Tuesday, June 12, 2012

Bagaimana merawat bayi hamster itu?

Banyak sekali para penghobbies binatang ini menanyakan bagaimana merawat “bayi hamster”? supaya hamster hidup tidak dimakan induknya.

Kenapa Induknya memakan anak hamster ?
Pertama hal ini disebabkan karena anda sendiri, pertama mungkin anda lupa memberi makan pada binatang peliharaan anda.

Design kandang, seperti telah saya uraikan diatas bahwa design kandang yang salah (tertutup rapat tanpa sirkulasi udara dan tinja). Akan menyebabkan makanan yg tidak dimakan menjadi busuk,kencing dang tokai hamster tidak dapat jatuh kebawah alias berbaur jadi satu, kemudian udara yang lembab dalam kandang dan pada akhirnya akan menimbulkan bau. Bau ini melekat pada bulu si bayi hamster, karena naluri kehewanannya kuat sang induk merasa bahwa bayinya itu sebagai musuh disikatlah dia hidup-hidup kenapa?karena aroma kandangnya yg pengap merubah aroma si bayi berbeda jadi disikat dech

Anda menyentuh bayi-bayi hamsternya, Jika ini anda lakukan ya udah “say good bye”, aja ama bayi-bayinya,kenapa? Karena aroma tangan anda akan melekat pada pori-pori bayi tadi dan kemudian sang induk merasa ada musuh disikatlah sang bayi (aroma lain)

Yang perlu anda lakukan jika Hamster anda sudah melahirkan bayi :
1. Jangan sering-sering dilihat (cuekin aja tar juga gede), kecuali memberi makanan
2. Jangan menyentuh bayinya karena sang induk akan melahap bayi-bayinya
3. Jangan memberi makan jagung manis
4. Pergunakan bohlam 5watt untuk penerangan jangan neon
5. Tutup kandang muka (strimin) dengan kertas koran
6. Pindahkan bayi ketika sudah mencapai umur 3 minggu (sudah bisa makan sendiri,makannya kuat, sudah berbulu)
7. Jangan memberi susu bayi ke bayi-bayi hamster sebagai asupan karena akan mencret hamsternya.
8. Berilah makanan yang banyak mengandung air selama ibu bayi menyusui anak-anaknya.
9. Jangan memasukan tangan anda dalam kandang
10. Gunakan senter, matikan lampu, ambil sendok jika anda ingin memindah bayi-bayi hamster tersebut.

Sumber : http://beternak-hamster.blogspot.com/

Thursday, June 7, 2012

Jenis dan Macam Hamster di Indonesia

Sebenarnya hamster pasti banyak macam jenisnya, tetapi dalam postingan ini hanya beberapa yang dimuat. Mudah mudahan bagi yang mau memelihara hamster bisa dijadikan bahan pertimbangan sebelum membeli. Beberapa macam dan jenis hamster adalah:

Hamster campbell
Hamster campbell menurutku hamster yang murah, karena harga hamster campbell cuma 20 ribu. Jenis hamster campbell merupakan yang saya pelihara dulu, menurutku sangat enak dan cocok untuk di kembang-biakkan karena sangat mudah beranak dan sekali beranak akan menghasilkan 2-10 bahkan lebih bayi hamster.
Spesifikasi hamster campbell :
-> umur normal 1-2 tahun
-> panjang kira-kira 10-15 cm umur dewasa
-> lama kehamilan kurang lebih 20 hari
-> lincah karena ukurannya kecil
-> masa sapih (pemisahan anak dari induknya) 3-4 minggu
-> macam campbell (albino,panda,black bear,argente,opal,blue)

Hamster roborovski
Hamster roborovski merupakan jenis hamster pelari dan sangat lincah, karena bentuknya yang lebih kecil dari pada campbell sehingga kerjaanya ya lari - lari saja. Harga hamster roborovski sekitar 45-75 ribu, tergantung dimana posisinya. Hamster ini sangat cocok jika mau di buat bisnis, karena harga mahal dan bentuk hamster yang banyak dicari orang. Hamster ini lucu banget sampai - sampai aku saja pengen pelihara ini hamster.
Spesifikasi hamster roborovski :
-> umur normal 3-4 tahun
-> panjang hamster 4-5 cm
-> lama kehamilan 23-30 hari
-> jumlah anak rata - rata 6 ekor
-> masa sapih 30 hari
-> macam roborovski (normal,white face)

