Showing posts with label fermentasi jerami. Show all posts
Showing posts with label fermentasi jerami. Show all posts

Tuesday, October 1, 2013

Penggemukan Kambing Milik Pak Yanto Owner PO Prayogo Jogja

Barikut ini adalah salah satu liputan dari peternakan kambing kepunyakan Bapak Yanto, pemilik PO Prayogo yang berada di jl. Godean, Jogjakarta. Andaikata para peternak kampung bisa meniru cara penggemukan kambing yang lebih modern seperti ini, pasti kesejahteraannya akan semakin meningkat.

 Peternakan kambing dewasa

 bentuk kandang panggung, kotoran dan air seni langsung terpisah


 Lokasi kandang kambing di garasi bus bagian belakang

 indukan kambing baru saja melahirkan

 kandang umbaran untuk kambing remaja

 sosok kambing Merino jantan, kira-kira beratnya 75kg



ini garasi bus pariwisata PO Prayogo, letak kandang ada di belakang bus

Friday, August 16, 2013

Kompos Kotoran Kambing Cocok Untuk Semua Tanaman

Limbah merupakan bahan yang timbul setelah proses produksi selesai, yang umumnya dibuang. Limbah kandang dan tanaman dapat berbentuk padar, cair maupun gas. Demikian halnya limbah yang dihasilkan dari ternak kambing/domba berupa air kencing yang menyengat akan dapat menimbulkan polusi bau, kotoran mencemari lingkungan sekitarnya dan masih banyak masalah sosial yang ditimbulkan.

Sebetulnya bila dimanfaatkan secara baik kotoran kambing tersebut bukan merupakan polusi justru merupakan suatu penghasilan yang bisa menghasilkan kompos (pupuk organic) yang berkualitas bila diolah dengan teknologi pengolahan menggunakan decomposer (Biostarter) bahkan menghasilkan uang yang tidak sedikit nilainya.

Pengolahan Limbah Inthil


Petani kita umumnya menggunakan pupuk kandang secara langsung, hal ini tanpa disadari pupuk tersebut masih banyak kelemahannya. Kelemahan tersebut antara lain terdapat bibit gulma, hama dan penyakit serta diperlukan dalam jumlah yang cukup besar. Agar dihasilkan pupuk organic yang berkualitas baik dan hemat dalam pemakainya, pupuk kandang (inthil) perlu diolah atau dilakukan dekomposisi dalam kondisi tertentu yang dapat dilakukan secara biologis dengan menggunakan mikroba tertentu.

Karakteristik inthil berbentuk butiran-butiran kecil, tingkat kadar air yang rendah merupakan factor yang penting dalam hal mudah dalam pengolahan dan kualitas kompos lebih baik dibanding dengan ternak yang lain, seperti sapi maupun kerbau.

Prinsip Pembuatan Kompos

Prinsip pengomposan atau composting adalah proses merubah limbah organic menjadi pupuk organic secara biologis dibawah kondisi yang terkontrol. Tujuan pengomposan limbah ternak melalui kondisi yang terkontrol adalah untuk membuat keseimbangan porses pembusukan bahan organic dalam limbah, mengurangi bau ,membunuh  biji-biji gulma dan organisme pathogen sehingga menjadi pupuk yang sesuai dengan lahan pertanian. Apabila kondisi tidak atau kurang terkontrol akan terjadi pembusukan sehingga timbul bau yang menyengat, timbul cacing dan insekta.

Membuat Kompos Dengan Biostater

Biostater yang dapat digunakan untuk pembuatan kompos sudah banyak beredar dimasyarakat dengan bermacam-macam merk dagang dengan dosis dan bahan yang bermacam-macam namun sama dalam hal tujuan yaitu untuk mempercepat proses dekomposisi.

Kompos yang dihasilkan mempunyai kualitas yang baik, dosis penggunaan pada tanaman lebih hemat dibanding pupuk kandang tanpa diolah dahulu.

Kompos inthil yang dihasilkan memberikan nilai tambah pengusahaan ternak karena memiliki nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan tanpa pengomposan.

Bahan :

Bahan yang diperlukan dalam pembuatan limbah inthil kambing / domba, antara lain :

1. Inthil kambing / domba            : 1.000 kg

2. Bio starter stardec                  :     2,5 kg

3. Serbuk gergaji                        :    100 kg

4. Abu sisa pembakaran             :      50 kg

5. Kapur tohor / gamping            :      50 kg

6. Pupuk urea                            :     2,5 kg

7. Pupuk SP-36                         :     2,5 kg

8. Air secukupnya

*) Bahan-bahan tersebut boleh dikurangi sesuai ketersediaan didaerah tersebut. Minimal dapat digunakan bahan berupa kotoran dan stardec, namun semakin lengkap bahan yang digunakan semakin baik kualitas kompos yang dihasilkan.

