Dalam ilmu tumbuhan, tanaman sawi putih diklasifikasikan sebagai berikut:
Divisi : Spermatophyta (tanaman berbiji)
Sub Divisi : Angiospermae (biji berada didalam buah)
Kelas : Dicotyledonae (biji berkeping dua atau biji belah)
Ordo : Rhoeadales (Brassicales)
Famili : Cruciferae (Brassicaceae)
Genus : Brassica
Spesies : Brassica pekinensia L
Sawi putih yang tergolong spesies Brassica pekinensia L memiliki banyak varietas, diantaranya ada yang berbulu dan tidak berbulu. Varietas yang berbulu memiliki ciri-ciri daun kasar, berkerut-kerut, berbulu halus sampai kasar, bentuk krop bulat, bulat memanjang, atau variasi bentuk lainnya yang umumnya kompak atau padat.
Misalnya, Varietas yokohama, superking, Eikun, Deli-3, Okinawa, summer bright, Early Spring,dan lain sebagainya.
Sedangkan varietas yang tidak berbulu memiliki ciri-ciri daun mulus, berkerut-kerut, tidak berbulu, bentuk krop bulat, bulat memanjang atau variasi bentuk lainnya yang umumnya kompak atau padat. Misalnya, varietas LUI, SP8-IQ, jade crown, fine zone, Whire sun, dan lain sebagainya.
Deskripsi dan Morfologi Tanaman Sawi Putih
Sawi putih (Brassica pekinensia L) termasuk jenis tanaman sayuran daun dan tergolong ke dalam tanaman semusim (berumur pendek).
Tanaman tumbuh pendek dengan tinggi sekitar 26 cm-33 cm atau lebih, tergantung dari varietasnya. Tanaman sawi putih membentuk krop, yaitu kumpulan daun-daun yang membentuk kepala.
Tanaman sawi putih berakar serabut yang tumbuh dan berkembang secara menyebar ke semua arah di sekitar permukaan tanah, sehingga perakarannya sangat dangkal pada kedalaman sekitar 5 cm. Tanaman sawi putih tidak memiliki akar tunggang.
Perakaran tanaman sawi putih dapat tumbuh dan berkembang dengan baik pada tanah yang gembur, subur, mudah meyerap air, dan kedalaman tanah (solum tanah) cukup dalam.
Tanaman sawi putih memiliki batang sejati pendek dabn bersayap terletak pada bagian dasar yang berada di dalam tanah. Batang sejati bersifat tidak keras dan berwarna keputih-putihn. Batang sejat memiliki ukuran panjang 1,5 cm, dan diameternya 3,5 cm. Pada umumnya batang sawi putih bercabang.
Daun tanamn sawi putih berbentuk bulat panjang (lonjong) dan agak lebar, kasar, berkerut-kerut, berbulu halus sampai kasar ( namun ada yang berdaun halus dan tidak berbulu), berwarna hijau muda sampai hijau tua.
Daun memiliki tangkai daun yang panjang, berwwarna putih,, agak lebar dan pipih, bersifat lemas dan halus. Pelepah-pelepah tersusun saling membungkus dengan pelepah-pelepah daun yang lebih muda sehingga membentuk kepala (krop), akan tetapi pada daun-daun tua (paling bawah) membuka.
Di samping itu, daun juga memiliki tulang-tulang daun yang menyirip dan bercabang-cabang. Daun tanaman sawi putih merupakan bagian tanaman yang dikonsumsi dalam berbagai bentuk makanan, terutam bagian kropnya (kumpulan-kumpulan daun yangmembentuk kepala).
Sumber :
http://bestbudidayatanaman.blogspot.com/2013/11/klasifikasi-tanaman-sawi-putih.html
Saturday, November 30, 2013
Thursday, November 28, 2013
Budidaya Ternak Cacing Sutra
Usaha budidaya ternak cacing sutra ini dilakukan guna menjawab permintaan pasar yang masih sangat kurang persediannya. Bila cacing sutra dapat dibudidayakan secara maksimal, maka usaha pembenihan dan budidaya ikan tidak perlu susah-susah mencari cacing sutra yang langka. Dalam pemasarannya cacing sutra bisa dijual dalam bentuk segar ataupun dapat juga dijual dalam bentuk cacing beku. Penjualan cacing sutra dalam bentuk beku akan meminimalkan resiko tercampur mikroorganisme berbahaya bagi ikan dan bisa awet disimpan dalam jangka waktu lama.
Cacing sutra banyak dicari oleh penggemar ikan hias dan para pembudidaya ikan. Kandungan gizi cacing sutra sangat bagus bagi ikan peliharaan kita, yaitu terdiri dari 57% protein dan 13% lemak sehingga sangat bagus untuk pertumbuhan ikan dan jauh lebih bagus dibandingkan dengan pakan ikan lainnya. Cacing sutra akan menigkatkan kualitas ikan hias kita dengan menguatkan warna dan stamina ikan. Sampai saat ini pasokan cacing sutra masih tergantung dari tangkapan alam, keadaan ini amat tergantung pada musim. Pada musim hujan cacing sutra sangat sulit dicari, inilah sebabnya Usaha budidaya ternak cacing sutra ini sangat menguntungkan.
Habitat Alami Cacing Sutra
Cacing sutra sering ditemukan di selokan, parit, saluran air serta tempat-tempat sejenis yang mengandung banyak bahan-bahan organik. Bahan-bahan organik ini biasanya berasal dari limbah rumah tangga, limbah pasar yang mengalir ke saluran pembuangan, maupun limbah pertanian. Pada media yang mempunyai kandungan oksigen terlarut 2-5 ppm, Cacing sutra dapat berkembang dengan cepat. Dismping itu kondisi yang diperlukan adalah kandungan amonia.Cacing sutra bisa hidup dan berkembang dengan baik pada lokasi tersebut dalam kondisi air yang tergenang namun tidak mengalir dengan deras.
Memulai Usaha Budidaya Ternak Cacing Sutra
Usaha Budidaya ternak cacing sutra dapat mengunakan bak semen, bak terpal atau media yang lain. Yang terpenting adalah memastikan cacing sutra tidak dapat meninggalkan tempat lokasi budidaya. Untuk ukuran bak dapat disesuaikan dengan kondisi tempat yang ada.
Bak atau kolam untuk budidaya ternak cacing sutra diberi air dan lumpur yang halus, diusahakan lumpur yang mempunyai kandungan makanan yang cukup bagi cacing sutra. Media lumpur ini bisa terdiri dari limbah kolam lele atau kotoran ayam yang sudah difermentasi atau bahan lain yang kaya akan bahan-bahan organik yang diperlukan cacing sutra.
Sesudah media budidaya cacing sutra dimasukkan, kemudian diaduk-aduk sampai seluruh media bercampur. Setelah itu endapkan selama 3-5 hari, pastikan sesudah media lumpur mengendap permukaan lumpur rata, Bila media belum rata, ratakan dahulu menggunakan alat atau kayu. Sesudah media lumpur mengendap dan permukaan rata, jaga ketinggian air dari permukaan lumpur sekitar 5-10 cm.
Sesudah media untuk budidaya cacing sutra siap dan lumpur halus, saatnya kita menebar benih cacing sutra. Penting untuk diperhatikan dalam penebaran ini adalah kepadatan tebaran indukan cacing sutra. Kepadatannya kira-kira 1 liter induk cacing sutra ditebarkan pada 30 m2 bak budidaya.
Merawat bibit cacing sutra.
Dalam masa perawatan cacing sutra, kolam dialiri air dengan debit yang kecil. Ketinggian air mesti tetap dijaga pada ketinggian 5-10 cm. Pada masa pemeliharaan ini perlu diulangi pemberian air buangan limbah lele atau kotoran ayam yang sudah difermentasi dengan EM4. Saat usia penebaran 10 hari, bibit cacing sutra sudah mulai tampak tumbuh halus dan terlihat seperti benang merah yang ada di permukaan lumpur.
