Sunday, August 21, 2011

Potensi Budidaya Rumput Laut di Brebes

Awalnya mayoritas masyarakat Brebes berprofesi utama sebagai nelayan. Namun sekarang mereka berkata lain.

“Untung ada rumput laut”, inilah kalimat yang diucapkan oleh H. Bukhori salah seorang pembudidaya rumput laut (Gracilaria sp.), yang juga menjabat sebagai ketua kelompok pembudidaya rumput laut Al-Karomah, Desa Randusanga Wetan, Kec. Brebes.

Dari lahan tambak yang dimiliki dan usaha budidaya rumput laut yang ditekuni dirasa sangat membantu menopang kehidupan keluarganya. Dampak serupa juga dirasakan oleh Sdr. Untung, berkat hasil budidaya rumput laut dia berhasil menyelesaikan pendidikan kesarjanaannya.

Bukan itu saja, menurut mereka adanya rumput laut menjadikan usaha budidaya tambak kembali memberikan harapan yang lebih baik. Demikian pula ketersediaan pasar yang masih terbuka lebar, membuat para pembudidaya semakin bersemangat membudidayakan rumput laut.

Bahkan beberapa perusahaan agar-agar yang berskala besar telah bersedia menampung rumput laut dari Brebes, antara lain CV. Agar Sari Jaya-Malang, PT. Agarindo-Tangerang, PT. Indoflora Cipta Mandiri-Malang, PT. Sumber Laut-Surabaya dan PT. Agar Sehat-Pasuruan. Kendati demikian permintaannya pun belum terpenuhi, sehingga ini merupakan peluang besar budidaya rumput laut. Dari permintaan sebanyak + 1.000 ton rumput laut kering/bulan, saat ini baru terpenuhi + 100 ton/bulan (10%).

Budidaya Rumput Laut
Peningkatan permintaan pasar membuat usaha budidaya rumput laut semakin marak dilakukan oleh masyarakat Brebes, dan ini membuahkan dampak positif bagi peningkatan produksinya. Dari statistik menunjukkan, total produksi rumput laut basah pada tahun 2009 mencapai 4.830 ton, dengan nilai produksi total diperoleh sebesar Rp. 2.415.102.000,- ( Dua Milyar Empatratus Limabelas Juta Seratus Duaribu Rupiah ).

Untuk produksi 2010, sampai dengan bulan Februari tercatat sebanyak 2.800 ton rumput laut basah atau 280 ton rumput laut kering. Bila dibandingkan dengan produksi pada bulan yang sama pada tahun 2009 (Januari-Februari 2009 = 658 ton RL basah atau 65,8 ton RL kering), terjadi peningkatan yang cukup signifikan.

Penyerapan tenaga kerja untuk usaha ini dinilai cukup besar. Tahapan proses budidaya sampai dengan panen dan pasca panen membutuhkan tenaga kerja yang cukup banyak. Diperkirakan setiap pengusahaan 1 Ha budidaya rumput laut membutuhkan jumlah tenaga kerja sebanyak 45 orang.

Selain mudah dan murah, keuntungan lain yang bisa dinikmati oleh pembudidaya adalah melalui metode polikultur dengan udang dan bandeng (1 Ha diisi 1.000 kg rumput laut, 10.000 benur udang dan 3.000 ekor benih bandeng ). Sekali tanam bibit rumput laut berlaku untuk masa budidaya selama 3-4 tahun. Modal yang dibutuhkan tiap hektar lahan tergolong murah, sebesar Rp. 5.040.000,-. Perhitungan pendapatan kotor mencapai Rp. 13.070.000,-. Keuntungan yang diperoleh sebesar Rp. 8.030.000,- dalam kurun waktu 4 bulan (1 musim tanam) (dik)

Sumber : http://wartapedia.com/bisnis/potensi/343-potensi-budidaya-rumput-laut-di-brebes.html

Budidaya Lobster Air Tawar, Gampang Kok

“Budidaya lobster air tawar” jika kita mendengar hal ini, pasti kita akan mengira suatu hal yang sangat sulit, dan merepotkan. Tapi ternyata dugaan itu tidaklah benar, karena budidaya lobster air tawar ternyata sangatlah mudah. Kenapa saya bisa berargumen seperti ini, karena hal ini merupakan pengalaman pribadi saya. Lobster air tawar atau nama lainnya red clawn. Merupakan golongan crustacea. Mereka termasuk hewan carnivor jika dialam, mereka biasanya memangsa ikan-ikan kecil, seperti ikan paray, benter dll.



