Showing posts with label harga kambing. Show all posts
Showing posts with label harga kambing. Show all posts

Wednesday, October 9, 2013

Panen Uang Dari Ternak Kambing

Sudah banyak artikel yang mengulas mengenai cara beternak kambing, penggemukan kambing, peternakan kambing, jenis-jenis kambing bahkan obat-obat atau suplement untuk kambing, luar biasa banyaknya sehingga calon peternak kambing, atau bagi mereka yang akan mencoba memelihara kambing bisa semakin mudah mendapatkan ilmu dan tips-tips sukses beternak kambing.

Dari banyaknya artikel mengenai topik di atas, ternyata kalau dilihat-lihat di internet, sangat jarang yang membahas bagaimana bisa mendulang uang yang lebih produktif dari ternak kambing, Sebenarnya sudah ada beberapa pihak yang menggunakan cara-cara kreatif untuk mendatangkan penghasilan tambahan dari usaha utama ternak kambing.

Berikut ini akan saya coba bagikan beberapa hal mengenai potensi-potensi income lain dari ternak kambing :

Mendapatkan income dari cara konvensional :
  1. Menjual kambing dewasa dalam keadaan hidup, nah cara ini adalah cara yang dilakukan semua peternak kambing dari sabang sampai merauke, bisa dilihat dengan banyaknya pasar ternak di berbagai pelosok daerah Indonesia untuk transaksi kambing dalam keadaan hidup, biasanya kambing yang di transaksikan untuk konsumsi rumah makan ( sate tongseng tengkleng dll ) ataupun untuk dikembangkan di pelihara lagi ( untuk pejantan atau babon )
  2. Menjual anakan kambing, cara mendapatkan income dengan menjual anak kambing ini biasanya dilakukan peternak karena dalam keadaan BU alias butuh uang, salah satu alasan klawsik adalah untuk bayar sekolah anaknya, untuk beli HP anaknya, untuk beli motor anaknya, untuk masukin sekolah anaknya. Bagi peternak dalam skala menengah dan besar pun ada kemungkinana untuk menjual anakan kambing karena ada orderan dalam jumlah tertentu.
  3. Menjual kambing betina dalam keadaan hamil, nah kejadian seperti ini juga sering terjadi karena hal-hal mendesak seperti point 2, karena butuh, banyak peternak rumahan yang menjual asset nya berupa indukan kambing.
  4. Menjual susu hasil perahan dari kambing.
Mendapatkan tambahan income dengan cara lebih pintar :
  1. Menjadi perantara jual beli kambing, profesi ini walaupun kelihatannya sepele namun bisa memberikan income tersendiri dari hasil tiap kali transaksi, jadi Anda harus memiliki pengetahuan dan jaringan yang luas sehingga tau kambing siapa yang mau dijual dan siapa yang butuh kambing.
  2. Menjadi penyedia pejantan untuk kawin alami, hal ini bisa dibisniskan semisal 1x sewa dengan biaya 25rb atau 50rb
  3. Menjadi konsultan mengenai sistem peternakan kambing modern kepada kelompok-kelompok ternak kambing
  4. Menjadi reseller obat dan vitamin ternak kambing, saat ioni sangat banyak vitamin dan obat-obatan untuk ternak kambing yang ada di pasaran, semua menjanjikan hasil akhir yang sangat luar biasa, nah apabila Anda berminat, silahkan pilih sesuai selera Anda.
  5. Menjual kambing dalam keadaan sudah terpotong atau menjual daging kambing segar, bisa di pasar tradisional atau ke warung makan khusus kuliner kambing, seperti warung sate, tengkleng, tongseng, dll
  6. Mencoba menembus link ke supermarket, rumah makan besar dan hotel untuk supply daging kambing. Untuk tahapan ini tentu saja banyak sekali hal yang perlu Anda persiapkan, diantaranya mengenai legalitas peternakan Anda, surat keterangan dari dinas peternakan, peralatan electronik berupa freezer, mobil yang ada pendinginnya untuk menjamin kondisi daging kambing selama diperjalanan tetap segar
  7. Menjual jeroan kambing semisal usus kepada pedagang kuliner, usus kambing bisa digunakan untuk sate usus dan seperti kita ketau bersama, sate usus adalah salah satu menu yang sangat diminati di Indonesia.
  8. Menjual pupuk dari kotoran kambing dengan kemasan yang lebih menarik baik dari tampilan luar ataupun dari bentuk pupuknya. Bagi peternak yang berniat serius menekuni usaha pupuk organik bisa membeli mesin pelet sehingga pupuk kotoran kambing yang dijual akan berwujud pelet sehingga tidak akan membuat orang merasa jijik ketika menggunakannya
  9. Menggunakan pupuk kotoran kambing untuk beberapa tanaman produktif, seperti cabai, kol, tomat, jahe, kencur, dll . Dengan memanfaatkan kotoran kambing ini maka Anda tidak perlu mengeluarkan dana tambahan untuk membeli pupuk kimia, dan yang utama adalah hasil dari bercocok tanamnya bisa mendatangkan income yang besar.
  10. Menjual pupuk organik berupa olahan air seni kambing, olahan pupuk cair ini bisa bernilai tinggi ketika dikemas dan dipromosikan dengan baik baik secara door to door misal ke sekolah-sekolahan, instansi pemerintah, hotel, tempat wisata, dll. Penjualan pupuk cair ini bisa juga dilakukan secara online dengan menggunakan media internet untuk menjualnya.
  11. Mempersiapkan beberapa kambing pilihan untuk selalu diikutkan dalam kontes kambing, apabila memenangkan kontes kambing akan membuat harga kambing tersebut melonjak tajam dan tentu saja akan menaikkan pamor peternakan kambing Anda.
  12. Mengolah susu kambing menjadi makanan atau minuman jadi, sehingga susu kambing hasil perahan sendiri bisa semakin mempunyai nilai tambah. 
  13.  Mengolah daging kambing menjadi olahan makanan siap saji seperti sosis kambing, rolade kambing, bahkan daging kambing untuk usaha kuliner kebab, dll
  14. Memanfaatkan kambing untuk hiburan, misalnya dengan mengelola usaha kereta mini yang ditarik oleh kambing, di daerah jawa barat khususnya Garut, ketika main ke alun-alun, akan dijumpai banyak pelaku usaha kereta mini yang ditarik domba Garut
  15. Membuiat peternakan kambing menjadi lahan wisata edukasi yaitu dengan membuat wisata ternak kambing. Wisata ternak kambing ini biasanya sangat diminati oleh anak sekolah.
 Semoga beberapa hal di atas semakin membuka wacana para peternak kambing untuk bisa meraih pendapatan lebih dari hasil budidaya ternak kambingnya.

 sate kambing
olahan daging kambing
 pupuk kotoran kambing dalam kemasan
 pupuk cair air seni kambing
 daging kambing siap supply
 wisata edukasi ternak kambing

    Tuesday, August 20, 2013

    Menentukan Umur Kambing Berdasarkan Gigi Kambing

    Kambing merupakan ternak ruminansia kecil yang sangat digemari oleh sebagian besar masyarakat. Pemeliharaannya yang mudah dan relatif sederhana serta peluang pengembangan yang tinggi menarik minat peternak baik dalam skala kecil di Pedesaan maupun yang telah diusahakan secara komersial untuk memilih ternak kambing sebagai ternak unggulan untuk dibudidayakan. Hal tersebut merupakan peluang yang harus didukung oleh semua pihak dalam upaya pengembangan ternak kambing khususnya dan pengembangan peternakan pada umumnya.