Panen Cacing Sutra
Cacing sutra sudah bisa dipanen dalam waktu 2 hingga 3 bulan. Pengambilan cacing sutra juga bisa dilakukan secara bertahap, ini juga berguna untuk mengurangi kepadatan dan memberi kesempatan yang lebih kecil untuk tumbuh dan kita panen yang berikutnya. Ciri-ciri bila cacing sutra sudah siap dipanen adalah jika saat lumpur dipegang akan terasa kental.
Cara Memanen Cacing Sutra
Cara memanen cacing sutra dengan cara menaikkan ketinggian air menjadi sekitar 50-60 cm. Dalam kondisi ini cacing sutra akan cenderung ikut naik ingga mudah untuk dipanen. Waktu pemanenan yang tepat adalah pagi dan sore hari ketika cuaca tidak terlalu panas. Media lumpur diaduk-aduk kemudian dimasukkan kedalam baskom, setelah itu cuci dan dibersihkan dengan saringan.
Penanganan Pasca Panen Cacing Sutra
Sesudah cacing sutra dibersihkan, langkah selanjutnya adalah pemberokan (karantina) dalam waktu 10-12 jam. Pemberokan cacing sutra ini berguna supaya cacing sutra bebas dari mikroorganise berbahaya bagi ikan hias atau benih ikan. Setelah bersih cacing sutra siap untuk dijual secara segar ataupun di bekukan. Budidaya ternak cacing sutra ini sangat menguntungkan, harga saat ini sekitar Rp 10.000 / liter. Untuk cacing sutra beku dijual perkilogram, cacing sutra bisa juga dikeringkan bila kita kesulitan alat pembeku agar cacing sutra lebih tahan lama dibandingkan cacing sutra fresh Selamat berwirausaha budidaya ternak cacing sutra.
Sumber :
http://www.ukmkecil.com/budidaya-ternak/budidaya-ternak-cacing-sutra
Cacing sutra banyak dicari oleh penggemar ikan hias dan para pembudidaya ikan. Kandungan gizi cacing sutra sangat bagus bagi ikan peliharaan kita, yaitu terdiri dari 57% protein dan 13% lemak sehingga sangat bagus untuk pertumbuhan ikan dan jauh lebih bagus dibandingkan dengan pakan ikan lainnya. Cacing sutra akan menigkatkan kualitas ikan hias kita dengan menguatkan warna dan stamina ikan. Sampai saat ini pasokan cacing sutra masih tergantung dari tangkapan alam, keadaan ini amat tergantung pada musim. Pada musim hujan cacing sutra sangat sulit dicari, inilah sebabnya Usaha budidaya ternak cacing sutra ini sangat menguntungkan.
Habitat Alami Cacing Sutra
Cacing sutra sering ditemukan di selokan, parit, saluran air serta tempat-tempat sejenis yang mengandung banyak bahan-bahan organik. Bahan-bahan organik ini biasanya berasal dari limbah rumah tangga, limbah pasar yang mengalir ke saluran pembuangan, maupun limbah pertanian. Pada media yang mempunyai kandungan oksigen terlarut 2-5 ppm, Cacing sutra dapat berkembang dengan cepat. Dismping itu kondisi yang diperlukan adalah kandungan amonia.Cacing sutra bisa hidup dan berkembang dengan baik pada lokasi tersebut dalam kondisi air yang tergenang namun tidak mengalir dengan deras.
Memulai Usaha Budidaya Ternak Cacing Sutra
Usaha Budidaya ternak cacing sutra dapat mengunakan bak semen, bak terpal atau media yang lain. Yang terpenting adalah memastikan cacing sutra tidak dapat meninggalkan tempat lokasi budidaya. Untuk ukuran bak dapat disesuaikan dengan kondisi tempat yang ada.
Bak atau kolam untuk budidaya ternak cacing sutra diberi air dan lumpur yang halus, diusahakan lumpur yang mempunyai kandungan makanan yang cukup bagi cacing sutra. Media lumpur ini bisa terdiri dari limbah kolam lele atau kotoran ayam yang sudah difermentasi atau bahan lain yang kaya akan bahan-bahan organik yang diperlukan cacing sutra.
Sesudah media budidaya cacing sutra dimasukkan, kemudian diaduk-aduk sampai seluruh media bercampur. Setelah itu endapkan selama 3-5 hari, pastikan sesudah media lumpur mengendap permukaan lumpur rata, Bila media belum rata, ratakan dahulu menggunakan alat atau kayu. Sesudah media lumpur mengendap dan permukaan rata, jaga ketinggian air dari permukaan lumpur sekitar 5-10 cm.
Sesudah media untuk budidaya cacing sutra siap dan lumpur halus, saatnya kita menebar benih cacing sutra. Penting untuk diperhatikan dalam penebaran ini adalah kepadatan tebaran indukan cacing sutra. Kepadatannya kira-kira 1 liter induk cacing sutra ditebarkan pada 30 m2 bak budidaya.
Merawat bibit cacing sutra.
Dalam masa perawatan cacing sutra, kolam dialiri air dengan debit yang kecil. Ketinggian air mesti tetap dijaga pada ketinggian 5-10 cm. Pada masa pemeliharaan ini perlu diulangi pemberian air buangan limbah lele atau kotoran ayam yang sudah difermentasi dengan EM4. Saat usia penebaran 10 hari, bibit cacing sutra sudah mulai tampak tumbuh halus dan terlihat seperti benang merah yang ada di permukaan lumpur.
Panen Cacing Sutra
Cacing sutra sudah bisa dipanen dalam waktu 2 hingga 3 bulan. Pengambilan cacing sutra juga bisa dilakukan secara bertahap, ini juga berguna untuk mengurangi kepadatan dan memberi kesempatan yang lebih kecil untuk tumbuh dan kita panen yang berikutnya. Ciri-ciri bila cacing sutra sudah siap dipanen adalah jika saat lumpur dipegang akan terasa kental.
Cara Memanen Cacing Sutra
Cara memanen cacing sutra dengan cara menaikkan ketinggian air menjadi sekitar 50-60 cm. Dalam kondisi ini cacing sutra akan cenderung ikut naik ingga mudah untuk dipanen. Waktu pemanenan yang tepat adalah pagi dan sore hari ketika cuaca tidak terlalu panas. Media lumpur diaduk-aduk kemudian dimasukkan kedalam baskom, setelah itu cuci dan dibersihkan dengan saringan.
Penanganan Pasca Panen Cacing Sutra
Sesudah cacing sutra dibersihkan, langkah selanjutnya adalah pemberokan (karantina) dalam waktu 10-12 jam. Pemberokan cacing sutra ini berguna supaya cacing sutra bebas dari mikroorganise berbahaya bagi ikan hias atau benih ikan. Setelah bersih cacing sutra siap untuk dijual secara segar ataupun di bekukan. Budidaya ternak cacing sutra ini sangat menguntungkan, harga saat ini sekitar Rp 10.000 / liter. Untuk cacing sutra beku dijual perkilogram, cacing sutra bisa juga dikeringkan bila kita kesulitan alat pembeku agar cacing sutra lebih tahan lama dibandingkan cacing sutra fresh Selamat berwirausaha budidaya ternak cacing sutra.
Sumber :
http://www.ukmkecil.com/budidaya-ternak/budidaya-ternak-cacing-sutra
Wednesday, November 27, 2013
Jenis Jenis Ikan Hias Air Tawar
Jenis Jenis Ikan Hias Air Tawar - Bagi Anda pencinta Ikan Hias Air Tawar, mengetahui jenis-jenis ikan sebagai pengisi akirium anda itu sangat penting. banyak jenis ikan air tawar yang cantik untuk pengisi akuarium. tapi Zona Ikan akan memberi informasi tentang junis jenis Ikan Hias air tawar yang saat ini banyak dimintai oleh para pencinta ikan.
Ikan Black Ghost Ikan Black Ghost (Afteronotus albifrons, Linneaus) merupakan salah satu jenis ikan yang mempunyai peluang bisnis yang potensial. Ikan jenis ini belum banyak dikenal oleh masyarakat tetapi saat ini beberapa pengusaha ikan hias memproduksi benih sebagai komoditas lokal maupun ekspor.
