Thursday, October 6, 2011

CARA PEMILIHAN INDUK DAN PERAWATAN AYAM BANGKOK

Untuk mendapatkan ayam bangkok unggul kita harus tau keturunan dan asal usul induk. Lebih bagus kalau induk berasal dari kalangan juara, kalau tidak bagaimana cara mendapatkan induk?. Caranya adalah dengan menyeleksi induk lokal yang ada (bukan dari keturunan juara) yaitu dengan cara diadu induk betina sama induk betina dan perhatikan cara bertarungnya dan hasil yang baik adalah leher dan kepala lawannya lebih banyak memar dan membesar. Begitu pula untuk induk jantan diadu dulu selama lebih kurang 2 babak air dan perhatikan pola bertarungnya. Untuk hasil terbaik adalah induk jantan hanya melakukan pada pukulan leher dan kepala, pukulan seperti ini dapat mematahkan leher serta membuat kepala lawan robek atau kepala lawannya memar dan membesar. Setelah itu baru induk dirawat untuk dikawainkan.

Ciri-ciri induk betina yang bagus
1. Kepala seperti kepala ular,kalau dilihat dari depan
2. Mata menjorok kedalam dan bersih
3. Badan kalau dipegang seperti botol atau seperti batang pinang
4. Kaki kering dengan jari kaki halus dan panjang
5. Tulang sapit udang lebar (tulang dibawah pangkal ekor) 3 – 4 jari
6. Tidak pernah sakit dari anakan
7. Kalau dapat ada tajinya lebih bagus
8. Bulu mengkilat

Ciri-ciri induk jantan yang bagus
1. Kepala seperti buah pinang
2. Tulang kepala tebal dengan alis menjorok keluar
3. Tulang leher rapat
4. Kepak sayap rapat ke badan
5. Paruh melengkung sepeti paruh elang dan agak panjang
6. Kaki dan sisik kering
7. Jari kaki halus dan panjang
8. Tulang ekor(tulang sapit udang) rapat dan keras
9. Mempunyai kokok yang besar
10. Bulu mengkilat
11. Memiliki badan yang bulat seperti batang pinang
12. Memiliki tulang yang kokoh dan tegak seperti burung elang

Usahakanlah dari anak ayam sampai ayam dewasa dalam pemberian pakan memenuhi kebutuhan ayam sesuai dengan umurnya. Ayam yang terpenuhi nilai pakannya dan tak akan pernah sakit merupakan modal utama untuk menjadi petarung yang tangguh. Umur induk jantan baru bisa diambil keturunannya setelah berumur 1 tahun 6 bulan atau setelah mengalami satu kali masa mabung/ganti bulu dan untuk induk betina setelah 3 kali masa bertelur. Tapi pengalaman yang saya dapati makin tua induk jantan ataupun induk betina semakin bagus, selagi induk tersebut masih produktif dan masih mau kawin.

YANG HARUS DIPERHATIKAN SEBAGAI AYAM PETARUNG

1. Selain bertulang kokoh dan rapat, ayam aduan kalau berdiri tegak elang. Ayam seperti ini kalau berkelahi kepalanya tegak keatas untuk mematuk kepala lawan dan mempunyai kekuatan mendorong yang besar waktu berkelahi.

2. Mempunyai kepak sayap yang rapat kebadan, sehingga waktu berkelahi kepala lawan susah masuk kesela-sela sayap dan pukulan lawan juga sulit masuk ke kepak sayap ayam, memiliki bulu sayap dan ekor yang lengkap.

3. Mempunyai sisik kaki yang kering dan keras. Sewaktu adu pukulan ayam takkan merasa sakit dan memiliki ruas tulang leher yang rapat.

4. Mempunyai jari kaki yang kecil dan panjang. Ayam seperti ini mempunyai pukulan yang menyakitkan.

5. Mempunyai kaki yang pipih, dimana bagian samping lebih lebar dari bagian kaki depannya. Ayam seperti ini memiliki pukulan yang mematikan.

6. Mempunyai tulang sapit udang/tulang kloaka yang rapat dan keras. Kalau rapat ayam rajin melakukan pukulan dan memiliki napas yang lebih panjang. Semakin keras tulang kloaka/sapit udang semakin keras pula pukulan yang dimilikinya.

7. Memiliki kepala seperti buah pinang dan bulu yang tebal. Kepala seperti ini mempuyai kelincahan mematuk lawan. Dan bulu yang tebal berfungsi untuk menahan pukulan yang diterima.

