Showing posts with label Business Analysis. Show all posts
Showing posts with label Business Analysis. Show all posts

Wednesday, March 30, 2011

Pahami Seluk Beluk Bidang Usaha Anda Sebelum Anda Memulai Bisnis

Anda mungkin sudah berangan-angan memiliki usaha sendiri. Berbagai hal sudah dipersiapkan secara seksama. Sebelum memulai bisnis Anda, ada beberapa hal yang pelu Anda lakukan terlebih dahulu. Ketika anda terjun ke dunia bisnis, Anda perlu menjelaskan jenis bisnis yang akan anda geluti. Anda diharapkan untuk dapat menjelaskan secara general bisnis yang anda jalankan terutama jika Anda berencana untuk membawa bisnis anda untuk hal-hal yang berkaitan dengan lembaga di luar perusahan anda seperti pihak bank atau investor.

Apakah anda berkecimpung dalam bisnis jasa, produsen, pengecer, atau jenis bisnis lainnya, apapun jenis bisnisnya, Anda harus melakukan analisis Industri, serta mendeskripsikan hal-hal berikut ini :
· Pihak mana saja yang berperanserta ataupun berkecimpung dalam bisnis tersebut
· Pola distribusi usaha yang akan Anda geluti
· Pesaing dan pemetaan konsumen

Analisis Industri

Dalam dunia bisnis, berbagai aspek perekonomian yang terjadi diluar bisnis Anda akan mempengaruhi usaha Anda. Semakin banyak Anda mengetahui seluk beluk dunia bisnis / industri, Anda semakin siap menjalankan dan memastikan lancarnya usaha Anda.

Sebuah rencana bisnis yang lengkap membahas faktor-faktor ekonomi bisnis secara umum, siapa saja yang menjadi pemain bisnis, pola distribusi, faktor-faktor dalam kompetisi tersebut, dan apa pun yang memberikan gambaran bisnis ini kepada pihak luar.

Internet memiliki dampak yang besar terhadap tersedianya informasi bisnis. Setelah ledakan informasi dan pertumbuhan yang sangat pesat pada era Internet dimulai pada 1990-an dan berlanjut di abad ke-21, mencari informasi adalah hal yang mudah. Dengan akses internet, hampir semua informasi yang Anda perlukan untuk rencana bisnis sudah tersedia secara lengkap, ada situs web untuk analisis bisnis, statistik keuangan, demografi, asosiasi perdagangan, dsb.

Pemain Dalam Bisnis

Dalam dunia bisnis, Anda harus mengetahui pihak mana saja yang bergerak dalam bidang yang sama dengan Anda. Ada perbedaan yang sangat besar, misalnya, antara bisnis /industri besar yang kemungkinan hanya terdiri dari beberapa orang pemain saja dengan bisnis /industri kecil yang terdiri dari banyak pemain atau pengusaha.

Kejelasan informasi ini memunculkan perbedaan besar antara bisnis dan rencana bisnis. Misalnya saja, bisnis makanan cepat saji, terdiri dari beberapa brand besar, mereka turut ambil bagian dalam ribuan outlet terkenal, dan sebagian besar merupakan bisnis waralaba. Para ekonom berbicara konsolidasi dalam suatu industri, pada saat pemain pemula cenderung menghilang dan beberapa pemain besar muncul. Dalam akuntansi, misalnya, ada beberapa perusahaan internasional yang besar yang namanya terkenal dan puluhan ribu perusahaan-perusahaan kecil. Dalam fabrikasi komputer, misalnya, ada beberapa perusahaan internasional besar yang cukup terkenal, dan ada juga ribuan perusahaan kecil.

Pola Distribusi

Ada banyak strategi untuk sebuah produk ataupun jasa untuk dapat sampai pada pemasok ataupun pengguna. Jelaskan bagaimana sistem pendistribusian pada usaha Anda. Apakah usaha anda merupakan bisnis di mana penjualan produk didukung oleh distributor daerah, seperti halnya untuk produk komputer, majalah, atau suku cadang mobil? Apakah industri Anda bergantung pada penjualan langsung kepada pelanggan industri besar?

Beberapa produk umumnya dijual melalui toko-toko eceran kepada konsumen, dan kadang-kadang didistribusikan oleh perusahaan distribusi yang membeli dari produsen. Dalam kasus lain, produk yang dijual langsung dari produsen ke toko-toko. Beberapa produk yang dijual langsung dari produsen ke konsumen akhir melalui promosi, iklan nasional, atau sarana promosi lainnya.

Dalam banyak kategori produk ada beberapa alternatif dan pilihan pendistribusian yang umum dilakukan. Ensiklopedia dan vacuum cleaner secara tradisional dijual dari pintu ke pintu, tetapi juga dijual di toko-toko dan langsung dari produsen ke konsumen melalui iklan radio dan televisi.

Beberapa produk didistribusikan melalui penjualan langsung dari produsen ke produsen lain secara langsung, dan dalam kontrak jangka panjang seperti yang antara produsen mobil dan pemasok suku cadang, bahan, dan komponen. Di beberapa industri perusahaan menggunakan perwakilan atau agen.

Teknologi dapat mengubah pola distribusi dalam suatu kategori industri atau produk. Internet, misalnya mengubah pilihan untuk distribusi perangkat lunak, buku, musik, dan produk lainnya.

