Showing posts with label Bunga. Show all posts
Showing posts with label Bunga. Show all posts

Sunday, May 26, 2013

Persiapan Mengolah Lahan Usaha Budidaya Bunga Melati

Persiapan Mengolah lahan dalam rangka usaha budidaya bunga melati mesti dilakukan setelah pembibitan stek atau sebelum  penanaman bibit melati dimulai

Pembukaan Lahan Bunga Melati


1. Bersihkan lokasi kebun melati dari rumput liar atau gulma, pohon dan pohon yang tidak berguna disingkirkan dari lokasi.
2. Olah tanah dengan cara di cangkul atau dibajak sedalam 30-40 cm hingga gembur, kemudian biarkan kering angin selama 15 hari
3. Membuat bedengan selebar 100-120 cm, tinggi 30-40 cm dengan jarak antara bedeng 40–60 cm dan panjang disesuaikan dengan kondisi lahan.

Pengapuran pada Bunga Melati


Tanah yang pH-nya masam dapat diperbaiki melalui pengapuran, misalnya dengan kapur kalsit (CaCO3) dolomit {CaMg (CO3)2}, kapur bakar (Quick lime, CaO)/kapur hidrat (Slakked lime,{Ca(OH)2}. Fungsi/kegunaan pengapuran tanah masam adalah untuk menaikan pH tanah, serta untuk menambah unsur-unsur Ca dan Mg.

Pemupukan Lahan


Tebarkan pupuk kandang di atas permukaan tanah, kemudian campurkan secara merata dengan lapisan tanah atas. Pupuk kandang dimasukkan pada tiap lubang tanam sebanyak 1-3 kg. Dosis pupuk kandang berkisar antara 10-30 ton/hektar. Lubang tanam dibuat ukuran 40 x 40 x 40 cm dengan jarak antar lubang 100-150 cm. Penyiapan lahan sebaiknya dilakukan pada musim kemarau 1-2 bulan sebelum musim hujan.

Itulah langkah-langkah persiapan lahan budidaya bunga melati yang mesti dilakukukan sebelum memulai penanaman hasil bibit stek.
Mengolah Lahan Bunga Melati

Monday, May 20, 2013

Cara Semai dan Pembibitan Stek Bunga Melati Untuk Usaha Budidaya

Menyemai dan pembibitan stek bunga melati adalah awal dari usaha budidaya. Berikut langkah-langkah teknik pembibitan, penyemai dan pemeliharaan bibit stek bunga melati.

Pembibitan Stek Bunga Melati


Menyiapkan tempat stek
1. Siapkan tempat semai berupa pot ukuran besar (polybag).
2. Periksa dasar wadah semai dan beri lubang kecil untuk pembuangan air.
3. Isi medium semai (campuran tanah, pasir steril/bersih) ke dalam 3/4 wadah atau setebal 20–30 cm.
4. Siram medium semai dengan air bersih hingga basah.
5. Tancapkan stek pada setiap media semai 10–15 cm sepertiga dari panjang stek.
6. Tutup permukaan wadah persemaian dengan lembaran plastik bening / transparan agar udara tetap lembab.

Pemeliharaan bibit stek
1. Lakukan penyiraman secara kontinu 1–2 kali sehari.
2. Usahakan bibit stek mendapat sinar matahari pagi.
3. Pindahkan tanaman bibit stek yang sudah berakar cukup kuat umur 1–23 bulan kedalam polybag berisi medium tumbuh campuran tanah, pasir dan pupuk organik (1:1:1).
4. Pelihara bibit melati secara intensif, penyiraman, pemupukan dan penyemprotan pestisida dosis rendah  sampai bibit berumur 3 bulan.

Bunga Melati
sumber infokebun.wordpress.com/2008/06/11/budidaya-melati/
Stek Bunga Melati

Wednesday, February 6, 2013

Pachypodium Tanaman Purba Langka Dan Eksotis

Pachypodium pernah populer di Indonesia disekitar awal era tahun 1990-an. Tapi entah kenapa baru awal tahun 2007 peminat terhadap tanaman ini kembali ramai. Padahal di luar negeri sudah lebih dari 1 abad, para peneliti, para pencinta dan kolektor tanaman langka memburu dan mengkoleksi tanaman ini konon terancam punah ini.

Tumbuhan Pachypodium konon dipercaya sudah hidup selama jutaan tahun lalu sebelum era jaman batu, merupakan tanaman yang dapat terus berevolusi dan mampu menyesuaikan diri terhadap habitat di mana ia tumbuh. Sisa tanaman purba yang satu ini tetap bisa bertahan hidup dan lestari sampai sekarang ini telah mampu menarik minat para peneliti dan kolektor tanaman langka sejak akhir abad ke-18.

pachypodium saundersii

Spesies-spesies baru dari tanaman Pachypodium terus dilahirkan, karena mampu berevolusi yang terjadi pada tanaman ini terus memunculkan spesies hibrida baru, tidak hanya pada habitat aslinya di Madagaskar, namun juga di seluruh benua di mana tanaman ini bisa tumbuh dan berevolusi. Konon masih terdapat ratusan spesies tanaman Pachypodium yang belum dapat teridentifikasi maupun terklasifikasi.

Sementara ini baru sekitar 25 spesies saja yang dikenal secara luas di dunia. Di Indonesia baru mengenal tanaman ini pada era tahun 1990-an, jenis yang dibudidayakan masih terbatas (sekitar kurang lebih 15 species yang dapat dijumpai di Indonesia) karena kesesuaian syarat tumbuh maupun terhambat masalah proteksi yang diberlakukan oleh negara asal Madagaskar, maupun negara-negara lain di Afrika Selatan.

pachypodium namaquanum

Meski demikian ada spesies tanaman Pachypodium amat menarik perhatian para pecinta tanaman hias di Indonesia karena bentuk bonggol berduri dan bentuk daun dan bunganya yang cantik.

Pachypodium adalah tanaman asli tanaman endemik di Pulau Madagaskar, Afrika bagian selatan (Mozambique, Angola, Botswana, Afrika Selatan, Zimbabwe, Namibia, dan Swaziland).

Banyak orang menganggap Pachypodium mirip dengan tanaman kaktus, dan bahkan ada pula yang menganggap termasuk dalam golongan tanaman hias palem.

http://tanaman.org/