8. Memiliki pukulan menyilang atau menggunting. Ayam seperti ini mampu mematahkan leher lawannya. Ayam ini kalau hendak memukul posisi kakinya tidak sejajar, posisi kakinya seperti hendak melangkah.

9. Mempunyai kaki yang besar pada pergelangan kaki. Kaki dari lutut sampai kepergelangan kaki makin besar. Ayam seperti ini memiliki pukulan yang keras.

10. Untuk ayam pukul pilih ayam yang memiliki pergelangan kaki yang besar sedangkan untuk ayam taji pilih ayam yang memilki pergelangan kaki kecil atau sedang.


WARNA - WARNA BULU AYAM ADUAN/BANGKOK PERLU DIPERHITUNGKAN

Selain kepintarannya berkelahi ayam bangkok/aduan memiliki warna bulu yang beragam. Ada sebagian penghobi suka mengoleksi ayam aduan dengan warna dan corak bulu tertentu. Sebetulnya warna bulu mempunyai pengaruh terhadap penampilan ayam aduan/bangkok, bahkan bisa mempengaruhi mental lawannya. Di bawah ini ada beberapa warna dan corak bulu ayam menurut kelasnya :

1. Wiring Bulu ayam bangkok jantan yang paling populer dan berkelas adalah warna wiring kuning. Corak warna wiring adalah terdiri dari warna dasar hitam dengan bulu rawis leher dan rawis ekor berwarna kuning kemerahan. Jika warna rawis yang dominan adalah kuningkeemasan dan memiliki kaki dan paruh berwarna kuning maka disebut sebagai wiring kuning. Jika warna rawis cenderung merah tua kecoklatan disebut wiring galih.

2. Taduang/hitamBulu ayam bangkok yang berkelas setelah wiring adalah taduang/hitam, rawis dan bulu hias juga hitam. Kalau paruh, kaki dan mata juga hitam maka disebut sipatuang rimbo. Ayam sipatuang rimbo ini memiliki keistimewaan atau tuah yang akan kita bahas nantinya.

3. Bangkeh berbeda dengan wiring yang memiliki warna dasar hitam, ayam bangkeh memiliki warna dasar yang hampir sama dengan rawisnya yaitu kuning kemerahan. Jika warna bulu cenderung kuning keemasan disebut bangkeh emas dan jika warna bulu lebih gelap kemerahan disebut dengan bangkeh api.

4. Kanso/klabu Warna kanso memiliki warna dasar abu-abu. Jika rawisnya berwarna gelap atau abu-abu kehitaman disebut dengan kanso monyet dan jika rawisnya berwarna kuning kemerahan disebut kanso api.

5. Kuriak/Jali Warna kuriak adalah warna yang merupakan campuran beberapa warna tapi dalam catatan ada garis-garis kecil. Atau campuran beberapa warna dimana setiap helai bulunya bergaris-garis kecil. Seperti hitam-putih-hitam-putih ada juga abu-abu-putih abu-abu-putih dan begitu juga warna yang lainnya. Jarang ayam bangkok yang berwarna jali. Ada orang tertentu yang sangat memburu bangkok asli dengan warna ini karena kelangkaannya dan berkesan eksotis.

6. Kinantan/putih Warna putih kinantan adalah warna bulu putih. rawis dan bulu hias juga putih ditambah sisik dan mata juga putih. ayam warna ini memiliki tuah/ keistimewaan dari ayam yang lain. Ada juga warna putih usu adalah warna bulu putih semua termasuk bulu hias dan bulu rawis,kaki berwarna kuning dan paruh berwarna putih. warna usu ini juga punya keistimewaan, kita bahas pada bab berikutnya.

Warna ayam di atas adalah warna-warna utama. Dalam persilangan lebih lanjut bisa saja masing-masing warna memiliki varian yang beragam. Sebagian pengadu menganggap warna sebagai standar kualitas. Didalam pertarungan warna bulu memegang peranan cukup berarti karena warna bulu bisa mempengaruhi mental lawan. Warna wiring, taduang, dan bangkeh adalah warna paling berkelas dibanding warna-warna lain.

