Showing posts with label Budidaya Buah Pepaya. Show all posts
Showing posts with label Budidaya Buah Pepaya. Show all posts

Saturday, July 6, 2013

Petunjuk Praktis Budidaya Buah Pepaya

Pepaya, si orange manis yang sangat digemari oleh semua kalangan mulai dari anak-anak sampai orang tua yang tidak punya gigi sekalipun sangat menyukainya.

Tahukah anda bahwa pepaya ini memliki kandungan nutrisi yang kompleks yakni mengandung air, protein, lemak, karbohidrat, serat, kalsium, fosfor, besi, kalium, dan vitamin A. Karena kandungan gizi tersebut, maka apa salahnya kita ketahui bagaimana cara membudidayakannya. Mana tahu, ke depannya Anda akan tertarik untuk membuka usaha budidaya pepaya.

Berikut adalah cara membudidayakan pepaya:

1. Pemilihan bibit

Memilah-milah bibit sangat perlu untuk memperoleh kualitas pepaya yang baik. Bibit pepaya bisa didapatkan di toko-toko penjualan bibit yang sudah dikemas dalam bungkusan tertentu.

Tapi bagi anda yang tidak menjangkau tempat penjualan bibit pepaya yang sudah dikemas karena lokasi yang terlalu jauh, bisa membuat bibit langsung dari pepaya.

Pilihlah jenis pepaya yang buahnya sudah sangat masak. Pisahkan biji pepaya dengan buahnya lalu kemudian dikeringkan.

Satu hal yang perlu digarisbawahi adalah biji pepaya harus betul-betul kering. Jika biji pepaya tidak benar-benar kering maka pada saat tumbuh nanti pohon pepayanya akan menjadi pohon yang steril (mandul) atau tidak bisa berbuah.

2. Penyiapan tempat pembibitan

Untuk menanam biji pepaya yang sudah dikeringkan sebelumnya, sebaiknya jangan langsung ditanam pada lahan yang sangat luas. Dibibitkan terlebih dahulu untuk menghindari serangan serangga yang tidak diinginkan dan agar mudah mengontrolnya.

Siapkan tanah gembur yang merupakan campuran antara tanah, pupuk organik dan kotoran ternak pada wadah seperti baskom kecil. Setelah itu benamkan biji pada tanah gembur tersebut sekitar 1-2 cm.

Kontrol pembibitan selama kurang lebih 10 hari. Pada saat tanaman berumur 2 minggu dan kondisinya bagus, barulah dipindahkan ke lahan yang luas karena kondisi akarnya sudah sangat kuat dan tanaman pun tidak mudah layu.

3. Pemindahan lahan

Bibit yang sudah tumbuh di wadah pembibitan dibuatkan lubang sekitar 25 x 25 cm. Di dalam lubang tersebut diberikan pupuk organik yang dimaksudkan agar kondisi tanah menjadi gembur.

Selain itu, pada saat ditanam pepaya akan lebih leluasa menjalarkan akarnya karena memperoleh asupan nutrisi dari tanah yang gembur sehingga akarnya lebih mudah merambat mencari air.

Sebaiknya tanaman yang sudah dipindahkan diberikan sedikit pelindung berupa pagar yang melindungi tanaman dari jangkauan hewan-hewan seperti ayam atau hewan lainnya sehingga tanaman bisa terlindungi. Tapi jangan lupa jahwa tanaman itu butuh cahaya matahari untuk proses fotosintesisnya jadi pagarnya jangan sampai menutupi seluruh permukaan tanamannya.

4. Pemupukan

Pemupukan juga sangat perlu untuk menghindarkan tanaman dari hama. Hal itu bisa dilakukan pada saat tanaman mencapai tinggi sekitar ½ meter. Masa-masa pertumbuhan tanaman yang sangat produktif.

Pemupukan bisa dilakukan dengan cara menaburkan pupuk di sekeliling batangnya dan tidak perlu disentuhkan langsung ke bagian batang. Bila pupuk terkena air maka akan merembes ke semua bagian akar tanaman di dalam tanah.

5. Perawatan

Diperlukan perawatan tanaman pepaya hingga masa panen tiba, yaitu pada saat berumur minimal 7 bulan. Cara merawat tanaman pepaya tidaklah sulit. Anda hanya perlu menyiangi gulma, semak atau rumput liar yang tumbuh di sekitar batang pohon pepaya.