”Black Ghost” berasal dari sungai Amazon, Amerika Selatan merupakan ikan pendamai, yang ukurannya dapat mencapai 50 cm, tubuhnya memanjang dan pipih dengan warna tubuh hitam. Ikan ini digolongkan kedalam ikan pisau (Knifefishes), karena secara keseluruhan bentuk tubuhnya menyerupai pisau melebar dari bagian kepala dan badan kemudian melancip dibagian perut.
Persyaratan kualitas air media yang dikehendaki ikan Black Ghost yaitu ‘Soft‘ (lunak) dan cenderung asam, walaupun demikian ‘Black Ghost‘ relatif dapat hidup pada kondisi air yang bervariasi. Black Ghost juga memilih makanan jenis tertentu, dapat memakan pakan kering, beku maupun makanan hidup, walaupun demikian lebih suka jika diberi pakan cacing rambut.
Ikan Neon TetraNeon tetra (Paracheirodon innesi) merupakan jenis ikan hias air tawar yang termasuk keluarga characin (famili Characidae, ordo Characi formes). Jenis tetra dari genus Paracheirodon merupakan ikan-ikan asli perairan Amerika Selatan. Warnanya yang cerah membuat jenis ikan ini dapat terlihat pada perairan sungai pedalaman yang gelap dan hal ini merupakan salah satu sebab populernya jenis ikan ini sebagai ikan hias.
Neon tetra memiliki warna yang cerah, terdapat garis horizontal berwama biru-hijau sepanjang kedua sisi ikan mulai dari hidung hingga bagian depan ekor dan warna kemerah-merahan sepanjang setengah bagian posterior bawah tubuh. Pada malam hari warna tubuhnya akan menghilang selama ikan beristirahat dan akan muncul kembali ketika ikan aktif pada pagi harinya. Neon tetra dapat tumbuh hingga 4 cm. Ikan betina memiliki perut yang sedikit agak besar dibanding ikan jantan.
Anglefish Ikan manfish (Angle Fish) berasal dari Amerika Selatan, tetapi telah banyak dibudidayakan di Indonesia. Ikan manfish disebut Angle Fish (Ikan Bidadari), karena bentuk dan warnanya menarik serta gerakkannya yang tenang. Secara umum budidaya ikan manfish tidak membutuhkan lahan yang luas, bahkan dapat dilakukan dalam aquarium atau paso dari tanah, sehingga tidak membutuhkan investasi besar untuk budidayanya.
Ikan Palmas Palmas, merupakan salah satu jenis ikan purba/jurasic fish. Ikan ini dapat hidup diperairan dangkal, bahkan adang kering. Mempunyai kemampuan beradaptasi pada air dengan kandungan oksigen rendah. Ikan ini mampu mengambil udara langsung. Cara pemeliharaannya cukupmudah, diberikan pakan ikan hidup(mas, cere/guppy), cacing bahkan pelet/makanan kering.
Jenis yang dapat kita temui di Indonesia atara lain : Polypterus Delhezy, PolypterusPalmas, Polypterus Ornatipinis, P. Retropinis, P.Weeksy. Ikan ini memerlukan aquarium/tempat pemeliharaan yang cukup besar, jika kita ingin memeliharanyalebih dari 1 ekor, karena ikan jenis ini cukup agresif terhadap sesamanya.
Dalam pemelihara di aquarium sebaiknya diberikan kayu atau batu-batuan untuk tempat persembunyiaannya. Dan juga gemar meloncat ke permukaan air. Jadi sebaiknya aquarium diberi penutup. Keasaman air relatif normal antar 7-8. Kesadahan juga normal.
Ikan Hias Niasa Ikan hias Niasa ( Auratus ) adalah ikan hias yang mempunyai cirri khas bentuk tubuh tubuh memanjang agak datar dengan warna dasar hitam pekat atau kuning keemasan. Ikan hias Niasa adalah ikan yang agresif sehingga perlu hati-hati jika ingin mencampur dengan ikan hias yang lain.
Kualitas air yang deperlukan ikan hias niasa adalah PH = 7 dengan temperature air antara 24 – 27 derajat celcius. Ikan hias niasa dapat dibudidayakn dalam bak semen atau aquarium. Ktinggian air untuk pemijahan antara 30 – 35 cm.
Ikan hias niasa yang telah berumur tujuh bulan dengan ukuran 7 cm sudah dapat dikembang biakkan. Induk jantan mempunyai ci totol totol di kuning di sirip anusnya, sedang yang betina tidak punya.Makanan ikan niasa adalah kutu air, cuk dan lain-lain.
Ikan Rainbow Ikan hias Rainbow adalah ikan hias yang sangat potensial dikembangkan di indonesia. Tak jelas darimana ikan ini berasal. Ada dua jenis ikan rainbow yang terkenal, yaitu ikan Rainbow Papua (Irian) dan ikan Raiboe Sulawesi.
Ikan rainbow irian ciri khasnya adalah warna dasarnya keperak-perakan dengan warna metalik gelap.
Ikan rainbow sulawesi cirinya adalah warna kuning zaitun dengan warna kunin di bagian bawah.
Namun yang banyak di minati adalah ikan rainbow yang dari Irian. Ikan hias rainbow berkembang biak dengan menempelkan telurnya pada tanaman air. Ikan hias rainbow memerlukan kualitas air yang jernih dengan temperature 23 – 26 derajat celcius.
Selama proses bertelur air harus benar-benar memenuhi standart yang diperlukan dan diperlukan pergantian air seminggu sekali. Makanan ikan rainbow adalah cuk, kutu air, cacing zambut dan lain-lain.
Ikan Rainbow merupakan jenis ikan hias yang banyak diminati masyarakat karena jenis ikan ini juga dapat merupakan komoditi eksport. Ada 2 jenis rainbow yang cukup terkenal yaitu rainbow Irian (Melano Tacnia maccaulochi dan Rainbow Anlanesi ogilby Telmatherina ladigesi ahl Rainbow Irian warna dasarnya keperak-perakan dengan warna gelap metalik sedangkan rainbow Sulawesi warna dasarnya kuning zaitun, dengan warna bagian bawah kuning jenis ikan ini termasuk ikan bertelur dengan menempelkan telur pada tanaman air.
Ikan Louhan Lou Han merupakan salah satu ikan hias yang banyak digemari di Indonesia dan berasal dari keluarga Cichlidae. Siklid merupakan keluarga besar yang terdiri atas ratusan spesies. Perkawinan silang antar Lou Han terbukti menghasilkan Lou Han yang cukup baik kualitasnya dengan ciri-ciri fisik tertentu, yaitu pada aspek warna, rajah dan keindahan bentuk. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap perubahan warna ikan Lou Han adalah dengan pemberian pakan buatan di samping faktor genetic ikan tersebut. Terdapat banyak produk pakan Lou Han yang beredar di pasaran dan menawarkan keunggulan masing-masing antara lain untuk pertumbuhan, perubahan warna, perkembangan nonong dan penampakan sisik mutiara, sehingga membuat bingung konsumen untuk memilihnya. Terdapat juga strategi pasar yang membuat pakan yang dwifungsi atau tiga fungsi. Penelitian ini dilakukan untuk menguji berbagai merk pakan Lou Han yang beredar di pasaran terhadap perubahan warna khususnya warna merah pada ikan Lou Han Red Diamond, di samping itu untuk mengetahui pertumbuhan (pertambahan berat badan) ikan.
Ikan Corydoras Corydoras merupakan salah satu jenis ikan hias air tawar yang banyak diminati pecinta ikan hias dan mempunyai peluang ekspor. Selain digunakan sebagai ikan hias air tawar, juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan kosmetik di negara maju.
Walaupun ikan ini berasal dari Amerika Selatan, tetapi sejak lama telah berhasil dibudidayakan di Indonesia. Ikan ini dikenal mudah pembudidayaannya. Bentuk tubuh pendek dan gemuk, punggung lebih melengkung dibandingkan dengan perut, kedua sisi ikan dilengkapi dengan lempengan seperti tulang yang tersusun dalam dua baris, mempunyai dua pasang kumis yang terletak di rahang atas dan rahang bawah serta ukuran tubuh dapat mencapai 12 cm. Ikan Corydoras dapat dibudidayakan di kolam yang kandungan oksigen di dalam airnya rendah. Kondisi lingkungan cocok untuk jenis ikan ini adalah: pH 6-8, suhu 21.5-28 O C.