Sumber : http://www.kicaumania.org/forums/showthread.php?30060-Ayam-Bangkok-CARA-PEMILIHAN-INDUK-DAN-PERAWATAN-AYAM-BANGKOK
Gambar : http://t0.gstatic.com/

SEJARAH AYAM BANGKOK

Ayam bangkok pertama kali dikenal di Cina pada 1400 SM. Ayam jenis ini selalu dikaitkan dengan kegiatan sabung ayam (adu ayam). Lama-kelamaan kegiatan sabung ayam makin meluas pada pencarian bibit-bibit petarung yang andal. Pada masa itu, bangsa Cina berhasil mengawinsilangkan ayam kampung mereka dengan beragam jenis ayam jago dari India, Vietnam, Myanmar, Thailand dan Laos. Para pencari bibit itu berusaha mendapat ayam yang sanggup meng-KO lawan cuma dengan satu kali tendangan.

Menurut catatan, sekitar seabad lalu, orang-orang Thailand berhasil menemukan jagoan baru yang disebut king’s chicken. Ayam ini punya gerakan cepat, pukulan yang mematikan dan saat bertarung otaknya jalan. Para penyabung ayam dari Cina menyebut ayam ini: leung hang qhao. Kalau di negeri sendiri, ia dikenal sebagai ayam bangkok.
Asal tahu saja, jagoan baru itu sukses menumbangkan hampir semua ayam domestik di Cina. Inilah yang mendorong orang-orang di Cina menjelajahi hutan hanya untuk mencari ayam asli yang akan disilangkan dengan ayam bangkok tadi. Harapannya, ayam silangan ini sanggup menumbangkan keperkasaan jago dari Thailand itu.

Konon, pada era enam puluhan di Laos nongol sebuah strain baru ayam aduan yang sanggup menyaingi kedigdayaan ayam bangkok. Namun setelah terjadi kimpoi silang yang terus-menerus maka nyaris tak diketahui lagi perbedaan antara ayam aduan dari Laos dengan ayam bangkok dari Thailand.

Di Thailand dan Laos, ada beberapa nama penyabung patut dicatat, seperti Vaj Kub, Xiong Cha Is dan kolonel Ly Xab. Pada 1975, ayam bangkok milik Vaj Kub sempat merajai Nampang, arena adu ayam yang cukup bergengsi di negeri PM Thaksin Sinawatra itu. Ayam yang bernama Bay itu merupakan salah satu hasil tangan dingin Vaj Kub dalam melatih dan mencari bibit ayam aduan yang handal.

Kedigdayaan ayam-ayam hasil ternakan Vaj Kub berhasil disaingi rekan sejawatnya dari kota Socra, Malaysia. Mereka dari negeri jiran itu mampu menelurkan parent stock atau indukan unggul. Hanya saja, pada generasi berikutn ya, Mr. Thao Chai dari Thailand berhasil menumbangkan dominasi peternak dari Malaysia. Mr. Thao memberi nama jagoan baru itu, Diamond atau Van Phet.

Menurut Iwan, Thailand memang tak perlu diragukan lagi sebagai negara penghasil ayam bangkok unggul. Malahan sektor ini sudah diakui sebagai penambah devisa negeri gajah putih tersebut. Dari Thailand bisnis ayam aduan ini tak hanya merambah kawasan Asia Tenggara saja, namun meluas ke Meksiko, Inggris dan Amerika Serikat.

Ada kebiasaan yang berbeda antara sabung ayam di Thailand dan negara kita. Di Thailand, ayam yang bertarung tak diperbolehkan memakai taji atau jalu. Alhasil, ayam yang diadu itu jarang ada yang sampai mati. Kebalikannya di Indonesia, ayam aduan itu justru dibekali taji yang tajam. Taji justru menjadi senjata pembunuh lawan di arena.

Di Indonesia, hobi mengadu ayam sudah lama dikenal, kira-kira sejak dari zaman Kerajaan Majapahit. Kita juga mengenal beberapa cerita rakyat yang melegenda soal adu ayam ini, seperti cerita Ciung Wanara, Kamandaka dan Cindelaras. Cerita rakyat itu berkaitan erat dengan kisah sejarah dan petuah yang disampaikan secara turun-temurun.

Kota Tuban, Jawa Timur diyakini sebagai kota yang berperan dalam perkembangan ayam aduan. Di sini, ayam bangkok pertama kali diperkenalkan di negara kita. Tak ada keterangan yang bisa menyebutkan perihal siapa yang pertama kali mengintroduksi ayam bangkok dari Thailand.