Hamster syria
Hamster syria ini bentuknya besar banget, kayak tikus got. Kalau yang suka besar - besar ya monggo dipelihara tapi kayaknya hamster jenis ini pemalas dech, kurang lincah. Panjang seh bentuknya so jadi males2an. Harga hamster syria sekitar 15-30 ribu tergantung jenis dan warnanya.
Spesifikasi hamster syria:
-> umur normal 2-2,5 tahun
-> panjang 15-20 cm
-> lama kehamilan sekitar 20 hari
-> macam syria (short hair,long hair,rex,satin)

Hamster winter white
Hamster ini mudah untuk dijinakkan karena sifatnya yang tak suka menggigit dan tidak agresif seperti campbell. Fisiknya hampir sama dengan campbell. Hamster ini cocok untuk pemula. Harga hamster winter white berfariasi dari 15 - 75 ribu tergantung jenisnya.
Spesifikasi hamster winter white :
-> umur 1-2 tahun
-> panjang 7-9 cm
-> lama kehamilan 15-20 hari
-> macam winter (normal,safir,pearl,golden)

Hamster panda
Untuk hamster panda ini bentuknya sedikit panjang dan kecil bagus juga persis panda. Tidak suka menggigit kayaknya, karena temanku melihara ini nggak pernah kegigit. Harga hamster panda untuk sepasang sekitar 70 ribu.
Spesifikasi hamster panda:
-> umur 1-3 tahun
-> panjang 10-15 cm
-> lama kehamilan sekitar 20 hari

Hamster cina
Nah yang satu ini aku kurang begitu ngerti karena belom pernah lihat. Tetapi di beberapa situs ditulis ada hamster cina.
Spesifikasi yang aku peroleh:
- umur 2 – 4 thn.
- panjang maksimal bisa mencapai 10 cm.
- macam2 hamster cina : (normal,putih,berbintik2).

Nah sekarang selesai sudah mengenai jenis - jenis hamster di Indonesia. Bagi anda yang mau pelihara hamster ya memilih hamster yang cocok. Peliharalah binatang anda sebaik mungkin agar nantinya bisa berkemang-biak semakin banyak dan mungkin bisa anda jual.
Semoga bermanfaat.

Sumber : http://hobyfarlet.blogspot.com/

Tuesday, June 5, 2012

Cara Budidaya Hamster

Hamster termasuk jenis binatang pengerat. Ada beberapa jenis hamster yang tersebar diseluruh dunia, salah satunya adalah Hamster Siria (Syrian Hamster) yang paling umum dikenal dan Hamster Kerdil Rusia (Dwarf Cambell Russia).

Ia adalah binatang malam, yang tidur di siang hari dan aktif di sore dan malam hari, namun jika hamster sudah terbiasa diajak main pada pagi hari, kemungkinan pola tidurnya akan mengikuti si pemilik (jika pemilik sering bermain dengan hamsternya). Pandangan matanya jelek, tetapi penciuman dan pendengarannya tajam.

Ia mempunyai kantong pipi yang dapat mengembang, dimana ia menyimpan makanan yang akan dibawa ke sarangnya.

Hamster Siria berasal dari padang pasir di Timur Tengah dimana ia hidup dalam liang-liang dalam bukit-bukit pasir. Jenis ini paling umum dipelihara karena dapat dipegang oleh anak kecil dengan mudah. Binatang dewasa berukuran panjang 17-22 cm. Umumnya jenis ini jinak terhadap manusia, tetapi tidak terhadap jenis hamster lainnya. Karena itu jika hendak memelihara hamster jenis ini, harus ditempatkan dalam satu kandang terpisah dengan hamster lainnya, karena kemungkinan besar akan menyerang hamster yang lain jika ditempatkan dalam satu kandang bersamaan.

Hamster Kerdil Campbell Rusia berasal dari padang rumput Asia Tengah (Rusia, Mongolia dan bagian barat laut Cina).

Binatang dewasa berukuran panjang 10-12 cm, yang betina sedikit lebih panjang daripada yang jantan. Umur rata-ratanya 2 – 2½ tahun, meskipun ia dapat hidup sedikit lebih lama.