Ikan Severum Ikan severum Cichlasoma severum adalah salah satu jenis ikan hias air tawar yang berasal dari Amerika Serikat bagian Utara (S. Arhazone). Tubuhnya pendek, gemuk dan gepeng dengan warna dasar tubuh bervariasi yaitu coklat kekuningan, atau hitam kecoklatan. Jenis ikan ini juga mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Ikan Severum dapat dipelihara didalam aquarium atau bak semen kwalitas air yang diperlukan untuk pemeliharaan ikan severum yaitu:
PH : 5,5 – 7, temperatur air 21 – 25°C.kan Severum sudah dapat dipijahkan setelah berukuran 12 – 15 cm. Induk jantan dari betina dapat dibedakan dari warna dan ukuran induk jantan berwarna lebih cerah dengan induk yang lebih besar dari betina. Makanan yang dapat diberikan jenis ikan ini antara lain: kutu air, cuk, cacing sutera dll.
Ikan Discus Ikan hias Diskus (Symphysodon discus) merupakan salah satu jenis ikan hias air tawar yang berasal dari sungai Amazon (Brasil). Jenis ikan tersebut mempunyai nilai ekonomis yang baik dan sangat disenangi di berbagai negara.Di Indonesia ikan Diskus sudah dapat dibudidayakan dan sangat potensil untuk dikembangkan karena selain dapat dipasarkan dipasaran lokal, juga dapat merupakan komoditas ekspor. Ciri khas dari ikan diskus ialah benetuk badannya tubuh pipih, bundar mirip ikan bawal dengan warna dasar coklat kemerah-merahan. Ikan diskus dapat dibudidayakan didalam Aquarium untuk sepasang diskus dapat ditempatkan dalam aquarium berukuran sekitar 75 x 35 x 35 cm kwalitas yang diperlukan untuk hidup dan berkembang ikan diskus yaitu di air yang jernih, temperatur sekitar 28 – 30 ° C pH (derajat keasaman) 5 – 6 selain itu kandungan Oksigen terlarutnya harus cukup tinggi yaitu lebih besar dari 3 ppm (part per million). Ikan Diskus sudah dapat dikembangbiakan setelah berumur antara 15 – 20 bulan. Adapun makanan yang umum dengan makan yaitu kutu air, cuk, cacing (makanan buatan) yang ada dipasaran.
Ikan Mas Koki Ikan mas koki merupakan salah satu ikan hias yang amat terkenal di kalangan penggemarnya. Pasalnya, ikan jenis ini sudah puluhan tahun terkenal di Indonesia. Bahkan, mungkin menjadi yang pertama dipelihara sebagai ikan hias. Meski begitu, ikan jenis ini baru mengalami perkembangan pesat peminatnya sekitar tahun 2000-an. Ikan yang aslinya dari Cina ini, bentuknya amat lucu dan menyenangkan. Ukurannya sedang sampai besar mencapai 20 cm. Namun, di Indonesia ikan jenis ini sejenis dengan ikan mas. Ikan ini senang merayap di dasar dan hanya sesekali berenang. Berbagai macam warna ada pada ikan mas koki, seperti merah, kuning, hitam, putih, dan ada pula campuran berbagai warna. Selain itu, ikan ini pun memiliki jenis atau varietas sangat beragam. Bentuk badan umumnya bulat atau gemuk. Makin bulat biasanya makin digemari para penggemar. Pada beberapa jenis, mas koki kepala singa (lion head) dan mata balon, tidak memiliki sirip punggung. Ada pula yang mempunyai sirip ekor satu dan dua buah, terbuka atau mekar serta panjang. Sementara yang jenis siripnya kuncup dan tidak mekar, tidak laku dijual atau tidak disenangi.
Adapun jenis ikanmas koki yg bagus, yaitu mas koki mutiara :Ikan koki mutiara merupakan jenis ikan mas yang mempunyai tubuh bulat dengan kepala kecil dan ekor lebar. Ikan ini berasal dari daratan cina, namun di Indonesia sudah lama dapat dibudidayakan. Pemasaran ikan ini selain di dalam negeri juga merupakan jenis ikan yang dieksport dan harganyapun cukup tinggi.
Ikan Arwana Arwana termasuk famili ikan “karuhun”, yaitu Osteoglasidae atau famili ikan “bony-tongue” (lidah bertulang), karena bagian dasar mulutnya berupa tulang yang berfungsi sebagai gigi. Arwana memiki berbagai julukan, seperti: Ikan Naga (Dragon Fish), Barramundi, Saratoga, PlaTapad, Kelesa, Siluk, Kayangan, Peyang, Tangkelese, Aruwana, atau Arowana, tergantung dari tempatnya. Ikan Arwana merupakan ikan yang berasal dari daerah subtropics dan tropis, sehingga arwana banyak di temukan di Indonesia, Malaysia, Vietnam, Birma, Thailand. Habitatnya adalah sungai – sungai besar dengan arus yang cukup deras.
Arwana yang ditangkap liar sekaran sudah sangat jarang sekali. Jumlah arwana yang menurun drastic, apalagi ditunjang dengan banyaknya polusi air seperti sekarang. Arwana yang beredar sekarang dipastikan merupakan hasil dari pembibitan yang dilakukan para pengusaha pembibitan yang sudah teruji mutu dan kualitas gennya. Ikan arwana atau Arwana Asia (Scleropages formosus) adalah salah satu ikan paling favorit di dunia. Dengan ketahanan fisik yang kuat, harga yang mahal dan pecinta arwana yang ada dimana-mana menjadikan arwana menjadi ikan legenda.
Yang jenis asia yang berwana keperak -perakan memiliki nama latin (Scleropages formosus) adalah ikan yang menjadi favorit bagi para hobbiis ikan hias nasional. Dengan warnanya yang menakjubkan ada yang silver, emas , merah dan hijau. Arwana menjadi favorit bagi banyak orang karena besar sisiknya yang mempesona. Konon memelihara ikan arwana juga bisa membawa hokky hal inilah yang menyebabkan harga ikan arwana di pasaran selalu tinggi dan stabil. Tidak seperti ikan-ikan hias jenis lain yang harganya naik turun.
Ikan Cupang Ikan cupang adalah ikan hias yang sangat dikenal oleh masyarakat khususnya anak – anak, karena ikan tersebut selain rupanya yang cantik juga dapat merupakan tentera yang menarik bila di adu. Ikan ini juga sering disebut ikan laga dan nama latinnya adalah Betta spendens, termasuk dalam famili Anabantidae (Labirynth Fisher).
Sumber :
http://www.zonaikan.com/2013/01/jenis-jenis-ikan-hias-air-tawar.html
Ikan Black Ghost Ikan Black Ghost (Afteronotus albifrons, Linneaus) merupakan salah satu jenis ikan yang mempunyai peluang bisnis yang potensial. Ikan jenis ini belum banyak dikenal oleh masyarakat tetapi saat ini beberapa pengusaha ikan hias memproduksi benih sebagai komoditas lokal maupun ekspor.
”Black Ghost” berasal dari sungai Amazon, Amerika Selatan merupakan ikan pendamai, yang ukurannya dapat mencapai 50 cm, tubuhnya memanjang dan pipih dengan warna tubuh hitam. Ikan ini digolongkan kedalam ikan pisau (Knifefishes), karena secara keseluruhan bentuk tubuhnya menyerupai pisau melebar dari bagian kepala dan badan kemudian melancip dibagian perut.
Persyaratan kualitas air media yang dikehendaki ikan Black Ghost yaitu ‘Soft‘ (lunak) dan cenderung asam, walaupun demikian ‘Black Ghost‘ relatif dapat hidup pada kondisi air yang bervariasi. Black Ghost juga memilih makanan jenis tertentu, dapat memakan pakan kering, beku maupun makanan hidup, walaupun demikian lebih suka jika diberi pakan cacing rambut.