Cara Pembuatan Kompos :
  1. Tiap bahan dibagi menjadi 6 – 8 bagian
  2. Kotoran inthil ditumpuk dengan ketinggian 25 – 30 cm.
  3. Ditaburkan biostarter, serbuk gergaji, abu dan kapur masing-masing 1 bagian sambil disiram air untuk kelembaban.
  4. Ulangi tumpukan kedua seperti no. 3 begitu seterusnya sehingga semua bahan habis.
  5. Tumpukan dibuat denganetinggian minimal 1,5 m.
  6. Tumpukan dibawah naungan untuk menghindari adanya sinar matahari langsung dan air hujan
  7. Untuk menjaga suhu dan suplai oksigen, tumpukan dibalik sekali tiap minggu
  8. Untuk menjaga kelembaban 60 %, saat membalik tumpukan dilakukan penyiraman dengan air menggunakan gembor
  9. Pada minggu ke 5 pupuk siap digunakan.

Pengemasan

Setelah kompos jadi maka selanjutnya bisa dipakai untuk memupuk tanaman, namun apabila dijual dikemas terlebih dahulu agar kelihatan praktis dan lebih rapi. Tiap kemasan berbeda-beda sesuai dengan permintaan pasar, biasanya bobot kompos tiap kemasan antara lain : 3 kg (plastic), 5 kg (plastic), 10 kg (karung) dan 25 kg (karung).

http://pertanian.slemankab.go.id


Tuesday, August 13, 2013

Ternak Kambing Tanpa Ngarit - Pengolahan Jerami Padi Guna Meningkatkan Kesejahteraan Peternak Kambing


Pakan kasar masih menjadi pakan utama ternak ruminansia di Indonesia.  Salah satu pakan kasar yang tersedia melimpah adalah jerami, terutama jerami padi.  Hal ini karena jerami padi merupakan limbah pertanian tanaman pangan sebagian besar penduduk Indonesia.

Produksi jerami padi dapat mencapai 12-15 ton/hektar tiap panen tergantung lokasi dan varietasnya. Jerami ini bisa digunakan untuk pakan kasar 2-3 ekor sapi dewasa sepanjang tahun.
Penggunaan jerami untuk pakan baru berkisar 31-39% dan 7-16% untuk industri. Dari keseluruhan produksi jerami, sebagian besar masih dibakar dan dikembalikan ke tanah.  Efek negatif dari pembakaran adalah polusi lingkungan, mempengaruhi ekologi tanah dan hilangnya bahan organik
Komposisi kimia jerami padi meliputi bahan kering 71,2%, protein kasar 3,9%, lemak kasar 1,8%, serat kasar 28,8%, BETN 37,1% dan TDN 40,2%.  Kandungan lignin jerami berkisar 6-7% dan silikatnya 13%. Ternak yang hanya mendapatkan jerami saja sebagai pakannya akan memiliki produktivitas rendah.

Untuk digunakan sebagai pakan, jerami sebaiknya diolah lebih dahulu.  Pengolahan jerami bisa berupa amoniasi, hidrolisis dengan alkali maupun dengan fermentasi menggunakan mikrobia tertentu.

1.  Amoniasi Jerami
a.  Pengertian
Amoniasi merupakan cara pengolahan kimia dengan menggunakan amonia untuk meningkatkan daya cerna bahan pakan berserat sekaligus meningkatkan kadar N (proteinnya).
Amoniasi biasanya dilakukan pada bahan pakan asal limbah pertanian seperti berbagai jenis jerami dan bahkan juga pada kulit kopi, tergantung pada potensi daerahnya.

b. Tujuan
Pembuatan amoniasi bertujuan meningkatkan kualitas jerami yang rendah kandungan nutrisinya, menjadi jerami yang kandungan nutrisinya memadai dan daya cernanya tinggi.

c.  Proses
Jerami merupakan bagian tanaman yang telah tua yang memiliki kandungan lignin dan silikat yang menyebabkan daya cerna ternak ruminansia terhadap jerami rendah.  

Amoniasi jerami padi adalah proses pengolahan jerami padi menggunakan amonia (misalnya urea) sebagai sumber amonia dengan pemeraman pada kondisi anaerob.  Proses ini merubah tekstur jerami menjadi lunak dan rapuh sehingga mudah dicerna. Peningkatan kandungan protein juga terjadi pada jerami amoniasi karena peresapan nitrogen dari urea. Proses ini juga menghilangkan aflatoksin/ jamur dalam jerami.  Amonia dapat menyebabkan perubahan komposisi dan struktur dinding sel sehingga membebaskan ikatan antara lignin dengan selulosa dan hemiselulosa sehingga bisa dicerna oleh mikrobia rumen. Amonia akan terserap dan berikatan dengan gugus asetil dari bahan pakan dan bisa dimanfaatkan oleh mikrobia rumen.

Penggunaan urea dibatasi 4-6% karena pada penggunaan <3% amonia tidak mampu memecah ikatan lignin. Pada penggunaan > 6% amonia akan terbuang karena jerami tidak sanggup menyerapnya jadi secara ekonomi tidak menguntungkan.