    Ternak kambing dapat dibudidayakan sebagai usaha budidaya kambing potong maupun kambing perah. Kedua jenis ini jika dikembangkan memiliki peluang pasar yang tinggi. Daging kambing merupakan daging yang digemari oleh masyarakat, baik untuk dikonsumsi dalam bentuk sate, gulai maupun jenis makanan lain yang digemari oleh masyarakat. Mengkonsumsi daging kambing menurut sebagian besar masyarakat juga dapat meningkatkan stamina, sehingga dapat melancarkan aktivitas pekerjaan sehari-hari. Sebagian besar penduduk Indonesia yang beragama Islam semakin mendukung dikembangkannya usaha kambing ini, karena setiap hari raya kurban dibutuhkan ternak kambing dalam jumlah banyak.


    Selain dibudidayakan sebagai kambing potong, ternak kambing juga sangat potensial untuk dikembangkan menjadi budidaya kambing perah. Saat ini permintaan susu kambing semakin meningkat seiring dengan semakin sadarnya masyarakat akan pentingnya mengkonsumsi susu. Susu kambing meskipun memiliki harga yang lebih mahal dibandingkan dengan susu sapi, akan tetapi masyarakat tetap banyak yang mencarinya untuk dikonsumsi. Hal tersebut dikarenakan, susu kambing memiliki keunggulan dalam meningkatkan stamina, menjaga kesehatan tubuh dan dapat juga digunakan sebagai obat maupun manfaat-manfaat lain yang belum dilakukan penelitian lebih lanjut. Kambing Peranakan Etawah (PE) merupakan kambing yang saat ini sering dibudidayakan sebagai kambing perah. Oleh karena itu, harga kambing PE umumnya lebih mahal dibandingkan dengan kambing yang lain.


    Gigi merupakan bagian yang berada di rongga mulut yang berguna untuk mengunyah makanan. Ternak juga sama halnya dengan manusia, yaitu mempunyai gigi yang membantu dalam proses pencernaan pakan. Pada ternak kambing, ada hal yang unik, yaitu gigi mengalami keterasahan dan erupsi secara kontinyu dengan karakteristik tertentu, sehingga gigi pada kambing dapat digunakan untuk menduga umur kambing jika tidak adanya catatan reproduksi maupun kelahiran dari kambing tersebut.


    Jika kita amati perkembangan gigi seri pada kambing, akan dijumpai adanya gigi awal yang umumnya kita sebut dengan gigi seri susu. Setelah beberapa waktu gigi seri susu akan berubah menjadi gigi seri permanen dan gigi seri permanen ini akan mengalami keterasahan pada umur-umur tertentu, sehingga dapat digunakan untuk menduga umur ternak kambing. Edey (1993) mengemukakan bahwa susunan gigi seri permanen pada kambing yang sudah dewasa, yaitu sepasang gigi seri sentral, sepasang gigi seri lateral, sepasang gigi seri intermedial, sepasang gigi seri sudut pada rahang bawah, tiga gigi premolar dan tiga gigi molar.


    Lebih lanjut Frandson (1993) menyatakan bahwa pendugaan umur kambing berdasarkan gigi seri yaitu sebagai berikut: (1) Jika pada kambing telah tumbuh sepasang gigi seri susu sentral, kambing berumur 1 hari sampai 1 minggu; (2) Sepasang gigi seri susu lateral, kambing berumur 1 – 2 minggu; (3) Sepasang gigi seri susu intermedial, kambing berumur 2 – 3 minggu; (4) Sepasang gigi seri susu sudut, kambing berumur 3 – 4 minggu; (5) Sepasang gigi seri susu sentral digantikan oleh sepasang gigi seri permanen sentral, kambing berumur 1 – 1,5 tahun; (6) Sepasang gigi seri susu lateral digantikan sepasang gigi seri permanen lateral, kambing berumur 1,5 – 2,5 tahun; (7) Sepasang gigi seri susu intermedial digantikan sepasang gigi seri permanen intermedial, kambing berumur 2,5 – 3,5 tahun; (8) Sepasang gigi seri susu sudut digantikan sepasang gigi seri permanen sudut, kambing berumur 3,5 – 4 tahun.


    Friday, August 16, 2013

    Cara Memotong Kambing Yang Benar

    Seringkali banyak pertanyaan, kapan sih saat terbaik untuk memotong kambing ? nah jawaban yang paling pas adalah ketika kambing berumur 8 bulan sampai 2 tahun. Pada umur tersebut pertumbuhan kambing telah mencapai ukuran sempurna. Daging kambing muda masih lunak, empuk dan berbau harum. Sebelum dipotong, kambing perlu mendapat perlakuan khusus agar daging yang dihasilkan mutunya baik. Adapun perlakuan sebagai berikut :

    • Kambing yang akan dipotong sebaiknya dipisahkan dengan kambing lain, yaitu di tempat yang tenang. Jika tercampur dengan kambing pejantan dan kambing betina, kambing potong akan tertular bau prengusnya. Kambing yang akan dipotong jangan diberi pakan selama 8-12 jam, cukup diberi minum yang banyak.
    • Sebelum pemotongan berlangsung, bulu kambing disikat dan dibersihkan dulu dengan cermat agar kotoran  yang melekat di badan leyap dan bulu yang rontok jatuh ke tanah.
    •  Alat-alat untuk pemotongan disiapkan, yaitu meja potong terbuat dari papan, panci untuk mengumpulkan darah, pisau tajam, tali, dan besi pengait.

    Setelah kegiatan tersebut dilakukan, selanjutnya adalah proses pemotongan kambing. Berikut ini cara memotong kambing yang benar


