Showing posts with label jenis kambing. Show all posts
Showing posts with label jenis kambing. Show all posts

Thursday, November 7, 2013

Perencanaan Usaha Budidaya Ternak Kambing

Usaha agribisnis mempunyai kontribusi besar bagi pembangunan di Indonesia. Sektor pertanian terbukti telah mampu eksis menghadapi krisis ekonomi yang menimpa bangsa Indonesia. Untuk itu pemerintah telah mencanangkan program revitalisasi pertanian dimana dengan harapan nantinya muncul produk-produk unggulan di satu produk unggulan di tiap desa.
Pada akhirnya akan tercipta lapangan kerja baru di perdesaan sehingga dapat mengurangi urbanisasi dari perdesaan.
Perencanaan adalah hal yang sangat penting dalam memulai usaha Peternakan. Perencanaan usaha akan membantu kita dalam melangkah dan membuat keputusan-.

Dengan perencanan yang matang kita bisa :
• Membayangkan (memproyeksikan) perjalanan usaha kita ke depan.
• Merancang pengelolaan sumberdaya yang ada : dana, lahan, tenaga kerja, dsb.
• Melakukan monitoring/pengawasan disaat usaha berjalan, apakah sesuai dengan rencana atau tidak, sehingga dapat diambil keputusan yang tepat.

Beberapa pertanyaan penting sebelum kita memulai beternak kambing adalah :

1. JENIS KAMBING YANG AKAN DIPELIHARA
Jenis ternak kambing yang akan kita pelihara tergantung beberapa faktor
Jenis peternakan kambing dilihat dari segi tujuannya dapat dibedakan :

a. Penggemukan (Fattening)
Yakni beternak yang tujuannya menggemukkan (membesarkan) tubuh kambing untuk meningkatkan berat badan saat penjualan. Program penggemukan ini biasanya dilakukan jika ada pasar yang telah ada atau dugaan kuat potensi pasar itu dapat diraih. Oleh karena itu penggemukan ini biasanya dilakukan peternak pada saat menjelang Hari Raya Kurban dimana kebutuhan akan kambing (jantan) sangat tinggi. Sedangkan penggemukan diluar momen tersebut sangat jarang ditemukan kecuali pada usaha peternakan yang telah mempunyai pasar tetap.

b. Pembiakan dari Bibit
Yakni beternak dengan memelihara induk dan pejantan yang tujuannya adalah menghasilkan anak, dibesarkan dan kemudian dijual. Biasanya tidak semua peternak memiliki pejantan, namun satu pejantan digilir dengan memberikan uang rokok kepada pemilik jantan sebagai penghargaan atas jasa pemeliharaan. Secara tidak langsung kebiasaan ini merupakan teknik peningkatan produktivitas jantan dan efisiensi biaya.
Usia anak yang dijual juga bervariasi, kadang anak lepas sapih, dari dan kebanyakan adalah penjualan saat kambing dewasa.

c. Peternakan Perbibitan (Penghasil Bibit/Breeding)
Yakni beternak dengan tujuan untuk menghasilkan kambing kualitas bibit. Usaha pembibitan ini jarang dilakukan oleh masyarakat karena memiliki persyaratan dan perlakuan khusus selama proses pemeliharaan berlangsung seperti kualitas induk dan pejantan yang bagus, proses seleksi anak, dan tata cara kawin harus memperhatikan silsilah yang baik.

JENIS PETERNAKAN DAN SKALA(BESAR/KECIL) YANG AKAN DIKEMBANGKAN?

1. Jenis Ternak
2. Jenis Peternakan dan skala yang akan dikembangkan

Sedangkan dari Skala Usaha, peternakan dapat dibedakan :

a. Peternakan Skala Rumah Tangga
Yakni usaha peternakan yang diusahakan oleh masyarakat disekitar rumah mereka, atau seringkali bergabung dengan bangunan rumah. Jumlah kambing yang dipelihara biasanya paling banyak 20 ekor.

b. Peternakan Skala Kecil
Yakni usaha peternakan yang lebih besar dari skala rumah tangga hingga jumlah 500 ekor. Biasanya peternakan ini dikembangkan karena memiliki pasar tetap.

c. Peternakan Skala Menengah
Yakni usaha peternakan dengan jumlah ternak antara 500-1000 ekor. Di Indonesia, usaha peternakan kambing skala menengah ini masih sangat minim jumlahnya.

d. Peternakan Skala Besar
Yakni usaha peternakan kambing dengan jumlah kambing diatas 1000 ekor. Skala ini asih sangat jarang dilakukan di Indonesia. Kalaupun ada sifatnya hanyalah sebagai Holding Ground (conditioning phase) sebelum dilepas ke pasar. Sedangkan untuk jenis perbibitan, boleh dikatakan (hampir) tidak ada.


