Showing posts with label peternak kambing. Show all posts
Showing posts with label peternak kambing. Show all posts

Wednesday, October 9, 2013

Panen Uang Dari Ternak Kambing

Sudah banyak artikel yang mengulas mengenai cara beternak kambing, penggemukan kambing, peternakan kambing, jenis-jenis kambing bahkan obat-obat atau suplement untuk kambing, luar biasa banyaknya sehingga calon peternak kambing, atau bagi mereka yang akan mencoba memelihara kambing bisa semakin mudah mendapatkan ilmu dan tips-tips sukses beternak kambing.

Dari banyaknya artikel mengenai topik di atas, ternyata kalau dilihat-lihat di internet, sangat jarang yang membahas bagaimana bisa mendulang uang yang lebih produktif dari ternak kambing, Sebenarnya sudah ada beberapa pihak yang menggunakan cara-cara kreatif untuk mendatangkan penghasilan tambahan dari usaha utama ternak kambing.

Berikut ini akan saya coba bagikan beberapa hal mengenai potensi-potensi income lain dari ternak kambing :

Mendapatkan income dari cara konvensional :
  1. Menjual kambing dewasa dalam keadaan hidup, nah cara ini adalah cara yang dilakukan semua peternak kambing dari sabang sampai merauke, bisa dilihat dengan banyaknya pasar ternak di berbagai pelosok daerah Indonesia untuk transaksi kambing dalam keadaan hidup, biasanya kambing yang di transaksikan untuk konsumsi rumah makan ( sate tongseng tengkleng dll ) ataupun untuk dikembangkan di pelihara lagi ( untuk pejantan atau babon )
  2. Menjual anakan kambing, cara mendapatkan income dengan menjual anak kambing ini biasanya dilakukan peternak karena dalam keadaan BU alias butuh uang, salah satu alasan klawsik adalah untuk bayar sekolah anaknya, untuk beli HP anaknya, untuk beli motor anaknya, untuk masukin sekolah anaknya. Bagi peternak dalam skala menengah dan besar pun ada kemungkinana untuk menjual anakan kambing karena ada orderan dalam jumlah tertentu.
  3. Menjual kambing betina dalam keadaan hamil, nah kejadian seperti ini juga sering terjadi karena hal-hal mendesak seperti point 2, karena butuh, banyak peternak rumahan yang menjual asset nya berupa indukan kambing.
  4. Menjual susu hasil perahan dari kambing.
Mendapatkan tambahan income dengan cara lebih pintar :
  1. Menjadi perantara jual beli kambing, profesi ini walaupun kelihatannya sepele namun bisa memberikan income tersendiri dari hasil tiap kali transaksi, jadi Anda harus memiliki pengetahuan dan jaringan yang luas sehingga tau kambing siapa yang mau dijual dan siapa yang butuh kambing.
  2. Menjadi penyedia pejantan untuk kawin alami, hal ini bisa dibisniskan semisal 1x sewa dengan biaya 25rb atau 50rb
  3. Menjadi konsultan mengenai sistem peternakan kambing modern kepada kelompok-kelompok ternak kambing
  4. Menjadi reseller obat dan vitamin ternak kambing, saat ioni sangat banyak vitamin dan obat-obatan untuk ternak kambing yang ada di pasaran, semua menjanjikan hasil akhir yang sangat luar biasa, nah apabila Anda berminat, silahkan pilih sesuai selera Anda.
  5. Menjual kambing dalam keadaan sudah terpotong atau menjual daging kambing segar, bisa di pasar tradisional atau ke warung makan khusus kuliner kambing, seperti warung sate, tengkleng, tongseng, dll
  6. Mencoba menembus link ke supermarket, rumah makan besar dan hotel untuk supply daging kambing. Untuk tahapan ini tentu saja banyak sekali hal yang perlu Anda persiapkan, diantaranya mengenai legalitas peternakan Anda, surat keterangan dari dinas peternakan, peralatan electronik berupa freezer, mobil yang ada pendinginnya untuk menjamin kondisi daging kambing selama diperjalanan tetap segar
  7. Menjual jeroan kambing semisal usus kepada pedagang kuliner, usus kambing bisa digunakan untuk sate usus dan seperti kita ketau bersama, sate usus adalah salah satu menu yang sangat diminati di Indonesia.
  8. Menjual pupuk dari kotoran kambing dengan kemasan yang lebih menarik baik dari tampilan luar ataupun dari bentuk pupuknya. Bagi peternak yang berniat serius menekuni usaha pupuk organik bisa membeli mesin pelet sehingga pupuk kotoran kambing yang dijual akan berwujud pelet sehingga tidak akan membuat orang merasa jijik ketika menggunakannya
  9. Menggunakan pupuk kotoran kambing untuk beberapa tanaman produktif, seperti cabai, kol, tomat, jahe, kencur, dll . Dengan memanfaatkan kotoran kambing ini maka Anda tidak perlu mengeluarkan dana tambahan untuk membeli pupuk kimia, dan yang utama adalah hasil dari bercocok tanamnya bisa mendatangkan income yang besar.
  10. Menjual pupuk organik berupa olahan air seni kambing, olahan pupuk cair ini bisa bernilai tinggi ketika dikemas dan dipromosikan dengan baik baik secara door to door misal ke sekolah-sekolahan, instansi pemerintah, hotel, tempat wisata, dll. Penjualan pupuk cair ini bisa juga dilakukan secara online dengan menggunakan media internet untuk menjualnya.
  11. Mempersiapkan beberapa kambing pilihan untuk selalu diikutkan dalam kontes kambing, apabila memenangkan kontes kambing akan membuat harga kambing tersebut melonjak tajam dan tentu saja akan menaikkan pamor peternakan kambing Anda.
  12. Mengolah susu kambing menjadi makanan atau minuman jadi, sehingga susu kambing hasil perahan sendiri bisa semakin mempunyai nilai tambah. 
  13.  Mengolah daging kambing menjadi olahan makanan siap saji seperti sosis kambing, rolade kambing, bahkan daging kambing untuk usaha kuliner kebab, dll
  14. Memanfaatkan kambing untuk hiburan, misalnya dengan mengelola usaha kereta mini yang ditarik oleh kambing, di daerah jawa barat khususnya Garut, ketika main ke alun-alun, akan dijumpai banyak pelaku usaha kereta mini yang ditarik domba Garut
  15. Membuiat peternakan kambing menjadi lahan wisata edukasi yaitu dengan membuat wisata ternak kambing. Wisata ternak kambing ini biasanya sangat diminati oleh anak sekolah.
 Semoga beberapa hal di atas semakin membuka wacana para peternak kambing untuk bisa meraih pendapatan lebih dari hasil budidaya ternak kambingnya.