Jika kita ingin membudidayakan lobster air tawar, kita harus memilih ingin lebih condong ke arah pembenihan, atau pembesaran. kalau kita ingin ke arah pembenihan, kita harus melakukan hal seperti ini:



1. Langkah pertama adalah memilih induk. induk lobster yang dipilih harus sudah cukup umur kurang lebih sekitar 1 tahunan. Biasanya harga di pasaran untuk sepasang induk lobster harganya sekitar 30 ribuan.



2. Menyiapkan tempat. Kelebihan dari budidaya lobster adalah media tempat hidupnya tidak memerlukan lahan yang luas. Tapi cukup menggunakan akuarium, atau drum yang sudah tidak terpakai. Jangan lupa berikan aerator sebagai alat bantu difusi oksigen di wadah tempat kita budidaya.



3. Lobster ditempatkan di drum tadi dengan kepadatan populasi 2X1, maksudnya 2 betina dengan 1 jantan. Teknik ini sudah terbukti dan berhasil. Lobster tersebut dibiarkan selama 2 minggu. Setelah 2 minggu, buang air di drum sampai setengahnya. Dan angkat lobster betinanya, setelah itu lihat apakah sudah memiliki telur.



4. Jika lobster betina tersebut sudah memiliki telur, pisahkan dari lobster jantan karena ditakutkan lobster jantan akan memakan telur si betina. Masa pengeraman telur ini sekitar 1 bulan, setelah 1 bulan biasanya telur akan menetas, dan ada larva lobster yang berjalan atau lepas dari siinduk.



5. Tidak semua larva lobster akan lepas dari induknya, biasanya mereka akan menempel. Nah,kalo mereka menempel seperti itu. Teknik untuk melepaskannya, adalah dengan cara memegang lobsternya lalu angkat sampai diatas permukaan air. Reaksi dari lobster itu adalah mengibaskan ekornya atau berontak. Pasti larva lobsternya akan lepas dari sang induk. Larva tadi siap digunakan untuk proses pembesaran lobster.



Setelah pembenihan berhasil, larva lobster tadi akan kita besarkan di akuarium ataupun di drum yang kita buat tersebut. Larva lobster yang berumur 0-1 bulan kita berikan tepung pelet lobster ataupun tepung pelet udang sehari dua kali. Jika kita ingin memberi makan lobster dengan menggunakan pelet yang berbentuk tepung, jangan langsung ditebar ke air karena tepung ini akan mengambang di permukaan air. Teknik yang bagus adalah, dengan cara mencampurkan dua sendok makan tepung pellet dengan segelas air. Kemudian diaduk-aduk sampai tercampur. Kemudian baru diberikan ke larva lobster.



Lobster yang berumur 1-3 bulan diberikan pellet udang yang berbentuk butiran, sehari dua kali. Ingat, waktu pemberian makan lobster sebaiknya pagi dan malam hari karena lobster merupakan hewan nocturnal. Lobster yang berumur 3-6 bulan bisa diberikan pellet udang ataupun pakan alami yaitu cacing tanah. Jika kita membiasakan lobster makan cacing, maka lobster akan terbiasa makan itu. Sehingga, lobster tidak akan mau makan pellet udang.



Mudah bukan untuk proses pembenihan lobster air tawar, biasanya jika kita mengikuti pelatihan untuk pembenihan lobster air tawar akan menghabiskan biaya yang tidak sedikit. Oleh karena itu menurut saya cara yang paling bagus adalah mencoba sendiri. Semoga info ini bisa bermanfaat buat anda.



Sumber : http://alfianuzumaki.wordpress.com/2010/12/22/budidaya-lobster-air-tawar-gampang-kok/



Saturday, August 20, 2011

Melongok Investasi Strawberry Organik

Kamis pagi pekan lalu, segerombolan pecinta lingkungan berikut wartawan pun tergoda untuk datang dan berlomba memetik ribuan batang strawberry organik itu yang terhampar di sepetak kebun.

Dan dalam sekejap, tak sebutir buah matang pun yang bersisa dari 3.000 batang strawberry dalam media tanam polibek. Sang pemilik kebun, Posman Surbakti, terharu menyaksikan semua itu, karena orang-orang begitu mengagumi si “mutiara merah“ hasil budidayanya.

Posman memang pantas berbangga hati. Kebun strawberry miliknya di atas sebidang tanah 40 x 20 meter menghasilkan buah unggul dengan produksi optimal. “Strawberi segar yang tumbuh dari kebunnya boleh dibilang layak untuk menembus pasar ekspor,” kata Sofyan Tan, Ketua Yayasan Ekosistem Lestari (YEL), yang sengaja datang jauh-jauh dari Medan bersama tim ESP-USAID hanya untuk melihat panen strawberry hasil pertanian ekologis itu.

Dia yakin, jika pertanian ekologis strawberry ini dikembangkan dengan serius, akan muncul harapan baru bangkitnya investasi pertanian dan agrowisata di Tanah Karo.