Proses amoniasi bisa dilakukan dengan cara basah dan cara kering. Proses dengan cara basah menggunakan larutan urea sedangkan cara kering urea langsung ditaburkan pada jerami. Dengan cara kering 3-4 kg urea digunakan untuk 100 kg jerami. Pada pembuatan skala besar, jerami dimampatkan kotak kotak cetakan . Selanjutnya jerami dimasukkan dalam wadahnya (sejenis dengan silo) sambil ditaburi urea atau larutannya.

Penggunaan urea didasari pertimbangan ekonomis dan juga lebih ramah lingkungan.  Sebenarnya sumber amonia lain seperti gas amonia bisa digunakan. Disini jerami yang telah dimasukkan ke dalam wadah tertutup disemprot dengan gas amonia.

d.     Kualitas
Untuk menghasilkan jerami amoniasi yang berkualitas, maka dibutuhkan bahan yang berkualitas pula. Bahan dasar dari pembuatan jerami amoniasi ini adalah jerami padi yang tersisa setelah pemanenan. Jerami padi yang akan diamoniasi harus memenuhi beberapa kriteria yaitu jerami harus dalam kondisi kering, tidak boleh terendam air sawah atau pun air hujan, dan harus dalam keadaan baik (tidak busuk atau rusak).

Jerami yang telah diamoniasi memiliki tekstur lunak dan rapuh, berwarna coklat tua, berbau amonia dan tidak berjamur.  Jika dilakukan analisa proksimat maka kandungan protein kasarnya lebih dari 6%.

e.      Penggunaan
Hasil amoniasi harus diangin-anginkan terlebih dahulu sebelum diberikan pada ternak.  Tujuannya adalah untuk menghilangkan amoniak dalam jerami. Untuk disimpan dalam jangka waktu yang lama, jerami amoniasi harus dijemur atau dikeringkan 2-3 hari. Setelah kering jerami dapat disimpan dibawah tempat teduh atau atap. Jangan sampai terkena air hujan karena akan mengakibatkan pembusukkan. Jerami yang sudah kering dapat disimpan selama selama 6 – 12 bulan tanpa penurunan kualitas.

Bila cuaca tidak memungkinkan untuk penjemuran, jerami amoniasi tidak perlu dikeluarkan dari wadahnya.  Keluarkan sesuai kebutuhan dan angin anginkan sebelum diberikan pada ternak.
Jerami amoniasi merupakan pakan yang miskin mineral.  Ada baiknya pemberiannya disertai dengan pemberian mineral secara teratur.

2. Hidrolisis Jerami
Perlakuan lain untuk memperbaiki kualitas jerami dilakukan dengan hidrolisis  dengan larutan basa.  Larutan basa bisa dibuat dengan NaOH atau CaO. Apabila jerami direndam dalam larutan alkali, maka ikatan antara lignin dan selulosa dan hemiselulosa dinding sel akan terhidrolisa sehingga karbohidrat akan lebih tersedia bagi microorganisme dalam rumen. Perlakuan dengan alkali juga meningkatkan tingkat konsumsi.

Awalnya proses ini dilakukan di Jerman saat perang dunia I, jerami direndam selama 1 hingga 2 hari dalam larutan NaOH (kaustik soda/soda api) 15-30 g/l dan kemudian dicuci untuk menghilangkan residu alkalinya.

Proses ini meningkatkan daya cerna jerami tetapi sebagian nutrien larut saat pencucian. Kemudian dikembangkan metode kering dengan kandungan NaOH 10-40g/l. Daya cerna jerami meningkat, dari 0,4 menjadi 0,5-0,7.

Alkali lain yang juga efisiennya adalah kapur ( CaO 60% dan MgO 1.3%).  Kapur sebanyak 40 gram dilarutkan dalam 10 liter air digunakan untuk merendam 1 kg jerami selama kurang lebih 48 jam (2 hari). Kemudian jerami dicuci dengan 5 liter air dan dikeringkan dengan sinar matahari. Hasil penelitian Saadullah dkk (1981) ini meningkatkan kecernaan bahan kering jerami dari 38 menjadi 49%. Jika pemberiannya pada domba disertai 10% molasses dan 2% urea dalam ransum, maka kecernaan ransum menjadi 54%.

3.  Fermentasi Jerami
Selain proses kimia, degradasi ikatan kimia pada jerami juga bisa dilakukan dengan fermentasi.  Fermentasi adalah suatu cara pengawetan yang menggunakan mikrobia tertentu untuk menghasilkan asam atau komponen lainnya yang dapat menghambat mikrobia perusak lainnya.

Cara melakukan fermentasi jerami adalah dengan menambahkan bahan yang mengandung mikrobia proteolitik, lignolitik, selulolitik, lipolitik dan bersifat fiksasi nitrogen non simbiotik.  Mikrobia tersebut kita kenal dengan sebutan probiotik. Campuran berbagai mikro organisme tersebut berguna untuk mempercepat proses pemecahan serat jerami padi, sehingga mudah dicerna oleh ternak.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi jerami yang telah difermentasi dengan mikrobia secara umum menunjukkan peningkatan kualitas.  Protein meningkat dari 4,23% menjadi 8,14% dan juga disertai penurunan serat kasar.