 sate kambing
olahan daging kambing
 pupuk kotoran kambing dalam kemasan
 pupuk cair air seni kambing
 daging kambing siap supply
 wisata edukasi ternak kambing

    Monday, September 2, 2013

    Bali Mbangun Desa

    Kota besar.... benar benar memberikan harapan, impian besar kepada banyak orang khususnya mereka yang tinggal di desa bahkan di pelosok kampung pun berbondong-bondong ingin mengadu nasib ke kota besar. Entah sampai kapan fenomena ini akan terus berlangsung di negeri Indonesia tercinta ini.

    Kota besar yang sebenarnya secara luas daerahnya tidak besar itu akhirnya terisi oleh ribuan bahkan jutaan orang, akhirnya, macet melanda, polusi dimana-mana, kejahatan merajalela, pengangguran tidak terhindarkan karena sangat banyak orang desa hijrah ke kota tanpa skill apapun, alias hanya bonek  (bondo nekat), modal pas pasan, ijazah seadanya, sungguh memilukan.

    Desa tidak menarik lagi, desa yang luas, lahan pertanian yang sangat potensial, berbagai potensi ternak yang sungguh sangat luar biasa, hasil tambang yang melimpah ruah, akhirnya tidak ada yang memaksimalkan. Di desa mayoritas hanya terdapat orang tua, kemudian akan muncul pertanyaan : mengapa desa kehilangan anak-anak nya ? kenapa desa hanya menjadi batu loncatan saja, kenapa desa sungguh-sungguh hanya sekedar dijadikan tujuan mudik saja ? kenapa orang-orang tidak tertarik meraih sukses dengan tetap tinggal di desa ?