Jangan lupa untuk memberikan pupuk organik setiap dua bulan sekali agar tanaman pepaya tumbuh subur dan dapat menghasilkan buah yang lebat.

Selain itu, Anda juga harus mewaspadai hama penyakit seperti ulat dan jamur yang dapat menyerang batang, daun ataupun buah pepaya.

**

Itulah sekilas mengenai pembudidayaan pepaya yang cukup simpel dan tidak memerlukan biaya yang cukup mahal. Menanamlah sekarang agar bisa menuai buahnya di masa mendatang. Semoga artikel ini memberikan manfaat.

Sumber :
http://www.teruskan.com/17106/petunjuk-praktis-budidaya-buah-pepaya.html

Wednesday, September 26, 2012

Peluang Bisnis dari Buah Pepaya California

Buah pepaya sudah tidak asing lagi di tengah-tengah kita, pemanfaatan buah ini telah merambah berbagai kebutuhan hidup. Buah pepaya yang selama ini ada di sekitar kita memiliki ukuran yang cukup besar, tidak akan habis jika dikonsumsi satu orang dalam satu waktu. Padahal menurut ahli gizi buah pepaya yang dikupas terlalu lama akan kehilangan banyak kandungan gizi. Hal inilah yang menjadikanbisnis pepaya California cukup potensial untuk ditekuni. Karena Pepaya California memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan pepaya jenis lain. Rata-rata ukuran pepaya California hanya separuh dari pepaya biasa.

Pepaya California sebenarnya berasal dari Amerika Tengah dan Karibia, namun yang berkembang di Indonesia adalah hasil pemuliaan tanaman dari Pusat Kajian Buah-buahan Tropika- Institut Pertanian Bogor (PKBT-IPB) dengan nama IPB-9. Bisnis budidaya Pepaya California ini cukup menjanjikan dan tengah menjadi incaran banyak orang. Di supermarket besar, harga jual pepaya ini bisa mencapai Rp 8.000 per kilogram (kg). Bandingkan dengan pepaya bangkok yang hanya sekitar Rp 4.000 per kg.

Budidaya Pepaya California mulai menghasilkan buah siap petik pada usia 7 bulan sampai 9 bulan dengan usia produktif selama 28-30 bulan. Jika Pepaya California sudah berproduksi, kita bisa memanen pepaya segar satu minggu sekali. Setiap pohon bisa menghasilkan buah sekitar 50 kg – 80 kg selama usia produktif. Keungulan lain dari bisnis Budidaya Pepaya California adalah penanaman dengan pola pertanian organik,sehingga memiliki nilai tambah.(Galeriukm).

Sumber:
http://peluangusaha.kontan.co.id
http://tipspetani.blogspot.com/

Sunday, February 12, 2012

Merawat Tanaman Pepaya California

Buah pepaya California yang bergelantungan di dahan pohon siap dipanen setelah masa tanam selama 7 bulan dengan syarat kondisi tanaman pepaya bebas dari serangan hama penyakit tanaman. Foto by Video Trans TV.

Buah pepaya memang banyak diminati masyarakat karena bisa dikonsumsi langsung sebagai buah segar. Buah pepaya mateng pun bisa ditorehkan dengan sambal pedas dari campuran gula jawa, kacang goreng yang digiling halus, garam, air putih, terasi, cabe rawit atau cabe merah yang diulek jadi satu di atas cobek terbuat dari batu. Makan buah pepaya atau campuran irisan buah lain dan ditorehkan dengan sambal, disebut nglotis alias makan lotis yang oleh orang Solo, tradisi nglotis ini menjadi makanan penutup sehabis makan siang dengan nasi.

Tentu saja untuk mendapatkan buah pepaya segar untuk bahan nglotis, harus pandai-pandai memilih buah pepaya saat masih dijual tukang buah di pasar. Untuk mendapatkan buah pepaya segar dan mengkal, seorang petani pepaya harus memperhatikan tingkat keasaman tanah tempat biji pepaya disemai. Agar menjadi netral tingkat keasamannya dan tanah menjadi gembur dan lembab, maka petani harus membuat bedeng yang sekaligus berfungsi sebagai penyerap air yang menggenang.