Ikan Neon TetraNeon tetra (Paracheirodon innesi) merupakan jenis ikan hias air tawar yang termasuk keluarga characin (famili Characidae, ordo Characi formes). Jenis tetra dari genus Paracheirodon merupakan ikan-ikan asli perairan Amerika Selatan. Warnanya yang cerah membuat jenis ikan ini dapat terlihat pada perairan sungai pedalaman yang gelap dan hal ini merupakan salah satu sebab populernya jenis ikan ini sebagai ikan hias.
Neon tetra memiliki warna yang cerah, terdapat garis horizontal berwama biru-hijau sepanjang kedua sisi ikan mulai dari hidung hingga bagian depan ekor dan warna kemerah-merahan sepanjang setengah bagian posterior bawah tubuh. Pada malam hari warna tubuhnya akan menghilang selama ikan beristirahat dan akan muncul kembali ketika ikan aktif pada pagi harinya. Neon tetra dapat tumbuh hingga 4 cm. Ikan betina memiliki perut yang sedikit agak besar dibanding ikan jantan.
Anglefish Ikan manfish (Angle Fish) berasal dari Amerika Selatan, tetapi telah banyak dibudidayakan di Indonesia. Ikan manfish disebut Angle Fish (Ikan Bidadari), karena bentuk dan warnanya menarik serta gerakkannya yang tenang. Secara umum budidaya ikan manfish tidak membutuhkan lahan yang luas, bahkan dapat dilakukan dalam aquarium atau paso dari tanah, sehingga tidak membutuhkan investasi besar untuk budidayanya.
Ikan Palmas Palmas, merupakan salah satu jenis ikan purba/jurasic fish. Ikan ini dapat hidup diperairan dangkal, bahkan adang kering. Mempunyai kemampuan beradaptasi pada air dengan kandungan oksigen rendah. Ikan ini mampu mengambil udara langsung. Cara pemeliharaannya cukupmudah, diberikan pakan ikan hidup(mas, cere/guppy), cacing bahkan pelet/makanan kering.
Jenis yang dapat kita temui di Indonesia atara lain : Polypterus Delhezy, PolypterusPalmas, Polypterus Ornatipinis, P. Retropinis, P.Weeksy. Ikan ini memerlukan aquarium/tempat pemeliharaan yang cukup besar, jika kita ingin memeliharanyalebih dari 1 ekor, karena ikan jenis ini cukup agresif terhadap sesamanya.
Dalam pemelihara di aquarium sebaiknya diberikan kayu atau batu-batuan untuk tempat persembunyiaannya. Dan juga gemar meloncat ke permukaan air. Jadi sebaiknya aquarium diberi penutup. Keasaman air relatif normal antar 7-8. Kesadahan juga normal.
Ikan Hias Niasa Ikan hias Niasa ( Auratus ) adalah ikan hias yang mempunyai cirri khas bentuk tubuh tubuh memanjang agak datar dengan warna dasar hitam pekat atau kuning keemasan. Ikan hias Niasa adalah ikan yang agresif sehingga perlu hati-hati jika ingin mencampur dengan ikan hias yang lain.
Kualitas air yang deperlukan ikan hias niasa adalah PH = 7 dengan temperature air antara 24 – 27 derajat celcius. Ikan hias niasa dapat dibudidayakn dalam bak semen atau aquarium. Ktinggian air untuk pemijahan antara 30 – 35 cm.
Ikan hias niasa yang telah berumur tujuh bulan dengan ukuran 7 cm sudah dapat dikembang biakkan. Induk jantan mempunyai ci totol totol di kuning di sirip anusnya, sedang yang betina tidak punya.Makanan ikan niasa adalah kutu air, cuk dan lain-lain.
Ikan Rainbow Ikan hias Rainbow adalah ikan hias yang sangat potensial dikembangkan di indonesia. Tak jelas darimana ikan ini berasal. Ada dua jenis ikan rainbow yang terkenal, yaitu ikan Rainbow Papua (Irian) dan ikan Raiboe Sulawesi.
Ikan rainbow irian ciri khasnya adalah warna dasarnya keperak-perakan dengan warna metalik gelap.
Ikan rainbow sulawesi cirinya adalah warna kuning zaitun dengan warna kunin di bagian bawah.
Namun yang banyak di minati adalah ikan rainbow yang dari Irian. Ikan hias rainbow berkembang biak dengan menempelkan telurnya pada tanaman air. Ikan hias rainbow memerlukan kualitas air yang jernih dengan temperature 23 – 26 derajat celcius.
Selama proses bertelur air harus benar-benar memenuhi standart yang diperlukan dan diperlukan pergantian air seminggu sekali. Makanan ikan rainbow adalah cuk, kutu air, cacing zambut dan lain-lain.
Ikan Rainbow merupakan jenis ikan hias yang banyak diminati masyarakat karena jenis ikan ini juga dapat merupakan komoditi eksport. Ada 2 jenis rainbow yang cukup terkenal yaitu rainbow Irian (Melano Tacnia maccaulochi dan Rainbow Anlanesi ogilby Telmatherina ladigesi ahl Rainbow Irian warna dasarnya keperak-perakan dengan warna gelap metalik sedangkan rainbow Sulawesi warna dasarnya kuning zaitun, dengan warna bagian bawah kuning jenis ikan ini termasuk ikan bertelur dengan menempelkan telur pada tanaman air.
Ikan Louhan Lou Han merupakan salah satu ikan hias yang banyak digemari di Indonesia dan berasal dari keluarga Cichlidae. Siklid merupakan keluarga besar yang terdiri atas ratusan spesies. Perkawinan silang antar Lou Han terbukti menghasilkan Lou Han yang cukup baik kualitasnya dengan ciri-ciri fisik tertentu, yaitu pada aspek warna, rajah dan keindahan bentuk. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap perubahan warna ikan Lou Han adalah dengan pemberian pakan buatan di samping faktor genetic ikan tersebut. Terdapat banyak produk pakan Lou Han yang beredar di pasaran dan menawarkan keunggulan masing-masing antara lain untuk pertumbuhan, perubahan warna, perkembangan nonong dan penampakan sisik mutiara, sehingga membuat bingung konsumen untuk memilihnya. Terdapat juga strategi pasar yang membuat pakan yang dwifungsi atau tiga fungsi. Penelitian ini dilakukan untuk menguji berbagai merk pakan Lou Han yang beredar di pasaran terhadap perubahan warna khususnya warna merah pada ikan Lou Han Red Diamond, di samping itu untuk mengetahui pertumbuhan (pertambahan berat badan) ikan.
Ikan Corydoras Corydoras merupakan salah satu jenis ikan hias air tawar yang banyak diminati pecinta ikan hias dan mempunyai peluang ekspor. Selain digunakan sebagai ikan hias air tawar, juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan kosmetik di negara maju.
Walaupun ikan ini berasal dari Amerika Selatan, tetapi sejak lama telah berhasil dibudidayakan di Indonesia. Ikan ini dikenal mudah pembudidayaannya. Bentuk tubuh pendek dan gemuk, punggung lebih melengkung dibandingkan dengan perut, kedua sisi ikan dilengkapi dengan lempengan seperti tulang yang tersusun dalam dua baris, mempunyai dua pasang kumis yang terletak di rahang atas dan rahang bawah serta ukuran tubuh dapat mencapai 12 cm. Ikan Corydoras dapat dibudidayakan di kolam yang kandungan oksigen di dalam airnya rendah. Kondisi lingkungan cocok untuk jenis ikan ini adalah: pH 6-8, suhu 21.5-28 O C.
Ikan Severum Ikan severum Cichlasoma severum adalah salah satu jenis ikan hias air tawar yang berasal dari Amerika Serikat bagian Utara (S. Arhazone). Tubuhnya pendek, gemuk dan gepeng dengan warna dasar tubuh bervariasi yaitu coklat kekuningan, atau hitam kecoklatan. Jenis ikan ini juga mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Ikan Severum dapat dipelihara didalam aquarium atau bak semen kwalitas air yang diperlukan untuk pemeliharaan ikan severum yaitu:
PH : 5,5 – 7, temperatur air 21 – 25°C.kan Severum sudah dapat dipijahkan setelah berukuran 12 – 15 cm. Induk jantan dari betina dapat dibedakan dari warna dan ukuran induk jantan berwarna lebih cerah dengan induk yang lebih besar dari betina. Makanan yang dapat diberikan jenis ikan ini antara lain: kutu air, cuk, cacing sutera dll.