Sumber : http://e-tohank.blogspot.com/2011/04/sejarah-ayam-bangkok.html

Wednesday, October 5, 2011

Ayam Bekisar, Ayam Paling Mahal Sedunia

Suasana unik dengan puluhan pemilik yang mengerek kandang-kandang ayam mereka di deretan tiang setinggi 10 meter ini, merupakan suasana perlombaan ayam bekisar tingkat nasional yang digelar setiap tahunnya di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.

Para juri pun tampak sibuk dengan lembaran penilaian mereka di bawah kandang-kandang tersebut. Namun apa perbedaan ayam bekisar dengan ayam pada umumnya?

Ayam biasa yang berkokok di pagi hari biasanya mengeluarkan suara kukuruyuk, namun dengarlah suara khas ayam bekisar ini!

Suara inilah yang menjadi kriteria penilaian utama dari tim juri, yang juga sekaligus menjadikan ayam bekisar sebagai ayam termahal di dunia.

[Lulu D Budiardjo, Keluarga Penggemar Bekisar Indonesia (KEMARI)]:
"Jadi bekisar ini bisa kita katakan adalah ayam yang harganya paling mahal sedunia. DOC-nya (Day of Chicken) sudah mencapai Rp. 75.000 hingga Rp. 100.000, kemudian umur 2-3 bulan kalau kelihatan dia punya prospek yang bagus, harganya bisa mencapai Rp. 500.000 hingga Rp. 1.000.000, kemudian kalau sudah dewasa dan menang lomba sekali-dua kali, sudah Rp 5.000.000 ke atas, kalau sudah lima besar bisa Rp. 50.000.000 sampai Rp. 100.000.000 bahkan lebih dari itu."

Di samping suaranya yang indah, ayam bekisar juga ternyata memiliki "emosi" terhadap pemiliknya, yang konon dapat mengenali dan mengetahui isi hati pemiliknya. Tak pelak, ayam ras ini pun menjadi binatang peliharaan kesayangan.

[Joko, Pemilik Ayam Bekisar]:
"Dia tahu dan dia hafal dengan orang rumah, apabila saya pulang dari kantor saya panggil namanya, dia langsung cari saya. Dan bila saya suruh dia berkokok, maka dia langsung bunyi. Jadi sepertinya dia punya rasa mengerti begitu."

Ayam Bekisar adalah hasil perkawinan antara ayam hutan jantan (gallus varius) dan ayam buras betina (gallus domesticus), yang juga dijadikan sebagai fauna maskot provinsi Jawa Timur.

Sumber : http://erabaru.net/ntdtv-videos/91-ntd-news/8304-ayam-bekisar-ayam-paling-mahal-sedunia-

Tuesday, October 4, 2011

Mengenal Dan Mengatasi Penyakit Pada Ikan Lele

Hama dan penyakit pada budidaya lele menjadi salah faktor penentu keberhasilan bisnis ini. Menanggulangi penyakit lele merupakan salah satu upaya mekmaksimalkan budidaya lele. Meski pengetahuan dan cara menanggulangi penyakit pada budidaya lele cukup penting terkadang diabaikan oleh peternak lele, apalagi jika usaha lele ini hanya menjadi usaha sampingan atau bisnis skala usaha kecil. Banyak kejadian lele tiba-tiba mati mendadak dalam jumlah besar atau satu per satu mati dan akhirnya tidak bisa panen. Pertanyaan dan keluhan mengenai cara mengatasi penyakit pada ikan lele cukup sering kita dengar sehingga penting bagi para pembudidaya lele untuk memiliki pengetahuan di dalam hal ini. Hama ikan Lele ukuran besar nampak secara kasat mata misalnya kucing, ular, Linsang. Untuk lele bibit di sawah hama lele bisa datang dari kodok, Ucrit dan burung pemakan ikan dan hewan-hewan lain. Penyakit pada ikan lele biasanya disebabkan oleh mikroorganisme yang tidak kasat mata.

Penyakit pada ikan lele cukup beragam dan memerlukan penanganan yang berbeda-beda tergantung jenis penyakitnya. Untuk mengetahui jenis penyakit apa yang menimpa ikan lele peliharaan kita, bisa dilihat dari gejala-gejala luar ikan lele. Meski lele termasuk ikan yang tahan hidup dalam air yang berkualitas buruk, tetapi sanitasi air memegang peranan penting dalam menunjang kesehatan lele.

