Tadi waktu jalan sama keluarga ke toko buku saya mendapatkan buku yang memberikan informasi yang cukup lengkap ketika kita mau menanam tanaman buah didalam pot. Saat ini menanam tumbuhan buah dengan menggunakan media pot cukup populer. Mungkin salah satu alasannya adalah kepemilikan lahan yang terbatas alias sempit, sehingga menanam buah menggunakan pot menjadi alternatif karena tidak memerlukan lahan yang terlalu luas.
Salah satu isi buku tersebut membahas tentang tata cara menanam pohon lengkeng di dalam pot atau tabulampot. Buah lengkeng sangat digemari oleh banyak orang karena rasanya yang manis dan juga memiliki aroma tertentu yang membuat semakin nikmat rasanya. Daging buah lengkeng ada yang tebal ada juga yang tipis alias lebih besar biji. Pohon lengkeng tergolong tidak terlalu tinggi namun memiliki daun yang lebat. Buah dari tanaman ini biasanya berada diujung ranting. (alhamdulillah hujan turun disela-sela saya menulis blog ini, kebetulan tadi pagi habis memangkas daun dan batang pohon stroberi yang kurang bagus dan terlihat kering, selain itu daun pohon jambu bol jamaica yang terserang hama juga saya pangkas, semoga dengan turunnya hujan ini menjadikan kedua pohon tersebut segar kembali, aamiin).
Tanaman lengkeng yang cocok untuk tabulampot, menurut buku ini adalah jenis pohon lengkeng dataran rendah. Jenis lengkeng dataran rendah adalah diamond river, pingpong, kristal, itoh, aroma duren, dan puang rai. Pemilihan bibit untuk tabulampot sebaiknya dipilih yang dikembang biakkan secara vegetatif seperti cangkok, okulasi dan sambung, dengan tujuan agar tanaman lebih cepat berbuah.
Langkah-langkah menanam lengkeng didalam pot adalah:
1. Siapkan pot plastik berdiameter 45-50 cm. Pastikan ada beberapa lubang di bagian bawahnya
2. Letakkan pecahan genting atau bata merah setebal 5 cm di dasar pot, tujuannya agar dapat mengalirkan air siraman
3. Masukkan campuran tanah, pupuk kandang, dan pasir atau sekam mentah dengan perbandingan 1 : 2 : 1 hingga ketinggian setengah pot. (maksudnya jika tanahnya 1 sekop, maka pupuk kandangnya 2 sekop dan pasir atau sekam mentahnya 1 sekop)
4. Masukkan bibit pohon lengkeng tepat ditengah pot, lalu tambahkan kembali media tanam hingga mendekati bibir pot.
5. Siram dengan air hingga air keluar dari dasar pot. selanjutnya, letakkan tanaman lengkeng di tempat yang ternaungi atau teduh selama beberapa waktu.
Setelah tanaman lengkeng dipindahkan dalam pot, langkah selanjutnya adalah perawatan harian yang meliputi penyiraman, pemupukkan, pencahayaan, atau pemangkasan apabila jika pohon sudah mulai besar dan siap berbuah. Selain itu penggantian media tanam juga perlu dilakukan setiap setahun satu kali, hal ini bertujuan agar tanaman lengkeng tetap produkif karena mendapatkan nutrisi dari media tanam yang baru. Penggantian media tanam tidak seluruhnya, akan tetapi disisakan media tanam yang sebelumnya untuk ditambah dengan media tanam yang baru.
Sepertinya saya perlu menambah koleksi tabulampot yang ada dengan pohon lengkeng. Lumayankan selain mendapatkan buah yang lezat, halaman rumah kita juga menjadi lebih asri dan lebih hijau.
Sumber : http://www.serbacinta.com/2012/03/cara-menanam-lengkeng-menggunakan-pot.html
Showing posts with label Budidaya Buah Kelengkeng. Show all posts
Showing posts with label Budidaya Buah Kelengkeng. Show all posts
Saturday, December 22, 2012
Friday, December 21, 2012
Budidaya Buah Kelengkeng Untung Cepat Diraup
Keterbatasan lahan bukan lagi kendala dalam menjalankan bisnis pembibitan buah. Lahan sempit di sekitar rumah pun dapat dimanfaatkan. Contohnya Prastiyanto, meski pekarangan miliknya tak luas, ia sukses menjalankan bisnis budidaya buah kelengkeng, di antaranya dengan metode tabulampot.
