Showing posts with label Budidaya Ayam Serama. Show all posts
Showing posts with label Budidaya Ayam Serama. Show all posts

Thursday, March 1, 2012

Cara Budidaya Ayam Serama

Ayam serama adalah ayam terkecil di dunia yang berasal dari Malaysia. Ayam ini sangat menyenangkan untuk dipelihara karena pandai memikat hati dengan gayanya yang penuh aksi. Jika kita perhatikan ayam ini segera mengangkat dada dan meluruskan ekornya tegak keatas hingga 90 derajat serta mengibaskan kedua sayapnya.

Cara beternak ayam serama harus dilakukan dengan intensif. Pemberian pakan bisa menggunakan pakan dedak yang tiap harinya diberikan minum vitamin. Kandang harus terlindung dari hujan, karena ayam ini mudah sekali terkena penyakit jika kandangnya kurang memenuhi syarat.

Sebetulnya merawat ayam serama ini tidak terlalu sulit juga, asal kita selalu memperhatikan aspek kebersihan dan pemberian pakan yang bagus, memang lebih bagus lagi jika pakan yang kita berikan dicampur juga dengan konsentrat.

Ayam ini bertelur tidak terlalu banyak. Telur diambil setiap hari dan dikumpulkan selama 7 hari, selanjutnya dimasukkan mesin tetas, lama penetasan telur ini sama dengan ayam pada umumnya yaitu 21 hari. setelah ayam menetas dimasukkan dalam bok yang diberi lampu pemanas sebagai indukan. Pemanas ini berfungsi sebagai ganti induk ayam betina yang memanaskan anaknya. Baru setelah 30 hari bulu mulai tumbuh komplit maka anak ayam ini bisa dimasukkan dalam bok biasa.

Dalam perawatan rutin harian, pemberian pakan dan membuang pakan sisa kemarin, memberi air minum baru dan membersihkan tempat minum setiap hari. Sebab penyakit biasanya banyak bersarang pada tempat pakan atau air minum yang jarang dibersihkan. Kotoran dibersihkan setiap hari dan ayam dimandikan juga setiap hari. Dengan memandikan ayam ini, menjadikan ayam kita menjadi semakin jinak dan nurut dengan kita.

Tentang Ayam serama:
1. Dipercaya berasal dari kelantan Malaysia
2. Hasil persilangan dari berbagai jenis ayam
3. Nama serama berasal dari kata Sri Rama dan pada mulanya hewan ini hanya dipelihara dikalangan istana saja.
4. Bisa berumur hingga 15 tahun
5. Berat ideal adalah di bawah 500 gram atau 1/2 kg.
6. Ciri serama yang bagus adalah ekor yang cantik, berdada tegak kepak sayap lurus ke bawah.
7. Hewan peliharaan yang jinak, manja dan mengenal pemeliharanya.
8. Mempunyai gelagat yang menarik, seperti berjalan mundur ke belakang.

PENILAIAN AYAM SERAMA
1. Jenis - Ciri utama adalah kepala melunjur ke belakang, bagian belakang pendek, sayap vertikal dan ekor panjang, penuh, dan apabila berkembang, tidak menyentuh balung. Posisi tengah mata sama dengan posisi tengah kaki ketika berdiri.
2. Sifat - Terlihat gagah, berani dan yakin. Lagak suka menonjol seperti berkokok dan suka berdiri.
3. Ekor - Ukuran besar, vertikal dan tinggi. Bulu ekor utama panjang, melentik di penghujung dan berkembang seperti bentuk V. Lawi (ayam jantan) vertikal 90 derajat dan sedikit melentik ke belakang di saat terakhir.
4. Sayap - Ketika berdiri, sayap ayam dalam posisi vertikal tetapi sedikit membelok ke belakang. Ujung sayap bersentuhan sedikit dengan lantai.
5. Badan - Tegap dan bulat. Dada ayam lebih luas dari bagian belakang apabila dilihat dari atas. Dari tepi, badan berbentuk V. Belakang ayam pendek dan lebar di bagian bahu.
6. Kaki - Tidak begitu rapat dan paralel. Panjang sederhana dan seimbang dengan ukuran sayap. Paha berotot dan sederhana panjang. Taji di bagian tengah betis, keras, kecil dan menuju ke belakang kaki.

Sumber : http://www.infokita.web.id/2011/05/cara-budidaya-ayam-serama.html

Tuesday, October 18, 2011

Tips Menjadikan Serama Sang Jawara

Berbadan cebol tidak membuat ayam jenis serama surut prestasi. Ada beberapa tips dan trik yang bisa dilakukan untuk menjadikan ayam terkecil sedunia ini menjadi sang jawara.