Perencanaan
Pemilihan Skala ini akan sangat berpengaruh terhadap :

a. Besarnya investasi
b. Teknik pengelolaan (manajemen) peternakan
c. Jaringan pasar yang harus dibentuk


DAYA DUKUNG DARI LINGKUNGAN

a. Lahan
Lahan diperlukan sebagai tempat pembangunan kandang, tempat menampung limbah baik kotoran (feses), air kencing (urine), dan mungkin sebagai lahan untuk menanam rumput.
Luas lahan yang diperlukan sangat tergantung dari jumlah ternak. Luas lahan akan bertambah jika ada program untuk penanaman rumput.

b. Iklim
masing-masing ternak mempunyai secara fisiologis memerlukan kondisi lingkungan yag tidak berbeda. Secara umum, kambing lokal Indonesia akan dapat berkembang dengan baik kisaran suhu 20-29 derajat celcius.
Jika pakan ternak sangat tergantung dengan pasokan hijauan, maka penting diperhatikan panjangnya musim hujan dan musim kemarau. Semakin pendek musim kemarau akan semakin baik.

c. Potensi Hijauan Makanan Ternak
Sumber HMT dapat dibagi dua yaitu rumput lapang (liar) dan rumput semaian (sengaja dipelihara).
Jika mengandalkan keberadaan rumput liar, penting diperhatikan populasi ternak yang mengkonsumsi rumput liar di wilayah tersebut. Umumnya Dinas Peternakan memiliki data tentang Kapasitas Peningkatan Populasi Ternak ruinansia (KPPTR) dan Potensi Maksimum berdasarkan Sumber Daya Lahan (PMSL).
Jika ada program penanaman rumput, penting diperhatikan luasan lahan yang diperlukan, rotasi panen dan rotasi pemeliharaan.

d. Potensi Makanan Non Hijauan
Untuk memberikan makanan yang bervariasi dan mengurangi ketergantungan dari pakan hijauan, dapat juga diinventarisasi potensi pakan non hijauan, seperti onggok singkong.
Jika pasokan pakan non hijauan dari pembelian, maka penting diperhatikan hitungan ekonomisnya.

e. Keterampilan yang dimiliki SDM
Sangat penting diperhatikan keterampilan SDM dalam memelihara kambing, sebab kesalahan sedikit saja dalam pengelolaan dapat mengakibatkan ternak sakit, pertumbuhan kurang,bahkan resiko kematian. Untuk itu sebelum dijalankan, tenaga pengelola harus mendapatkan keterampilan yang cukup.

f. Dukungan Dana dan Sistem Kerjasama
Dana untuk memulai usaha ternak kambing tidak harus dari diri sendiri. Sangat dimungkinkan untuk melakukan kerjasama dengan orang lain dengan melakukan kerjasama kemitraan (syirkah)
Yang penting di dalam syirkah adalah akad yang dilakukan harus jelas. Mulai dari besarnya dukungan dana, patungan dana jika sama-sama mempunyai andil modal, sistem bagi hasilnya (persentase pembagian keuntungan) dan tanggung jawab masing-masing pihak atas resiko kegagalan.

4. Peluang Pasar

Di daerah-daerah pedesaan sebagian besar masyarakat menjual ternak kambingnya melalui pedagang pengumpul (blantik). Resikonya adalah harga yang tentu lebih rendah (bahkan tidak jarang ditekan) dari harga di pasar. Hal ini terjadi karena biasanya peternak tidak memiliki informasi tentang harga pasar, mekanisme penjualan di pasar, adanya jaringan pedagang kambing, dan kadang peternak tidak mau repot-repot ke pasar.
Namun diwaktu mendatang perlu diusahakan jaringan pemasaran bagi peternak agar manfaat yang diperoleh juga maksimal.
Paling tidak ada tiga aspek yang penting untuk diproyeksikan, yaitu :