Dibanyak negara (terutama di Amerika dan Eropa), hamster kini menjadi binatang peliharaan kecil yang sangat populer.

Pemeliharaan
Hamster dipelihara di dalam kandang, yang terbuat dari kawat atau aquarium kaca. Karena giginya tajam, kayu atau bambu tidak tepat digunakan. Lantai kandang perlu dilapisi dengan serutan gergaji atau sekam padi yang dapat menyerap air kencingnya. Carikan-carikan kertas dapat disediakan sebagai sarangnya. Ia akan menimbun makanan dan menaruh bayi (jika ada) di sarang ini.

Hamter adalah binatang yang menyukai kebersihan. Jika kandang cukup besar, ia akan menggunakan satu sudut kandang sebagai WC dan sudut yang lain sebagai sarang.

Makanan
Makanan hamster pada umumnya adalah biji-bijian (beras/nasi, roti, jagung) dan sayuran (seperti wortel, timun dan buncis), namun jangan jadikan sebagai bahan utama. Binatang kecil ini tetap membutuhkan gizi yang cukup, dan dapat diperoleh melalui makanan kemasan yang sudah lengkap gizinya. Makanan protein tinggi seperti daging atau susu, juga penting terutama ketika bayi-bayi dalam masa pertumbuhan atau pada ibu hamster yang sedang hamil atau sedang mempunyai bayi Jika makanan cukup mengandung cairan, air minum tidak diperlukan.

Hamster mempunyai kantong di pipinya dimana ia mengumpulkan makanan. Ia menekan makanan ke dalam kantong yang akan mengembang dan membawanya ke sarang. Disini makanan dikeluarkan untuk ditimbun. Lapisan dalam kantong pipi ini sangat halus, sehingga makanan yang tajam dapat melukainya.

Pembiakan
Hamster mempunyai bayi rata-rata 8 . Tetapi ia dapat melahirkan sampai 16 bayi sekaligus (Syrian Hamster).

Pada umumnya ia mulai melahirkan sesudah berumur 3-4 bulan, meskipun kadang-kadang ada juga yang mulai melahirkan pada umur 1 bulan, namun tidak dianjurkan hamster yang berusia kurang dari 4 bulan untuk melahirkan, karena dapat menyebabkan cacat pada anak hamster, ataupun dapat mengakibatkan kematian bagi ibu dan anak hamster. Makanan yang jelek (misalnya kurang protein) akan mengakibatkan si ibu mencari protein tambahan dengan memakan bayinya sendiri (kanibal), atau lingkungan yang tidak mendukung (lingkungan yang berisik) membuat si induk merasa tidak nyaman/stress dapat menyebabkan induk memakan anaknya.

Sumber : http://carabudidaya.com/

Monday, June 4, 2012

8 Tanaman Pengusir Nyamuk

Selama ini tumbuhan anti nyamuk yang populer baru lavender. Sebenarnya ada lagi tanaman lain yang bisa menangkal kehadiran nyamuk. Apalagi musim penghujan mulai tiba, saatnya kita waspada dari wabah penyakit demam berdarah, cikungunya, dan penyakit lain yang disebabkan nyamuk.

Bagi kamu yang belum tahu, ini dia 7 tanaman lainnya yang bisa digunakan sebagai pengusir nyamuk.

1. Geranium
Nama lainnya Tapak Dara. Tanaman ini mengandung geraniol dan sitronelol yang dapat mengusir nyamuk. Kedua zat yang dimiliki Geranium dapat dengan mudah terbang memenuhi udara. Tanam saja Geranium ke dalam pot atau langsung di tanah. Tempatkan di tempat yang mudah terkena tiupan angin, saat daun-daun Geranium bergesakan, aroma zat yang ada di tanaman ini akan tercium, membuat nyamuk menjauh dari ruangan.

2. Zodia
Tanaman ini asli dari Indonesia berasal dari Papua, dimana orang-orang Papua akan menggosok-gosokkan daun ini sebelum masuk hutan agar terlindung dari serangga terutama nyanuk. Zodia memiliki dua zat yang dapat membuat nyamuk kabur, yaitu Evodiamine dan Rutaecarpine. Untuk merasakan manfaatnya, Zodia bisa ditanam di ruang yang banyak tertiup angin agar aromanya tercium dan mengusir nyamuk.