    1. Kambing yang akan dipotong ditidurkan di atas meja. Pada sisi meja, ada seorang yang membantu memegang kedua pasang kakinya. Usahakan kambing yang akan dipotong keadaannya setenang mungkin. Tekan kepala kambing dengan satu tangan, dan tangan lain mengarahkan ujung pisau pada tenggorokan di belakang rahang. Dengan sastu gerakan, mata pisau memotong pembuluh darah leher (urat nadi).
    2. Biarkan darah mengalir dan ditampung dalam ember atau panci. Setelah darah keluar habis, badan kambing ditelentangkan dengan dada dan perut menghadap ke atas.
    3. Dalam keadaan telentang, kulit perut ditoreh dan dibuka dengan ujung pisau yang tajam. Namun, harus dilakukan dengan hati-hati, agar lapisan selaput tipis yang terletak di bawah kulit tidak sobek atau berlubang.
    4. Leher hingga ujung leher dilukai dengan pisau, lalu kulit kulit kepala dikelupas. Kepala dipotong putus agar terpisah dari badan kambing. Kepala dicuci dengan air dingin. Setelah bersih, lidah dan otaknya dikeluarkan.
    5. Kulit dipotong kearah tulang dada, lalu kulit ditarik ke arah tulang dada dan leher. Dengan sebilah parang, tulang dada dipisahkan dari badan
    6. Potong bagian kaki depan dan kuliti sampai terlepas.
    7. Bagian dalam kaki belakang juga dikuliti.
    8. Kuliti keliling dubur, lalau lubang dubur diikat dengan tali, agar kotoran tidak menyembul keluar.
    9. Kaki belakang digantung dengan pengait. Dalam keadaan tergantung, kulit dikelupas dengan cara menekan kepalan tangan antara kulit dan dada, setelah itu antara kulit dan perut.
    10. Dari bahu bagian depan, kulit ditarik ke bawah
    11. Dari pertengahan tulang dada ke bawah di tekan ke belakang dengan mempergunakan kepalan tangan, maka seluruh kulit pun akan jatuh.
    12. Tubuh kambing yang sudah tak berkepala dan berkulit dibelah/dibuka selaput perutnya. Isi perut dikeluarkan. Pembedahan isi perut dimulai dari poros usus dubur. Poros usus dekat dubur diikat dengan tali yang kuat.
    13. Batang tenggorokan bagian sekat rongga dada dipotong. Dengan demikian semua isi rongga perut dan dada kambing jatuh bersamaan. Organ bagian dalam ini selanjutnya dibersihkan di tempat lain.
    14. Tongga perut dibersihkan dari sisa-sisa pembuluh darahnya. Selanjutnya karkas digantung untuk pelayuan.

    Jenis Kambing Potong

    Diperkirakan terdapat 300 bangsa kambing di seluruh dunia yang tersebar di daerah tropis maupun subtropics. Kambing-kambing tersebut dikelompokkan berdasarkan daerah penyebaran dengan disertai petunjuk produktivitas, karakteristik, dan potensinya. Biasanya bangsa kambing yang diternak untuk penghasil daging, kulit, dan bulu yang baik, hasil susunya sangat rendah.

    Disebut kambing potong unggul bila memiliki cita rasa daging yang banyak disukai dan perkawinannya tak kenal musim sehingga produksi dagingnya dapat dikelola sepanjang tahun. Namun, yang lebih utama adalah sifatnya prolific (beranak kembar). Dengan jumlah anak per kelahiran yang selalu kembar, maka akan cepat menghasilkan populasi anak yang banyak. Jika pembesaran kambing potong disertai dengan manajemen pemeliharaan yang baik, produksi dagingnya pun akan lebih banyak
    .
    Berikut ini beberapa bangsa kambing yang potensial dikembangkan untuk ternak potong penghasil daging. Beberap di antaranya juga sebagai penghasil kulit dan bulu yang mahal harganya.

    1. Kambing angora

    Kambing angora asli berasal dari daerah Asia Tengah. Kambing ini merupakan persilangan antara Capra aegagrus dengan Capra fasconeri. Dipelihara terutama untuk produksi mohair yaitu bulu kambing yang halus selembut sutera dan daging. Meskipun merupakan penghasil bulu, kambing ini dapat pula dikembangkan menjadi ternak penghasil daging. Bobot kambing jantan dewasa sekitar 55 – 80 kg, sedangkan betina sekitar 35 – 45 kg. Kambing angora bisa hidup dengan baik di daerah tropic yang keadaannya kering.


    2. Kambing achondroplastik

    Ternak ini tergolong kambing kerdil berkaki pendek. Tingginya sekitar 50 cm, dan berat kambing dewasa sekitar 20 kg. penyebarannya terdapat di dekat jalur hutan  dan savana Afrika Barat dan Afrika Tengah. Kambing ini sangat baik diternakkan di daerah tropis yang berhawa lembap karena mudah sekali menyesuaikan diri dengan iklim setempat dan tahan terhadap trypanosomiasis.
    Kambing kerdil ini merupakan kambing pedaging dengan mutu daging yang baik. Bila dipelihara dengan baik mudah sekali menghasilkan anak kembar dua atau tiga. Perkawinan hamper tak mengenal musim karena bisa terjadi sepanjang tahun. Namun, pertumbuhan tubuhnya lambat.



    3. Kambing bari

    Ternak ini tergolong kambing kecil. Banyak terdapat di daerah Sind (Pakistan). Kambing dewasa rata-rata beratnya 20 – 30 kg. Berat karkas 10 – 14 kg. Keunggulannya bersifat prolifik, yaitu setiap kelahiran biasanya beranak kembar 2 – 3 ekor. Meskipun kambing ini tergolong kecil, tetapi sangat cocok dikembangkan menjadi ternak kambing penghasil daging.

    4. Kambing benggala hitam

    Kambing benggala hitam tergolong kambing kecil. Kambing ini tersebar luas di Assam dan Bangladesh bagaian utara. Bobot dewasa kambing pejantan hanya sekitar 13 kg dan betina 9 kg. Kambing ini terkenal sebagai black bengal.
    Kambing ini merupakan ternak penghasil daging dengan produksi susu yang sangat sedikit. Kambing ini menghasilkan dagingnya yang sangat enak, lezat, dan lunak. Potensinya sangat besar untuk dikembangkan sebagai kambing potong. Mutu kulitnya sangat bagus dan banyak digunakan bahan untuk membuat sepatu.

    5. Kambing bligon

    Kambing bligon atau gumbolo alias jawa randu merupakan keturunan kambing ettawa dengan kambing kacang. Namun, persentase darah kambing  kacang lebih tinggi, yaitu lebih dari 50%. Kambing ini memiliki moncong yang lancip, telinga tebal dan lebih panjang dari kepalanya, leher tidak bersurai, sosok tubuh terlihat tebal, dan bulu tubuhnya kasar.
    Pemeliharaan kambing ini sangat mudah karena menyukai pakan jenis apa saja, termasuk rumput-rumputan lapangan. Selain itu, anak yang dilahirkan cepat besar sehingg sangat tepat kalau dipelihara untuk kambing potong. Jenis kambing ini banyak tersebar di pantai utara Jawa seperti Cirebon dan Semarang, juga banyak dipelihara di daerah Gunung kidul, Yogyakarta.


    6. Kambing creolo

    Kambing creolo merupakan ternak penghasil daging yang sangat popular di Amerika Latin dan Tengah. Memiliki kemampuan hidup di daerah yang sangat kering. Bulunya tipis, pendek, dan berwarna hitam atau cokelat, sering kali terdapat bercak-bercak putih. Tanduknya melengkung dan telinga pendek serata tegak. Kambing jantan memeliki janggut, sedangkan betina tidak memiliki janggut. Tinggi gumba jantan sekitar 75 cm dan betina sekitar 65 cm. Berat hidup kambing dewasa rata-rata 40-60 kg dengan tubuh yang gempal. Jumlah anak per kelahiran 1-2 ekor.