Sebagaimana yang diketahui, serama memiliki hobi yang cukup unik yakni ia senang sekali memamerkan bentuk tubuhnya yang imut-imut tersebut di catwalk. Sambil berjalan hilir mudik, sering kali ia membusungkan dada dan mengepakkan sayap menunjukkan kehebatannya. Hal tersebutlah yang kemudian menjadi penilaian penting dalam Kontes Serama di tanah air.

Untuk membiasakan ayam serama Anda berjalan di atas catwalk tanpa terjatuh, cobalah gunakan tutupan saat melatih serama di atas meja. "Awalnya dia suka jatuh-jatuh. Nah, makanya supaya dia terbiasa berdiri di atas meja dan jalan di atas meja, kita coba kurung dia pakai tutupan sampai dia bisa," ujar Akmal, salah seorang pencinta ayam serama, Minggu (16/1/2011), saat dijumpai Kompas.com dalam kontes Trubus Serama Cup 2011 di WTC Mangga Dua, Jakarta.

Cara kedua, yakni menyemprotkan air ke badan serama yang tengah berdiri di atas meja. "Tujuannya supaya dia makin lama ada di atas meja karena disemprot jadinya dia harus membersihkan badannya kan," ujar Akmal.

Dua cara tersebut, diakui Akmal, sebaiknya setiap hari dilakukan sampai sekitar dua minggu supaya ayam mulai terbiasa berjalan di atas meja tanpa menggunakan kurungan.

Untuk mengepakkan sayap, perlu cara lain lagi yang dilakukan. Pemilik serama dianjurkan melatih serama dengan memanggil-manggil nama ayam serama miliknya. Semakin sering latihan ini dilakukan, akan semakin mudah serama mengenali suara sang majikan dan akhirnya saat kontes berlangsung dapat menuruti instruksi majikan.

"Bisa juga sambil pakai jangkrik supaya dia bisa membusungkan dada dan juga kepakkan sayapnya. Tapi kalau sudah terbiasa, sudah enggak perlu lagi," ujar pria peternak serama asal Palembang ini.

Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2011/01/16/13555798/Tips.Menjadikan.Serama.Sang.Jawara.

Sunday, September 4, 2011

Serama, ayam Malaysia yang mempesona

Istilah ayam serama bagi orang awam mungkin kurang dikenal. Ayam ini memang bukan asli Indonesia, namun berasal dari Negeri Jiran Malaysia. Tapi siapa sangka, ayam yang kini giat dikembangkan oleh para pehobinya di Indonesia ini sekarang bisa bersaing ketat dengan ayam di negeri asalnya.



Awalnya, ayam ini adalah hasil rekayasa persilangan antarras ayam dunia. Hal ini dilakukan salah satu penyilang ayam hias di Malaysia, Wee Yean Een pada dekade 1970-an hingga 1990-an. Nama serama berasal dari nama tokoh wayang Sri Rama, yang menggambarkan keanggunan, kesatria dan

gagah berani.



Pada akhir 1990-an Indonesia mulai mengimpor ayam serama dan menjadi populer pada dekade berikutnya. Ketekunan para pengembangbiaknya menjadikannya bisa bersaing kuat dalam sektor pemasaran dan kualitas produksi. Pehobi ayam serama yang juga seorang juri lomba, Yudi KT, mengatakan ayam serama hasil persilangan Indonesia tidak kalah dengan Malaysia. Bahkan lebih bagus dalam hal warna bulu, sikap dan mental, serta gaya. “Kita hanya sedikit tertinggal soal anatomi. Saya yakin ini bisa diatasi dengan terus saling menyilangkan ayam serama kualitas terbaik untuk mendapatkan hasil yang sempurna,” kata dia. Setahun ke depan, diperkirakan Indonesia akan memimpin dalam hal serama, baik produksi kuantitas maupun kualitas,” tegasnya.





Salah satu pengembang ayam serama di kawasan Soloraya adalah Paguyuban Ayam Serama Sukowati (Pagass). Paguyuban ini masih muda usia karena baru terbentuk akhir Maret lalu. Namun keberadaan mereka mulai diperhitungkan para pemain lama ayam serama di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jakarta dan Madura. Buktinya, Pagass sudah mampu menggelar Kontes Nasional Ayam Serama: Bupati Sragen Cup 2011 akhir Mei lalu.