Ikan Discus Ikan hias Diskus (Symphysodon discus) merupakan salah satu jenis ikan hias air tawar yang berasal dari sungai Amazon (Brasil). Jenis ikan tersebut mempunyai nilai ekonomis yang baik dan sangat disenangi di berbagai negara.Di Indonesia ikan Diskus sudah dapat dibudidayakan dan sangat potensil untuk dikembangkan karena selain dapat dipasarkan dipasaran lokal, juga dapat merupakan komoditas ekspor. Ciri khas dari ikan diskus ialah benetuk badannya tubuh pipih, bundar mirip ikan bawal dengan warna dasar coklat kemerah-merahan. Ikan diskus dapat dibudidayakan didalam Aquarium untuk sepasang diskus dapat ditempatkan dalam aquarium berukuran sekitar 75 x 35 x 35 cm kwalitas yang diperlukan untuk hidup dan berkembang ikan diskus yaitu di air yang jernih, temperatur sekitar 28 – 30 ° C pH (derajat keasaman) 5 – 6 selain itu kandungan Oksigen terlarutnya harus cukup tinggi yaitu lebih besar dari 3 ppm (part per million). Ikan Diskus sudah dapat dikembangbiakan setelah berumur antara 15 – 20 bulan. Adapun makanan yang umum dengan makan yaitu kutu air, cuk, cacing (makanan buatan) yang ada dipasaran.
Ikan Mas Koki Ikan mas koki merupakan salah satu ikan hias yang amat terkenal di kalangan penggemarnya. Pasalnya, ikan jenis ini sudah puluhan tahun terkenal di Indonesia. Bahkan, mungkin menjadi yang pertama dipelihara sebagai ikan hias. Meski begitu, ikan jenis ini baru mengalami perkembangan pesat peminatnya sekitar tahun 2000-an. Ikan yang aslinya dari Cina ini, bentuknya amat lucu dan menyenangkan. Ukurannya sedang sampai besar mencapai 20 cm. Namun, di Indonesia ikan jenis ini sejenis dengan ikan mas. Ikan ini senang merayap di dasar dan hanya sesekali berenang. Berbagai macam warna ada pada ikan mas koki, seperti merah, kuning, hitam, putih, dan ada pula campuran berbagai warna. Selain itu, ikan ini pun memiliki jenis atau varietas sangat beragam. Bentuk badan umumnya bulat atau gemuk. Makin bulat biasanya makin digemari para penggemar. Pada beberapa jenis, mas koki kepala singa (lion head) dan mata balon, tidak memiliki sirip punggung. Ada pula yang mempunyai sirip ekor satu dan dua buah, terbuka atau mekar serta panjang. Sementara yang jenis siripnya kuncup dan tidak mekar, tidak laku dijual atau tidak disenangi.
Adapun jenis ikanmas koki yg bagus, yaitu mas koki mutiara :Ikan koki mutiara merupakan jenis ikan mas yang mempunyai tubuh bulat dengan kepala kecil dan ekor lebar. Ikan ini berasal dari daratan cina, namun di Indonesia sudah lama dapat dibudidayakan. Pemasaran ikan ini selain di dalam negeri juga merupakan jenis ikan yang dieksport dan harganyapun cukup tinggi.
Ikan Arwana Arwana termasuk famili ikan “karuhun”, yaitu Osteoglasidae atau famili ikan “bony-tongue” (lidah bertulang), karena bagian dasar mulutnya berupa tulang yang berfungsi sebagai gigi. Arwana memiki berbagai julukan, seperti: Ikan Naga (Dragon Fish), Barramundi, Saratoga, PlaTapad, Kelesa, Siluk, Kayangan, Peyang, Tangkelese, Aruwana, atau Arowana, tergantung dari tempatnya. Ikan Arwana merupakan ikan yang berasal dari daerah subtropics dan tropis, sehingga arwana banyak di temukan di Indonesia, Malaysia, Vietnam, Birma, Thailand. Habitatnya adalah sungai – sungai besar dengan arus yang cukup deras.
Arwana yang ditangkap liar sekaran sudah sangat jarang sekali. Jumlah arwana yang menurun drastic, apalagi ditunjang dengan banyaknya polusi air seperti sekarang. Arwana yang beredar sekarang dipastikan merupakan hasil dari pembibitan yang dilakukan para pengusaha pembibitan yang sudah teruji mutu dan kualitas gennya. Ikan arwana atau Arwana Asia (Scleropages formosus) adalah salah satu ikan paling favorit di dunia. Dengan ketahanan fisik yang kuat, harga yang mahal dan pecinta arwana yang ada dimana-mana menjadikan arwana menjadi ikan legenda.
Yang jenis asia yang berwana keperak -perakan memiliki nama latin (Scleropages formosus) adalah ikan yang menjadi favorit bagi para hobbiis ikan hias nasional. Dengan warnanya yang menakjubkan ada yang silver, emas , merah dan hijau. Arwana menjadi favorit bagi banyak orang karena besar sisiknya yang mempesona. Konon memelihara ikan arwana juga bisa membawa hokky hal inilah yang menyebabkan harga ikan arwana di pasaran selalu tinggi dan stabil. Tidak seperti ikan-ikan hias jenis lain yang harganya naik turun.
Ikan Cupang Ikan cupang adalah ikan hias yang sangat dikenal oleh masyarakat khususnya anak – anak, karena ikan tersebut selain rupanya yang cantik juga dapat merupakan tentera yang menarik bila di adu. Ikan ini juga sering disebut ikan laga dan nama latinnya adalah Betta spendens, termasuk dalam famili Anabantidae (Labirynth Fisher).
Sumber :
http://www.zonaikan.com/2013/01/jenis-jenis-ikan-hias-air-tawar.html
Beternak Jangkrik Sebuah Peluang Usaha yang Menggoda
Jangkrik, tentu Anda sudah tahu hewan yang satu ini, suaranya yang khas dan juga menjadi salah satu kebutuhan bagi banyak orang terutama bagi pecinta burung kicauan yang memanfaatkan hewan yang satu ini sebagai santapan beberapa burung peliharaan. Jika melihat sekilas kebutuhan orang akan hewan jangkrik ini maka beternak jangkrik merupakan salah satu peluang bisnis usaha yang sangat prospektif (seakan tidak ada habisnya bisnis burung kicauan sehingga kebutuhan akan jangkrik insyaAllah juga akan selalu ada).
Read more »
Tuesday, November 26, 2013
Teknik Budidaya Ikan Baronang
Di Indonesia, penyebaran ikan baronang cukup luas, akan tetapi setiap spesies ikan baronang jumlahnya sangat terbatas. Lokasi yang cocok untuk budidaya ikan baronang di laut adalah sebagai berikut:
1. Lokasi budidaya harus terlindung dari pengaruh angin/musim dan gelombang.
2. Kecepatan arus antara 20 – 40 cm/detik
3. Lokasi harus bebas dari pengaruh pencemaran atau polusi
4. Lokasi juga harus bebas dari hama yang meliputi antara lain ikan-ikan besar dan buas, binatang yang potensial dapat mengganggu (predator)
5. Kualitas air yang baik untuk pertumbuhan ikan seperti: kadar garam berkisar 27-32 ppt, suhu air berkisar 28-320C, oksigen berkisar antara 7 – 8 ppm, nitrat 0,9-3,2 ppm dan fostat 0,2 – 0,5 ppm
Budidaya ikan baronang di laut dapat dilakukan dengan metode Karamba Jaring Apung (KJA) yaitu wadah atau tempat budidaya ikan yang terbuat dari bahan jarring yang digantungkan pada kerangka (rakit) di laut. KJA terdiri dari komponen rakit apung, kurungan, pelampung dan jangkar.