    7. Kambing gaddi

    Kambing ini disebut juga kambing dwiguna karena merupakan penghasil daging sekaligus bulu. Ia tergolong dalam kambing berambut panjang. Bisa menghasilkan 0,5-1 kg rambut kasar per ekor  dengan panjang 17-25 cm. Kambing gaddi dinamakan juga kambing himachal pradesh. Kambing ini banyak terdapat di daerah pegunungan India Utara dan Pakistan.

    8. Kambing kacang

    Kambing kacang merupakan kambing potong yang sangat prolifi, yaitu sering melahirkan anak kembar. Kelahiran kembar dua merupakan hal biasa. Bahkan, kadang-kadang melahirkan anak kembar tiga. Kambing ini dapat berkembang biak sepanjang tahaun sehingga sangat cocok dikembangkan untuk kambing potong.

    a. Kambing kacang indonesia

    Kambing kacang merupakan kambing local Indonesia yang tersebar luas terutama di Jawa. Kambing ini memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap pakan berkualitas rendah dan lingkungan ekstrem.

    Kambing jantan dewasa memiliki tinggi sekitar 60-65 cm dengan bobot rata-rata 25 kg. untuk kambing betina dewasa memiliki tinggi sekitar 50-56 cm dengan bobot rata-rata sekitar 20 kg. Kambing betina pertama kali beranak pada umur 12 – 13 bulan. Namun, produksi susunya masih sedikit. Rata-rata bobot lahir kambing kacang sekitar 3,28 kg. Total bobot sapih (umur 90 hari) adalah 10,12 kg. Kemampuan hidup saat lahir adalah 100% dan kemampuan induk melahirkan anak kembar dua sekitar 52,2%, kembar tiga 2,6%, dan tunggal 44,9%.

    Kambing kacang jantan muda mencapai dewasa kelamin mulai umur 20-23 minggu atau 135-173 hari. Kamibng betina mulai dewasa kelamin pada umur 153-454 hari atau rata-rata umur 307,72 hari. Angka pemotongan kambing kacang tergolong tinggi di Indonesia, terutama untuk produksi daging. Persentase karkasnya sekitar 44-51%..



    b. Kambing kacang malaysia

    Kambing kacang malaysia umumnya berwarana hitam, tetapi kadang-kadang terdapat beberapa bercak putih di tubuhnya. Tanduk berbentuk pedang melengkung ke atas dan belakang, baik pada kambing jantan maupun betina. Telinganya pendek dan tegak. Janggut terdapat pada yang jantan sangat jarang pada betina. Tinggi gumba jantan antara 60-65 cm dan betina sekitar 56 cm. bobot jantan dan betina dewasa rata-rata  25 kg dan 20 kg. Produksi susunya sedikit, sehingga lebih cocok dikembangkan menjadi ternak panghasil daging. Persentase karkasnya berkisar antara 44-51%.

    c. Kambing kacang filipina

    Kambing kacang filipina memiliki tinggi gumba rata-rata 50-60 cm dengan berat sekitar 30 kg. Tubuhnya berwarna hitam, cokelat, putih, atau campuran dair warna tersebut. Memiliki bulu kasar, berjanggut, dan bertanduk pedang. Beranak pertama kali pada umur 12-13 bulan dan biasanya melahirkan anak kembar dua.

    d. Kambing kacang fiji

    Kambing kacang fiji merupakan kambing kecil berbulu pendek. Bulunya berwarna kombinasi putih, hitam, cokelat, dan abu-abu. Jantan dan betina bertanduk, tetapi ada juga yang dungkul (tak bertanduk). Rata-rata tinggi gumba 58-66 cm. bobot jantan dan betina masing-masing  25 kg dan 20 kg. Interval beranak sekitar 262 hari. Kambing ini sering melahirkan anak kembar dua.

    e. Kambing kacang marica

    Kambing marica merupakan kambing kecil berbulu pendek yang terdapat di Sulawesi. Kambing ini memiliki penampilan yang mirip sekali dengan kambing kacang yang terdapat di Jawa. Namun, ukuran fisiknya lebih kecil dan tidak bertanduk.

    9. Kambing Kashmir

    Kambing ini tergolong ternak pegunungan. Sangat cocok hidup di daerah pegunungan Asia Tengah seperti Tibet, Mongolia Dalam, Kashmir, Iran, Turki, Kurdistan, Khirghizia, dan daerah sekeliling Rusia. Ia mampu hidup di daerah kering pada ketinggian 3.600-4.200 m dpl. Berat jantan dewasa sekitar 60 kg dan betina 40 kg untuk kambing asal Mongolia Dalam. Kambing ini merupakan keturunan langsung dari kambing liar Capra falconeri. Kambing gembrong yang terdapat di Bali diduga merupakan keturunan kambing Kashmir.

    Kambing Kashmir yang berwarna putih dapat menghasilkan bulu 123 g/ekor/tahun. Kambing Kashmir hitam menghasilkan  bulu 175-200 g/ekor/tahun. Kambing putih bila dipelihara di tempat yang memiliki suhu tinggi atau rendah akan hidup merana. Namun, untuk kambing hitam lebih tahan dhidup di daerah ekstrem. Selain bulu, kambing ini juga menghasilkan daging dan kulit.

    10. Kambing kerdil dan cina selatan

    Kambing ini tergolong kambing kerdil daerah tropic lembap. Berat jantan dewasa sekitar 30 kg, sedangkan betina hanya 25 kg. Tergolong sebagai kambing pedaging karena hasil susunya sangat sedikit, yaitu hanya 0,5 kg per hari. Ternak ini sangat sering melahirkan anak kembar dua.

    11. Kambing kecil afrika timur

    Kambing kecil ini daerah Afrika Timur dan banyak dipelihara sebagai ternak penghasil daging dan kulit. Penampilannya mirip kambing kacang yang terdapat di Indonesia. Warna bulunya bermacam-macam, tetapi rata-rata berambut pendek. Tanduknya kecil. Berat kambing dewasa rata-rata 30 kg. Keunggulan kambing ini sangat prolific, yaitu sering melahirkan anak kembar.

    12. Kambing maxoto

    Kambing ini dikenal pula dengan sebutan kambing nungfing. Banyak diternak di Brazil bagian timur laut. Kambing ini diperkirakan berasal dari keturunan portugis charnequeiro varietas elentejo, yaitu kambing potong yang sangat populer di Portugis dan Spanyol. Kambing maxoto memiliki bulu berwarna cokelat mudah atau cokelat kelabu kuning dengna garis-garis hitam di punggung dan perut. Warna bulu muka dan kaki hitam. Hewan ini diternaka untuk diambil kulit dan dagingnya.

    Berat kambing dewasa rata-rata 32 kg. Induk betina bisa melahirkan tiga kali dalam dua tahun dan hampir 90% selalu melahirkan kembar.

    13. Kambing sahel

    Kambing ini paling cocok dikembangkan di daerah padang pasir yang kering, seperti di Sudan dan Afrika Barat. Keunggulannya tahan panas dan lingkungan yang sangat kering seperti sabana di pinggiran Gurun Sahara. Kambing ini merupakan ternak penghasil daging dan kulit berkualitas tinggi disertai rambut yang pendek, tetapi halus.