1. Membuat proyeksi populasi ternak di kandang
Proyeksi ini dimaksudkan untuk mengetahui perkembangan jumlah kambing dan berbagai jenis umurnya di waktu ke depan. Sehingga dapat diperkirakan kebutuhan sumberdaya pada selang waktu tertentu misalnya kapan harus menambah jumlah pakan, kapan menambah kandang, kapan perlu menambah tenaga kerja, dan kapan akan ada ternak yang dapat dipasarkan.
Asumsi yang harus dipenuhi untuk membuat proyeksi ini adalah :

a. Jumlah Induk dan Pejantan yang akan dipelihara
b. Asumsi harga beli dan harga jual
c. Waktu kawin betina setelah melahirkan
d. Koefisien kematian (mortalitas) dari anak
e. Koefisien Produksi betina per kelahiran

2. Membuat Proyeksi Aliran Kas (Cash Flow)
Yakni proyeksi pemasukan dan pengeluaran uang kas. Proyeksi ini penting untuk melihat periode pengeluaran dan pemasukan kas sehingga dapat dilakukan penjadualan kapan harus menyediakan uang dan kapan akan menerima uang.

3. Membuat Proyeksi Pemasaran
Yakni perkiraan kapan usaha peternakan yanng dijalankan akan menghasilkan produk yang siap dijual. Asumsi yang harus ada adalah produk apa, atau kambing umur berapa yang akan dijual.
Proyeksi ini akan lebih baik jika telah ada gambaran tujuan pemasaran, sehingga selama mas produksi (pemeliharaan) di kandang dapat dilakukan pendekatan kepada calon pembeli.

4. Membuat Proyeksi Laba Rugi
Yakni perkiraan selisih antara pendapatan dan biaya yang dikeluarkan selama berlangsungnya usaha. Dalam usaha skala rumah tangga, biasanya lemah di pencatatan dan bercampurnya antara uang dapur dan uang untuk usaha.

Sumber:www.kampoengternak.com

Tuesday, August 13, 2013

Cara Cerdas Dalam Usaha Penggemukan Kambing


Ternak Kambing adalah hewan ruminansia kecil yang hidupnya membutuhkan pakan yang berasal dari hijauan seperti rumput-rumputan, daun-daunan, sisa hasil pertanian.

Kemampuan beradaptasi yang cukup baik membuat ternak tersebut begitu mudah berkembang hampir diseluruh wilayah Jawa. Namun demikian keberadaan ternak kambing dalam keluarga petani belumlah memberi penghasilan yang baik bila faktor-faktor panca usaha ternak kambing seperti : pemilihan bibit yang baik, pemberian pakan yang memenuhi gizi dan pencegahan terhadap penyakit belum dilaksanakan secara maksimal.

JENIS KAMBING
Jenis Kambing yang tersebar luas di wilayah Jawa Timur adalah kambing kacang dan kambing peranakan etawah. Kedua jenis kambing tersebut sangat cocok dipelihara di wilayah lahan kering dan sangat mudah beradaptasi dengan lingkungan.

Beberapa waktu lalu telah diperkenalkan jenis kambing yang baru yaitu kambing Boer yang merupakan jenis pedaging. Jenis ini sudah disiap untuk diperkenalkan di masyarakat Banyuwangi dengan program inseminasi buatan.

PEMILIHAN BIBIT KAMBING
Menentukan calon bibit kambing betina ataupun jantan sebagai calon bibit untuk keperluan budidaya perlu dipenuhi kriteria antara lain : Memiliki kemampuan pertambahan berat badan yang cepat dan konversi pakan makanan yang baik. Memiliki sifat genetic yang baik untuk menghasilkan keturunan kembar dalam satu kali melahirkan. Sedangkan untuk ciri karakteristik dapat dilihat mata yang bersinar cerah, tajam, tidak cacat tubuh, bulu halus dan mengkilat. Ciri khusus betina harus memiliki sifat keibuan, umur kurang dari 3 tahun, putting susu berjumlah dua dan sama besar. Sedangkan untuk pejantan memiliki sifat mengawinkan cukup besar, buah zakar berjumlah dua dan sama besar serta umur kurang dari 3 tahun.