Pembuatan fermentasi jerami dilakukan pada tempat yang terlindung dari hujan dan sinar matahari langsung. Dimana untuk kapasitas 10 ton dapat dibuat bangunan dengan ukuran 4 x 5 m. Lantai dasar dapat dibuat dari semen atau tanah yang dipadatkan dan ditinggikan dari tempat sekitarnya, tanpa dinding. Bahan bangunan menggunakan kayu atau bambu. Untuk atap dapat berupa seng atau bahan yang tersedia di tempat. Jarak lantai ke atap 3 m.

Hasil fermentasi jerami yang baik ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut:
Ø  Baunya khas
Ø  Warnanya kuning agak kecoklatan
Ø   Teksturnya lemas(tidak kaku)
Ø   Tidak busuk dan tidak berjamur

Fermentasi bisa juga dipadukan dengan amoniasi. Starter yang digunakan  urea dan probiotik.
Jerami yang telah difermentasi bisa diberikan sebagai pakan kasar bagi ternak kambing 2-4 kg/ekor/hari  dengan penambahan konsentrat 1% dari berat badan ternak. Hasil penelitian di Sulawesi Selatan menunjukkan bahwa pertambahan berat badan kambing yang diberi jerami fermentasi lebih tinggi dibandingkan kambing yang diberi rumput lapangan. dengan menggunakan cara-cara di atas maka para peternak kambing sudah tidak perlu tiap hari ngarit atau mencari pakan, karena dengan pengolahan jerami dengan benar, maka peternak kambing bisa ternak kambing tanpa ngarit






Cara Cerdas Dalam Usaha Penggemukan Kambing


Ternak Kambing adalah hewan ruminansia kecil yang hidupnya membutuhkan pakan yang berasal dari hijauan seperti rumput-rumputan, daun-daunan, sisa hasil pertanian.

Kemampuan beradaptasi yang cukup baik membuat ternak tersebut begitu mudah berkembang hampir diseluruh wilayah Jawa. Namun demikian keberadaan ternak kambing dalam keluarga petani belumlah memberi penghasilan yang baik bila faktor-faktor panca usaha ternak kambing seperti : pemilihan bibit yang baik, pemberian pakan yang memenuhi gizi dan pencegahan terhadap penyakit belum dilaksanakan secara maksimal.

JENIS KAMBING
Jenis Kambing yang tersebar luas di wilayah Jawa Timur adalah kambing kacang dan kambing peranakan etawah. Kedua jenis kambing tersebut sangat cocok dipelihara di wilayah lahan kering dan sangat mudah beradaptasi dengan lingkungan.

Beberapa waktu lalu telah diperkenalkan jenis kambing yang baru yaitu kambing Boer yang merupakan jenis pedaging. Jenis ini sudah disiap untuk diperkenalkan di masyarakat Banyuwangi dengan program inseminasi buatan.

PEMILIHAN BIBIT KAMBING
Menentukan calon bibit kambing betina ataupun jantan sebagai calon bibit untuk keperluan budidaya perlu dipenuhi kriteria antara lain : Memiliki kemampuan pertambahan berat badan yang cepat dan konversi pakan makanan yang baik. Memiliki sifat genetic yang baik untuk menghasilkan keturunan kembar dalam satu kali melahirkan. Sedangkan untuk ciri karakteristik dapat dilihat mata yang bersinar cerah, tajam, tidak cacat tubuh, bulu halus dan mengkilat. Ciri khusus betina harus memiliki sifat keibuan, umur kurang dari 3 tahun, putting susu berjumlah dua dan sama besar. Sedangkan untuk pejantan memiliki sifat mengawinkan cukup besar, buah zakar berjumlah dua dan sama besar serta umur kurang dari 3 tahun.

PAKAN
Ternak kambing dalam kehidupannya memerlukan pakan hijau-hijauan seperti rumput, bungkil kedelai, daun-daunan, sisa produksi pertanian, dedak, dan lain-lain. Komposisi masing-masing sangat tergantung pada kebutuhan ternak, yaitu antara kambing menyusui, pemacek, dan dewasa berbeda. Untuk kambing dewasa kebutuhan makanan 10% dari berat badannya, dimana kebutuhannya yaitu ¾ bagian berupa rumput dan hijauan segar, ¼ bagian terdiri dari daun-daunan. Untuk kambing pemacek kebutuhan makanan hamper sama, akan tetapi peru ditambahkan dedak padi halus sebanyak 200-250 gram. Untuk kambing bunting menjelang melahirkan komposisi makanan untuk hijauan lebih banyak yaitu 3/5 bagian dan 2/5 bagian daun-daunan dan hijauan harus seimbang dan perlu ditambahkan dedak halus padi sebanyak 200-250 gram. Dewasa ini banyak peternak kambing menggunakan cara fermentasi jerami untuk pemunuhan kebutuhan pakan kambing. Fermentasi pakan ternak memang ditempuh guna memaksimalkan pakan kambing dan membuat para peternak semakin mudah dalam budidaya ternak kambing karena frekuensi dalam mencari pakan hijauannya semakin sedikit, bahkan banyak peternak kambing yang tanpa ngarit.