Tanaman buah dalam pot atau tabulampot kian diminati masyarakat seiring semakin menyempitnya lahan pekarangan. Terutama masyarakat yang tinggal di perkotaan maupun di lingkungan perumahan. Pohonnya yang tidak terlalu tinggi dan perawatannya yang mudah namun dapat berbuah lebat menjadi salah satu daya pikat. Dan peluang inilah yang di coba dimanfaatkan Prastiyanto.
Pak Pras, begitu panggilan akrabnya, memulai usaha pembibitan buah kelengkeng pada tahun 2006. Prastiyanto yang awalnya juga beranggapan pohon kelengkeng tidak bisa berbuah bila ditanam di lahan sempit dan panas, apalagi nantinya tidak ada pohon yang dapat membuahi, kemudian melakukan pembibitan. Ia yakin langkahnya pasti akan mendatangkan keuntungan.
“Dengan tabulampot kita dapat memanfaatkan lahan pekarangan secara maksimal bahkan dapat menambah pendapatan keluarga. Saya juga memprediksi masyarakat bisa hidup dari penghasilan kelengkeng. Dan budidaya ini merupakan solusinya” tutur ayah dua anak ini.
Setidaknya ada tiga macam kelengkeng yang kini dibudidayakan Prastiyanto, yaitu kelengkeng pingpong, aroma durian serta diamond river. Bibit yang dikembangkan, akan mulai berbuah saat umurnya menginjak dua tahun. Dengan pemberian nutrisi atau pemupukan, berupa pupuk kandang, yang teratur pohon kelengkeng akan selalu berbuah tiap tahun. Bahkan pada saat tertentu mampu berbuah hingga dua kali setahun.
“Setelah berbuah sebaiknya dilakukan pemangkasan, sehingga di musim buah berikutnya akan semakin lebat. Ketiga jenis kelengkeng ini bisa berbuah walau hanya satu pohon karena memiliki sistem pembuahan serumah dalam satu bunga. Yakni jantan dan betina sekaligus. Saat menjadi bakal buah, dua-duanya akan membesar tetapi salah satunya akan kalah atau jatuh”sambungnya.
Pak Pras menambahkan, untuk mengenali jenis pohon kelengkeng dapat dibedakan melalui bentuk daun. Daun kelengkeng jenis pingpong memiliki ciri berdaun telungkup ke bawah. Sedangkan aroma durian tengah daunnya tampak berkerat. Sementara kelengkeng diamond river daunnya lebih lebar menjuntai mirip telinga kambing etawa.
Prastiyanto yang sepenuhnya mengantungkan penghasilan dari budidaya kelengkeng dalam setiap bulan mampu menjual bibit kelengkeng sebanyak 50 batang, rata-rata berukuran polibag. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp 40.000,- hingga Rp 800.000,- tergantung pada usia dan jumlah pengambilan atau pembelian.
Hasil budidaya pembibitan inipun telah dipasarkan hampir seluruh kota besar di Indonesia. Mulai dari Sumatera, Kalimantan hingga Papua. Sementara itu teknik pembibitan yang dilakukan Pratiyanto yaitu dengan cara sambung susuan, sambung mata serta cangkok. “Sistem cangkok ini sebenarnya rugi karena hanya menghasilkan sedikit bibit. Bila dengan sambung susuan dapat menghasilkan 5-10 batang, dengan cangkok cuma satu batang” ujarnya.
Bagi-bagi bibit
Terhitung pertengahan 2011 ini Prastiyanto mengembangkan lahan pembibitannya di desa Gedongan Piyungan seluas 150 m2. Selain itu ia juga memberdayakan warga sekitar agar mau memanfaatkan lahan pekarangan guna budidaya kelengkeng. “Saya bercita-cita masyarakat dapat penghasilan tambahan dengan menanam pohon kelengkeng. Sebanyak 25 batang telah saya bagikan secara gratis, di tahap pertama. Berikutnya semua warga, sebanyak 80 KK juga akan mendapatkan. Sehingga nantinya satu kampung akan menanam atau memiliki pohon kelengkeng yang ke depannya dapat dijadikan des a wisata kelengkeng” harapnya.