Sedangkan jarak penanaman bijih pepaya diusahakan 1 meter. Dengan demikian akan memudahkan pengontrolan tanaman setiap saat jika sudah tumbuh besar dan siap berbuah. Untuk mencegah agar tanaman pepaya tidak terkena penyakit, petani harus memastikan bahwa tanah yang akan ditanami dengan bibit harus bersih dari bonggol sisa tanaman sebelumnya yang telah dirobohkan. Mengingat bonggol tanaman sebelumnya dapat merangsang pertumbuhan jamur yang dapat merusak tanaman pepaya.

Saat merawat tanaman pepaya pun tidak sulit. Cukup dengan membersihkan gulma yang tumbuh, menyiangi semak-semak perdu dari kumpulan rumput liar di sekitar batang tanaman pepaya. Sambil menyiangi tanaman, petani pun dapat memberikan pupuk minimal 2 bulan sekali dengan menggunakan pupuk organik dan anorganik. Pemupukan budidaya tanaman pepaya California sangat penting dan jika tidak rajin memberikan pupuk, maka pertumbuhan tanaman pepaya akan merana dan kelak buahnya pun tidak manis saat dipanen.

Selain itu pula buah yang belum sempat berkembang menjadi besar bisa saja gugur. Kalau sudah demikian dapat dipastikan akan merugikan para petani yang sudah susah payah menanam dan merawat tananaman pepaya. Mengingat penyakit pada tanaman pepaya seperti ulat dan jamur bisa saja menyerang buah, batang dan daunnya. Buah pepaya yang sudah terserang hama jamur itu bisanya buahnya akan berwarna menjadi putih.

Bisanya untuk mencegah timbulnya hama jamur, belalang, ulat yang doyan sekali memakan daun pepaya, petani dapat menggunakan pestisida sebagai penangkal hama ini. Karena itu mencegah lebih baik daripada mengobati tanaman pepaya jika sudah terlanjur terkena hama. Agar tanaman pepaya dapat tumbuh subur, tindakan mengusir serangan hama pada tanaman pepaya harus menjadi perhatian petani sejak tanaman mulai tumbuh tunasnya di ladang penyemaian.

Tentu saja pepaya California ini jika benar-benar dirawat dengan baik dapat menghasilkan 22 buah dalam satu pokok batang pohon pepaya. Untuk itu yang tak kalah penting merawat secara intensif sejak ditanam hingga umur 3 bulan. Sementara masa panen buah pepaya sudah dapat dilakukan saat tanaman berusia 7 bulan.

Dengan memetik buah pepaya California sekali panen setiap minggu, dapat dihasilkan buah pepaya mengkal, segar sebanyak 2 ton untuk setiap hektarnya. Anda tertarik menjadi wirausaha buah pepaya California, tidak ada salahnya mencoba. Juga bisa mencoba menanam satu pohon pepaya di pekarangan Anda.
Sumber : http://arumsekartaji.blogspot.com/2012/01/merawat-tanaman-pepaya-california.html

Thursday, February 9, 2012

Budidaya Pepaya California Menjanjikan Keuntungan!

Ini merupakan hamparan kebun pepaya California. Varietas pepaya baru yang kini digandrungi para petani karena menjanjikan keuntungan. Pepaya California memiliki keunggulan tersendiri. Buahnya lebih manis, tahan lama, dan bisa dipanen lebih cepat dibandingkan pepaya varietas lain.

Salah satu tempat penanaman pepaya California terletak di Caringin Bogor, Jawa Barat. Suhandi adalah salah seorang petani yang berkebun pepaya California disini. Untuk mencapai lokasi kebun pepaya California dari Jakarta dapat melalui jalan tol Jagorawi. Keluar di Ciawi lalu mengambil arah ke selatan menuju Sukabumi. Sesampai di kawasan Talang dua berbelok menuju Tari Kolot, tepatnya di kawasan Cimande.

Pepaya California tumbuh subur bila ditanam di lahan dengan ketinggian antara 300 hingga 500 meter diatas permukaan laut. Pohon pepaya ditanam dengan jarak dua setengah kali dua meter. Sehingga untuk satu hektar lahan dapat ditanam antara 1500 hingga 1700 pohon papaya.

Yang penting diperhatikan dalam menanam pepaya California adalah pemupukan. Setelah pohon pepaya besar, pemupukan dilakukan setiap tiga bulan sekali. Pohon pepaya California lebih pendek dari pohon pepaya kabanyakan. Paling tinggi mencapai dua meter.

