk dengan pupuk kandang tau kompos 10 kg/pohon. Jarak pemangkasan dari tanah 1,5-2 m.
Pembungaan dan Kerontokan
Tanaman yang sduah berbunga sebaiknya disemprot dengan hormone NAA sebanyak 10-25 mg/liter pada bunga, atau dengan larutan herbisida sebanyak 2-10 mg/liter pada bunga dan dilakukan sebelum bunganya mekar.
Kerontokan yang terjadi pada tanaman belimbing bisa diakibatkan beberapa hal, seperti, kekeringan, karena hujan lebat, keracunan pupuk atau pestisida, bisa juga karena pemberian pupuk urea yang berlebihan dan tidak adanya bantuan penyerbukan oleh lalat atau lebah.
Penjarangan Buah
Penjarangan buah bertujuan untuk meningkatkan hasil yang berkualitas seperti, ukuran buah yang sama rata. Caranya, seleksi buah pentil kemudian pilih yang kerdil, bengkok, dan ccacat kemudian buang. Sisakan 2-3 buah, selanjutnya pentil yang tersisa bungkus dengan daun jati, plastic, atau kertas. Agar warnanya seragam dan bersih.
Factor-faktor yang menyebabkan buah menjadi manis :
1. Jenis tanah
2. Pemupukan dan sinar matahari
Tanah yang baik untuk tanaman belimbing adalah tanah lempung dengan curah hujan sedang dan pH tanah 5,5-6. Tanaman belimbing baik ditanam di tanah yang bertipe kering, curah hujan kurang dari 1000 mm/tahun, karena cahaya matahari cukup menyinari, sehingga proses fotosintesis dapat berlangsung baik. Pemupukan pada umur 2 tahun dengan diberi pupuk KNO3 atau KCl sebanyak 500-1000 gram/tahun.
Sumber :
http://bestbudidayatanaman.blogspot.com/2013/02/Budidaya-Belimbing-Manis-dan-Cara-Menanam-Belimbing.html
Subscribe to:
Posts (Atom)