PAKAN
Ternak kambing dalam kehidupannya memerlukan pakan hijau-hijauan seperti rumput, bungkil kedelai, daun-daunan, sisa produksi pertanian, dedak, dan lain-lain. Komposisi masing-masing sangat tergantung pada kebutuhan ternak, yaitu antara kambing menyusui, pemacek, dan dewasa berbeda. Untuk kambing dewasa kebutuhan makanan 10% dari berat badannya, dimana kebutuhannya yaitu ¾ bagian berupa rumput dan hijauan segar, ¼ bagian terdiri dari daun-daunan. Untuk kambing pemacek kebutuhan makanan hamper sama, akan tetapi peru ditambahkan dedak padi halus sebanyak 200-250 gram. Untuk kambing bunting menjelang melahirkan komposisi makanan untuk hijauan lebih banyak yaitu 3/5 bagian dan 2/5 bagian daun-daunan dan hijauan harus seimbang dan perlu ditambahkan dedak halus padi sebanyak 200-250 gram. Dewasa ini banyak peternak kambing menggunakan cara fermentasi jerami untuk pemunuhan kebutuhan pakan kambing. Fermentasi pakan ternak memang ditempuh guna memaksimalkan pakan kambing dan membuat para peternak semakin mudah dalam budidaya ternak kambing karena frekuensi dalam mencari pakan hijauannya semakin sedikit, bahkan banyak peternak kambing yang tanpa ngarit.

PERKAWINAN
Kambing betina dewasa yang sudah siap kawin umumnya berusia antara 6-8 bulan. Tanda birahinya antara lain : Gelisah, ribut dan nafsu makan menurun. Mencoba untuk menaiki ternak lainnya. Menggerak-gerakkan ekornya. Bagian vulva memerah, bila diraba terasa hangat. Keluar sedikit lendir bening kambing betina dewasa dikawinkan paling bagus berumur 10 bulan, dan jantan sebagai pemacek berumur 1 tahun. Waktu yang tepat untuk mengawinkan kambing pada pertengahan birahi yaitu 12-18 jam sejak birahi pertama muncul.

Selain menggunakan pejantan pemacek, dapat juga kambing betina dikawinkan dengan menggunakan metode kawin suntik (Inseminasi Buatan). Tujuannya adalah untuk menghasilkan keturunan yang mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Untuk saat ini kawin suntik (IB) kambing dapat menggunakan jenis kambing peranakan Etawah (PE).

KANDANG
Pembuatan kandang kambing diupayakan harus memiliki sirkulasi udara yang cukup bagus dan dijaga tingkat kebersihannya. Untuk budidaya kambing, kandang yang bagus adalah jenis panggung, karena akan memberikan kenyamanan pada ternak dan terjaga kebersihannya.

PENGOLAHAN USAHA
Pada umumnya pengelolaan usaha ternak kambing dapat dilakukan secara tradisional maupun secara intensif. Untuk menghindari kerugian dalam usaha, langkah pertama harus ditempuh harus membiasakan dengan memperbaiki managemen usaha, yaitu selalu melakukan pencatatan setiap kejadian mengenai ternaknya. Langkah selanjutnya adalah dengan melihat pangsa pasar. Waktu penjualan ternak kambing yang bagus adalah bila ternak telah berusia 12-18 bulan, dan berat badannya tidak bertambah lagi.

PENYAKIT
Salah satu hal yang penting dalam usaha ternak kambing adalah memperhatikan kesehatan ternak. Sanitasi kandang dan lingkungan merupakan cara termudah untuk mencegah terjadinya kejadian penyakit. Adapun kejadian penyakit yang paling sering adalah kembung (tympani), kudis (scabies), diare dan sebagainya. Untuk pertolongan pertama dapat menggunakan obat-obatan tradisional dan untuk selanjutnya dapat menghubungi petugas kesehatan terdekat.


Sumber :epetani.deptan.go.id








INFO BISNIS KULINER

BISNIS RECEHAN.....HASIL JUTAAN


Tuesday, July 30, 2013

Kambing Sekolah dan Sekolah Kambing

Mbekkkk...mbekk... hehhe hampir semua orang tua akan memperagakan suara kambing ke anaknya yang masih balita ( mungkin hanya orang kuayaa raya yang tidak mempraktekkan suara kambing, tau-tau dari lahir anaknya di kalungi gadget  ). Anak anak dari usia balita sudah mengerti mengenai kambing, mulai bentuk bulunya, tanduknya, suaranya bahkan tidak sedikit pula yang sudah pernah memberi makan kambing.