Pohon pepaya California sudah bisa dipanen setelah berumur 7 hingga 9 bulan. Pohonnya dapat berbuah hingga umur empat tahun. Dalam satu bulan bisa dipanen sampai empat kali. Sekali panen, setiap pohon pepaya California dapat menghasilkan 20 hingga 50 buah.

Untuk satu hektar lahan pepaya California milik Suhandi ini dapat menghasilkan sekitar satu setengah ton buah pepaya California. Pepaya California ini seluruhnya dipasarkan ke supermarket di Jakarta. Pepaya California banyak diminati karena ukurannya tidak terlalu besar, kulitnya lebih halus dan mengkilat.

Di tingkat petani, harga buah pepaya california berkisar antara dua ribu hingga dua ribu tiga ratus rupiah per kilogramnya. Sedangkan di supermarket, harga perkilogramnya bisa mencapai lima ribu hingga tujuh ribu rupiah.

Sumber : http://theangel.wordpress.com/2008/10/31/budidaya-pepaya-california-menjanjikan-keuntungan/

Wednesday, February 8, 2012

Peluang Bisnis Pepaya

Simaklah apa kata Hsueh Fang Ching, 'pasar pepaya sangat besar.' Perwakilan known-you seed pte ltd, produsen benih asal Taiwan di Singapura itu tidak asal bicara. Pepaya buah segar khas daerah tropis. Rasa daging yang juicy dan lembut pas di lidah banyak orang dari segala umur. Kadar kalorinya rendah sehingga cocok untuk diet. Sementara kandungan beta-karoten dan vitamin c sebagai sumber antioksidan tinggi. Pendek kata, pepaya buah sehat dan penuh gizi. 'Dengan penanganan pascapanen dan transportasi yang baik, pepaya bisa dijual untuk konsumen pasar dunia,' tutur Hsueh.

Di Indonesia, jangan dulu bicara pasar dunia. Pemenuhan kebutuhan pepaya untuk pasar lokal saja masih jauh panggang dari api. 'Kami butuh 70 ton per pekan,' kata Iwan G Rory, global sourcing manager PT Sewu Segar Nusantara, pemasok buah ke lebih dari 2.000 outlet di Indonesia. Dari jumlah itu baru 3-4 ton terpenuhi. Pepaya yang diminta: Kalifornia, Red Lady, dan Hawaii. Ketiganya digolongkan pepaya eksklusif. Maksudnya, dengan kualitas top harga pepaya-pepaya itu rata-rata Rp10.000-Rp12.000 per kg di tingkat konsumen. Pepaya bangkok yang mendominasi pasar becek Rp.3.000-Rp.4.000 per kg.

Kondisi itu setali tiga uang dengan pisang. Lima tahun silam, Ibrahim Ronny Kusnadi-pemasok pisang ke pasar swalayan dan toko buah di Jakarta berujar, 'Paling susah cari pisang bagus.' Pengepul jagung manis itu harus berburu ke sentra-sentra pisang demi mendapat ambon, raja, dan tanduk. Sekarang kondisinya masih sama. 'Cari buah yang berkualitas susah,' ujar Fofo Fornandy, store manager Kem Chick di Pasific Mall di Jakarta. Pusat. Fofo membutuhkan pisang raja bulu, kepok, dan tanduk. Pasokannya baru 30% dari total kebutuhan. Artinya masih terbuka peluang untuk memasok pisang dan pepaya kualitas top. Peluang lain ada pada mangga.

Selama ini mangga lokal, didominasi arumanis, hanya bisa memasok pasar pada September-November. Di luar itu, pasar dibanjiri mangga impor terutama pada Mei-September. 'Artinya ada peluang untuk memasok pasar pada bulan-bulan itu,' ujar Budi Wiyono, manajer kebun PT Galasari, produsen mangga. Menanam varietas introduksi yang musim panennya berbeda dengan mangga lokal bisa jadi pilihan. Jadi siapa berani memasok pepaya, pisang, dan mangga?