Benih : Benih yang digunakan dalam budidaya perlu diperhatikan dan diseleksi benih yang betul-betul sehat. Sampai saat ini benih ikan baronang yang digunakan dalam usaha budidaya berasal dari hasil penangkapan di alam. Benih ikan baronang sangat peka terhadap perubahan lingkungan seperti suhu dan salinitas, sehingga penanganannya perlu dijaga secara hati-hati.
Pakan : Pakan yang diberikan sebaiknya yang masih baru (pellet) dan segar (ikan rucah)
Panen : Panen ikan baronang dilakukan setelah masa pemeliharaan 4 – 6 bln setelah penebaran.
Nilai Ekonomis : Ikan ini bernilai gizi tinggi dan telah dibudidayakan secara komersial di beberapa Negara tropis. Dewasa ini kegiatan perikanan ikan baronang semakin digalakkan sejalan dengan bertambahnya permintaan ikan baronang, terutama untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri khususnya dalam melayani permintaan hotel-hotel dan restoran, maupun sebagai komoditas ekspor.
Sumber :
http://www.enrekang.net/pendidikan/teknik-budidaya-ikan-baronang/
1. Lokasi budidaya harus terlindung dari pengaruh angin/musim dan gelombang.
2. Kecepatan arus antara 20 – 40 cm/detik
3. Lokasi harus bebas dari pengaruh pencemaran atau polusi
4. Lokasi juga harus bebas dari hama yang meliputi antara lain ikan-ikan besar dan buas, binatang yang potensial dapat mengganggu (predator)
5. Kualitas air yang baik untuk pertumbuhan ikan seperti: kadar garam berkisar 27-32 ppt, suhu air berkisar 28-320C, oksigen berkisar antara 7 – 8 ppm, nitrat 0,9-3,2 ppm dan fostat 0,2 – 0,5 ppm
Budidaya ikan baronang di laut dapat dilakukan dengan metode Karamba Jaring Apung (KJA) yaitu wadah atau tempat budidaya ikan yang terbuat dari bahan jarring yang digantungkan pada kerangka (rakit) di laut. KJA terdiri dari komponen rakit apung, kurungan, pelampung dan jangkar.
Benih : Benih yang digunakan dalam budidaya perlu diperhatikan dan diseleksi benih yang betul-betul sehat. Sampai saat ini benih ikan baronang yang digunakan dalam usaha budidaya berasal dari hasil penangkapan di alam. Benih ikan baronang sangat peka terhadap perubahan lingkungan seperti suhu dan salinitas, sehingga penanganannya perlu dijaga secara hati-hati.
Pakan : Pakan yang diberikan sebaiknya yang masih baru (pellet) dan segar (ikan rucah)
Panen : Panen ikan baronang dilakukan setelah masa pemeliharaan 4 – 6 bln setelah penebaran.
Nilai Ekonomis : Ikan ini bernilai gizi tinggi dan telah dibudidayakan secara komersial di beberapa Negara tropis. Dewasa ini kegiatan perikanan ikan baronang semakin digalakkan sejalan dengan bertambahnya permintaan ikan baronang, terutama untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri khususnya dalam melayani permintaan hotel-hotel dan restoran, maupun sebagai komoditas ekspor.
Sumber :
http://www.enrekang.net/pendidikan/teknik-budidaya-ikan-baronang/
Monday, November 25, 2013
Jenis-Jenis Burung Ocehan Yang Dianggap Hama
Burung ocehan adalah jenis burung yang bersuara merdu dan dapat menirukan suara dari apa yang didengarnya. Sedang yang tergolong ke dalam burung ocehan itu adalah semua jenis burung baik dari keluarga Turdidae seperti burung murai batu ataupun dari keluarga Passeridae seperti burung gereja. Dari itu tidak ada syarat tertentu yang menentukan burung tertentu ke dalam kelompok burung ocehan yang penting burung tersebut mampu berkicau sesuai dengan karakternya. Adalah mengenai itu ada beberapa jenis burung ocehan yang jika didengarkan suaranya tak kalah hebat dengan kicauan burung-burung ocehan yang sudah tenar seperti murai batu, kenari, dan juga love bird, tapi sayangnya keberadaannya sering dianggap hama oleh sebagian masyarakat. Jenis-jenis burung ocehan yang dianggap hama itu ialah burung pipit, burung gelatik, dan burung kutilang.
Nah, untuk mengulas secara detail dari setiap jenis burung ocehan tersebut maka simaklah artikel ini sampai tuntas sehingga kita tahu kelebihan dan kekurangan yang ada pada setiap burung ocehan tersebut.
Nah, setelah menyimak berbagai jenis burung ocehan yang dianggap hama atau pengganggu secara detail baik kelebihan dan juga kekurangannya. Pastinya para pembaca budiman ada yang tertarik untuk melatih salah satu dari burung tersebut menjadi burung ocehan yang handal dan gacor.
Oleh : Satria Dwi Saputro
Sumber:
http://planetburung.blogspot.com/2013/07/decu-si-mungil-yang-dahsyat.html
Nah, untuk mengulas secara detail dari setiap jenis burung ocehan tersebut maka simaklah artikel ini sampai tuntas sehingga kita tahu kelebihan dan kekurangan yang ada pada setiap burung ocehan tersebut.
- Burung Gelatik
Burung gelatik di mata para petani adalah hama pengganggu yang sukanya memakan padi yang ada di sawah-sawah sehingga merugikan para petani dan dianggap sebagai burung hama. Dari itu para petani menyiapkan orang-orangan di sawahnya untuk menghalau serangan burung gelatik yang gemar memakan padi. Nah, pasti penasaran dengan alunan suara burung gelatik. Burung gelatik mempunyai suara yang indah yang bisa membawakan nada suara burung kenari, prenjak jawa, dan lain-lain sehingga burung ini terkadang diikutkan dalam kontes burung ocehan. Bagi para penggila burung ocehan telah banyak yang melakukan eksperimen terhadap burung gelatik yang berhasil melatihnya menjadi burung master yang mampu berkicau merdu dan gacor. Sedangkan kekurangan yang terdapat pada burung gelatik ialah karakternya yang liar sehingga untuk melatihnya menjadi burung master harus dari kecil atau yang baru menetas dari telurnya. Dari itu harga untuk burung gelatik yang sudah bunyi dan gacor bisa mencapai harga jutaan rupiah. - Burung Pipit
Pernah mendengar suara burung yang kicauannya seperti ini “titt, titt, titt”, dan tahukah jenis burung apa itu? Tak lain itu adalah kicauan dari burung pipit. Burung pipit tergolong burung hama di mata para petani yang gemar memakan padi yang ada di sawah sehingga mengurangi hasil panen para petani. Kebiasaan burung pipit mendatangi sawah untuk memakan padi ialah datang bergerombol atau beramai-ramai sehingga sangat merepotkan para petani untuk mengusirnya. Burung pipit adalah jenis burung ocehan yang bersuara merdu sama seperti burung kenari dan love bird. Burung pipit bila dilatih sejak kecil dengan memperdengarkan suara-suara burung kenari, love bird, murai batu dan lainnya maka ketika menginjak dewasa akan mampu untuk membawakan suara-suara dari kicauan burung kenari yang terkenal merdu. Nah, itulah salah satu kepintaran alami burung pipit yang belum tentu dimiliki oleh burung ocehan lainnya. Sehingga ketika burung pipit yang sudah bisa bunyi akan dihargai di atas lima ratus rupiah. - Burung Kutilang
Burung kutilang kelakuannya tidak sama dengan burung pipit dan gelatik yang gemar memakan padi. Burung kutilang tidak suka memakan padi dan lebih memilih alam bebas menjadi habitatnya. Di alam bebas burung kutilang suka memakan ulat dan binatang-binatang kecil yang hidup di tanah. Burung ini dianggap hama bukan karena ia suka memakan padi para petani tetapi kicauan suaranya yang mampu merusak suara burung ocehan lain yang mendengarnya sehingga orang-orang akan mengusir atau menembaki ketika melihat burung pipit. Menariknya mengulas burung kutilang ialah karakter alaminya yang gacor atau tidak takut dengan kicauan burung ocehan lain sehingga ini menjadi nilai plus bagi burung kutilang. Banyak di antara para penggemar burung ocehan yang tertarik pada burung kutilang dengan mencoba melatihnya dari sejak kecil dan menjadikan burung ini sangat istimewa ketika dewasa. Tetapi kelemahan burung kutilang ialah sifat pelupanya yang sulit sekali dirubah. Sifat pelupa yang dialami oleh burung kutilang itu terjadi ketika ia telah menginjak dewasa dan telah dimaster menjadi burung ocehan yang tangguh. Alasan dikatakan burung kutilang sebagai burung pelupa disebabkan ketika dia mendengar suara burung kutilang liar yang berada di sekitarnya maka suara kicauan yang sudah dilatih sejak kecil akan hilang begitu saja dan kembali kepada karakternya yang bersuara berisik.