Apakah anak-anak balita khususnya yang berada di kota besar, yang dahulu pernah memberikan makan kambing sekarang mau berdekatan dan bergumul dengan kambing ??? kalau boleh jujur 90% akan menolak berdekatan dengan kambing dan 10% sisanya baru mau, itupun sebagian dengan terpaksa. 

Selain bau pesing air seni kambing, pengelolaan peternakan kambing yang masih tradisional, serta tidak adanya inovasi inovasi baru yang sering di up date di media masa yang membuat kambing beserta peternakannya di tinggalkan anak-anak muda Indonesia. Anak-anak muda ini hanya mau makan sajian kuliner dari kambing saja, seperti sate kambing, sop kambing, gulai kambing dll. Namun kalau menilik sejarah, sebagian besar generasi muda Indonesia,  mereka bisa sekolah karena orang tuanya memelihara kambing dan menjualnya untuk keperluan sekolah.

Kambing dimata para peternak adalah harta yang bisa berkembang, liquid dan tentu saja low cost. Kambing dijadikan modal untuk melakukan transaksi besar, misalnya untuk bayar biaya masuk sekolah, untuk nyunatin anak, untuk gelar hajatan nikahan anak, untuk dijual kalau anak mau merantau dll, dasyat kan ??? Posisi kambing sebenarnya sejajar dengan benda perhiasan seperti emas.

Apakah kambing bisa membantu anak-anak di Indonesia untuk terjamin masa depannya bahwa semua anak bisa bersekolah minimal sampai SMA-SMK ? jawaban saya adalah BISAAAAAA


Simpe.. YTH pak presiden, yang kebetulan saat ini dijabat Pak SBY tinggal memberikan perintah berupa kewajiban kepada kementrian pertanian dan peternakan, perusahaan BUMN, dan Perguruan Negeri fakultas peternakan untuk saling bersinergi membuat gerakan nasional yaitu 1 anak sekolah 1 kambing.

Boombastis.. ?? saya rasa masih realistis, memang tidak semua anak sekolah di Indonesia dalam 1 tahun akan mendapatkan 1 ekor kambing, namun pemerintah bisa membuat detailnya sebagai berikut
  1. Selama 5 taun kebelakang, melarang jagal kambing untuk memotong kambing betina, sehingga semua kambing betina apapun jenisnya bisa beranak terus, anaknya ini yang akan dihibahkan kepada anak sekolah yang belum menerima kambing.
  2. Setiap tahun semua perusahaan BUMN, perusahaan Menengah besar dan perusahaan PMA diwajibkan menyumbang 10 ekor kambing betina pertahun ke sekolahan. Perusahaan besar diwajibkan mengcover 3-5 sekolahan berarti 30-50 kambing pertahun, perusahaan menengah memberikan 20-30 kambing pertahun. Pemerintah sendiri secara khusus akan memberikan 1 ekor kambhing kepada siswa kelas 6 SD, kelas 3 SMP dan kelas 3 SMA yang bisa dijual ketika lulusa dan mau melanjutkan sekolah ke jenjang selanjutnya.
  3. Pemerintah memerintahkan kepada PTN melalui para mahasiswa fakultas peternakannya untuk menciptakan berbagai inovasi dalam upaya perbaikan hasil peternakan kambing di tingkat masyarakat bawah sehingga bisa mengganti konsep beternak tradisional menjadi peternakan kambing  modern, efektif , murah biaya dan profitable.
  4. Pemerintah menjamin stabilitas harga daging kambing nasional dan memberantas percaloan kambing dan membuka kran ekspor daging kambing sehingga menjamin sektor pemasaran daging kambing.
  5. Pemerintah melalui aparat desa memberikan surat perjanjian antara wali anak sekolah dan pihak pemerintah desa yang isinya adalah penerima hibah kambing hanya boleh mengembangkan kambingnya dan menjual kambingnya untuk kepentingan sekolah, tidak boleh untuk kepentingan lainnya, bagi yang melanggar akan dikenai sanksi.
  6. Ketika pemerintah bisa mendistribusikan BLSM dan BLT, maka secara mekanismenya pemerintah juga bisa membagikan kambing kepada prioritas anak-anak yang membutuhkan biaya untuk sekolah. Akan sangat mendidik membagikan kambing sebagai modal hidup daripada hanya memberikan bantuan uang tunai yang terus terang menurut saya TIDAK MENDIDIK. 
  7. Pemerintah melalui dinas terkait, dengan intesfifnya memberikan pengetahuan melalui penyuluhan-penyuluhan rutin mengenai cara ternak kambing, pembuatan kandang kambing yang baik , cara penggemukan kambing yang cepat dan benar, informasi update mengenai harga kambing, dll. hal inilah yang selama ini jarang sekali di terima oleh para peternak kambing di kampung-kampung.