Sumber : http://acha2017.blogspot.com/2009/11/peluang-bisnis-pepaya.html

Peluang usaha budidaya pepaya

PEPAYA (Cacarica papaya, L) adalah jenis buah lokal yang sangat merakyat. Mungkin buah yang satu ini dipandang kurang “elite” dibandingkan dengan jenis buah lainnya. Namun siapa sangka buah yang satu ini mempunyai banyak kegunaan dan kasiat, dari buah, daun, akar bahkan getah tanaman inipun dapat dimanfaatkan dan bernilai ekonomi. Banyak jenis industri yang memerlukan bahan baku dari bagian tanaman pepaya ini, misalnya saja industri kosmetik, obat-obatan dsb. Tanaman ini sangat mudah untuk dibudidayakan, kemampuan adaptasi yang sangat luas baik di daerah tropis ataupun sub tropis, dan syarat tumbuh yang tidak sulit serta biaya perawatan yang kecil tidak diragukan lagi budidaya pepaya dapat dijadikan satu peluang bisnis yang berprospek cerah

Pepaya merupakan tanaman buah berupa herba dari famili Caricaceae yang berasal dari Amerika Tengah dan Hindia Barat bahkan kawasan sekitar Mexsiko dan Coasta Rica. Tanaman pepaya banyak ditanam orang, baik di daeah tropis maupun sub tropis. di daerah-daerah basah dan kering atau di daerah-daerah dataran dan pegunungan (sampai 1000 m dpl). Buah pepaya merupakan buah meja bermutu dan bergizi yang tinggi.

JENIS TANAMAN

1. Pepaya Jantan

Pohon pepaya ini memiliki bunga majemuk yang bertangkai panjang dan bercabang-cabang. Bunga pertama terdapat pada pangkal tangkai. Ciri-ciri bunga jantan ialah putih/bakal buah yang rundimeter yang tidak berkepala, benang sari tersusun dengan sempurna.

2. Pepaya Betina
Pepaya ini memiliki bunga majemuk artinya pada satu tangkai bunga terdapat beberapa bunga. Tangkai bunganya sangat pendek dan terdapat bunga betina kecil dan besar. Bunga yang besar akan menjadi buah. Memiliki bakal buah yang sempurna, tetapi tidak mempunyai benang sari, biasanya terus berbunga sepanjang tahun.

3. Pepaya Sempurna
Memiliki bunga yang sempurna susunannya, bakal buah dan benang sari dapat melakukan penyerbukan sendiri maka dapat ditanam sendirian.

Terdapat 3 jenis pepaya sempurna, yaitu:
1. Berbenang sari 5 dan bakal buah bulat.
2. Berbenang sari 10 dan bakal buah lonjong.
3. Berbenang sari 2 – 10 dan bakal buah mengkerut.

Pepaya sempurna mempunyai 2 golongan:
1. Yang dapat berbunga dan berbuah sepanjang tahun.
2. Yang berbuah musiman.

Jenis pepaya yang banyak dikenal orang di Indonesia, yaitu:
1. Pepaya semangka, memiliki daging buah berwarna merah semangka, rasanya manis.
2. Pepaya burung, warna daging buah kuning, harum baunya dan rasanya manis- asam.

MANFAAT TANAMAN

1. Buah masak yang populer sebagai “buah meja”, selain untuk pencuci mulut juga sebagai pensuplai nutrisi/gizi terutama vitamin A dan C. Buah pepaya masak yang mudah rusak perlu diolah dijadikan makanan seperti sari pepaya, dodol pepaya. Dalam industri makanan buah pepaya sering jadikan bahan baku pembuatan (pencampur) saus tomat yakni untuk penambah cita rasa, warna dan kadar vitamin.

2. Dalam industri makanan, akarnya dapat digunakan sebagai obat penyembuh sakit ginjal dan kandung kencing.

3. Daunnya sebagai obat penyembuh penyakit malaria, kejang perut dan sakit panas. Bahkan daun mudanya enak dilalap dan untuk menambah nafsu makan, serta dapat menyembuhkan penyakit beri-beri dan untuk menyusun ransum ayam.

4. Batang buah muda dan daunnya mengandung getah putih yang berisikan enzim pemecah protein yang disebut “papaine” sehingga dapat melunakan daging untuk bahan kosmetik dan digunakan pada industri minuman (penjernih), industri farmasi dan textil.

5. Bunga pepaya yang berwarna putih dapat dirangkai dan digunakan sebagai “bunga kalung” pengganti bunga melati atau sering dibuat urap. Batangnya dapat dijadikan pencampur makanan ternak melalui proses pengirisan dan pengeringanu.