PERKAWINAN
Kambing betina dewasa yang sudah siap kawin umumnya berusia antara 6-8 bulan. Tanda birahinya antara lain : Gelisah, ribut dan nafsu makan menurun. Mencoba untuk menaiki ternak lainnya. Menggerak-gerakkan ekornya. Bagian vulva memerah, bila diraba terasa hangat. Keluar sedikit lendir bening kambing betina dewasa dikawinkan paling bagus berumur 10 bulan, dan jantan sebagai pemacek berumur 1 tahun. Waktu yang tepat untuk mengawinkan kambing pada pertengahan birahi yaitu 12-18 jam sejak birahi pertama muncul.

Selain menggunakan pejantan pemacek, dapat juga kambing betina dikawinkan dengan menggunakan metode kawin suntik (Inseminasi Buatan). Tujuannya adalah untuk menghasilkan keturunan yang mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Untuk saat ini kawin suntik (IB) kambing dapat menggunakan jenis kambing peranakan Etawah (PE).

KANDANG
Pembuatan kandang kambing diupayakan harus memiliki sirkulasi udara yang cukup bagus dan dijaga tingkat kebersihannya. Untuk budidaya kambing, kandang yang bagus adalah jenis panggung, karena akan memberikan kenyamanan pada ternak dan terjaga kebersihannya.

PENGOLAHAN USAHA
Pada umumnya pengelolaan usaha ternak kambing dapat dilakukan secara tradisional maupun secara intensif. Untuk menghindari kerugian dalam usaha, langkah pertama harus ditempuh harus membiasakan dengan memperbaiki managemen usaha, yaitu selalu melakukan pencatatan setiap kejadian mengenai ternaknya. Langkah selanjutnya adalah dengan melihat pangsa pasar. Waktu penjualan ternak kambing yang bagus adalah bila ternak telah berusia 12-18 bulan, dan berat badannya tidak bertambah lagi.

PENYAKIT
Salah satu hal yang penting dalam usaha ternak kambing adalah memperhatikan kesehatan ternak. Sanitasi kandang dan lingkungan merupakan cara termudah untuk mencegah terjadinya kejadian penyakit. Adapun kejadian penyakit yang paling sering adalah kembung (tympani), kudis (scabies), diare dan sebagainya. Untuk pertolongan pertama dapat menggunakan obat-obatan tradisional dan untuk selanjutnya dapat menghubungi petugas kesehatan terdekat.


Sumber :epetani.deptan.go.id








INFO BISNIS KULINER

BISNIS RECEHAN.....HASIL JUTAAN


Monday, August 12, 2013

Jerami Fermentasi, Pakan Pengganti Hijauan


" Kelompok Peneliti Fakultas Kedokteran Hewan melaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan reproduksi dan aplikasi hasil diseminasi teknologi tepat guna berupa

pemanfaatkan jerami fermentasi atau fermentasi jerami sebagai pakan kambing. Kegiatan program pendampingan peningkatan kualitas dan kapasitas ternak ini diterapkan pada kelompok ternak "Sidodadi", dusun Kepuh kulon, Wirokerten, Banguntapan, Bantul.

Dr. drh. Yanuartono, MP mengatakan pemanfaatan pakan jerami fermentasi ditujukan untuk membantu peternak yang kesulitan mendapatkan pakan hijauan di saat musim kemarau. Selain itu, petani diajak untuk memanfaatkan limbah jerami yang melimpah saat musim panen padi tiba. "Yang terpenting peternak tidak mengalokasikan waktunya lagi untuk mencari rumput, dan bisa memanfaatkan waktu luangnya untuk bekerja lainnya," kata Yanuar, ditemui dalam sela-sela penyuluhan, Jumat (3/8).

Dia menerangkan pembuatan pakan fermentasi dibuat dengan cara cukup sederhana. Mencampur jerami kering dengan polar dengan perbandingan 10 : 2, serta ditambahkan air secukupnya. Campuran jerami dan polar ini dimasukkan ke dalam tabung untuk dilakukan fermentasi selama satu minggu. "Pakan fermentasi ini siap dipanen, ditandai dengan aroma yang harum dan tekstur tidak berubah " katanya.

Pakan ini menurut Yanuar mempercepat penyerapan sari makanan dalam tubuh kambing. Pasalnya, kambing membutuhkan waktu fermentasi terhadap seluruh makanan yang ditampung di dalam rumen. "Justru pakan alternative ini, fermentasi sudah dilakukan lebih dulu," katanya.