Posman adalah petani yang merintis pertanian strawberry dengan sistem pertanian ekologis di lembah Sibayak. Awalnya, tak banyak petani di Doulu yang meyakini keberhasilan pola pertanian yang diterapkan Posman. Tapi melihat hasilnya yang berbeda jauh dengan pertanian strawberry yang menggunakan pestisida dan pupuk kimia, satu per satu petani di sana mulai memercayainya.

Kini, beberapa petani yang mulai serius menggeluti strawberry organik itu bergabung dalam Cevarina Ekologis, sebuah program pertanian strawberry yang mengusung bahan-bahan alami atau organik sebagai pengganti pestisida dan pupuk kimia.

Strawberry hasil pengembangan organik ini ternyata memang berbeda. Secara kasat mata, strawberry organik warnanya lebih cerah walaupun ukurannya sama dengan strawberry hasil pemupukan dan pestisida kimia. “Rasanya lebih manis, dan tahan sampai empat hari, beda dengan yang pakai kimia, yang hanya tahan tiga hari,” ungkap posman.

Kualitas ini dihargai tinggi oleh pasar, hingga mencapai Rp 40.000 per kilogram, lebih tinggi ketimbang strawberry non organik yang dijual seharga Rp 30.000 per kilogram. Kualitas baik, harga jual tinggi, namun biaya produksi kecil menjadi buah unggul yang kompetitif. Sebuah terobosan bagi pertanian sayur-mayur dan buah-buahan Tanah Karo yang lesu darah akibat melonjaknya harga pestisida dan pupuk kimia.

Ya, kondisi ini memang memperburuk pertanian. Bagaimana tidak, harga jual tidak seimbang dengan biaya produksi yang melonjak. Akibatnya, petani sayuran maupun buah-buahan seringkali merugi.

Dalam kurun satu bulan panen perdana, para petani yang tergabung dalam Cevarina Ekologis itu telah berhasil mengembangkan tanaman strawberry organik lebih dari 20 ribu batang. Dari total tanaman itu, yang sudah panen sebanyak 3.000 batang.

“Kami hanya bisa mencapai keberhasilan panen strawberry dari 3.000 batang itu 60% saja. Hal ini diakibatkan perubahan cuaca yang terjadi,” ujar Posman, yang juga lulusan Universitas Negeri Medan ini. Meskipun hanya bisa mencapai angka 60% pencapaian hasil panen ini, namun mereka sudah untung. Sebab beberapa petani strawberry non ekologis banyak yang gagal panen akibat intensitas hujan yang sangat tinggi di kawasan hulu DAS Deli ini.

Untuk pupuk dan pestisida nabati, digunakan bahan-bahan alami, dengan memanfaatkan bahan alam dan limbah organik yang ada di sekitar. Limbah rumah tangga, kotoran hewan, air kelapa dan air biasa, diramu dalam satu drum. Posman setiap bulannya hanya mengeluarkan Rp 498.000 untuk biaya produksi 5.000 batang strawberry.

“Dengan kondisi perubahan musim ini, pencapaian hasil panen pertanian ekologis strawberry juga berbeda secara mencolok. Di mana, pola perilaku pertanian pestisida kimiawi hanya mampu mencapai hasil 30% dari total produksi. Sedangkan pola pertanian strawberry ekologis masih mampu mencapai hasil produksinya hingga 60%,” jelas Posman.

Dengan 60% kemampuan produksi, keuntungan bersih yang bisa mereka peroleh di awal masa panen 3.000 batang sebesar Rp 1,8 juta. Bila dengan asumsi yang sama, maka panen beberapa minggu mendatang untuk total 5.000 batang strawberry akan mencapai Rp 2,98 juta setiap bulan.

Angka ini didapat bila penjualan produk strawberry bertahan di angka Rp 40.000 per kilogram. Bisa dikalkulasi, berapa besar lagi margin profit jika curah hujan rendah. Tentunya pada musim kemarau.

Ramah Lingkungan

Pemakaian unsur alami pada tanaman strawberry ini secara tidak langsung juga menjaga nilai ekologis terhadap lahan. “Bukan hanya meningkatkan perekonomian petani saja, tapi juga menciptakan kondisi lahan yang terus berkelanjutan,” ujar Sofyan Tan.

Penggunaan pestisida alami (nabati), menurut Posman, hanya berfungsi mengusir hama, bukan mematikan. Hal ini akan menjaga agar hama dan penyakit tidak kebal terhadap obat. Pemakaian pestisida kimia dapat membuat hama kebal, bukannya menyelesaikan masalah, namun pertumbuhan hama justru semakin banyak.