    14. Kambing salt range

    Penyebaran kambing ini meliputi daerah barat laut Pakistan, Rawalpindi, dan Mianwali. Kambing ini unggul dalam menghasilkan daging dan bulu yang berambut panjang. Berat pejantan bisa mencapai 40 kg. Kambing salt range yang berumur satu tahun, berat karkasnya bisa mencapai 15-20 kg. hasil bulu per tahun mencapai 0,5-1 kg per ekor.

    15. Kambing sirli

    Jenis kambing ini banyak terdapat di daerah barat laut Pakistan. Penyebaran ternak terutama di daerah pegunungan berat kambing dewasa sektiar 35 kg. memiliki ukuran rambut panjang yang mencapai sekitar 25 cm.

    16. Kambing somali

    Kambing somali hampir semuanya berbulu putih halus. Kambing jenis ini tergolong sebagai penghasil daging dan kulit. Keunggulannya berkulit tipis, tetapi mutunya bagus. Berat kambing berkisar antara 20-30 kg. Kambing ini banyak terdapat di Somalia, Afrika Timur.

    17. Kambing spanish

    Kambing spanish atau La Mancha berasal dari Spanyol. Ternak ini memiliki ciri khas, yaitu telinganya sangat pendek atau hampir tidak berdaun telinga. Berat jantan dewasa sekitar 55-80 kg dan betina 35-40 kg. Warna bulu bermacam-macam dan berbulu pendek. Kambing ini sangat tangguh dan mampu beradaptasi terutama untuk produksi daging. Keunggulannya memiliki fisiologis reproduksi yang sangat khas, yaitu dapat berkembangbiak pada musim gugur hingga musim dingin dalam setahun. Hal ini memungkinkan kambing dapat beranak dan memproduksi daging sepanjang tahun di daerah subtropis

    Pupuk Cair Organik Dari Urine kambing

    Apa Itu PCO?

    Produk utama yang dapat dimanfaatkan dari peternakan ruminansia besar dan ruminansia kecil antara lain daging, susu dan kulit yang telah terbukti mempunyai nilai ekonomi yang tinggi. Hasil sampingannya berupa kotoran feces yang dimanfaat sebagai pupuk organik berupa kompos juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk, maka saat ini urine juga ternyata mulai menjadi komoditi berharga jika dapat dimanfaatkan dengan baik.

    Oleh karena itu sebagai salah satu potensi dalam bidang peternakan, maka perlu melihat peluang-peluang dari produk-produk peternakan yang dapat dimanfaatkan. Salah satu peluang, yang dapat dimanfaatkan yaitu kotoron dan limbah urine sebagai bahan baku pembuatan pupuk cair organik. Saat ini penggunaan pupuk organik makin meningkat sejalan dengan berkembangnya pertanian organik. Dengan sentuhan inovasi teknologi, limbah urine diproses (difermentasi) menjadi pupuk cair dengan kandungan hara tinggi berbahan limbah urine (biourine) sebagai nutrisi tanaman sehingga menjadikan salah satu pendapatan bagi setiap peternak.

    Pemanfaatan limbah urine sebagai salah satu pupuk organik memberikan hasil yang cukup menjanjikan, sehingga peternak sudah bisa memperoleh hasil sebelum ternak itu dijual. Harga urine yang sudah diolah dan menjadi pupuk cair, berkisar antara Rp 7.000 - Rp 8.000/liter. Pemanfaatan urine ini sangat berpotensi, sehingga perlu memberdayakan peternak agar semua produk dari ternak bisa dimanfaatkan untuk mendatangkan keuntungan secara ekonomis, meski awalnya perlu ada pendampingan terhadap peternak, terutama soal teknik atau cara menampung urine hingga proses pembuatan menjadi pupuk cair.

    Manfaat PCO
    Pupuk organik mempunyai efek jangka panjang yang baik bagi tanah, yaitu dapat memperbaiki struktur kandungan organik tanah dan selain itu juga menghasilkan produk pertanian yang aman bagi kesehatan, sehingga pupuk organik ini dapat digunakan untuk pupuk yang ramah lingkungan.


    Kandungan PCO
    Pupuk organik ramah lingkungan dari limbah ternak itu bisa memutus ketergantungan petani terhadap pupuk urea atau pupuk kimia lainnya. Dari hasil penelitian Jurusan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Andalas Padang, urine kambing mengandung kadar nitrogen 36,90-37,31 %, fosfat 16,5-16,8 ppm, dan kalsium 0,67-1,27 %. Menurut Djoni, kandungan nitrogen pada urine kambing sama dengan yang ada pada pupuk SP36, yaitu 36 persen nitrogen, atau tak beda jauh dengan kandungan nitrogen pupuk urea, yakni 45 persen.

    Dengan demikian, para petani tak perlu repot memikirkan dan membeli pupuk urea, cukup tanaman dipupuk dengan menggunakan pupuk organik yang berasal dari limbah urine domba kambing. Dimana 2 kilogram pupuk urea bisa diganti dan setara dengan 2,5 liter urine domba kambing. Data menyebutkan, satu ekor domba kambing menghasilkan 2,5 liter urine per hari. Dengan demikian, penggunaan pupuk cair organik dari urine ini dapat menambah keuntungan  para petani peternak, karena dapat mengurangi biaya operasional perawatan tanaman.

    Harga PCO
        5 liter Rp120.000
        1 liter Rp25.000
        0,5 liter Rp15.000


    Monday, August 12, 2013

    Jerami Fermentasi, Pakan Pengganti Hijauan


    " Kelompok Peneliti Fakultas Kedokteran Hewan melaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan reproduksi dan aplikasi hasil diseminasi teknologi tepat guna berupa

    pemanfaatkan jerami fermentasi atau fermentasi jerami sebagai pakan kambing. Kegiatan program pendampingan peningkatan kualitas dan kapasitas ternak ini diterapkan pada kelompok ternak "Sidodadi", dusun Kepuh kulon, Wirokerten, Banguntapan, Bantul.

    Dr. drh. Yanuartono, MP mengatakan pemanfaatan pakan jerami fermentasi ditujukan untuk membantu peternak yang kesulitan mendapatkan pakan hijauan di saat musim kemarau. Selain itu, petani diajak untuk memanfaatkan limbah jerami yang melimpah saat musim panen padi tiba. "Yang terpenting peternak tidak mengalokasikan waktunya lagi untuk mencari rumput, dan bisa memanfaatkan waktu luangnya untuk bekerja lainnya," kata Yanuar, ditemui dalam sela-sela penyuluhan, Jumat (3/8).

    Dia menerangkan pembuatan pakan fermentasi dibuat dengan cara cukup sederhana. Mencampur jerami kering dengan polar dengan perbandingan 10 : 2, serta ditambahkan air secukupnya. Campuran jerami dan polar ini dimasukkan ke dalam tabung untuk dilakukan fermentasi selama satu minggu. "Pakan fermentasi ini siap dipanen, ditandai dengan aroma yang harum dan tekstur tidak berubah " katanya.