    Andai pemerataan pembangunan, pemerataan teknologi bisa dengan cepat masuk ke semua pelosok-pelosok desa di Indonesia, saya yakin, yang namanya urbanisasi bisa dikurangi. Salah besar kalau orang men cap bekerja di kota besar pasti sukses, tidak semuanya sukses, bukti sederhana, banyaknya orang yang tinggal di pinggir kali Ciliwung, di pemukiman kumuh, yang memang tidak beruntung karena nyata-nyatanya skill mereka terbatas sehingga tidak bisa mendapatkan penghidupan yang layak.

    Apa yang akan terjadi kalau pemerintah dengan sangat serius, sungguh-sungguh, tidak korupsi, benar-benar mengabdi kepada rakyat kecil ? jawabannya adalah "KESEJAHTERAN". Pemerintah bisa menseriusi bidang pertanian, bidang peternakan, bidang perkebunan, bidang UKM kreatif, pembangunan padat karya, dll.

    Baik saya akan coba ambil satu topik saja yaitu mengenai peternakan, spesifiknya mengenai ternak kambing. Kenapa kambing ? seperti kita ketahui bersama, kambing adalah hewan komoditi yang setiap saat dibutuhkan dan dikonsumsi masyarakat Indonesia, khususnya ketika Hari Raya Qurban. Dalam 1 desa rata-rata 50% warganya memelihara kambing, namun apa yang terjadi, apakah mereka sudah sejahtera ? pasti kita tahu semua jawabannya adalah belum.

    Kenapa memelihara kambing belum bisa membuat masyarakat desa menjadi sejahtera ? simple jawabannya, diantaranya adalah :
    1. Tidak banyak masyarakat desa yang menseriusi memelihara kambing, seolah-olah hanya dijadikan hewan piaraan seperti ayam kampung saja dan karena melimpahnya pakan hijauan jadi sayang kalau tidak ada yang memanfaatkan
    2. Belum banyak contoh peternak kambing yang sudah sukses, karena tipikal orang desa adalah baru ikut bergerak kalau sudah ada yang sukses, itupun masih setengah hati melangkahnya.
    3. Kurangnya tenaga penyuluh lapangan dari pemerintah, sehingga penyuluh lapangan yang hanya beberapa orang, terpaksa melayani puluhan desa.
    4. Kurangnya arahan untuk pembentukan kelompok ternak kambing, sehingga menghambat informasi mengenai potensi usahanya, cara atau teknik ternak terbaru, link atau jalur penjualan-penjualan kambing dan pemanfaatan terpadu berbagai limbah peternakan kambing.
    5. Kurangnya informasi perkembangan teknik-teknik budidaya kambing yang baru yang diterima oleh para penduduk kampung. Sebenarnya banyak informasi informasi yang dasyat yang bisa di dapat melalui internet, namun apa daya... infrastruktur belum masuk kampung, kalaupun di kampung ada warnet... bisa dipastikan 90% akan diisi anak-anak kecil yang main game online. Coba kita bayangkan kalau semua peternak kambing tahu kalau jerami fermentasi dan fermentasi gedebog pisang bisa digunakan untuk pakan yang luar biasa, dijamin semua kambing akan gemuk-gemuk, dan tentu saja harganya mahal.
    6. Biasanya yang lebih sukses adalah pedagang kambing, bukan murni peternaknya, kenapa bisa terjadi seperti itu ? karena trading kambing di kalangan peternak kampung ya hanya di pasar hewan atau malah di samperin ama bakul kambing. 
    Saya sangat berharap sekali ada uluran tangan yang tulus dari pemerintah, dari perusahaan BUMN, perusahaan swasta nasional yang dengan suka rela, mengalokasikan dananya, mengalokasikan CSR nya untuk peternak kambing di kampung di seluruh Indonesia. Tidak lupa juga disediakan berbagai tenaga penyuluhan ternak kambing yang lebih modern, dibuatkan pelatihan-pelatihan mengenai pengolahan daging kambing, disediakan pabrik-pabrik pengolahan daging kambing yang bisa diekspor atau minimal pemerintah Indonesia tidak perlu impor daging kambing. Semoga semua peternak kambing di kampung bisa sejahtera di tahun-tahun mendatang.