Drh. Erif Maha Nugraha, dalam penyuluhan kepada 23 peternak menerangkan jumlah pemberian pakan pada kimbing tiap harinya minimal 10 persen dari total berat badan. Bila pakan yang diberikan kurang dari 10 persen maka akan berisiko mengganggu sistem kesehatan reproduksi kambing. "Jika pemberian pakan susah, yang rusak sistem reproduksinya," kata dosen bagian Obsgin FKH UGM ini.

Hartono, 35 tahun, salah satu peternak, mengatakan hasil pendampingan yang dilakukan dari peneliti FKH UGM tersebut sudah berjalan selama tiga tahun. Beberapa hasil pemanfaatan teknologi tepat guna sudah dimanfaatkan langsung oleh peternak. Diantaranya pemeriksaaan kesehatan rutin, pemanfaatan limbah kotoran ternak untuk diolah menjadi biogas dan pupuk organik. "Biogas sudah kita manfaatkan untuk dapur kandang ternak," katanya.

Sementara untuk pakan fermentasi baru mulai dikenalkan. Menurutnya pakan tersebut dinilai cukup membantu dalam pemberian pakan alternatif ternaknya."Ternyata ternak suka dan lahap, kini saya rutin membuatnya," katanya. (Humas UGM/Gusti Grehenson)

sumber : UGM.ac.id







Mensinergikan Petani dan Peternak Dengan Usaha Penggemukan Kambing


Pengembangan bidang peternakan perlu mendapat perhatian serius mengingat permintaan daging belum dapat dipenuhi di dalam negeri. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya produktivitas ternak karena kualitas pakan yang sangat rendah. Selain, itu masih rapuhnya industri pakan di Indonesia, sehingga menyebabkan tingginya ketergantungan terhadap pakan yang berbahan baku impor.

Demikian yang disampaikan Inspektur Jenderal Departemen Pertanian Prof. Dr Ir Zaenal Bachruddin, M.Sc dalam Seminar Nasional "˜Kearifan Lokal dalam Penyediaan serta Pengembangan Pakan dan Ternak di Era Globalisasia ", Jumat (27/7) di Fakultas Peternakan UGM.

Menurut Zaenal, salah satu solusi yang ditawarkan adalah penerapan sistem integrasi tanaman ternak dengan melakukan sinergisme yang saling menguntungkan antara petani dan peternak.

"Petani bisa memanfaatkan kotoran ternak sebagai pupuk organik, sebaliknya peternak memanfaatkan limbah pertanian sebagai pakan ternak yang berasal dari limbah padi, jerami, jagung dan limbah kacang-kacangan," ujar Zaenal.

Zaenal memaparkan beberapa contoh sinerjisitas dalam penyediaan pakan melalui pertanian terpadu berbasis peternakan diantaranya, pemanfaatan pakan limbah jagung dan kedelai untuk ternak babi di Sumatera Utara, pemanfaatan lumpur sawit untuk pakan unggas yang dihasilkan melalui daur ulang biomas di Kalimantan Tengah, pembudidayaan jangkrik untuk pakan ikan dan burung dengan menggunakan pakan dari limbah wortel, daun pepaya dan jagung muda di Provinsi Riau, serta pembudidayaan keong emas untuk pakan itik yang diberi makanan berbasis ikan di Kalimantan Selatan.

Lebih jauh dikatakan oleh Zaenal, upaya untuk meningkatan inovasi penyediaan pakan ternak perlu dipertimbangkan aspek pemberdayaan berbagai sumberdaya yang tersedia di daerah-daerah.

"Hal ini dimaksudkan agar potensi yang ada ada di daerah tertentu dapat dipergunakan secara optimal sehingga dapat mengurangi risiko penggunaan dana yang berlebihan," tuturnya.

Prof Zaenal menekankan bahwa pengembangan inovasi penyediaan pakan ternak memiliki peranan strategis bagi masyarakat pedesaan, karena limbah ternak juga penghasil pupuk organik dan sangat baik untuk meningkatkan produksi pertanian. (Humas UGM)

sumber : UGM.ac.id






Friday, August 9, 2013

Menimba Sukses Dari Pemuda Jutawan Domba

Jakarta (ANTARA News) - Tahu tidak serial kartun Shaun The Sheep yang tokoh utamanya seekor domba yang lucu?  Di situ, Shaun dan kawan-kawan domba cerdik, berhasil menghibur tuan mereka bahkan pemirsanya.

Tapi bagaimana jika domba-domba itu membuat tuannya menjadi pengusaha sukses nan jutawan?

Adalah seorang mahasiswa Fakultas Tehnik dari Universitas Indonesia yang menjadi jutawan muda gara-gara domba-domba itu. Andi Nata namanya.

Dia digadang-gadangkan sebagai jutawan  dan pengusaha muda nan sukses. Umurnya baru kurang seperempat abad, tapi omset yang dikuasainya..wow..puluhan juta rupiah sebulan!

7 Januari lalu Andi barulah genap berusia 23 tahun.  Tapi usaha domba dimulainya pada 2008. Bermodalkan Rp8 juta, Andi memulai usahanya dengan membeli lima ekor kambing. Empat betina dan seekor jantan. Mulailah dia menjadi entrepreneur.