Acara tingkat nasional itu terbilang sukses, karena melihat peserta yang berjumlah 200-an lebih dan berasal dari Jawa dan Madura. “Banyak yang tidak menyangka. Kok Sragen ujug-ujug gelar tingkat nasional. Tingkat daerah saja belum,” ujar pengurus Pagass, Dwi Patrianto. Filosofi ayam serama yang meski kecil tapi berani dan kemaki, rupanya ditiru oleh Pagass.



Menurut Antok 999, seorang pembiak ayam serama, ini adalah awal yang baik untuk Pagass dan juga Sragen secara umum membangun citra kota. Bukan tidak mungkin, kelak Sragen bakal dikenal dengan Kota Ayam Serama.



Masih terbuka

Yulianto, pehobi ayam serama mengatakan hobi ini masih terbuka untuk dijadikan ladang mengeruk uang. Terlebih di Soloraya baru ada satu paguyuban penggila ayam serama, yaitu Pagass di Sragen. Maka ia menilai Sragen dapat menjadi pemimpin produksi dan pemasaran. Jika kesempatan ini dapat dimanfaatkan, maka akan berdampak besar pada aktivitas perekonomian dan berujung pada kehidupan yang lebih sejahtera.



Yuli menceritakan, perputaran uang sangat cepat dan untung yang menggiurkan. Ia memiliki tiga ekor ayam serama. Satu ekor bernama Cenat Cenut baru berusia dua bulan sudah memenangi salah satu gelar terbaik di kelasnya di kejuaraan di Kediri dua bulan lalu. Harga belinya saat itu Rp 3 juta dan seusai menyelesaikan lomba ditawar pembeli Rp 7,5 juta. “Baru dipelihara tiga pekan sudah untung Rp 4,5 juta. Tapi saya melihat Cenat Cenut bisa lebih baik lagi, maka tidak saya lepas.” Harga anakan ayam serama memang mahal, mencapai jutaan rupiah. Harganya akan semakin naik hingga ratusan juta jika unggul di banyak lomba.



Untuk itu, Paguyuban Ayam Serama Sukowati (Pagass) akan selalu mendorong para anggotanya yang telah menjadi peternak untuk terus kreatif dalam melakukan persilangan. Antok 999 yang juga peternak ayam serama mengatakan dirinya memiliki 15 ekor induk dan enam pejantan. Dari jumlah itu, ia mampu mendapat puluhan ekor ayam serama dalam sebulan. Ia mendapat induk dari saudaranya yang tinggal di Banyuwangi. Kualitas dari sana sangat terjaga dan bermutu tinggi. “Itu baru saya, belum anggota lain yang ikut ternak. Di kota-kota lain juga banyak yang beternak, maka ini potensi yang luar biasa,” imbuh dia.



Sumber : http://www.solopos.com/2011/lifestyle/belanja/serama-ayam-malaysia-yang-mempesona-102332



Ayam serama: Perawatan ekstra dari telur sampai menjelang kontes (2)

Beternak ayam serama gampang-gampang susah. Kesulitan terbesarnya adalah dalam proses penetasan telur. Perawatan ayam asal Malaysia juga terbilang susah, terutama yang disiapkan untuk mengikuti kontes. Pemilik harus menjaga betul pola makan ayam serama, termasuk rajin menjemurnya.



Dalam budidaya ayam serama, Haryono, peternak ayam kerdil di Bogor ini, bilang bahwa yang perlu mendapat perhatian adalah masalah cuaca. Maklum, cuaca sangat mempengaruhi kesuburan ayam serama. Cuaca yang terlalu dingin bisa menurunkan kemampuan ayam betina untuk bertelur.



Tapi, ini bisa disiasati dengan pemberian pakan untuk mempertahankan panas tubuh si ayam cebol itu. "Ayam yang dipelihara di daerah dingin harus memperoleh pakan dengan kandungan karbohidrat tinggi, seperti jagung," kata Haryono.



Hanya saja, tak terus-terusan diberi jagung lantaran pemberian jagung terlalu banyak dapat merontokkan bulu ayam. Harus diselingi pakan lain, semisal jangkrik dan tauge.



Kalau ayam serama sudah bertelur, "Kesulitan terbesarnya mungkin dalam penetasan," ungkap Alim Sukrisna, peternak ayam serama di Magelang. Ia mengatakan, seekor ayam betina unggul hanya mampu bertelur 6 hingga tujuh butir dalam sebulan, dan hanya setengahnya yang bisa menetas.