      Thursday, May 16, 2013

      Mesin ATM dari kotoran kambing

      Mesin ATM dari kotoran kambing

      Judunya sangat profokatif ya, mesin ATM dari kotoran kambing, apakah iya ? apakah mungkin ? apakah itu hanya rekayasa ? apakah tidak berlebihan ? ok.. yuk pelan pelan kita telusuri dan pelajari.

      Usaha ternak kambing secara modern dengan menggunakan sistem kandang panggung, pakan yang teratur baik pakan hijauan maupun pakan hasil fermentasi akan menghasilkan kotoran kambing yang jumlahnya banyak. Apakah kotoran kambing tersebut dapat di maksimalkan kegunaanya ? jawabannya adalah bisa.

      Kita tau selama ini kotoran kambing telah dijadikan pupuk untuk berbagai macam tanaman, baik tanaman buah, tanaman pangangan seperti padi dan sebagainya. Kotoran kambing yang bentuknya bulat bulat idealnya diperlakukan secara profesional agar kita bisa menggunakannya secara maksimal dan mampu memberikan nilai lebih.

      Pemanfaatan kotoran kambing bisa dimaksimalkan dengan beberapa cara diantaranya dengan memaksimalkan pemakaian kotoran kambing tersebut sebagai pupuk kepada berbagai tanaman yang sifatnya produktif, seperti padi, ketela, pisang dll. Ada kalanya kotoran kambing ini tidak cocok untuk tanaman seperti cabe, tomat dan sebagainya, namun hal tersebut karena petani ternyata terburu-buru dalam pengaplikasian kotoran kambing tersebut. idealnya pupuk kambing didiamkan, dan diangin-anginkan beberapa hari serta di campur lagi dengan berbagai obat penumbuh akar, dan berbagai obat lainnya, baru kemudian diberikan ke tanaman.

      Ada baiknya juga kotoran kambing tersebut diolah dan digunakan pupuk untuk tanaman obat seperti jahe, kencur, lengkuas, dan sebagainya. Kenapa harus ke tanaman seperti ini ? tanaman yang masuk kategori tanaman rempah-rempah ini potensi harganya sangat bagus dan tentu saja, sangat jarang petani yang menseriusi menanam tanaman obat.

      Apabila kotoran kambing berlimpah, maka bisa juga dibuat menjadi pupuk organik yang nantinya bisa dikemas secara baik dan dijual ke khalayak umum. Tahapan pertama adalah membersihkan dan memisahkan antara kotoran kambing dengan berbagai sisa makanan yang bercampur dalam tumpukan kotoran kambing. Sebagai pengambaran simplenya, kotoran kambing tersebut dimasukkan dalam alat pengayak sehingga akan muncul kotoran kambing yang ukurannya sudah anda inginkan.

      Apabila Anda memiliki cukup dana, Anda bisa pula membeli pesen pencetak pelet sehingga kotoran kambing ini bisa dicetak menyerupai pelet dan tentu saja akan memperindah tampilannya ketika ditawarkan ke beberapa tempat, seperti hotel, tempat wisata, sekolahan, rumah sakit, perumahan-perumahan, dan lain-lain.

      Memasarkan pupuk kotoran kambing memang harus pintar, kreatif dan inovatif,  menggunakan cara pemasaran tradisional memang mudah, namun akan menyimpan banyak stock pupuk yang tidak cepat terjual. Media jejaring sosial, seperti facebook, twitter, toko online ( tokobagus, kaskus, indonetwork, berniaga, dll ) sangat membantu untuk mempromosikan dan menjual pupuk kotoran kambing ini.

      Kemasan yang menarik, serta berbagai kata himbauan untuk go green akan semakin mendorong orang untuk menggunakan produk pupuk kambing. 

      Mari para peternak kambing , kita buktikan bahwa kotoran kambing bisa menjadi mesin ATM kita bersama.

      Salam sukses



      Salam wirausaha
      www.AngkringanNasiKucing78.com