“Uang sebesar Rp8 juta itu saya boleh pinjam dari kerabat,” katanya.

Mengenang masa pahit yang mengawali kebangkitannya, Andi mulai bercerita kepada Antara News.

“Semua berawal ketika ayah saya mengalami kecelakaan dan membutuhkan biaya pengobatan sekitar Rp30 juta,” kenang Andi dengan mata menerawang masa lalu.

Biaya pengobatan ayahnya yang mahal, membuat Andi memutar otaknya dengan keras untuk mendapatkan biaya pengobatan sang ayah.

Kala itu, Andi yang baru saja masuk kuliah, sudah  mencari penghasilan sendiri dengan memberikan kursus privat kepada murid-murid SMA.  Ia membantu mereka belajar  Fisika dan Matematika, dua mata pelajaran yang dia kuasai dengan baik.

“Selama tiga bulan mengajar, saya pontang panting kurang tidur, saya menghasilkan sekitar Rp12 juta. Jelas itu tidak cukup untuk menutup biaya perawatan Ayah.”

Awalnya tak mulus

Pribadi Andi yang supel membawanya berkenalan dengan seorang peternak kambing dan domba. Si pengusaha asal Jawa Tengah inilah yang mengajari Andi cara beternak domba dan kambing.

Dari peternak yang tak mau ia sebutkan namanya itulah, Andi mendapat insipirasi untuk menjadi pengusaha domba dan kambing.

Lima ekor kambing yang Andi beli, 15 ekor anak kambing kemudian didapatkannya. “Saya hanya berusaha mengembangbiakan kambing-kambing saya,” katanya.

Awal usahanya tak berjalan mulus. Beberapa anak kambingnya mati.  Dia menduga, ini karena salah perawatan. Sisa kambing yang lain dia jual sebagai hewan kurban, menjelang Idul Adha.

Hasil penjualannya ia belikan lagi kambing dan domba yang lalu ia ternakkan. Kemudian, dia kembali jual. Begitu seterusnya, sampai Andi berhasil meraih omset yang kian waktu kian besar.

Demi meningkatkan usahanya, Andi bekerjasama dengan beberapa petani di Cirebon, Garut, Wonosobo dan beberapa wilayah lain di pulau Jawa.

Pendekatan-pendekatan kekeluargaan ia coba untuk menumbuhkan kesalingkepercayaan antara dia dan mereka.  Itu penting, katanya. Apalagi beberapa kali dia rugi hingga jutaan rupiah akibat dibohongi sejumlah petani rekanannya.

“Saya sering datang ke tempat petani-petani itu. Saya bawakan martabak. Yaah, hitung-hitung 'sogokan kecil' untuk meningkatkan persaudaran,” kata Andi, lalu tawa terkekeh geli.

Terus belajar

Jiwa muda yang menggebu dikelola dengan benar oleh Andi untuk dapat terus berusaha dan mengejar ketinggalan, baik dalam soal akademis maupun bisnis.

Sempat tertinggal dalam soal akademis, dia akhirnya mampu mengejar ketertinggalannya itu. Kini ia sudah hampir paripurna sebagai mahasiswa strata satu, bila berhasil merampungkan skripsinya.

Berhasil mengejar prestasi akademis, berhasil pula dalam berusaha.  Ia tak mau kalah dan pantang lagi merugi.

Ilmu usaha terus ditimbanya.  Berbagai lokakarya, kursus dan kuliah singkat dia ikuti. Kemampuannya dalam melobi dan bergaul juga menjadi salah satu rahasia kesuksesannya. “Bagi saya, percuma bila seorang pengusaha hanya pandai dalam berinovasi. Pengusaha juga harus pandai bergaul dan menjalin relasi."

Menurutnya, relasi dalam berusaha tak kalah penting dari tawaran inovasi.

Tak peduli dengan atau dari siapa belajar, Andi menyerap apa pun ilmu di sekelilingnya. Dari mantan manajer restoran cepat saji, hingga seorang ibu penjual gulai yang memberinya ide lain.

Dari si ibu, Andi mendapat ilham usaha katering untuk aqiqah atau acara-acara yang menginginkan menu gulai atau sate, serta kambing atau domba guling.

Kian makmur

Di usia 23 tahun, sudah 20 orang karyawan bekerja padanya.  Ini ditambah empat rumah, satu mobil pikap, satu mobil pribadi, dan lebih dari tujuh unit motor. 

Setiap tahun omsetnya semakin meningkat.

“Belajar dari kegagalan, jangan lalu putus asa. Belajar dan meningkatkan kemampuan diri itu penting demi mengembangkan usaha,” katanya.

Kemampuan bisnisnya itu diakui banyak pihak. Beberapa perusahaan besar memberinya penghargaan, sebagai pengusaha muda sukses dan inspiratif.