SENTRA PENANAMAN

Di Indonesia tanaman pepaya tersebar dimana-mana bahkan telah menjadi tanaman perkarangan. Sentra penanaman buah pepaya di Indonesia adalah daerah Jawa barat (kabupaten Sukabumi), Jawa Timur (kabupaten Malang), Pasar Induk Kramat Jati DKI, Yogyakarta (Sleman), Lampung Tengah, Sulawesi Selatan (Toraja), Sulawesi Utara (Manado).

SYARAT TUMBUH

Iklim
a. Angin diperlukan untuk penyerbukan bunga. Angin yang tidak terlalu kencang sangat cocok bagi pertumbuhan tanaman.
b. Tanaman pepaya tumbuh subur pada daerah yang memilki curah hujan 1000-2000 mm/tahun.
c. Suhu udara optimum 22-26 derajat C.
d. Kelembaban udara sekitar 40%.

Media Tanam
a. Tanah yang baik untuk tanaman pepaya adalah tanah ynag subur dan banyak mengandung humus. Tanah itu harus banyak menahan air dan gembur.
b. Derajat keasaman tanah ( pH tanah) yang ideal adalah netral dengan pH 6-7.
c. Kandungan air dalam tanah merupakan syarat penting dalam kehidupan tanaman ini. Air menggenang dapat mengundang penyakit jamur perusak akar hingga tanaman layu (mati). Apabila kekeringan air, nama tamanan akan kurus, daun, bunga dan buah rontok. Tinggi air yang ideal tidak lebih dalam daripada 50-150 cm dari permukaan tanah.

Ketinggian Tempat
Pepaya dapat ditanam di dataran rendah sampai ketinggian 700 m-1000 m dpl.

PEDOMAN BUDIDAYA

I. Pembibitan

A. Persyaratan Bibit/Benih

Sebagai bibit dipergunakan biji, meskipun pohon pepaya dapat di okulasi. Untuk memperoleh biji bakal bibit yang baik dan murni dilakukan melalui pembijian sendiri dengan jalan perkawinan buatan.

Cara perkawinan buatan ada 2 yaitu:

1. Bunga-bunga dari tanaman betina ambil yang besar, dibungkus dengan kertas plastik selama 2 hari, sebelumnya bunga-bunga betina membuka. Pada waktu bunga-bunga itu membuka lakukan penyerbukan dengan bungan-bunga jantan yang di kepyok-kepyokan di atas bunga betina. Perkawinan di lakukan hingga 3 kali.

2. Cari pepaya yang berbunga dan berbuah terus menerus pilihlah bunga elongata yang terbesar yang hampir mekar dan terletak pada ujung tangkai. Kemudian bunga tersebut dibungkus dengan kantung agar tidak diserbuki secara alami oleh bunga lain selama 10 hari.

Biji-biji yang digunakan sebagai bibit diambil dari buah-buah yang telah masak benar dan berasal dari pohon pilihan. Buah pilihan tersebut di belah dua untuk diambil biji-bijinya. Biji yang dikeluarkan kemudian dicuci bersih hingga kulit yang menyelubungi biji terbuang lalu dikeringkan ditempat yang teduh.

Biji yang segar digunakan sebagai bibit. Bibit jangan diambil dari buah yang sudah terlalu masak/tua dan jangan dari pohon yang sudah tua.

B. Penyiapan Benih
Kebutuhan benih perhektar 60 gram (± 2000 tanaman). Benih direndam dalam larutan fungisida benomyl dan thiram ( Benlate T) 0,5 gram/liter kemudian disemai dalam polybag ukuran 20 x 15 cm. Media yang digunakan merupakan campuran 2 ember tanah yang di ayak ditambah 1 ember pupuk kandang yang sudah matang dan diayak ditambah 50 gram TSP dihaluskan ditambah 29 gram curater/petrofar. Biji-biji yang sudah dikeringkan, jika hendak ditanam harus diuji terlebih dahulu. Caranya biji-biji, yang ditangguhkan dipergunakan sebagai bibit.

C. Teknik Penyemaian Benih
Benih dimasukan pada kedalaman 1 cm kemudian tutup dengan tanah. Disiram setiap hari. Benih berkecambah muncul setelah 12-15 hari. Pada saat ketinggiannya 15-20 cm atau 45-60 hari bibit siap ditanam.