Penyakit pada ikan lele biasanya disebabkan oleh mikroorganisme yang bersifat parasit yang hidup pada tubuh ikan lele, mikroorganisme ini biasanya berupa virus, bakteri, jamur, dan protozoa yang berukuran kecil. Beberapa penyebab penyakit pada ikan lele antara lain:

1. Penyakit karena Bakteri Aeromonas hydrophilla dan Pseudomonas hydrophylla

Bentuk bakteri ini seperti batang dengan cambuk yang terletak di ujung batang, dan cambuk ini digunakan untuk bergerak. Ukurannya 0,7-0,8 x 1-1,5 mikron.

Gejala Lele Terserang Bakteri ini : warna tubuh menjadi gelap, kulit kesat dan timbul pendarahan. Lele bernafas megap-megap di permukaan air.

Pencegahan: lingkungan harus tetap bersih, termasuk kualitas air harus baik.
Pengobatan: melalui makanan antara lain pakan dicampur Terramycine dengan dosis 50 mg/kg ikan/hari, diberikan selama 7-10 hari berturut-turut atau dengan Sulphonamid sebanyak 100 mg/kg ikan/hari selama 3-4 hari.

2. Penyakit tuberculosis yang disebabkan bakteri Mycobacterium fortoitum

Gejalanya: tubuh ikan berwarna gelap, perut bengkak (karena tubercle/bintil-bintil pada hati, ginjal, dan limpa). Posisi berdiri di permukaan air, berputar-putar atau miring-miring, bintik putih di sekitar mulut dan sirip.

Pengendalian: memperbaiki kualitas air dan lingkungan kolam.
Pengobatan: dengan Terramycin dicampur dengan makanan 5-7,5 gram/100 kg ikan/hari selama 5-15 hari.

3. Penyakit karena Jamur/Cendawan Saprolegnia.

Penyebab: jamur ini tumbuh menjadi saprofit pada jaringan tubuh yang mati atau ikan yang kondisinya lemah.

Gejala: ikan ditumbuhi sekumpulan benang halus seperti kapas, pada daerah luka atau ikan yang sudah lemah, menyerang daerah kepala tutup insang, sirip, dan tubuh lainnya. Penyerangan pada telur, maka telur tersebut diliputi benang seperti kapas.

Pengendalian: benih gelondongan dan ikan dewasa direndam pada Malachyte Green Oxalate 2,5-3 ppm selama 30 menit dan telur direndam Malachyte Green Oxalate 0,1-0,2 ppm selama 1 jam atau 5-10 ppm selama 15 menit.

4. Penyakit bintik putih dan gatal (Trichodiniasis)

Penyebab: parasit dari golongan Ciliata, bentuknya bulat, kadang-kadang amuboid, mempunyai inti berbentuk tapal kuda, disebut Ichthyophthirius multifilis.

Gejala:
(1) ikan yang diserang sangat lemah dan selalu timbul di permukaan air;
(2) terdapat bintik-bintik berwarna putih pada kulit, sirip dan insang;
(3) ikan sering menggosok-gosokkan tubuh pada dasar atau dinding kolam.
Pengendalian: air harus dijaga kualitas dan kuantitasnya.

Pengobatan: dengan cara perendaman ikan yang terkena infeksi pada campuran larutan formalin 25 cc/m3 dengan larutan Malachyte Green Oxalate 0,1 gram/m3 selama 12-24 jam, kemudian ikan diberi air yang segar. Pengobatan diulang setelah 3 hari.

5. Penyakit cacing Trematoda

Penyebab: cacing kecil Gyrodactylus dan Dactylogyrus. Cacing Dactylogyrus menyerang insang, sedangkan cacing Gyrodactylus menyerang kulit dan sirip.

Gejala: insang yang dirusak menjadi luka-luka, kemudian timbul pendarahan yang akibatnya pernafasan terganggu.

Pengendalian:
(1) direndam formalin 250 cc/m3 air selama 15 menit;
(2) Methyline Blue 3 ppm selama 24 jam;
(3) menyelupkan tubuh ikan ke dalam larutan Kalium Permanganat (KMnO4) 0,01% selama ±30 menit;
(4) memakai larutan NaCl 2% selama ± 30 menit;
(5) dapat juga memakai larutan NH4OH 0,5% selama ±10 menit.

6. Parasit Hirudinae

Penyebab: lintah Hirudinae, cacing berwarna merah kecoklatan.