Pras juga menceritakan awal memperkenalkan budidaya kelengkeng di tempat barunya juga mendapat penolakan. Warga masih belum percaya pohon kelengkeng dapat berbuah bila ditanam di dataran rendah seperti desa Gedongan, Piyungan. Terlebih hingga saat ini belum ada contoh atau bukti keberhasilan budidaya kelengkeng di sekitar Gedongan. Ia yakin lambat laun desa Gedongan akan menjadi sentra buah Klengkeng. “Di perbatasan desa ini, yakni Krasakan Jogotirto Berbah sudah menjadi desa buah jambu Dalhari. Di tahun mendatang Gedongan bisa dijadikan desa kelengkeng” pungkas Prastiyanto.
Sumber : http://budidayanews.blogspot.com/2011/06/budidaya-kelengkeng-untung-cepat-diraup.html
Thursday, December 6, 2012
Budidaya Kelengkeng Pingpong
Buah kelengkeng yang satu ini punya ukuran istimewa yaitu sebesar bola pingpong. Kelengkeng varietas pingpong berasal dari Vietnam di daerah sekitar delta sungai Mekong dan Vietnam bagian tenggara. Di daerah asalnya, kelengkeng varietas pingpong (kelengkeng pingpong) dikenal dengan nama Xuongcomvang. Seperti saudaranya kelengkeng jenis Diamond river, Kelengkeng pingpong ini merupakan tanaman asli daerah tropis. Hal inilah yang membedakan dengan Itoh (E-daw) yang merupakan tanaman subtropis.
Kelengkeng pingpong sangat mudah untuk dibudidayakan di tanah terbuka ataupun untuk keperluan tabulampot (tanaman buah dalam pot) sebagai penghias halaman rumah. Sangat cocok ditanam di daerah panas pada lahan yang sempit sekalipun asalkan berada di tempat terbuka (mendapat sinar matahari langsung).
Selain buahnya yang besar, rasanya yang manis, aroma kelengkeng pingpong juga lebih wangi daripada kelengkeng lokal ataupun kelengkeng yang sering kita jumpai di supermarket yang sering kita sebut kelengkeng bangkok. Keunggulan lain dari kelengkeng jenis ini adalah ia bisa panen (panen besar) tiga kali dalam setahun, sedangkan sub-pembuahan bisa terjadi sepanjang tahun asalkan nutrisi untuk tanaman ini cukup. Jadi selama setahun penuh dapat menikmati buah kelengkeng pingpong. Selain itu tanaman ini nyaris tanpa hama, pengalaman saya musuh utama pada saat pertumbuhan adalah belalang sedangkan pada saat berbuah adalah kalong (kelelawar).
Cara Tanam dan Pemeliharaan
Untuk bibit ukuran besar siapkan lubang 0,75m x 0,75m x 0,75m sedang untuk bibit yang kecil siapkan lubang ukuran 0,5m x 0,5m x 0,5m dengan media campuran 1:1:1 masing-masing untuk tanah : pasir atau sekam : pupuk kandang (sebaiknya gunakan pupuk kandang dari kotoran kambing, karena punya kadar phosphate lebih besar daripada kotoran sapi). Sebaiknya campuran media dibiarkan dalam lubang selama seminggu, untuk kemudian digunakan untuk menanam (hal ini supaya mikroba dari pupuk kandang dapat menyebar dengan baik kecampuran media sehingga media lebih gembur dan juga memberikan waktu adaptasi bagi bibit yang akan ditanam terhadap kondisi lingkungan sekitar).
Pada saat penanaman sobek bagian bawah dari karung atau polybag, jangan dari bagian pinggir wadah supaya media dan akar tidak goyang. Apabila perawatannya baik (sering dipupuk, disiram dan didangir) biasanya tanaman dari stek akan mulai berbunga dan berbuah pada umur 8-12 bulan. Sedangkan yang dari biji bisa mulai berbuah pada umur 21-24 bulan.
Sekedar mengingatkan sebaiknya penyiraman dan penyemprotan pupuk dilakukan pada malam hari atau pagi hari sebelum matahari terbit, hal ini lebih efektif karena pada saat itulah stomata pada daun terbuka.