3. Serai wangi
Serai akrab dikenal sebagai salah satu bumbu dapur, tapi ia memiliki zat Geraniol dan Sitronelal yang tidak disukai nyamuk. Menanam serai cukup mudah, tinggal tempatkan di pekarangan rumah saja.

4. Akar Wangi
Tanaman ini dapat mengeluarkan aroma menyengat yang tidak disukai nyamuk Aedes Aegypti. Tanam akar wangi di pekarangan rumah untuk merasakan manfaatnya.

5. Lavender
Tanaman ini aslinya dari Swiss, dan telah dimanfaatkan sebagai bahan pembuat lotion anti nyamuk. Bunga Lavender yang berwarna ungu memiliki zat Linalool dan Lynalyl acetate yang tidak disukai nyamuk. Tanam Lavender dalam pot atau tanah, untuk merasakan manfaatnya ambil bunganya dan gosok-gosokkan ke kulit.

6. Rosemary
Bunga Rosemary menghasilkan bau seperti aroma minyak kayu putih. Aroma yang tidak disukai oleh nyamuk karena mengacaukan penciumannya. Tanaman ini dapat ditanam ke dalam pot atau tanah. Di dekat jendela. Untuk pemanfaatannya, ambil daunnya yang berbentuk jarum dan digosokkan ke kulit.

7. Kecombrang
Kecombrang, kantan, atau honje (Etlingera eliator; sinonim Nicolaia elatior, Phaeomeria speciosa) adalah sejenis tumbuhan rempah dan merupakan tumbuhan tahunan berbentuk terna yang bunga, buah, serta bijinya dimanfaatkan sebagai bahan sayuran. Bunga ini juga dapat mengusir nyamuk. Nama lainnya adalah kincung (Medan) serta siantan (Malaya). Orang Thai menyebutnya kaalaa, harga tanaman ini cuma 1500/satuannya.

8. Citrosa Mosquito
Citrosa Mosquito, tumbuhan yang berasal dari Belanda ini merupakan musuh nyamuk dan serangga karena mengeluarkan aroma lemon yang sangat kuat. Tidak membutuhkan perawatan khusus, tanaman ini sangat menyukai sinar matahari dan air yang cukup.

Sumber : http://www.beritaunik.net/

Sunday, June 3, 2012

Cara Memilih dan Merawat Burung Cucak Jenggot

Burung dengan dengan jenggot putih yang khas di bagian leher ini memang harganya kian naik di pasaran. Dahulu burung ini di pasar dijual sekitar 25rb namun sekarang naik sampai ratusan ribu hingga jutaan. Mungkin faktor penyebabnya adalah semakin sedikit dijumpai di alam bebas dan banyaknya lomba jenis burung ini. Jika anda adalah salah satu penggemar burung cucak jenggot berikut tips Memilih dan Merawat Burung Cucak Jenggot yang kami rangkum dari berbagai sumber.

Memilih Burung Cucak Jenggot
Berbeda dengan burung kicauan lain, kebanyakan penghobi burung ini lebih menyukai yang berjenis kelamin betina dari pada yang jantan. Alasannya adalah burung cucak jenggot betina lebih sering gacor dari pada yang jantan. Sehingga hal ini lebih efektif jika digunakan untuk memaster burung kicauan lain. Namun kelemahannya adalah suara burung cucak jenggot yang betina lebih cenderung monoton dan kurang variatif jika dibanding dengan yang jantan. Cara membedakan burung cucak jenggot jantan dan betina adalah :

Ciri Burung Cucak Jenggot Jantan :
* Badan lebih simetris dan besar
* Jika ditrek dengan burung lain maka sayapnya tidak “ngeleper”
* Suara kicauan lebih variatif
* Warna dada lebih dominan kuning
* Memiliki kloaka yang sempit

Ciri Burung Cucak Jenggot Betina :
* Badannya lebih kecil
* Jika ditrek dengan burung lain maka sayapnya “ngeleper”
* Suaranya monoton
* Warna dada lebih dominan putih
* Memiliki kloaka yang lebih lebar

Merawat Burung Cucak Jenggot
Dalam merawat burung ini harus dibedakan berdasarkan tujuannya. Perawatan burung untuk lomba tentu berbeda dengan burung untuk harian. Selain itu juga harus memilihkan makanan yang tepat untuk si burung.