Biji-biji tersebut bisa langsung ditanam/disemai lebih dahulu. Penyemaian dilakukan 2 atau 3 bulan sebelum bibit persemaian itu dipindahkan kekebun.

D. Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian
Pada persemaian biji-biji ditaburkan dalam larikan (barisan ) dengan jarak 5-10 cm. Biji tidak boleh dibenam dalam-dalam, cukup sedalam biji, yakni 1 cm. Dengan pemeliharaan yang baik, biji-biji akan tumbuh sesudah 3 minggu ditanam.

E. Pemindahan Bibit
Bibit-bibit yang sudah dewasa, siktar umur 2-3 bulan dapat dipindahkan pada permulaan musim hujan.

II. Pengolahan Media Tanam

A. Persiapan

Lahan dibersihkan dari rumput, semak dan kotoran lain, kemudian dicangkul/dibajak dan digemburkan.

B. Pembentukan Bedengan
Bentuk bedengan berukuran lebar 200-250 cm, tinggi 20-30 cm, panjang secukupnya, jarak antar bedengan 60 cm. Buat lobang ukuran 50 x 50 x 40 cm di atas bedengan, dengan jarak tanam 2 x 2,5 m.

C. Pengapuran
Apabila tanah yang akan ditanami pepaya bersifat asam (pH kurang dari 5), setelah diberi pupuk yang matang, perlu ditambah ± 1 kg dolomit dan biarkan 1-2 minggu.

D. Pemupukan

Sebelum diberi pupuk, tanah yang akan ditanami pepaya harus dikeringkan satu minggu, setelah itu tutup dengan tanah campuran 3 blek pupuk kandang yang telah matang.

III. Teknik Penanaman

A. Pembuatan Lubang Tanam

Untuk biji yang disemai, sebelum bibit ditanamkan bibit, terlebih dahulu harus dibuatkan lubang tanaman. Lubang-lubang berukuran 60 x 60 x 40 cm, yang digali secara berbaris. Selama lubang-lubang dibiarkan kosong agar memperoleh cukup sinar matahari. Setelah itu lubang-lubang diisi dengan tanah yang telah dicampuri dengan pupuk kandang 2-3 blek. Lubang-lubang yang ditutupi gundukan tanah yang cembung dibiarkan 2-3 hari hingga tanah mengendap. Setelah itu baru lubang-lubang siap ditanami. Lubang-lubang tersebut diatas dibuat 1-2 bulan penanaman.

Apabila biji ditanam langsung ke kebun, maka lubang-lubang pertanaman harus digali terlebih dahulu. Lubang-lubang pertanaman untuk biji-biji harus selesai ± 5 bulan sebelum musim hujan.

B. Cara Penanaman
Tiap-tiap lubang diisi dengan 3-4 buah biji. Beberapa bulan kemudian akan dapat dilihat tanaman yang jantan dan betina atau berkelamin dua.

IV. Pemeliharaan Tanaman

A. Penjarangan dan Penyulaman

Penjarangan tanaman dilakukan untuk memperoleh tanaman betina disamping beberapa batang pohon jantan. Hal ini dilakukan pada waktu tanaman mulai berbunga.

B. Penyiangan
Kebun pepaya sama halnya dengan kebun buah-buahan lainnya, memerlukan penyiangan pembuangan rumput). Kapan dan berapa kalli kebun tersebut harus disiangi tak dapat dipastikan dengan tegas, tergantung dari keadaan.

C. Pembubunan
Kebun pepaya sama halnya dengan kebun buah-buahan lainnya, memerlukan pendangiran tanah. Kapan dan berapa kalli kebun tersebut harus didangiri tak dapat dipastikan dengan tegas, tergantung dari keadaan.

D. Pemupukan
Pohon pepaya memerlukan pupuk yang banyak, khususnya pupuk organik, memberikan zat-zat makanan yang diperlukan dan dapat menjaga kelembaban tanah.

Cara pemberian pupuk:
1. Tiap minggu setelah tanam beri pupuk kimia, 50 gram ZA, 25 gram Urea, 50 gram TSP dan 25 gram KCl, dicampur dan ditanam melingkar.
2. Satu bulan kemudian lakukan pemupukan kedua dengan komposisi 75 gram ZA, 35 gram Urea, 75 gram TSP, dan 40 gram KCl.
3. Saat umur 3-5 bulan lakukan pemupukan ketiga dengan komposisi 75 gram ZA, 50 gram Urea, 75 gramTSP, 50 gram KCl.
4. Umur 6 bulan dan seterusnya 1 bulan sekali diberi pupuk dengan 100 gram ZA, 60 gram Urea, 75 gramTSP, dan 75 gram KCl.