Pola distribusi mungkin tidak penting untuk perusahaan layanan, seperti restoran, seniman grafis, atau arsitek. Untuk beberapa layanan, distribusi mungkin masih relevan. Sebuah layanan telepon atau penyedia jasa layanan internet, pola distribusi mungkin menggambarkan distribusi yang berkaitan dengan infrastruktur fisik.

Pesaing dan pemetaan konsumen

Hal ini penting untuk memahami sifat persaingan di pasar Anda. Hal ini masih merupakan gambaran umum suatu jenis usaha. Jelaskan sifat umum dari persaingan dalam bisnis ini, dan bagaimana pelanggan tampaknya memilih salah satu operator dibandingkan dengan yang lain.

Apa kunci sukses? Faktor-faktor apa yan mendukung peningkatan pembelian ? memanfaatkan perbedaan harga? Fitur produk? Layanan? Dukungan? Pelatihan? Software? Ketepatan pengiriman? Apakah nama merek penting?

Dalam bisnis komputer, misalnya, persaingan mungkin bergantung pada reputasi dan tren pasar, sedangkan pemain yang lain menggunakan kekuatan distribusi dan periklanan.
Dalam bisnis restoran, misalnya, persaingan mungkin bergantung pada reputasi dan tren restora yang ia kelola, sedangkan pemain lain mengutamakan lokasi dan fasilitas parkir yang mudah untuk menarik pelanggan.

Dalam penyedia layanan jasa seperti dokter, pengacara dsb, penggunaan iklan tidak efektif, lebih cenderung mengandalkan cerita dari mulut-ke mulut ata kualitas layanan yang diberikan. Apakah ada kompetisi harga antara akuntan, dokter, dan pengacara? Bagaimana orang memilih agen perjalanan atau pedagang bunga untuk pernikahan? Mengapa memilih Starbucks bukan warung kopi yang lainSemua ini adalah sifat persaingan.

Pesaing Utama

Lakukan analisis mendetail mengenai pesaing utama Anda. Buat daftar siapa saja pesaing utama Anda. Apa kekuatan dan kelemahan masing-masing? Pertimbangkan mereka produk, harga, reputasi, manajemen, posisi keuangan, saluran distribusi, merek, pengembangan bisnis, teknologi, atau faktor lain yang Anda rasa penting. Dalam bidang apa segmen pasar yang geluti? Apa yang tampaknya menjadi strategi bisnis mereka? Berapa besar dampaknya bagi produk Anda, dan apa ancaman dan peluang yang mereka peroleh?

Setelah Anda berhasil menjabarkan Analisis bisnis untuk usaha anda, diharapkan anda lebih siap untuk mulai menjalankan bisnis Anda.

Sumber : http://binaukm.com/

Sunday, September 27, 2009

The Seven S Model: Business Analysis Model

Typically, the 7S model is used in large corporations. Often, those companies have a hard time getting a handle on their situation and their potential because they are fragmented across continents, business units, confusing conglomerates, or constant acquisition and shuffling. The 7S model gives the multifaceted company a single set of metrics with which to analyze.

I believe that 7S is just as appropriate (on a smaller scale, of course) for the smaller business. But before we look at how it's helpful, let's consider what the 7S's are.

The 7S's were created by Robert H. Waterman, Julien R. Phillips, and Tom Peters (the most well-known of the group because of his book In Search of Excellence).
They are a group of interrelated categories which make up an organization. Like rowers in a boat, when they are all aligned, a business will likely succeed, prosper, innovate, and move in the direction it wants to move. When these factors are not aligned the business can fail, remain stagnant, reach maturity or decline quickly, or flounder about.

The Seven S's
  1. Structure: This is more than just the stated hierarchy of the organization. This is the "in practice" hierarchy, too. Is a business focused on the customer? Is it segmented by function? Is it segmented by geography? Is it top heavy with a lot of decision-making executives?
  2. Systems: This is the process through which the company gathers information and makes decisions. If it's effective, a company can react quickly and appropriately to changes in the marketplace. If a company's systems are not adequate, the company stands the risk of being ponderous.
  3. Skills: This is the collective skill set of the organization. If a company determines to hire only people who can speak two or more languages, they will quickly fill their ranks with skilled people who allow them to communicate to other people more effectively. Some companies in the early growth stages can react to a need by hiring too many people in one skill category and run the risk down the road of having a variety of absent skills. There is no perfect mix, this is a matter of constantly balancing and rebalancing based on need.
  4. Style: This category is about the culture of the company. Is it aggressive? Is it conservative? Is it innovative? Is everyone happy? Does the company feel bloated and unwieldy? Each company has its own style and that style is set by the leadership and supported (or changed) by the mix of staff hired.
  5. Staff: This category, obviously, deals with the people in the organization. It involves not only their skills (mentioned in another S) but also whether or not there are enough (or too many) staff members to do the job as well as the personal and professional goals that each person has.
  6. Superordinate goals (which later was appropriately renamed Shared Values):This category talks about the overarching purpose in the organization more specifically, it deals with the real or practiced values and compares them to the stated values. A company, for example, may claim to be customer-centered but in reality it could reward staff for high volumes of sales, encouraging staff to ignore the customer and focus on making their numbers.
  7. Strategy: Strategy deals with tomorrow- what is the company planning on achieving in the future and what are they doing today to prepare for those goals?