Makanan Burung Cucak Jenggot antara lain :
* Voer -Sebaiknya pilih yang berkadar protein sedang yaitu: 12%-18%. Selalu sediakan voer didalam cepuknya dan ganti dengan Voer yang baru setiap dua hari sekali.
* Buah – Buah yang disukai burung cucak jenggot adalah Pisang (terutama pisang Kepok), Pepaya, Apel, Pir, Tomat dan beberapa buah lainnya. Jangan sampai telat dalam pemberian buah.
* EF (Extra Fooding) – Pakan tambahan yang sangat baik buat burung Cucak Jenggot dan Kapas Tembak yaitu: Jangkrik, Orong-orong, Kroto, Cacing, Ulat Hongkong, Ulat Bambu, Kelabang, Belalang dan lainnya. Pemberian EF harus selalu disesuaikan dengan karakter pada masing-masing.

Perawatan Untuk Harian :
* Jam 07.00 burung diangin-anginkan di teras. Jam 07.30 burung dimandikan (karamba mandi atau semprot, tergantung pada kebiasaan masing-masing burung).
* Bersihkan kandang harian. Ganti atau tambahkan Voer, Air Minum dan buah segar.
* Berikan Jangkrik 2 ekor pada cepuk EF. Jangan pernah memberikan Jangkrik secara langsung pada burung.
* Penjemuran dapat dilakukan selama 1-2 jam/hari mulai pukul 08.00-11.00. Selama penjemuran, sebaiknya burung tidak melihat burung sejenis.
* Setelah dijemur, angin-anginkan kembali burung tersebut diteras selama 10 menit, lalu sangkar dikerodong.
* Siang hari sampai sore (jam 10.00-15.00) burung dapat di Master dengan suara Master atau burung Cucak Jenggot dan Kapas Tembak lain.
* Jam 15.30 burung diangin-anginkan kembali diteras, boleh dimandikan bila perlu.
* Berikan Jangkrik 2 ekor pada cepuk EF.
* Jam 18.00 burung kembali dikerodong dan di perdengarkan suara Master selama masa istirahat sampai pagi harinya.

Perawatan Untuk Lomba :
* 3 hari sebelum lomba, Jangkrik bisa dinaikkan menjadi 10 ekor pagi dan 6 ekor sore.
* 2 hari sebelum lomba, burung sebaiknya dijemur maksimal 30 menit saja.
* 1 Jam sebelum di gantang lomba, berikan Jangkrik 2 ekor dan Ulat Hongkong 10-20 ekor.
* Apabila burung akan turun lomba kembali, berikan Jangkrik 1 ekor lagi.
* Jangan memandikan burung pada saat di lapangan, karena dapat membuat birahi burung tersebut menjadi sangat tidak stabil.
* Setelah lomba perawatan burung kembali pada perawatan untuk harian.

Perawatan Burung Over Birahi :
* Kurangi porsi EF menjadi 1 pagi dan 1 sore.
* Frekuensi mandi dibuat lebih sering, misalnya pagi-siang dan sore.
* Kurangi lamanya penjemuran dikurangi menjadi 30 menit/hari saja.

Perawatan Burung Yang Kondisinya Drop :
* Tingkatkan porsi pemberian Jangkrik menjadi 5 pagi dan 5 sore.
* Tingkatkan porsi pemberian Kroto menjadi 5x seminggu.
* Mandi dibuat 3 hari sekali saja.
* Lamanya penjemuran ditambah menjadi 2-3 jam/hari.

Perawatan Burung Saat Bulu Rontok (Mabung) :
Setiap burung pasti akan mengalami masa mabung, yaitu bulu mulai rontok. Pada masa ini burung perlu nutrisi yang lebih yang lebih besar dari pada pada masa normal. Untuk itu asupan gizi untuk si burung jangan sampai telat. Berikut cara perawatan burung yang mabung :
* Hindari mempertemukan burung dengan burung sejenis
* Tempatkan burung di tempat yang sepi, jauh dari lalu lintas manusia
* Mandi cukup 1x seminggu saja dan jemur maksimal 30 menit/hari.
* Pemberian porsi EF diberikan lebih banyak karena sangat diperlukan untuk pembentukan sel-sel baru dan untuk pertumbuhan bulu baru.
* Perbanyak pemberian buah pepaya, karena buah pepaya sangat mudah dicerna sehingga melancarkan proses metabolisme tubuh burung.
* Lakukan pemasteran.