Gejala: pertumbuhannya lambat, karena darah terhisap oleh parasit, sehingga menyebabkan anemia/kurang darah.

Pengendalian: Selalu diamati pada saat mengurangi padat tebar dan dengan larutan Diterex 0,5 ppm.
Apabila lele menunjukkan tanda-tanda sakit, harus dikontrol faktor penyebabnya, kemudian kondisi tersebut harus segera diubah.

Penyakit yang menimpa ikan lele biasanya terjadi karena lingkungan air yang tidak baik, misalnya tercemar oleh zat-zat berbahaya, kepadatan tebar yang terlalu besar dan perubahan suhu yang drastis. Pada kondisi demikian daya tahan ikan lele menurun dan mudah terserang penyakit. Penyakit pada lele bisa juga berasal dari bibit lele sudah membawa penyakit dari asalnya, hanya belum menunjukkan gejala sakit saat ditebar. Untuk itu perlu berhati-hati dalam memilih bibit lele. Cara lain mengatasi penyakit ikan lele adalah mengkarantina ikan lele sakit pada kolam karantina yang diberi garam ikan, selain dengan pengobatan-pengobatan tersebut. (Galeriukm).

Sumber : http://galeriukm.web.id/unit-usaha/perikanan/mengenal-dan-mengatasi-penyakit-pada-ikan-lele

Ayam arab gemar bertelur jika pakan berkecukupan

Agar maksimal menghasilkan telur, ayam arab harus diberikan pakan yang cukup. Selain harus bersih, suhu kandang ayam harus dijaga. Ayam juga harus rajin diberikan vaksinasi agar terhindar dari berbagai penyakit ayam arab.

Seperti varian ayam lainnya, budidaya ayam arab tergolong mudah. Selain kandang tempat budidaya harus bersih, ayam arab hanya butuh pakan bekatul dan jagung. Selain itu, ayam arab juga harus rutin disuntik vaksin agar terhindar dari penyakit.

Pembudidaya ayam arab di Blitar, Jawa Timur, Imam Kambali mengatakan, komposisi ideal makanan untuk ayam arab terdiri dari 20% bekatul, 50% jagung dan sebanyak 30% konsentrat. Imam menghabiskan 5 kuintal bekatul dan 1 ton jagung dalam sehari demi memenuhi pakan 10.000 ayam arab peliharaannya.

Komposisi pakan yang sama juga dipakai Budi Miharso, pemilik Trias Farm di Bogor untuk memelihara 30.000 ayam arabnya. Budi menuturkan, untuk memudahkan pemeliharaan ayam arab, ia membagi ayam menjadi tiga kelas.

Pertama, kelas starter untuk ayam berusia 0 sampai 42 hari. Kedua kelas grower untuk ayam berusia 42 sampai 110 hari. Ketiga, terakhir, adalah kelas layer bagi ayam yang usianya di atas 110 hari.

Dengan pembagian seperti ini, pakan akan lebih terkontrol dan merata, utamanya untuk ayam di tahapan starter. Ayam dalam tahapan ini juga membutuhkan perhatian ekstra. Ayam yang baru keluar dari cangkang telur hingga usia 15 hari masuk kandang inkubator dan diberikan lampu untuk menjaga kehangatan suhu tubuh anak. Pada usia 4,5 bulan, ayam arab sudah bisa dicampurkan dengan ribuan ayam dewasa dalam satu kandang besar.

Menurut Budi, ayam arab akan produktif bertelur saat usianya di atas 110 hari atau ayam masuk masa layer. Dari total ayamnya, saat ini, Budi memiliki 15.000 ayam arab di usia produktif.

Menurut Budi, masa produktif ayam arab tergolong singkat yakni antara usia 4,5 bulan sampai 19 bulan. Meski begitu, ayam masih bisa tetap dipelihara hingga umur dua tahun. "Cuma bertelurnya sudah tidak bisa maksimal," ujarnya.

Selain usia, pemberian pakan juga berpengaruh terhadap pembudidayaan ayam jenis ini. Semakin baik pakan yang diberikan maka semakin lama pula tingkat produktivitas ayam dalam menghasilkan telur.

Bila tertarik membudidayakan ayam arab, Anda juga harus memiliki kandang yang cukup untuk memelihara mereka. Bila memiliki 10.000 ayam, lahan yang dibutuhkan untuk mengembangbiakan ayam arab sekitar 3.000 m². Kondisi kandang juga harus selalu bersih. Tiga kali seminggu, kandang harus disemprot dengan desinfektan.