Sumber : http://putrakencanaarta.wordpress.com/
Kelengkeng pingpong sangat mudah untuk dibudidayakan di tanah terbuka ataupun untuk keperluan tabulampot (tanaman buah dalam pot) sebagai penghias halaman rumah. Sangat cocok ditanam di daerah panas pada lahan yang sempit sekalipun asalkan berada di tempat terbuka (mendapat sinar matahari langsung).
Selain buahnya yang besar, rasanya yang manis, aroma kelengkeng pingpong juga lebih wangi daripada kelengkeng lokal ataupun kelengkeng yang sering kita jumpai di supermarket yang sering kita sebut kelengkeng bangkok. Keunggulan lain dari kelengkeng jenis ini adalah ia bisa panen (panen besar) tiga kali dalam setahun, sedangkan sub-pembuahan bisa terjadi sepanjang tahun asalkan nutrisi untuk tanaman ini cukup. Jadi selama setahun penuh dapat menikmati buah kelengkeng pingpong. Selain itu tanaman ini nyaris tanpa hama, pengalaman saya musuh utama pada saat pertumbuhan adalah belalang sedangkan pada saat berbuah adalah kalong (kelelawar).
Cara Tanam dan Pemeliharaan
Untuk bibit ukuran besar siapkan lubang 0,75m x 0,75m x 0,75m sedang untuk bibit yang kecil siapkan lubang ukuran 0,5m x 0,5m x 0,5m dengan media campuran 1:1:1 masing-masing untuk tanah : pasir atau sekam : pupuk kandang (sebaiknya gunakan pupuk kandang dari kotoran kambing, karena punya kadar phosphate lebih besar daripada kotoran sapi). Sebaiknya campuran media dibiarkan dalam lubang selama seminggu, untuk kemudian digunakan untuk menanam (hal ini supaya mikroba dari pupuk kandang dapat menyebar dengan baik kecampuran media sehingga media lebih gembur dan juga memberikan waktu adaptasi bagi bibit yang akan ditanam terhadap kondisi lingkungan sekitar).
Pada saat penanaman sobek bagian bawah dari karung atau polybag, jangan dari bagian pinggir wadah supaya media dan akar tidak goyang. Apabila perawatannya baik (sering dipupuk, disiram dan didangir) biasanya tanaman dari stek akan mulai berbunga dan berbuah pada umur 8-12 bulan. Sedangkan yang dari biji bisa mulai berbuah pada umur 21-24 bulan.
Sekedar mengingatkan sebaiknya penyiraman dan penyemprotan pupuk dilakukan pada malam hari atau pagi hari sebelum matahari terbit, hal ini lebih efektif karena pada saat itulah stomata pada daun terbuka.
Sumber : http://putrakencanaarta.wordpress.com/
Sunday, December 2, 2012
Budi Daya Kelengkeng Pingpong Antara Hobi Dan Peluang Usaha
Bila anda menjumpai buah kelengkeng yang berukuran besar bisa jadi itu adalah Kelengkeng Pingpong. Kelengkeng Pingpong merupakan jenis kelengkeng yang memiliki ukuran yang cukup besar sehingga dipersamakan dengan bola pingpong.
Sebenarnya kelengkeng pingpong bukanlah tanaman asli Indonesia karena berasal dari Vietnam yang dibawa masuk ke Indonesia sejak beberapa tahun yang lalu. Berbeda dengan kelengkeng lokal Indonesia yang hanya bisa berbuah dengan baik di dataran tinggi, Kelengkeng pingpong bisa tumbuh dan berbuah pada tanah dataran rendah.
Kelengkeng pingpong memiliki beberapa kelebihan jika dibandingkan dengan kelengkeng lain sehingga sangat ccocok untuk dibudidayakan. Selain bisa tumbuh di dataran rendah. Kelengkeng pingpong memiliki ukuran buah yang besar sebesar bola pingpong.
Dari sisi usia kelengkeng pingpong dapat berbuah dengan cepat yaitu pada usia 1.5 tahun sudah bisa mulai berbuah. Bila buah-buahan lain rata-rata berbuah satu tahun sekali, kelengkeng pingpong dapat berbuah lebih dari satu kali dalam satu tahun. Boleh dikatakan Kelengkeng Pingpong berbuah dengan tidak mengenal musim karena buah bisa tumbuh dari ranting-ranting secara bergantian. Bagi masyakat perkotaan yang memiliki lahan terbatas, kelengkeng pingpong bisa ditanam pada lahan sempit bahkan pada media pot. Dengan beberapa kelebihan terdebut membuat kelengkeng pingpong menjadi potensi agrobisnis yang cukup mengiurkan.