Sumber : http://suaraterbaru.com/burung-cucak-jenggot

Budidaya Tanaman Asparagus

Tanaman ini asli Eropa dan Asia. Ditemukan tumbuh liar di Eropa, Afrika Barat Laut, Asia ke Timur sampai Iran. Dibudidayakan lebih dari 2000 tahun lalu dan digunakan sebagai makanan dan obat-obatan oleh bangsa Yunani dan Roma. Ada dua jenis rebung Asparagus, yaitu yang berwarna putih dan yang berwarna hijau. Bagian yang dikonsumsi adalah rebung muda. Asparagus penghasil rebung, sebenarnya juga sudah sejak jaman Belanda tumbuh di kawasan dataran tinggi, namun fungsinya untuk dipanen daunnya sebagai tanaman hias.

Sebenarnya, Asparagus yang ditanam untuk diambil daunnya, adalah jenis Asparagus setactus yang marambat. Asparagus jenis ini banyak ditanam di teras rumah dan dirambatkan dengan tali, kawat atau kayu. Selain itu masih ada Asparagus densiflorus dan Asparagus umbellatus yang banyak dijadikan elemen taman karena bentuk tajuknya yang tebal dan indah mirip ekor tupai. Juga Asparagus falcatus yang daunnya besar-besar hingga sepintas tidak tampak sebagai Asparagus. Asparagus setaceus ini disebut juga dengan Asparagus officinalis yang merupakan tanaman penghasil rebung.

Tanaman Asparagus (Asparagus officinalis), merupakan tanaman tahunan. Asparagus memiliki batang dalam tanah (rizoma), yang akan menumbuhkan rebung. Sementara “batang” yang tampak di luar tanah merupakan tempat tumbuhnya cabang, ranting dan daun. Daun Asparagus berbentuk jarum. Sepintas tanaman Asparagus penghasil rebung ini mirip dengan cemara. Namun tinggi tanaman hanya sekitar 1 m, dengan diameter batang hanya 1 cm. Di Indonesia, Asparagus cocok dibudidayakan pada lahan dengan ketinggian antara 600 sd. 1700 m. dpl.

Pembibitan Asparagus dapat dilakukan secara vegetatif dengan kultur jaringan, anakan yang berasal dari tunas maupun setek, serta secara generatif dari biji. Dari ke tiga asal bibit tersebut, bibit yang berasal dari biji lebih baik.
Dalam pembibitan dengan biji terdapat 5 tahap, yaitu :

1. Perendaman benih
Asparagus berbuah buni berbentuk bulat dengan diameter 0,5 cm. Warna buah hijau ketika masih muda dan akan berubah menjadi cokelat kehitaman ketika telah tua. Buah masak ditandai dengan warna hitam serta lembeknya kulit buah dengan daging buahnya yang sangat tipis. Biji Asparagus berwarna hitam dengan kulit biji sangat keras. Untuk mempercepat perkecambahan perlu dilakukan perendaman biji dalam air dingin (suhu 27° C) yang dicampur dengan zat perangsang tumbuh (ZPT), selama 24 – 48 jam. Selama itu air rendaman diganti 2 -3 kali untuk menjaga suhu serta ketersediaan oksigen. Dengan perendaman demikian, perkecambahan benih bisa berlangsung lebih cepat, dengan tingkat keberhasilan lebih tinggi. Biji ynag mengambang pada saat perendaman dibuang. Setelah 24 – 48 jam perendaman, benih ditiriskan.

2. Persemaian
Lahan persemaian dipilih lahan yang berdrainase baik, bukan bekas lahan tanaman Asparagus, tanahnya gembur, subur dan berpasir. Tanah diolah, diberi pupuk dasar dan Furadan 3G untuk menghindari hama. Bedengan dibuat dengan lebar 120 cm, tinggi 20 – 25 cm, lebar parit 40 cm dengan kedalaman 40 cm. Benih disemai dengan jarak 15×10 cm, dengan kedalaman 2,5 cm, setiap 1 lubang ditanam 1 biji. Di atas permukaan tanah ditutup jerami atau sekam kemudian disiram secukupnya. Perkecambahan benih bisa 2-6 minggu tergantung suhu, kelembaban tanah dan kedalaman tanam. Pada suhu di bawah 20o C, perkecambahan berlangsung sangat lambat.