“Saya belum puas dengan apa yang saya capai. Saya masih ingin terus mengembangkan usaha, bukan hanya untuk saya, tapi untuk menambahkan peluang kerja,” kata Andi yang ingin usahanya membawa berkah bagi sebanyak mungkin orang.

“Target saya, tahun 2012 ini saya mampu mencapai omset hingga 5,4 miliar rupiah,” ujar Andi yang menamai perusahaannya Farm Maju Bersama.

Jumat kemarin, bersama 25 pengusaha muda lainnya, Andi dinobatkan sebagai wirausahawan muda terbaik dalam  Mandiri Young Technopreneur 2011. (*)

Editor: Jafar M Sidik


Andi Nata

Para pembaca yang budiman, silahkan mampir ke website saya ya di www.AngkringanNasiKucing78.com

Wednesday, May 1, 2013

Ternak Kambing Secara Modern

Saat ini mulai banyak para peternak kambing yang sudah menggunakan kemajuan teknologi dalam mendukung sukses nya ternak kambing mereka. Banyak peternak yang sudah menjalin kerjasama dengan para produsen berbagai obat-obatan sehingga metode beternak mereka semakin tertata dengan baik dan efektif.

Beberapa hal yang banyak dilakukan perubahan adalah pada cara pemberian pakan, jenis pakan dan kandang kambing modern. Pada kesempatan ini saya akan mencoba sedikit banyak mengulas mengenai berbagai hal tersebut.

Teknik pakan fermentasi
Para peternak modern saat ini sangat memanfaatkan peluang kerjasama dengan berbagai produsen obat-obatan ternak sehingga para peternak mendapatkan kemudahan dalam hal penyediaan pakan untuk kambingnya. Hal yang dilakukan atau yang diajarkan oleh para produsen obat adalah dengan mengajarkan peternak untuk menggunakan berbagai limbah untuk dijadikan pakan kambing. Limbah yang dimaksud antara lain : jerami padi, gedebok pisang dan rumput rumput yang kurang mengandung vitamin.

Metode yang digunakan adalah dengan metode fermentasi pakan, saya akan mengambil contoh kasus adalah fermentasi jerami. Seperti kita ketahui bersama bahwa para peternak kambing biasanya mempunyai sawah, ataupun kebalikannya, namun yang terjadi adalah limbah dari sawah yang berupa jerami padi, selama ini belum bisa dimaksimalkan sebagai pakan alternatif untuk kambing. Memang sungguh sangat disayangkan bahwa jerami yang berlimpah di sawah dari hasil panen, hanya dibiarkan teronggok disawah dan lama kelamaan hanya dibakar oleh para petani.

fermentasi jerami simplenya adalah, proses membuat jerami lapuk dan menambah nilai nutrisi pada jerami tersebut sehingga jerami tersebut bisa berfungsi sebagai pakan utama kambing menggantikan pakan hijauan. Proses yang dilakukan adalah dengan mengumpulkan jerami, menimbunya tipis sekitar 30cm dan disiram dengan beberapa campuran bahan vermentasi, didiamkan selama 14-21 hari sehingga jerami fermentasi tersebut siap disajikan untuk kambing.

Bahan pakan dari fermentasi jerami terhitung sangat murah biayanya, peternak tidak perlu setiap hari "ngarit" atau mencari pakan hijauan untuk kambingnya. Hasil fermentasi jerami juga bisa di packing dalam bentuk dadu dan disimpan diatas kandang sehingga bisa dijadikan bahan makanan ternak yang sengaja di stock. Teknik pemberian pakan dengan jalan fermentasi ini dianggap teknik ternak modern, karena irit waktu, irit biaya, dan hasilnya lebih maksimal. Dengan pemanfaatan jerami fermentasi secara maksimal, maka akan membantu proses penggemukan kambing.



Bentuk kandang
Peternak modern telah menggunakan bentuk kandang panggung, dengan maksud :
  1. supaya peternak dengan mudah bisa membersihkan kotoran kambingnya setiap saat
  2. peternak bisa mengumpulkan air seni dari kambing, di proses dengan benar sehingga menjadi pupuk organik cair
  3. dengan kandang bentuk panggung, maka kambing tidak akan bersentuhan langsung dengan tumpukan kotorannya sehingga akan membuat kondisi kesehatan kambingnya pun terjaga selalu
  4. dengan bentuk kandang panggung, peternak dengan lebih mudah untuk menseleksi dan mengelompokkan kambingnya berdasarkan, jenis kelamin, tanggal lahir ( untuk mengukur progress kenaikan berat badan )

Kombinasi antara pemberian pakan fermentasi dan bentuk kandang panggung bisa menghasilkan input yang maksimal untuk hasil ternak. Teknik ternak kambing secara modern ini belum banyak dilakukan oleh peternak kambing di Indonesia. Proses penyuluhan mengenai pakan fermentasi dan dokumentasinya memang sangat diperlukan untuk mewujudkan para peternak kambing yang sejahtera dan mandiri.

Salam wirausaha


INFO BISNIS KULINER

USAHA RECEHAN.....HASIL JUTAAN