E. Pengairan dan Penyiraman
Tanaman pepaya memerlukan cukup air tetapi tidak tahan air yang tergenang. Maka pengairan dan pembuangan air harus diatur dengan seksama. Apalagi di daerah yang banyak turun hujan dan bertanah liat, maka harus dibuatkan parit- parit. Pada musim kemarau, tanaman pepaya harus sering disirami.

V. HAMA DAN PENYAKIT

A. Hama
Kutu tanaman (Aphid).

Ciri: badan halus panjang 2-3 mm berwarna hijau, kuning atau hitam. Memiliki sepasang tonjolan tabung pada bagian belakang perut, bersungut dan kaki panjang.Kutu dewasa, ada yang bersayap dan tidak. Merusak tanaman dengan cara menghisap cairan dengan pencucuk penghisap yang panjang di bagian mulut. Pemberantasan: tungau tungau daun diberantas dengan penyemprotan tepung derris atau tepung belerang.

B. Penyakit

1. Penyakit yang sering merugikan tanaman pepaya adalah penyakit yang disebabkan oleh jamur, irus mosaik, roboh semai, busuk buah,leher akar, pangkal batang dan nematoda.

2. Penyakit mati bujang diisebabkan oleh jamur Phytphthora parasitica, P. palmivora dan Pythium aphanidermatum. Menyerang buah dan batang pepaya. Cara pencegahan: perawatan kebun yang baik, menjaga kebersihan, dan drainase sedangkan penyakit busuk akar disebabkan oleh jamur Meloidogyne incognita.

3. Nematoda. Apabila lahan telah ditanami pepaya, disarankan agar tidak menanam pepaya kembali, untuk mencegah timbulnya serangan nematoda. Tanaman yang terinfeksi oleh nematoda menyebabkan daun menguning, layu dan mati.

VI. PANEN

A. Ciri dan Umur Panen

Tanaman pepaya dapat dipanen setelah berumur 9-12 bulan. Buah pepaya dipetik harus pada waktu buah itu memberikan tanda-tanda kematangan: warna kulit buah mulai menguning. Tetapi masih banyak petani yang memetiknya pada waktu buah belum terlalu matang.

B. Cara Panen
Panen dilakukan dengan berbagai macam cara, pada umumnya panen/pemetikan dilakukan denggan menggunakan “songgo”(berupa bambu yang pada ujungnya berbentuk setengah kerucut yang berguna untuk menjaga agar buah tersebut tidak jatuh pada saat dipetik).

C. Periode Panen
Panen dilakukan setiap 10 hari sekali.

D. Prakiraan Produksi
Tiap pohon kira-kira dapat menghasilkan 30 buah, bahkan sampai 150 buah. Setelah panen pertama, pohon pepaya akan terus menerus berbuah. Tetapi sebaiknya sesudah 4 tahun kebun itu harus dibongkar.

VII. PASCAPANEN

A. Pengumpulan

Setelah dipanen buah diletakan disuatu tempat yang cukup, dekat dari lokasi dan diberi alas plastik/ koran atau apa saja hingga buah terhindar dari kerusakan.

B. Penyortiran dan Penggolongan
Pilihlah buah secara selektif, perhatikan bentuk, warna dan ukuran. Tempatkan buah pada elompoknya masing-masing, misalnya: kelompok A adalah buah yang belum masak, kelompok B buah yang sudah siap dimasak, kelompok C buah yang cacat dan seterusnya. Sehingga akan mempermudah mengklasifikasikan.

C. Penyimpanan
Supaya buah itu matang petani perlu melakukan pengemposan (buah disimpan ditempat yang mempunyai suhu yang tinggi).

D. Pengemasan dan Pengangkutan
Biasanya buah dikemas dengan keranjang dalam jumlah banyak yang dilapisi kertas/kantong bekas semen untuk menghindari luka pada buah /pada peti yang juga dilapisi dengan kantong semen dan sejenisnya, setelah itu dimasukan kedalam truk untuk diangkut.

Sumber : http://binaukm.com/2011/02/peluang-usaha-budidaya-pepaya/