3. Perawatan persemaian
Meliputi pencegahan hama dan penyakit dilakukan seawal mungkin.

4. Pemupukan
Sewaktu masih dipersemaian setiap 20 – 30 hari dilakukan pemupukan susulan urea.

5. Seleksi dan Pencabutan benih
Pemindahan bibit dari pembibitan ke lapangan umur 5-6 bulan. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pemindahan bibit diantaranya bibit yang akan dipindahkan adalah bibit yang sehat. Bibit yang sudah dicabut harus segera ditanam; dan sebelum penanaman akar dipotong, disisakan 20 cm, dan pucuk tanaman dipangkas hingga tinggi tanaman hanya ± 20 cm.

Pengolahan Tanah di lahan pertanaman
Sebelum penanaman, lahan yang akan ditanami Asparagus dibajak dalam dan merata. Dibuat parit dengan kedalaman 15 – 20 cm untuk tempat tanaman dan jarak antar parit 1,25 – 1,5 m. Pada awal tanam tidak digunakan pupuk kimia, tetapi menggunakan pupuk kandang.

Penanaman
Jarak tanam di lapangan 40 – 50 cm. Penanaman dilakukan pada pagi hari sekitar jam 9 atau pada sore hari sekitar jam 4.

Pemeliharaan
Pemeliharaan tanaman Asparagus meliputi :
1. Pembumbunan
Apabila tunas sudah mulai tumbuh, dapat dilakukan pembumbunan. Caranya, kira-kira sebulan setelah tanam, pembumbunan awal dimulai, tidak perlu tinggi-tinggi, tapi sedikit demi sedikit disesuaikan dengan pertumbuhan tanaman. Pembumbunan dilakukan setiap 2 – 4 minggu sekali, sehingga lama kelamaan setelah umur 9 bulan, tempat tanaman yang semula berupa parit, sekarang berubah menjadi guludan, sebaliknya yang semula guludan berubah menjadi parit dan tanaman tingginya sudah mencapai 1 M. Semula dalamnya parit 30 cm, tingginya guludan 30 cm, setelah dibumbun, akar asparagus akan terbenam sedalam 60 cm, ini merupakan ukuran panjangya rebung asparagus yang dipanen. Pada musim hujan, parit diperdalam. Hal ini karena Asparagus tidak menyukai genangan air. Pembumbunan dilakukan sekaligus dengan penyiangan dan pemanenan rebung.

2. Pemangkasan
Pemangkasan dilakukan setelah induk tanaman membentuk 8 – 10 batang, selebihnya dipangkas. Setelah mendekati masa panen batang yang dipelihara cukup 3 – 5 batang saja, selebihnya dipotong sebagai rebung asparagus. Pemangkasan juga dilakukan pada cabang dan batang yang terserang hama atau penyakit. Rebung baru bisa dinikmati setelah berumur 8-9 bulan atau 2-3 bulan setelah pemindahan dari pembibitan.

3. Pengairan dan drainase
Dilakukan dengan cara menggenangi parit (di-Leb) setinggi setengah dari tinggi guludan, ditunggu hingga air meresap sampai atas, kemudian sisa air dibuang. Pengairan pada musim kemarau dilakukan tiap 1 minggu sekali.

4. Pemupukan susulan
Pemupukan dilakukan secara top dressing dengan N dan K tinggi, P rendah. Selain pupuk susulan biasa, setiap tahun juga dilakukan pemupukan berkala, yaitu pemupukan berat seperti saat pertama kali tanam. Pada saat tersebut tidak dilakukan panen selama 3 – 4 minggu (fase istirahat) dan dilakukan seleksi induk. Pupuk susulan dilakukan dengan cara membuat parit sepanjang barisan berjarak 20 cm dari tanaman, dalamnya parit 15 cm kemudian pupuk dicampur dan ditutup dengan tanah. Pupuk susulan kimia diberikan setiap bulan, sedangkan pupuk kandang diberikan setiap 3 bulan sekali. Pupuk susulan ke empat kembali lagi seperti pupuk I, dan seterusnya.