Sebenarnya ada empat jenis kelengkeng yang cocok ditanam di dataran rendah yaitu Kelengkeng Pingpong, Kelengkeng Diamond River, Kelengkeng Kristalin dan Kelengkeng Itoh. Kelengkeng Diamond river merupakan kelengkeng yang berasal dari Cina sedangkan Kelengkeng Kristalin dan Itoh dari Thailand. Dari sisi ukuran Kelengkeng memiliki ukuran buah yang paling besar dan usia berbuah yang paling pendek.
Saat ini telah banyak orang yang melakukan budi daya kelengkeng pingpong, ada yang melakukan budi daya kelengkeng pingpong hanya sebagai kegemaran dan koleksi saja, tetapin ada yang memang serius menekuninya sebagai lahan bisnis. Salah satu yang menekuni budi daya kelengkeng pingpong sebagai usaha bisnis adalah Isto Suwarno. Beliau bisa dikatakan sebagai perintis Budi daya kelengkeng pingpong dengan bendera usahanya yang diberi nama Telaga Nursery. Di Kawasan Pemukti Baru Tlogo RT12 RW04 Prambanan, Klaten, bibit-bibit kelengkeng Pingpong aneka ukuran disemaikan dan dibudidayakan.
Pada awalnya pada tahun 1996 biji kelengkeng Pingpong mulai ditanam di Prambanan. Bibit ini diperoleh dari pohon indukan yang ditanam di Semarang yang asalnya dari Vietnam. Kini Pak Isto sudah menjual ribuan bibit kelengkeng ke berbagai pelosok tanah air. Pembeli selain datang langsung dan membeli di tempat ada juga yang minta di antar sampai tujuan. Sampai sekarang Pak Isto selalu kebanjiran order bibit kelengkeng Pingpong. Harga bibit kelengkeng pingpong cukup bervariasi tergantung pada ukurannya, misalnya untuk ukuran 15 cm sampai 20 harganya 20 ribu untuk yang berasal dari biji sementara yang berasal dari okulasi berukuran 60 cm seharga 40 ribu. Keunggulan bibit dari okulasi adalah lebih cepat berbuah dibandingkan bibit dari biji, sehingga lebih banyak digemari pembeli. Selain itu Pak Isto juga menyediakan pohon kelengkeng pingpong dalam bentuk pot. Harga tergantung pada ukurannya ada yang seharga 250 ribu bahkan 2.5 juta.
Perawatan Kelengkeng Pingpong
Untuk mendukung hasil yang maksimal dalam budi daya kelengkeng Pingpong ini ada beberapa langkah perawatan yang harus dilakukan oleh penggemar antara lain :
- Menyiapkan lubang sebelum kelengkeng pingpong ditanam. Untuk bibit yang mesar ukuran lubang adalah 0.75m x 0.75m x 0.75m sedangkan untuk bibit kecil ukuran 0.5m x 0.5m x 0.5m .
- Jarak ideal antar tanaman dalam kebun antara 5 sampai 6 meter.
- Media tanaman adalah Pupuk Kandang dan Tanah 1:2 dan diamkan dalam lubang selama 7 hari sebelum bibit di tanam.
- Dilakukan pemangkasan pada ranting setelah mencapai ketinggian 1.5 meter. Hakl ini dilakukan untuk memperbanyak ranting sehingga kelengkeng pingpong berbuah lebih banyak. Pola pelangkasan dengan sistem 1:3:9.
- Dilakukan Pemupukan 3 kali dalam setahun.
- Penanaman dalam pot dengan komposisi media tanam 2:1:1 (tanah:pupuk kandang:sekam).
- Dengan perawatan yang baik meliputi proses dangir, pemupukan dan penyirama teratur dalam 1.5 tahun bibit yang berasal dari okulasi akan mulai berbuah, sedangkan bibit dari biji akan berbuah pada usia 2.5 tahun. Bila anda tertarik dengan kelengkeng Pingpong ada baiknya anda mencoba.