Untuk menjaga kekebalan tubuh, ayam arab juga membutuhkan vaksinasi sejak ayam keluar dari cangkang telur hingga ayam yang sudah dewasa. Vaksinasi harus diberikan demi menghindari virus marek. "Ini sejenis penyakit yang menyerang hati ayam," ungkap Budi.

Pemberian vaksin ayam arab, kata Budi, juga harus disesuaikan dengan tempat budidaya ayam arab. Beda daerah pemeliharaan ayam maka akan berbeda pula penyakit yang muncul.

Vaksin lain yang dibutuhkan ayam adalah ND untuk mencegah penyakit Newcastle disease pada unggas, vaksin avian influenza untuk mencegah wabah flu burung. Masih banyak vaksin lain untuk menjaga kekebalan tubuh ayam arab.

Selain itu, pembudidaya ayam arab juga harus menjaga suhu kandang, yakni antara 27 derajat Celcius sampai 30 derajat Celcius. "Idealnya, kandang harus punya suhu 27 derajat Celcius," tutur Budi berbagi tip. Kelembaban kandang yang dibutuhkan 60% sampai 80%.

Sumber : http://peluangusaha.kontan.co.id/v2/read/1303109120/65145/Ayam-arab-gemar-bertelur-jika-pakan-berkecukupan-2

Monday, October 3, 2011

Ternak Ayam Arab Penghasil Telur Yang Produktif

Ayam arab merupakan jenis ayam dalam kategori buras (bukan Ras). Karena kemampuan produktivitas telur yang tinggi maka banyak orang membudidayakan ayam arab sebagai ayam petelur. Berbeda dengan ayam petelur, telur ayam arab dihargai seperti layaknya telur dengan ayam kampung yang dihitung per biji bukan per kilogram. Konon ayam arab ini dulunya di bawa oleh orang Indonesia yang sedang menunaikan ibadah haji di Arab, hingga sekarang beranak pinak.

Selain memiliki kemampuan bertelur yang tinggi yaitu sekitar 190-250 butir per tahun, ayam arab jantan memiliki kemampuan seksual yang tinggi sehingga banyak dipakai sebagai ayam pejantan. Keturunan ayam silangan ayam arab ini juga masih memiliki produktivitas yang tinggi.

Hal lain yang membuat ternak ayam arab cukup menguntungkan adalah ukuran tubuh ayam arab yang kecil. Jika dibandingkan dengan ayam petelur atau ayam kampung ukuran ayam arab lebih kecil. Ukuran ayam arab yang kecil membuat pengeluaran untuk pakan ayam lebih sedikit, sehingga biaya produksi lebih sedikit.
Teknik Pemeliharaan Ayam Arab Petelur

Ayam arab mulai bertelur pada usia sekitar 4.5 bulan, pemeliharaan di awal juga berpengaruh pada masa mulai bertelur. Pemeliharaan ayam arab petelur bisa dilakukan dengan kandang sistem terbatas atau sistem battery. Sistem battery lebih hemat tempat dan memudahkan pemeliharaan dan mengontrol ayam arab agar tidak terjangkit penyakit.

Pakan ayam arab terdiri atas konsentrat petelur dengan kandungan protein 17%, jagung giling dan dedak dengan rasio 3:2:1. Dalam sehari ayam arab petelur dewasa memerlukan bobot makanan maksimal 100 gram. Jika makanan berlebih maka akan membuat ayam arab terlalu gemuk dan produktivitasnya justru menurun. Pada sistem battery pemberian makanan ini dapat dengan mudah dikontrol.

Ayam Arab cukup sensitif terhadap respon pakan, jika hanya diberi dedak saja, produktivitas telur hanya tercapai sekitar 10-15%. Jika terus menerus demikian ayam-ayam kemudian tidak dapat menghasilkan telur. Untuk memulihkan kondisinya membutuhkan waktu kurang lebih 1 minggu, perbaikan pemberian pakan baru akan memberikan dampak produksi, yaitu ayam-ayam akan bertelur kembali.

Demikian pula dengan pakan dengan kandungan protein yang rendah (di bawah jumlah kebutuhannya) menyebabkan ayam tidak bertelur. Penurunan produktivitas bisa mencapai 50%, hal ini sangat merugikan bagi usaha ternak ayam arab.