    Pakan ini menurut Yanuar mempercepat penyerapan sari makanan dalam tubuh kambing. Pasalnya, kambing membutuhkan waktu fermentasi terhadap seluruh makanan yang ditampung di dalam rumen. "Justru pakan alternative ini, fermentasi sudah dilakukan lebih dulu," katanya.

    Drh. Erif Maha Nugraha, dalam penyuluhan kepada 23 peternak menerangkan jumlah pemberian pakan pada kimbing tiap harinya minimal 10 persen dari total berat badan. Bila pakan yang diberikan kurang dari 10 persen maka akan berisiko mengganggu sistem kesehatan reproduksi kambing. "Jika pemberian pakan susah, yang rusak sistem reproduksinya," kata dosen bagian Obsgin FKH UGM ini.

    Hartono, 35 tahun, salah satu peternak, mengatakan hasil pendampingan yang dilakukan dari peneliti FKH UGM tersebut sudah berjalan selama tiga tahun. Beberapa hasil pemanfaatan teknologi tepat guna sudah dimanfaatkan langsung oleh peternak. Diantaranya pemeriksaaan kesehatan rutin, pemanfaatan limbah kotoran ternak untuk diolah menjadi biogas dan pupuk organik. "Biogas sudah kita manfaatkan untuk dapur kandang ternak," katanya.

    Sementara untuk pakan fermentasi baru mulai dikenalkan. Menurutnya pakan tersebut dinilai cukup membantu dalam pemberian pakan alternatif ternaknya."Ternyata ternak suka dan lahap, kini saya rutin membuatnya," katanya. (Humas UGM/Gusti Grehenson)

    sumber : UGM.ac.id







    Mensinergikan Petani dan Peternak Dengan Usaha Penggemukan Kambing


    Pengembangan bidang peternakan perlu mendapat perhatian serius mengingat permintaan daging belum dapat dipenuhi di dalam negeri. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya produktivitas ternak karena kualitas pakan yang sangat rendah. Selain, itu masih rapuhnya industri pakan di Indonesia, sehingga menyebabkan tingginya ketergantungan terhadap pakan yang berbahan baku impor.

    Demikian yang disampaikan Inspektur Jenderal Departemen Pertanian Prof. Dr Ir Zaenal Bachruddin, M.Sc dalam Seminar Nasional "˜Kearifan Lokal dalam Penyediaan serta Pengembangan Pakan dan Ternak di Era Globalisasia ", Jumat (27/7) di Fakultas Peternakan UGM.

    Menurut Zaenal, salah satu solusi yang ditawarkan adalah penerapan sistem integrasi tanaman ternak dengan melakukan sinergisme yang saling menguntungkan antara petani dan peternak.

    "Petani bisa memanfaatkan kotoran ternak sebagai pupuk organik, sebaliknya peternak memanfaatkan limbah pertanian sebagai pakan ternak yang berasal dari limbah padi, jerami, jagung dan limbah kacang-kacangan," ujar Zaenal.

    Zaenal memaparkan beberapa contoh sinerjisitas dalam penyediaan pakan melalui pertanian terpadu berbasis peternakan diantaranya, pemanfaatan pakan limbah jagung dan kedelai untuk ternak babi di Sumatera Utara, pemanfaatan lumpur sawit untuk pakan unggas yang dihasilkan melalui daur ulang biomas di Kalimantan Tengah, pembudidayaan jangkrik untuk pakan ikan dan burung dengan menggunakan pakan dari limbah wortel, daun pepaya dan jagung muda di Provinsi Riau, serta pembudidayaan keong emas untuk pakan itik yang diberi makanan berbasis ikan di Kalimantan Selatan.

    Lebih jauh dikatakan oleh Zaenal, upaya untuk meningkatan inovasi penyediaan pakan ternak perlu dipertimbangkan aspek pemberdayaan berbagai sumberdaya yang tersedia di daerah-daerah.

    "Hal ini dimaksudkan agar potensi yang ada ada di daerah tertentu dapat dipergunakan secara optimal sehingga dapat mengurangi risiko penggunaan dana yang berlebihan," tuturnya.

    Prof Zaenal menekankan bahwa pengembangan inovasi penyediaan pakan ternak memiliki peranan strategis bagi masyarakat pedesaan, karena limbah ternak juga penghasil pupuk organik dan sangat baik untuk meningkatkan produksi pertanian. (Humas UGM)

    sumber : UGM.ac.id






    Friday, August 9, 2013

    Menimba Sukses Dari Pemuda Jutawan Domba

    Jakarta (ANTARA News) - Tahu tidak serial kartun Shaun The Sheep yang tokoh utamanya seekor domba yang lucu?  Di situ, Shaun dan kawan-kawan domba cerdik, berhasil menghibur tuan mereka bahkan pemirsanya.

    Tapi bagaimana jika domba-domba itu membuat tuannya menjadi pengusaha sukses nan jutawan?

    Adalah seorang mahasiswa Fakultas Tehnik dari Universitas Indonesia yang menjadi jutawan muda gara-gara domba-domba itu. Andi Nata namanya.

    Dia digadang-gadangkan sebagai jutawan  dan pengusaha muda nan sukses. Umurnya baru kurang seperempat abad, tapi omset yang dikuasainya..wow..puluhan juta rupiah sebulan!

    7 Januari lalu Andi barulah genap berusia 23 tahun.  Tapi usaha domba dimulainya pada 2008. Bermodalkan Rp8 juta, Andi memulai usahanya dengan membeli lima ekor kambing. Empat betina dan seekor jantan. Mulailah dia menjadi entrepreneur.

    “Uang sebesar Rp8 juta itu saya boleh pinjam dari kerabat,” katanya.

    Mengenang masa pahit yang mengawali kebangkitannya, Andi mulai bercerita kepada Antara News.

    “Semua berawal ketika ayah saya mengalami kecelakaan dan membutuhkan biaya pengobatan sekitar Rp30 juta,” kenang Andi dengan mata menerawang masa lalu.

    Biaya pengobatan ayahnya yang mahal, membuat Andi memutar otaknya dengan keras untuk mendapatkan biaya pengobatan sang ayah.

    Kala itu, Andi yang baru saja masuk kuliah, sudah  mencari penghasilan sendiri dengan memberikan kursus privat kepada murid-murid SMA.  Ia membantu mereka belajar  Fisika dan Matematika, dua mata pelajaran yang dia kuasai dengan baik.

    “Selama tiga bulan mengajar, saya pontang panting kurang tidur, saya menghasilkan sekitar Rp12 juta. Jelas itu tidak cukup untuk menutup biaya perawatan Ayah.”

    Awalnya tak mulus

    Pribadi Andi yang supel membawanya berkenalan dengan seorang peternak kambing dan domba. Si pengusaha asal Jawa Tengah inilah yang mengajari Andi cara beternak domba dan kambing.

    Dari peternak yang tak mau ia sebutkan namanya itulah, Andi mendapat insipirasi untuk menjadi pengusaha domba dan kambing.