Sumber : http://galeriukm.web.id/unit-usaha/agrobisnis-unit-usaha/budi-daya-kelengkeng-pingpong-antara-hobi-dan-peluang-usaha
Sebenarnya kelengkeng pingpong bukanlah tanaman asli Indonesia karena berasal dari Vietnam yang dibawa masuk ke Indonesia sejak beberapa tahun yang lalu. Berbeda dengan kelengkeng lokal Indonesia yang hanya bisa berbuah dengan baik di dataran tinggi, Kelengkeng pingpong bisa tumbuh dan berbuah pada tanah dataran rendah.
Kelengkeng pingpong memiliki beberapa kelebihan jika dibandingkan dengan kelengkeng lain sehingga sangat ccocok untuk dibudidayakan. Selain bisa tumbuh di dataran rendah. Kelengkeng pingpong memiliki ukuran buah yang besar sebesar bola pingpong.
Dari sisi usia kelengkeng pingpong dapat berbuah dengan cepat yaitu pada usia 1.5 tahun sudah bisa mulai berbuah. Bila buah-buahan lain rata-rata berbuah satu tahun sekali, kelengkeng pingpong dapat berbuah lebih dari satu kali dalam satu tahun. Boleh dikatakan Kelengkeng Pingpong berbuah dengan tidak mengenal musim karena buah bisa tumbuh dari ranting-ranting secara bergantian. Bagi masyakat perkotaan yang memiliki lahan terbatas, kelengkeng pingpong bisa ditanam pada lahan sempit bahkan pada media pot. Dengan beberapa kelebihan terdebut membuat kelengkeng pingpong menjadi potensi agrobisnis yang cukup mengiurkan.
Sebenarnya ada empat jenis kelengkeng yang cocok ditanam di dataran rendah yaitu Kelengkeng Pingpong, Kelengkeng Diamond River, Kelengkeng Kristalin dan Kelengkeng Itoh. Kelengkeng Diamond river merupakan kelengkeng yang berasal dari Cina sedangkan Kelengkeng Kristalin dan Itoh dari Thailand. Dari sisi ukuran Kelengkeng memiliki ukuran buah yang paling besar dan usia berbuah yang paling pendek.
Saat ini telah banyak orang yang melakukan budi daya kelengkeng pingpong, ada yang melakukan budi daya kelengkeng pingpong hanya sebagai kegemaran dan koleksi saja, tetapin ada yang memang serius menekuninya sebagai lahan bisnis. Salah satu yang menekuni budi daya kelengkeng pingpong sebagai usaha bisnis adalah Isto Suwarno. Beliau bisa dikatakan sebagai perintis Budi daya kelengkeng pingpong dengan bendera usahanya yang diberi nama Telaga Nursery. Di Kawasan Pemukti Baru Tlogo RT12 RW04 Prambanan, Klaten, bibit-bibit kelengkeng Pingpong aneka ukuran disemaikan dan dibudidayakan.
Pada awalnya pada tahun 1996 biji kelengkeng Pingpong mulai ditanam di Prambanan. Bibit ini diperoleh dari pohon indukan yang ditanam di Semarang yang asalnya dari Vietnam. Kini Pak Isto sudah menjual ribuan bibit kelengkeng ke berbagai pelosok tanah air. Pembeli selain datang langsung dan membeli di tempat ada juga yang minta di antar sampai tujuan. Sampai sekarang Pak Isto selalu kebanjiran order bibit kelengkeng Pingpong. Harga bibit kelengkeng pingpong cukup bervariasi tergantung pada ukurannya, misalnya untuk ukuran 15 cm sampai 20 harganya 20 ribu untuk yang berasal dari biji sementara yang berasal dari okulasi berukuran 60 cm seharga 40 ribu. Keunggulan bibit dari okulasi adalah lebih cepat berbuah dibandingkan bibit dari biji, sehingga lebih banyak digemari pembeli. Selain itu Pak Isto juga menyediakan pohon kelengkeng pingpong dalam bentuk pot. Harga tergantung pada ukurannya ada yang seharga 250 ribu bahkan 2.5 juta.
Perawatan Kelengkeng Pingpong
Untuk mendukung hasil yang maksimal dalam budi daya kelengkeng Pingpong ini ada beberapa langkah perawatan yang harus dilakukan oleh penggemar antara lain :
- Menyiapkan lubang sebelum kelengkeng pingpong ditanam. Untuk bibit yang mesar ukuran lubang adalah 0.75m x 0.75m x 0.75m sedangkan untuk bibit kecil ukuran 0.5m x 0.5m x 0.5m .