Selain makanan hal lain yang penting untuk diperhatikan adalah minuman untuk ayam arab, minuman idealnya diberikan dengan wadah tersendiri. Untuk menambah produktivitas telur ayam arab,pada minuman biasanya ditambahkan egg stimulan. Selamat Mencoba.

Sumber : http://galeriukm.web.id/unit-usaha/peternakan/ternak-ayam-arab-penghasil-telur-yang-produktif

Sunday, October 2, 2011

Ayam arab, mini telurnnya tapi besar pasarnya

Ayam arab merupakan jenis ayam petelur yang sering disebut dengan istilah brakel kriel-silver. Ayam ini mudah dikenali dari warna bulu pada leher yang putih mengkilap, sedangkan bulu punggung berwarna putih dengan bintik hitam. Jika melihat sepintas, kombinasi warna bulu dari ayam arab mirip dengan kalkun.

Di Indonesia, banyak orang yang sudah membudidayakan ayam arab. Salah satunya karena, "Pembudidayaan dan penjualannya relatif lebih mudah," kata Imam Kambali, peternak ayam arab asal Blitar, Jawa Timur yang sudah tiga tahun membudidayakan ayam arab.

Perawatan dan pembudidayaan ayam arab pada dasarnya sama dengan ayam ras jenis lain. Ayam arab hanya butuh diberi makan sekali sehari. Yang penting, kandangnya harus bersih. sebab ayam ini riskan terhadap serangan penyakit serta virus.

Namun, yang paling penting harga telurnya lebih tinggi dibanding telur jenis lain dan pangsa pasarnya terbuka lebar. Pasar yang besar ini pula yang membuat Budi Miharso, pemilik Trias Farm di Bogor, tertarik menggeluti bisnis ini. Menurut Budi yang sudah 10 tahun ini berbisnis ayam arab, banyak orang menggunakan telur ayam untuk campuran jamu. Telur ayam arab dianggap punya khasiat tinggi dalam penyembuhan penyakit.

Selain itu, konsumen telur ayam arab juga datang dari pabrik roti, serta swalayan. Pabrik roti suka dengan telur ayam arab karena memiliki kuning telur yang lebih besar ketimbang ayam biasa. "Pengepul biasanya ambil langsung ke saya untuk ke produsen roti," ujar Budi.

Beda telur ayam arab dengan ras lain terletak pada cangkang telur. Jika ayam arab berwarna putih susu, telur ayam ras biasa lebih kecoklat-coklatan. Berat berat telur ayam arab lebih ringan yakni hanya 38 gram - 50 gram, sedangkan telur ayam biasa bisa mencapai 48 gram - 60 gram. Meski ukurannya lebih kecil dan beratnya lebih ringan dibanding telur jenis lain, kuning telur ayam arab lebih besar.

Dengan ukuran yang kuning yang lebih besar, kandungan protein telur ayam arab juga lebih tinggi. "Protein telur ayam arab mencapai 20% lebih banyak dari ayam biasa plus kandungan betakarotin yang tinggi," ujar Imam.

Dengan keunggulan tersebut, telur ayam arab memiliki prospek pasar yang bagus. Harga pasaran telur ayam arab Rp 700-Rp 800 per butir di tingkat pengepul di daerah Blitar. Sedangkan Budi menjual telur ayam arab dengan harga lebih mahal, yakni Rp 1.200 - Rp 1.300 per butir.

Dengan harga jual yang tinggi, Imam mampu mengantongi omzet sekitar Rp 4 juta - Rp 8 juta per hari. Adapun Budi bisa mengantongi omzet hingga Rp 9 juta- Rp 10 juta per hari. "Sebanyak 80% untuk memenuhi pasokan ke pasar tradisional dan swalayan," kata Budi.

Besarnya omzet yang mereka dapatkan produksi telur ayam arab mereka juga besar. Imam misalnya, mampu mengumpulkan 5.000 sampai 10.000 butir telur dari 10.000 ekor ayam per hari. Adapun Budi bisa memperoleh 8.000 - 9.000 butir telur dari 15.000 ekor ayam sehari. Meski nilai ekonomisnya tinggi, kendala budidaya ayam ini adalah tingkat kegagalan bertelur ayam arab yang mencapai 50% dari total populasi ayam.

Sumber : http://peluangusaha.kontan.co.id/v2/read/1302853815/64985/Ayam-arab-mini-telurnnya-tapi-besar-pasarnya-1