    Lima ekor kambing yang Andi beli, 15 ekor anak kambing kemudian didapatkannya. “Saya hanya berusaha mengembangbiakan kambing-kambing saya,” katanya.

    Awal usahanya tak berjalan mulus. Beberapa anak kambingnya mati.  Dia menduga, ini karena salah perawatan. Sisa kambing yang lain dia jual sebagai hewan kurban, menjelang Idul Adha.

    Hasil penjualannya ia belikan lagi kambing dan domba yang lalu ia ternakkan. Kemudian, dia kembali jual. Begitu seterusnya, sampai Andi berhasil meraih omset yang kian waktu kian besar.

    Demi meningkatkan usahanya, Andi bekerjasama dengan beberapa petani di Cirebon, Garut, Wonosobo dan beberapa wilayah lain di pulau Jawa.

    Pendekatan-pendekatan kekeluargaan ia coba untuk menumbuhkan kesalingkepercayaan antara dia dan mereka.  Itu penting, katanya. Apalagi beberapa kali dia rugi hingga jutaan rupiah akibat dibohongi sejumlah petani rekanannya.

    “Saya sering datang ke tempat petani-petani itu. Saya bawakan martabak. Yaah, hitung-hitung 'sogokan kecil' untuk meningkatkan persaudaran,” kata Andi, lalu tawa terkekeh geli.

    Terus belajar

    Jiwa muda yang menggebu dikelola dengan benar oleh Andi untuk dapat terus berusaha dan mengejar ketinggalan, baik dalam soal akademis maupun bisnis.

    Sempat tertinggal dalam soal akademis, dia akhirnya mampu mengejar ketertinggalannya itu. Kini ia sudah hampir paripurna sebagai mahasiswa strata satu, bila berhasil merampungkan skripsinya.

    Berhasil mengejar prestasi akademis, berhasil pula dalam berusaha.  Ia tak mau kalah dan pantang lagi merugi.

    Ilmu usaha terus ditimbanya.  Berbagai lokakarya, kursus dan kuliah singkat dia ikuti. Kemampuannya dalam melobi dan bergaul juga menjadi salah satu rahasia kesuksesannya. “Bagi saya, percuma bila seorang pengusaha hanya pandai dalam berinovasi. Pengusaha juga harus pandai bergaul dan menjalin relasi."

    Menurutnya, relasi dalam berusaha tak kalah penting dari tawaran inovasi.

    Tak peduli dengan atau dari siapa belajar, Andi menyerap apa pun ilmu di sekelilingnya. Dari mantan manajer restoran cepat saji, hingga seorang ibu penjual gulai yang memberinya ide lain.

    Dari si ibu, Andi mendapat ilham usaha katering untuk aqiqah atau acara-acara yang menginginkan menu gulai atau sate, serta kambing atau domba guling.

    Kian makmur

    Di usia 23 tahun, sudah 20 orang karyawan bekerja padanya.  Ini ditambah empat rumah, satu mobil pikap, satu mobil pribadi, dan lebih dari tujuh unit motor. 

    Setiap tahun omsetnya semakin meningkat.

    “Belajar dari kegagalan, jangan lalu putus asa. Belajar dan meningkatkan kemampuan diri itu penting demi mengembangkan usaha,” katanya.

    Kemampuan bisnisnya itu diakui banyak pihak. Beberapa perusahaan besar memberinya penghargaan, sebagai pengusaha muda sukses dan inspiratif.

    “Saya belum puas dengan apa yang saya capai. Saya masih ingin terus mengembangkan usaha, bukan hanya untuk saya, tapi untuk menambahkan peluang kerja,” kata Andi yang ingin usahanya membawa berkah bagi sebanyak mungkin orang.

    “Target saya, tahun 2012 ini saya mampu mencapai omset hingga 5,4 miliar rupiah,” ujar Andi yang menamai perusahaannya Farm Maju Bersama.

    Jumat kemarin, bersama 25 pengusaha muda lainnya, Andi dinobatkan sebagai wirausahawan muda terbaik dalam  Mandiri Young Technopreneur 2011. (*)

    Editor: Jafar M Sidik


    Andi Nata

    Para pembaca yang budiman, silahkan mampir ke website saya ya di www.AngkringanNasiKucing78.com

    Tuesday, July 30, 2013

    Kambing Sekolah dan Sekolah Kambing

    Mbekkkk...mbekk... hehhe hampir semua orang tua akan memperagakan suara kambing ke anaknya yang masih balita ( mungkin hanya orang kuayaa raya yang tidak mempraktekkan suara kambing, tau-tau dari lahir anaknya di kalungi gadget  ). Anak anak dari usia balita sudah mengerti mengenai kambing, mulai bentuk bulunya, tanduknya, suaranya bahkan tidak sedikit pula yang sudah pernah memberi makan kambing.


    Apakah anak-anak balita khususnya yang berada di kota besar, yang dahulu pernah memberikan makan kambing sekarang mau berdekatan dan bergumul dengan kambing ??? kalau boleh jujur 90% akan menolak berdekatan dengan kambing dan 10% sisanya baru mau, itupun sebagian dengan terpaksa. 

    Selain bau pesing air seni kambing, pengelolaan peternakan kambing yang masih tradisional, serta tidak adanya inovasi inovasi baru yang sering di up date di media masa yang membuat kambing beserta peternakannya di tinggalkan anak-anak muda Indonesia. Anak-anak muda ini hanya mau makan sajian kuliner dari kambing saja, seperti sate kambing, sop kambing, gulai kambing dll. Namun kalau menilik sejarah, sebagian besar generasi muda Indonesia,  mereka bisa sekolah karena orang tuanya memelihara kambing dan menjualnya untuk keperluan sekolah.

    Kambing dimata para peternak adalah harta yang bisa berkembang, liquid dan tentu saja low cost. Kambing dijadikan modal untuk melakukan transaksi besar, misalnya untuk bayar biaya masuk sekolah, untuk nyunatin anak, untuk gelar hajatan nikahan anak, untuk dijual kalau anak mau merantau dll, dasyat kan ??? Posisi kambing sebenarnya sejajar dengan benda perhiasan seperti emas.

    Apakah kambing bisa membantu anak-anak di Indonesia untuk terjamin masa depannya bahwa semua anak bisa bersekolah minimal sampai SMA-SMK ? jawaban saya adalah BISAAAAAA


    Simpe.. YTH pak presiden, yang kebetulan saat ini dijabat Pak SBY tinggal memberikan perintah berupa kewajiban kepada kementrian pertanian dan peternakan, perusahaan BUMN, dan Perguruan Negeri fakultas peternakan untuk saling bersinergi membuat gerakan nasional yaitu 1 anak sekolah 1 kambing.