5. Pengelolaan hama dan penyakit
Tanaman induk yang mati karena terkena hama atau penyakit dipotong dan diganti dengan cara membesarkan batang yang tumbuh normal. Hama yang sering dijumpai adalah ulat grayak dan ulat tanah yang menyerang selama periode transisi musim kemarau ke musim hujan, sedangkan penyakit yang menyerang dari golongan jamur. Pengendalian hama dan penyakit dilakukan secara mekanik selama serangan belum terlalu berat. Aplikasi pestisida dilakukan jika serangan sudah cukup berat. Pestisida yang digunakan adalah pestisida organik (Daun Tembakau).

Panen
Panen dapat dilakukan mulai umur 8-9 bulan atau 2 – 3 bulan setelah pemindahan. Panen dilakukan dengan memotong rebung dan kemudian menimbun kembali sekeliling tanaman dengan tanah/kompos. Cara panen dengan memotong batang muda merupakan cara yang lebih baik, karena cara tersebut tidak merusak sistem perakaran tanaman yang dijadikan indukan. Pemanenan daun Asparagus (juga rebungnya), dilakukan dengan interval 1 sd. 1,5 bulan di kawasan tropis, sementara di kawasan sub tropis antara 1,5 sd. 2 bulan. Biasanya sampai dengan umur 9 bulan rebungnya masih kecil-kecil dan produksinya hanya 10 kg per hektar. Tapi apabila sudah berumur 2,5 – 4 tahun produksi sudah 50 kg per hektar. Jika panen pertama dilakukan pada umur 3 bulan setelah pemindahan, maka penen kedua pada umur 4 bulan dengan interval panen 2 hari sekali, bulan kelima dan seterusnya dapat dipanen setiap hari.

Sumber : http://tipspetani.blogspot.com/

Friday, June 1, 2012

Ciri-Ciri Cucak Jenggot Jantan Dan Betina

Burung Cucak Jenggot dan Burung Kapas Tembak umumnya digunakan sebagai burung master. Tetapi banyak juga yang menjadikan burung ini sebagai burung lomba di lapangan, sangat banyak juga jenis burung ini yang mendulang prestasi dan penyumbang poin dalam suatu lomba. Pamornya makin menanjak seiring dengan ramainya lomba burung berkicau di Tanah Air

Cucak Jenggot atau yang memiliki nama latin Alophoxius Bres (Grey-Cheeked bulbul dalam bahasa Inggris) merupakan keluarga dari Pycnonotidae. Burung pemakan buah ini memiliki suara besetan yang cukup khas dan sering disertai dengan tembakan, baik itu cucak jenggot jantan maupun cucak jenggot betina. Meski oleh sebagian pecinta burung, burung cucak jenggot sering di anggap sebagai burung master, namun dalam perkembanganya, cucak jenggot bisa juga dijadikan sebagai maskot dan bahkan dimaster oleh burung lain, terutama cucak jenggot jantan.

Untuk bisa membedakan jenis kelamin cucak jenggot, pada dasarnya memang tidak mudah, layaknya mengenali ciri-ciri cucak ijo atau burung lainya. Namun demikian, berikut di bawah ini sekilas cara membedakan cucak jenggot jantan dan cucak jenggot betina.

1. Ciri-Ciri Cucak Jenggot Jantan
- Suara kicauan variatif dan tidak hanya monoton.
- Jika di trek dengan cucak jenggot lain, tidak ngeleper (menggetarkan sayap).
- Jika usianya sudah mapan, Cucak jenggot jantan tidak bertelur apabila kelebihan extra fooding.
- Badan lebih simetris baik itu dilihat dari kepala, punggung maupun ekor.
- Warna di dada lebih banyak didominasi dengan warna kuning.

2. Ciri-ciri Cucak Jenggot Betina
- Suara kicauan cenderung monoton dan lebih banyak didominasi dengan suara besetan / ngesrek.
- Jika ditrek dengan cucak jenggot lain, khususnya dengan cucak jenggot jantan, sayapnya akan ngeleper.
- Jika usianya sudah mapan, Cucak jenggot betina akan bertelur, terutama jika digenjot dengan extra fooding.
- Bentuk badan kurang begitu simetris
- Warna dada lebih banyak didominasi dengan warna putih dibanding dengan warna kuning.

Sumber : http://variesta.wordpress.com/