- Jarak ideal antar tanaman dalam kebun antara 5 sampai 6 meter.
- Media tanaman adalah Pupuk Kandang dan Tanah 1:2 dan diamkan dalam lubang selama 7 hari sebelum bibit di tanam.
- Dilakukan pemangkasan pada ranting setelah mencapai ketinggian 1.5 meter. Hakl ini dilakukan untuk memperbanyak ranting sehingga kelengkeng pingpong berbuah lebih banyak. Pola pelangkasan dengan sistem 1:3:9.
- Dilakukan Pemupukan 3 kali dalam setahun.
- Penanaman dalam pot dengan komposisi media tanam 2:1:1 (tanah:pupuk kandang:sekam).
- Dengan perawatan yang baik meliputi proses dangir, pemupukan dan penyirama teratur dalam 1.5 tahun bibit yang berasal dari okulasi akan mulai berbuah, sedangkan bibit dari biji akan berbuah pada usia 2.5 tahun. Bila anda tertarik dengan kelengkeng Pingpong ada baiknya anda mencoba.
Sumber : http://galeriukm.web.id/unit-usaha/agrobisnis-unit-usaha/budi-daya-kelengkeng-pingpong-antara-hobi-dan-peluang-usaha
Thursday, November 29, 2012
Cara Budidaya Buah Kelengkeng
Syarat Tumbuh
Lengkeng lebih cocok ditanam di dataran rendah antara 200-600 m dpl yang bertipe iklim basah dengan musim kering tidak lebih dari empat bulan. Air tanah antara 50-200 cm. Curah hujan 1.500-3.000 mm per tahun dengan 9-12 bulan basah dan 2-4 bulan kering. Sementara tanaman led lebih senang pada dataran tinggi antara 900-l.000 m dpl.
Pedoman Budidaya
Perbanyakan tanaman dilakukan dengan cangkok dan okulasi. Perbanyakan dengan biji tidak dianjurkan karena umur berbuahnya cukup lama (lebih dari tujuh tahun). Selain itu, bibit dari biji sering tumbuh menjadi lengkeng jantan yang tidak mampu berbuah. Bibit okulasi/cangkokan mulai berbuah pada umur empat tahun. Budi daya tanaman Lengkeng ditanam pada jarak tanam 8 m x 10 m atau 10 m x 10 m dalam lubang tanam berukuran 60 cm x 60 cm x 50 cm. Setiap lubang diberi pupuk kandang yang telah matang sebanyak 20 kg. Pupuk buatan yang diberikan sebanyak l00-300 g urea, 300-800 g TSP (400- 1000 kg SP-36), dan l00-300 g KCl untuk setiap tanaman. Pupuk diberikan tiga kali dalam selang tiga bulan. Setelah panen buah, pemberian pupuk cukup sekali sebanyak 300 g urea, 800 g TSP, dan 300 g KCl per pohon.
Pemeliharaan
Pemeliharaan penting adalah pemangkasan cabang yang tidak produktif dan ranting-ranting yang menutup kanopi. Dengan demikian, sinar matahari dapat masuk merata ke seluruh bagian cabang. Tumbuhan parasit (benalu) harus cepat dibuang. Tanaman lengkeng termasuk mudah tumbuh, tetapi sukar berbunga. Oleh karena itu, diperlukan stimulasi pembungaan dengan jalan mengikat kencang batang yang berada satu meter di atas permukaan tanah. Batang dililit melingkar sebanyak 2-3 kali dengan kawat baja. Tanaman mulai berbunga pada umur 4-6 tahun. Biasanya,tanaman ini berbunga pada bulan Juli-oktober. Buah matang lima bulan setelah bunga mekar.
Hama dan Penyakit
Hama yang biasa menyerang tanaman lengkeng adalah serangga pengisap buah (Tessaratoma javanica). Kelelawar merupakan binatang hama yang sering merusak buah yang matang. Penyakit yang sering menyerang saat musim hujan adalah mildu seperti yang menyerang tanaman rambutan. Untuk mencegah serangan kelelawar, pentil buah dibrongsong dengan brongsong yang dibuat khusus.