 Apabila ide di atas bisa terealisasi maka akan benar-benar terjadi yang namanya kambing untuk sekolah dan para pelajar akan sekolah mengenai bisnis kambing, pengangguran akan berkurang karena anak muda Indonesia mulai menyenangi berbisnis kambing.


Jangan sampai daging kambing adalah daging berikutnya yang akan di impor oleh pemerintah Indonesia setelah mengimpor daging sapi dari Australia.

Mari pintarkan anak Indonesia dengan cara beternak kambing.



Foto-foto di atas diambil dari Google, semoga pemilik foto ini tidak keberatan fotonya saya pajang di bloog ini.

Salam wirausaha
www.AngkringanNasiKucing78.com

Friday, July 26, 2013

Income Dari Ternak Kambing Tidak Kalah Dengan Income Pegawai Kantoran

Maaf judulnya terlihat provokatif, namun di kalangan peternak kambing modern hal itu sudah mereka alami sejak dahulu. Kok bisa ? bagaimana penjelasannya ? ternak kambing kan tergantung oleh alam kalau pegawai kantoran pasti terima gaji bulanan secara pasti...

Kita coba kupas satu-satu yah..., asumsi masa kerja 2 tahun

Gaji atau pendapatan seorang pegawai kantoran level menengah kira-kira menerima take home pay sekitar 5 jt / bulan, kemudian akan dikuranggi berbagai biaya bulanan seperti : biaya hidup ( makan minum ), biaya transportasi, biaya sekolah anak, biaya cicil motor, biaya pulsa hp, biaya iuran lingkungan, ya kira-kira tersisa 1jt an itu pun dengan catatan orangnya sangat sangat irit alias tidak boros, tidak suka rekreasi, tidak suka modifikasi motor dan tidak suka cari hiburan yang berbayar.

Gaji seorang pekerja pabrik, gaji seorang sopir taxi , gaji security sampai gaji fresh graduate S1 rata-rata sama, diatas UMR sedikit, dengan asumsi mereka masih bujangan, maka mereka tiap bulan masih bisa menyisihkan 500rb-750rb untuk ditabung. Yang jelas zaman sekarang mau cari kerjaan khususnya di pabrik harus pake uang pelicin alias nyogok biar dterima kerja, bagaimana kalau mau daftar menjadi aparat negara spt Polisi maupun Tentara, serta PNS.. denger-denger uang pelicinnya sudah puluhan juta bahkan ratusan juta.. woooww.

Bagaimana dengan seorang peternak kambing modern

awalnya punya 2 ekor betina dan 3 cempe, 1 tahun 2 betina sdh melahirkan 2-4 anak kambing, dan selama 6 bulan 3 cempe sudah besar dan siap dijual. Pada bulan ke-7, 3 ekor cempe td yang sdh berubah menjadi dewasa, akhirnya dijual dan di belikan lagi 5 cempe, di akhir tahun maka akan jual 5 kambing dewasa dan 2-4 kambing hasil dari 2 betina tadi. Bagaimana di akhir tahun ke-2 ? maka peternak kambing ini akan menjual 10 kambing dewasa dan 6-8 kambing ternak sendiri. Kalau harga 1 kambing dewasa 800-1jt an, maka akan terima 16-18jt, dibagi 12 bulan, maka akan ketemu 1,5jt/ bulan.

Hitungannya sama kan antara pegawai kantoran dengan peternak kambing modern ... hehheeh, namun nanti di tahun ke-4 akan terjadi perbedaan yang mencolok, karena tiap taun pekerja kantoran hanya akan mengalami kenaikan gaji 1x yaitu 7% namun si peternak kambing akan mengalami lonjakan aset per tahun yaitu 100%.

Bagaimana.. apakah sudah terbuka wawasannya ?? hehhe.. kalau sudah terbuka.. silahkan bagi rekan-rekan pegawai kantoran untuk mulai beternak kambing, baik dengan cara terjun langsung di waktu senggang, maupun bekerjasama dengan orang lain untuk mengurusi ternak kambingnya.

Salam wirausaha
www.AngkringanNasiKucing78.com