    Boombastis.. ?? saya rasa masih realistis, memang tidak semua anak sekolah di Indonesia dalam 1 tahun akan mendapatkan 1 ekor kambing, namun pemerintah bisa membuat detailnya sebagai berikut
    1. Selama 5 taun kebelakang, melarang jagal kambing untuk memotong kambing betina, sehingga semua kambing betina apapun jenisnya bisa beranak terus, anaknya ini yang akan dihibahkan kepada anak sekolah yang belum menerima kambing.
    2. Setiap tahun semua perusahaan BUMN, perusahaan Menengah besar dan perusahaan PMA diwajibkan menyumbang 10 ekor kambing betina pertahun ke sekolahan. Perusahaan besar diwajibkan mengcover 3-5 sekolahan berarti 30-50 kambing pertahun, perusahaan menengah memberikan 20-30 kambing pertahun. Pemerintah sendiri secara khusus akan memberikan 1 ekor kambhing kepada siswa kelas 6 SD, kelas 3 SMP dan kelas 3 SMA yang bisa dijual ketika lulusa dan mau melanjutkan sekolah ke jenjang selanjutnya.
    3. Pemerintah memerintahkan kepada PTN melalui para mahasiswa fakultas peternakannya untuk menciptakan berbagai inovasi dalam upaya perbaikan hasil peternakan kambing di tingkat masyarakat bawah sehingga bisa mengganti konsep beternak tradisional menjadi peternakan kambing  modern, efektif , murah biaya dan profitable.
    4. Pemerintah menjamin stabilitas harga daging kambing nasional dan memberantas percaloan kambing dan membuka kran ekspor daging kambing sehingga menjamin sektor pemasaran daging kambing.
    5. Pemerintah melalui aparat desa memberikan surat perjanjian antara wali anak sekolah dan pihak pemerintah desa yang isinya adalah penerima hibah kambing hanya boleh mengembangkan kambingnya dan menjual kambingnya untuk kepentingan sekolah, tidak boleh untuk kepentingan lainnya, bagi yang melanggar akan dikenai sanksi.
    6. Ketika pemerintah bisa mendistribusikan BLSM dan BLT, maka secara mekanismenya pemerintah juga bisa membagikan kambing kepada prioritas anak-anak yang membutuhkan biaya untuk sekolah. Akan sangat mendidik membagikan kambing sebagai modal hidup daripada hanya memberikan bantuan uang tunai yang terus terang menurut saya TIDAK MENDIDIK. 
    7. Pemerintah melalui dinas terkait, dengan intesfifnya memberikan pengetahuan melalui penyuluhan-penyuluhan rutin mengenai cara ternak kambing, pembuatan kandang kambing yang baik , cara penggemukan kambing yang cepat dan benar, informasi update mengenai harga kambing, dll. hal inilah yang selama ini jarang sekali di terima oleh para peternak kambing di kampung-kampung.

     Apabila ide di atas bisa terealisasi maka akan benar-benar terjadi yang namanya kambing untuk sekolah dan para pelajar akan sekolah mengenai bisnis kambing, pengangguran akan berkurang karena anak muda Indonesia mulai menyenangi berbisnis kambing.


    Jangan sampai daging kambing adalah daging berikutnya yang akan di impor oleh pemerintah Indonesia setelah mengimpor daging sapi dari Australia.

    Mari pintarkan anak Indonesia dengan cara beternak kambing.



    Foto-foto di atas diambil dari Google, semoga pemilik foto ini tidak keberatan fotonya saya pajang di bloog ini.

    Salam wirausaha
    www.AngkringanNasiKucing78.com

    Thursday, May 16, 2013

    Mesin ATM dari kotoran kambing

    Mesin ATM dari kotoran kambing

    Judunya sangat profokatif ya, mesin ATM dari kotoran kambing, apakah iya ? apakah mungkin ? apakah itu hanya rekayasa ? apakah tidak berlebihan ? ok.. yuk pelan pelan kita telusuri dan pelajari.

    Usaha ternak kambing secara modern dengan menggunakan sistem kandang panggung, pakan yang teratur baik pakan hijauan maupun pakan hasil fermentasi akan menghasilkan kotoran kambing yang jumlahnya banyak. Apakah kotoran kambing tersebut dapat di maksimalkan kegunaanya ? jawabannya adalah bisa.

    Kita tau selama ini kotoran kambing telah dijadikan pupuk untuk berbagai macam tanaman, baik tanaman buah, tanaman pangangan seperti padi dan sebagainya. Kotoran kambing yang bentuknya bulat bulat idealnya diperlakukan secara profesional agar kita bisa menggunakannya secara maksimal dan mampu memberikan nilai lebih.

    Pemanfaatan kotoran kambing bisa dimaksimalkan dengan beberapa cara diantaranya dengan memaksimalkan pemakaian kotoran kambing tersebut sebagai pupuk kepada berbagai tanaman yang sifatnya produktif, seperti padi, ketela, pisang dll. Ada kalanya kotoran kambing ini tidak cocok untuk tanaman seperti cabe, tomat dan sebagainya, namun hal tersebut karena petani ternyata terburu-buru dalam pengaplikasian kotoran kambing tersebut. idealnya pupuk kambing didiamkan, dan diangin-anginkan beberapa hari serta di campur lagi dengan berbagai obat penumbuh akar, dan berbagai obat lainnya, baru kemudian diberikan ke tanaman.

    Ada baiknya juga kotoran kambing tersebut diolah dan digunakan pupuk untuk tanaman obat seperti jahe, kencur, lengkuas, dan sebagainya. Kenapa harus ke tanaman seperti ini ? tanaman yang masuk kategori tanaman rempah-rempah ini potensi harganya sangat bagus dan tentu saja, sangat jarang petani yang menseriusi menanam tanaman obat.

    Apabila kotoran kambing berlimpah, maka bisa juga dibuat menjadi pupuk organik yang nantinya bisa dikemas secara baik dan dijual ke khalayak umum. Tahapan pertama adalah membersihkan dan memisahkan antara kotoran kambing dengan berbagai sisa makanan yang bercampur dalam tumpukan kotoran kambing. Sebagai pengambaran simplenya, kotoran kambing tersebut dimasukkan dalam alat pengayak sehingga akan muncul kotoran kambing yang ukurannya sudah anda inginkan.

    Apabila Anda memiliki cukup dana, Anda bisa pula membeli pesen pencetak pelet sehingga kotoran kambing ini bisa dicetak menyerupai pelet dan tentu saja akan memperindah tampilannya ketika ditawarkan ke beberapa tempat, seperti hotel, tempat wisata, sekolahan, rumah sakit, perumahan-perumahan, dan lain-lain.

    Memasarkan pupuk kotoran kambing memang harus pintar, kreatif dan inovatif,  menggunakan cara pemasaran tradisional memang mudah, namun akan menyimpan banyak stock pupuk yang tidak cepat terjual. Media jejaring sosial, seperti facebook, twitter, toko online ( tokobagus, kaskus, indonetwork, berniaga, dll ) sangat membantu untuk mempromosikan dan menjual pupuk kotoran kambing ini.

    Kemasan yang menarik, serta berbagai kata himbauan untuk go green akan semakin mendorong orang untuk menggunakan produk pupuk kambing. 

    Mari para peternak kambing , kita buktikan bahwa kotoran kambing bisa menjadi mesin ATM kita bersama.

    Salam sukses



    Salam wirausaha
    www.AngkringanNasiKucing78.com