Panen dan Pasca Panen
Musim panen lengkeng di bulan Januari-Februari dengan produksi 300–600 kg per pohon. Lengkeng termasuk buah non-klimakterik sehingga harus dipanen matang di pohon karena tidak dapat diperam. Pemanenan dilakukan dengan alat yang dapat memotong tangkai rangkaian buah. Alat panen berupa gunting bertangkai panjang yang tangkainya dapat diatur dari bawah. Tanda-tanda buah matang adalah warna kulit buah menjadi kecokelatan gelap, licin, dan mengeluarkan aroma. Rasanya manis harum, sedangkan buah yang belum matang rasanya belum manis.
Sumber : http://tipspetani.blogspot.com/2011/02/cara-budidaya-buah-kelengkeng.html
Lengkeng lebih cocok ditanam di dataran rendah antara 200-600 m dpl yang bertipe iklim basah dengan musim kering tidak lebih dari empat bulan. Air tanah antara 50-200 cm. Curah hujan 1.500-3.000 mm per tahun dengan 9-12 bulan basah dan 2-4 bulan kering. Sementara tanaman led lebih senang pada dataran tinggi antara 900-l.000 m dpl.
Pedoman Budidaya
Perbanyakan tanaman dilakukan dengan cangkok dan okulasi. Perbanyakan dengan biji tidak dianjurkan karena umur berbuahnya cukup lama (lebih dari tujuh tahun). Selain itu, bibit dari biji sering tumbuh menjadi lengkeng jantan yang tidak mampu berbuah. Bibit okulasi/cangkokan mulai berbuah pada umur empat tahun. Budi daya tanaman Lengkeng ditanam pada jarak tanam 8 m x 10 m atau 10 m x 10 m dalam lubang tanam berukuran 60 cm x 60 cm x 50 cm. Setiap lubang diberi pupuk kandang yang telah matang sebanyak 20 kg. Pupuk buatan yang diberikan sebanyak l00-300 g urea, 300-800 g TSP (400- 1000 kg SP-36), dan l00-300 g KCl untuk setiap tanaman. Pupuk diberikan tiga kali dalam selang tiga bulan. Setelah panen buah, pemberian pupuk cukup sekali sebanyak 300 g urea, 800 g TSP, dan 300 g KCl per pohon.
Pemeliharaan
Pemeliharaan penting adalah pemangkasan cabang yang tidak produktif dan ranting-ranting yang menutup kanopi. Dengan demikian, sinar matahari dapat masuk merata ke seluruh bagian cabang. Tumbuhan parasit (benalu) harus cepat dibuang. Tanaman lengkeng termasuk mudah tumbuh, tetapi sukar berbunga. Oleh karena itu, diperlukan stimulasi pembungaan dengan jalan mengikat kencang batang yang berada satu meter di atas permukaan tanah. Batang dililit melingkar sebanyak 2-3 kali dengan kawat baja. Tanaman mulai berbunga pada umur 4-6 tahun. Biasanya,tanaman ini berbunga pada bulan Juli-oktober. Buah matang lima bulan setelah bunga mekar.
Hama dan Penyakit
Hama yang biasa menyerang tanaman lengkeng adalah serangga pengisap buah (Tessaratoma javanica). Kelelawar merupakan binatang hama yang sering merusak buah yang matang. Penyakit yang sering menyerang saat musim hujan adalah mildu seperti yang menyerang tanaman rambutan. Untuk mencegah serangan kelelawar, pentil buah dibrongsong dengan brongsong yang dibuat khusus.
Panen dan Pasca Panen
Musim panen lengkeng di bulan Januari-Februari dengan produksi 300–600 kg per pohon. Lengkeng termasuk buah non-klimakterik sehingga harus dipanen matang di pohon karena tidak dapat diperam. Pemanenan dilakukan dengan alat yang dapat memotong tangkai rangkaian buah. Alat panen berupa gunting bertangkai panjang yang tangkainya dapat diatur dari bawah. Tanda-tanda buah matang adalah warna kulit buah menjadi kecokelatan gelap, licin, dan mengeluarkan aroma. Rasanya manis harum, sedangkan buah yang belum matang rasanya belum manis.
Sumber : http://tipspetani.blogspot.com/2011/02/cara-budidaya-buah-kelengkeng.html
Subscribe to:
Posts (Atom)