Karena itu, menurut Alim, kunci penting saat menetaskan telur ayam serama yaitu, suhu dan kelembapan. Suhu dalam proses penetasan tidak boleh lebih atau kurang dari 37,5°C - 38°C. Kelembapan udara harus selalu disesuaikan dengan usia telur.



Untuk telur yang berumur satu hingga dua minggu, kelembapan diatur pada kisaran 65%-70%. Dua sampai tiga hari menjelang menetas, kelembapan telur harus ditambah hingga kisaran 95%-100%. "Alat pengukur kelembapan sudah ada pada alat penetas," ujar Alim.



Pengaturan kelembapan ini sangat penting, sebab kondisi udara yang terlalu kering akan membuat kulit telur ayam serama menjadi keras. Akibatnya, anak ayam serama kesulitan memecah cangkang telur sehingga bisa berujung pada kematian.



Nah, untuk bisa menang dalam kontes, perawatan ayam serama harus ekstra. Sebab, bisanya, ayam yang menang tak hanya penampilannya saja yang menarik, tapi juga harus memiliki bobot badan seringan mungkin.



Untuk itu, hindari pakan yang banyak mengandung lemak. Selain itu, tiga hari menjelang lomba, ayam serama hanya boleh disuguhi beras merah atau gabah dengan porsi dua-tiga sendok makan, pagi dan sore.



Soal perawatan bulu, cukup dengan rajin menjemur ayam serama pada pukul 8-10 pagi hari. Sebelum mandi sinar matahari, sebaiknya ayam dimandikan dengan air dulu. Kalau perlu setiap sebulan sekali ayam dikeramas dengan shampo. "Keramas harus dilakukan pada saat cuaca cerah, setelah itu segera dihanduki dan dijemur," kata Alim.



Ada baiknya, ayam serama juga mendapat asupan vitamin E untuk menjaga kecantikan bulu. Termasuk pakan yang mengandung fosfor dan kalsium, semacam sotong atawa kulit cumi.



Alim menambahkan, ayam serama juga harus dilatih berkonsentrasi supaya tampil prima saat melenggak-lenggok di atas panggung. "Ayam tidak boleh mematok karpet atau kabur dari panggung," katanya. Caranya, sekitar dua-tiga minggu sebelum kontes, ayam serama harus dibiasakan berada di atas karpet.



(Selesai)

Sumber : http://peluangusaha.kontan.co.id/v2/read/1295504808/56924/Ayam-serama-Perawatan-ekstra-dari-telur-sampai-menjelang-kontes-2



Ayam serama: Menangkap untung besar dari budidaya si ayam kerdil (1)

Ayam serama sedang menjadi ayam unggulan. Permintaan ayam asal Malaysia ini melonjak seiring maraknya kontes ayam yang suka berlenggak-lenggok di atas catwalk. Sebulan, pesanan yang datang ke satu pembudidaya bisa mencapai 50 ekor.



Bagi Anda pencinta unggas untuk kontes kecantikan, nama ayam serama mungkin sudah tidak asing lagi. Ayam asal Malaysia ini memang terkenal unik karena memiliki karakter postur yang kerdil. Bahkan, menurut American Poultry Association dan American Bantam Association, ayam serama merupakan jenis ayam terkecil di dunia.



Ukuran tubuh serama dewasa hanya sekepal tangan orang dewasa. Beratnya pun hanya sekitar 300 gram per ekor. Meski bodinya imut, ayam ini suka pamer, dengan membusungkan dada dan berjalan gemulai layaknya di atas catwalk.



Haryono, pembudidaya ayam serama di Bogor, mengatakan, biasanya, sambil berjalan hilir mudik, ayam serama seringkali membusungkan dada dan mengepakkan sayap menunjukkan kehebatannya. Ayam kerdil ini pun gemar sekali menarik kepalanya ke belakang hingga membentuk huruf S."Inilah yang kemudian menjadi penilaian penting dalam kontes serama di Tanah Air," ujarnya.



Namun, serama tak selamanya mampu menunjukkan kehebatannya di atas catwalk. Layaknya, manusia, ayam serama pun sering kali mengalami bad mood. Apabila sedang tidak berhasrat tampil, saat kontes dimulai sang ayam hanya berjalan hilir mudik kebingungan sambil menggigiti bulu-bulunya.



Haryono menuturkan, permintaan ayam jenis ini semakin meningkat khususnya sejak kontes-kontes ayam semakin marak mulai 2009. Permintaan tumbuh pesat terutama di Kediri, Jakarta, dan Banyuwangi.