Nah, setelah menyimak berbagai jenis burung ocehan yang dianggap hama atau pengganggu secara detail baik kelebihan dan juga kekurangannya. Pastinya para pembaca budiman ada yang tertarik untuk melatih salah satu dari burung tersebut menjadi burung ocehan yang handal dan gacor.
Oleh : Satria Dwi Saputro
Sumber:
http://planetburung.blogspot.com/2013/07/decu-si-mungil-yang-dahsyat.html
Cara Mengatasi Penyakit Ikan Guppy
PENYAKIT yang umum menimpa guppy adalah jamur. Perlu dipahami jamur tumbuh dengan cara yang berbeda dari bakteri. Jamur tumbuh dengan spora dan selalu tumbuh dengan kondisi tertentu. Mereka berkembang mempunyai siklus tertentu berupa spora kemudian berubah menjadi organisme yang disebut miselium. Jamur ini dapat berkembang biak sangat cepat, berbentuk seperti benang/ulir dan membentuk jaringan-jaringan seperti lapisan yang tipis. Sedangkan bakteri yang biasa menyerang guppy adalah mycobacterium piscium, juga beberapa penyebab lainnya.
Perlu diperhatikan untuk melakukan pengobatan secara efektif harus melakukan diagnosa yang akurat, sehingga dapat mengatasi penyakit yang timbul. Penyakit yang umum menyerang ikan guppy adalah :
a. Saprolegnia.
Ciri-ciri ikan yang terserang adalah bercak-bercak putih pada kulit ikan. Perawatannya teteskan alkohol metapen dalam tempat sebanyak 2 tetes dalam satu galon air/4 1,12) liter air. Langkah selanjutnya berikan garam dan biarkan beberapa saat.
Berikan hydrogen peroksida untuk membunuh bakteri yang melekat pada jaring ikan selama 15 sampai 30 detik. Atau bisa juga digunakan malachite green atau methyline blue atau acriflavin sebagai disinfektan. Cara perawatan ikan yang terkena infeksi bakteri sebaiknya diberi tambahan ruang sebelum mengobati.
b. Penyakit Bengkak atau Bloat
Ikan tampak gelisah, badan tampak lebih besar karena kembung. Ini disebabkan karena peradangan usus ikan. Isolasi ikan yang terkena, lalu masukkan ke dalam satu galon air yang telah dibubuhi 2 sendok penuh garam Inggris. Biarkan selama 4 atau 6 jam, kemudian tambahkan air selama 12 jam. Setelah sembuh dapat dikembalikan ke tempat asal.
c. Jamur Mulut
Ciri ikan yang terkena jamur mulut mudah dilihat dari warna putih yang terletak di depan mulutnya. Jamur putih tersebut merupakan koloni sangat besar yang menempel pada mulut ikan, sehingga menutup mulut ikan sampai tidak bisa bernapas dan makan dapat menyebabkan ikan mati. Pengobatan menggunakan aureomycin 25 mg untuk 1 galon air tambahkan 1 tetes obat merah dan metopen 2 tetes.
d. Penyakit Insang
Ciri ikan yang terkena peradangan insang biasanya disebabkan oleh organisme virus. Ciri pada penyakit ini insang membuka, malas makan dan selalu di atas permukaan air. Penyakit ini disebabkan oleh beberapa bakteri dan jamur dan paling sulit untuk diatasi.
Ciri ikan ini jika mati insangnya tampak memerah dan membusuk lebih cepat dari badannya. Beberapa cara yang sudah berhasil dilakukan adalah dengan memberikan metapen mercurochrome direndam beberapa saat secara bersamaan kemudian lakukan perawatan dengan menggunakan air garam dan memberikan tempat yang lebih besar dan luas.
e. Penyakit Kembung
Ciri-ciri ikan yang terkena peradangan perut antara lain ikan tampak sulit berenang ke dasar. Cara mengatasinya berikan 1 sendok teh garam Inggris tiap 1/2 liter air, dan rendam ikan selama 3 sampai 4 jam, kemudian pindahkan ikan ke dalam tempat yang ketinggian airnya 3 kali tinggi badan ikan. Masih ada beberapa penyakit yang sudah umum diketahui, misalnya kutu atau jarum.
Sumber :
http://ikanpeliharaan-ku.blogspot.com/2012/02/penyakit-ikan-gupy.html
Perlu diperhatikan untuk melakukan pengobatan secara efektif harus melakukan diagnosa yang akurat, sehingga dapat mengatasi penyakit yang timbul. Penyakit yang umum menyerang ikan guppy adalah :
a. Saprolegnia.
Ciri-ciri ikan yang terserang adalah bercak-bercak putih pada kulit ikan. Perawatannya teteskan alkohol metapen dalam tempat sebanyak 2 tetes dalam satu galon air/4 1,12) liter air. Langkah selanjutnya berikan garam dan biarkan beberapa saat.
Berikan hydrogen peroksida untuk membunuh bakteri yang melekat pada jaring ikan selama 15 sampai 30 detik. Atau bisa juga digunakan malachite green atau methyline blue atau acriflavin sebagai disinfektan. Cara perawatan ikan yang terkena infeksi bakteri sebaiknya diberi tambahan ruang sebelum mengobati.
b. Penyakit Bengkak atau Bloat
Ikan tampak gelisah, badan tampak lebih besar karena kembung. Ini disebabkan karena peradangan usus ikan. Isolasi ikan yang terkena, lalu masukkan ke dalam satu galon air yang telah dibubuhi 2 sendok penuh garam Inggris. Biarkan selama 4 atau 6 jam, kemudian tambahkan air selama 12 jam. Setelah sembuh dapat dikembalikan ke tempat asal.
c. Jamur Mulut
Ciri ikan yang terkena jamur mulut mudah dilihat dari warna putih yang terletak di depan mulutnya. Jamur putih tersebut merupakan koloni sangat besar yang menempel pada mulut ikan, sehingga menutup mulut ikan sampai tidak bisa bernapas dan makan dapat menyebabkan ikan mati. Pengobatan menggunakan aureomycin 25 mg untuk 1 galon air tambahkan 1 tetes obat merah dan metopen 2 tetes.
d. Penyakit Insang
Ciri ikan yang terkena peradangan insang biasanya disebabkan oleh organisme virus. Ciri pada penyakit ini insang membuka, malas makan dan selalu di atas permukaan air. Penyakit ini disebabkan oleh beberapa bakteri dan jamur dan paling sulit untuk diatasi.
Ciri ikan ini jika mati insangnya tampak memerah dan membusuk lebih cepat dari badannya. Beberapa cara yang sudah berhasil dilakukan adalah dengan memberikan metapen mercurochrome direndam beberapa saat secara bersamaan kemudian lakukan perawatan dengan menggunakan air garam dan memberikan tempat yang lebih besar dan luas.
e. Penyakit Kembung
Ciri-ciri ikan yang terkena peradangan perut antara lain ikan tampak sulit berenang ke dasar. Cara mengatasinya berikan 1 sendok teh garam Inggris tiap 1/2 liter air, dan rendam ikan selama 3 sampai 4 jam, kemudian pindahkan ikan ke dalam tempat yang ketinggian airnya 3 kali tinggi badan ikan. Masih ada beberapa penyakit yang sudah umum diketahui, misalnya kutu atau jarum.
Sumber :
http://ikanpeliharaan-ku.blogspot.com/2012/02/penyakit-ikan-gupy.html
Subscribe to:
Posts (Atom)


