Kontes ayam serama biasanya dibagi dalam enam kelas, yakni kelas pejantan dewasa A (berat 360 gram ke bawah), kelas pejantan dewasa B (361-400 gram), pejantan muda (umur 6-9 bulan), pejantan remaja (3-6 bulan), betina, serta anakan (1-3 bulan).



Semakin kecil ukurannya dan terlihat proporsional, harga ayam serama semakin meroket, bisa Rp 20 juta-Rp 30 juta per ekor. Apalagi, kalau corak bulunya terang, membuat harganya bisa sampai Rp 50 juta per ekor. "Tentu saja, total gelar juara yang pernah dimenangkan juga menjadi nilai tambah," ungkap Haryono.



Haryono mengaku bisa mendapatkan pemasukan per bulan hingga Rp 125 juta dari hasil penjualan sekitar 35 ekor ayam serama. Ia mematok harga ayam dewasa mulai dari Rp 4 juta hingga Rp 5,5 juta per ekor. "Saya lebih fokus menerima tawaran dari daerah Jabodetabek dan Kediri," ujarnya.



Alim Sukrisna yang memulai budidaya ayam serama sejak lima bulan lalu mengatakan, saat ini dia bisa menjual 50 ekor serama per bulan. Ia pun meraih pemasukan sekitar Rp 180 juta tiap bulan.



Sedangkan Krisna menjual seekor ayam serama mulai harga Rp 3 juta-Rp 5 juta. "Tergantung kualitas dan postur si ayam," ujar Krisna yang membudidayakan ayam ini di Magelang. Secara umum, semakin kecil dan proporsional posturnya, semakin mahal harganya. Krisna juga menjual anakan berumur satu hingga dua minggu dengan harga Rp 85.000-Rp 200.000 per ekor.



Menurut Krisna, permintaan ayam serama makin banyak karena kontes ayam lagi booming di negara kita. Permintaan pun kini datang dari luar Jawa, seperti Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sumatra dan Maluku.

(Bersambung)



Sumber : http://peluangusaha.kontan.co.id/v2/read/1295419864/56839/Ayam-serama-Menangkap-untung-besar-dari-budidaya-si-ayam-kerdil-1

Monday, July 4, 2011

Bisnis Ternak Ayam Serama, Ayam Mini Harga Jumbo

Ayam dari negeri Jiran ini dikenal memiliki ukuran tubuh terkecil di dunia, lebih kecil dari ukuran tubuh Ayam kate. Namun demikian keuntungan bisnis ternak ayam serama tidak semungil ukuran tubuhnya. Semakin kecil ukurannya justru semakin mahal. Ditambah lagi kemampuan lenggak-lenggok ayam serama di catwalk kontes menambah nilai jual ayam serama semakin meroket. Jika sudah demikian harga ayam serama bisa mencapai puluhan juta. Bisnis ternak ayam serama memang tidak memerlukan lahan yang luas, sehingga bisa dijadikan hiasan sekaligus usaha sampingan.

Sesuai dengan ukurannya yang mini , bobot ayam serama dewasa kurang dari 500 gram saja. Namun demikian harganya cukup lumayan sekitar 1 sampai 2 juta per pasang tergantung kualitasnya.
Biasanya Ayam serama diternakkan sebagai ayam hias. Selain itu beberapa kontes ayam serama turut memberikan andil dalam meramaikan bisnis ternak ayam serama.

Meski ukurannya mini , ayam serama dikenal sebagai ayam yang suka bergaya dan ayam pemberani meski berhadapan dengan ayam yang lebih besar ukurannya. Selain itu nafsu birahi ayam serama juga dikenal cukup besar.

Problem ternak ayam serama adalah pada proses perkawinan, meski memiliki nafsu besar yang tinggi ayam serama terkadang mengalami masalah dalam hal perkawinan. Terkadang karena ukurannya yang kecil membuat pejantan sulit membuahi sel telur betina. Sehingga perlu dibantu oleh manusia. Masalah lain birahi pejantan ayam serama yang tinggi membuat perilakunya brutal sehingga bulu ayam betina rusak bahkan bisa mengakibatkan kematian.

Selain itu telur yang dihasilkan ayam serama betina cukup sedikit, hanya 5-7 butir salam sebulan. Bisnis ternak ayam serama memang penuh dengan ketelatenan dari mulai pemeliharaan sampai proses mengawinkan. Namun hasilnya cukup lumayan.(Galeriukm).

Sumber : http://galeriukm.web.id/unit-usaha/peternakan/bisnis-ternak-ayam-serama-ayam-mini-harga-jumbo