Di sisi lain, penggunaan pupuk kandang sebagai bahan pupuk alami, lanjutnya, secara tidak langsung mengurangi aktivitas pengambilan humus oleh masyarakat di hutan Tahura Bukit Barisan. “Tanaman subur, ekonomi rakyat meningkat, dan hutan terjaga,” ujar Posman lagi.

Tantangan Pemasaran

Gempuran para kapitalis kerap menghancurkan perekonomian petani kecil. Namun di satu sisi kualitas produksi pangan petani pun seringkali kalah bersaing dengan para ‘penguasa pangan’ dunia.

Posman dan Cevarina Ekologis sudah membuktikan bahwa pertanian organik bukan hanya meningkatkan pendapatan petani, tapi juga sebuah investasi besar produk pangan yang siap untuk dilaga dengan produk sejenis di tingkat nasional bahkan internasional.

Menurut Sofyan Tan, petani seperti Posman membutuhkan sertifikat, sebagai bukti bahwa produk yang dihasilkan telah melalui percobaan dan penelitian beberapa pihak terkait. Hasil pertanian yang diproduksi, bebas dan tidak terkontaminasi oleh pupuk dan obat obatan kimia buatan pabrik.

“Oleh karena itu, sekarang kita sedang berusaha untuk membantu petani mendapatkan sertifikasi dari hasil pertanian ekologis, bekerja sama dengan Bioinspecta dari Swiss, dan Lesos dari Jawa Timur, yang merupakan badan yang berhak mengeluarkan sertifikat terhadap produk pertanian yang bebas dari bahan kimia.” tutur Sofyan.

Soal pasar dalam negeri, prospek bisnis strawberry masih berseri. Karena khasiatnya yang beragam untuk kesehatan terutama untuk mencegah kolesterol tinggi, stroke, diabetes, menghaluskan kulit dan memperlambat proses penuaan, strawberry organik selain dibutuhkan untuk konsumsi rumah tangga, juga sangat dibutuhkan oleh industri makanan, obat-obatan dan kecantikan. Nah, kita sudah sedikit melongok investasi strawberry organik, apakah Anda berminat terjun ke bisnis ini?

Sumber : http://bisnisukm.com/melongok-investasi-stroberi-organik.html

Friday, August 19, 2011

Panduan Budidaya Strawberry

Stroberi (strawberry) merupakan tanaman stolon. Artinya, anakan mulai berbunga ketika berumur 2 bulan setelah tanam. Kemudian dilanjutkan dengan pembuangan pada munculnya bunga.

Barulah setelah tanaman berumur 4 bulan, bunga dibiarkan tumbuh jadi buah. Komplit, periode pembungaan dan pembuahan memakan waktu selama 2 tahun tanpa henti.

Sama halnya dengan teknik awal panen pada anggur, yaitu mengetahui dengan spesifik ciri dan umur panen. Untuk ciri, bisa dilihat pada bagian buah yang sudah agak kenyal dan empuk.

Terlebih didukung dengan kulit buah yang didominasi warna merah, hijau kemerahan hingga kuning kemerahan. Bisa juga ditandai dengan sistem waktu, dimana buah berumur 2 minggu sejak pembungaan atau 10 hari setelah awal pembentukan buah.

Setelah tahu ciri buah yang akan dipanen, langkah selanjutnya tentu cara menerapkan teknik panen. Idealnya, panen dilakukan dengan memetik bagian tangkai bunga dengan kelopaknya.

Di sini, tangan jangan sampai menyentuh buah. Penggunaan gunting pun sedikit riskan dilakukan, meski efektif untuk panen. Panen dilakukan dalam kurun waktu dua kali dalam satu minggu

“Jika tetap menggunakan gunting untuk proses panen. Sebaiknya, sterilkan terlebih dulu. Itu untuk menghindari kebusukan buah nantinya,” ujar Pembudidaya Stroberi di Purbalingga Jateng – Andi Arifin.

Perkiraan produktivitas tanaman stroberi bergantung dari varietas dan teknik budidaya. Untuk varitas Osogrande mencapai 1,2 kg/tanaman/tahun, varitas pajero 0,8 kg/tanaman/tahun dan varitas Selva 0,6-0,7 kg/tanaman/tahun. Ketiga varitas ini, menurut Andi, jenis stroberi yang paling banyak dibudidaya di Indonesia.

PASKA PANEN STRAWBERRY

1. PENGUMPULAN : Sebaiknya buah disimpan dalam suatu wadah dengan hati-hati agar tidak memar. Simpan di tempat teduh atau dibawa langsung ke tempat penampungan hasil dan hamparkan buah di atas lantai beralas terpal atau plastik. Kemudian cuci buah dengan air mengalir dan tiriskan di atas rak-rak penyimpanan.

2. PENGGOLONGAN DAN PENYORTIRAN : Pisahkan buah yang rusak dari buah yang baik. Penyortiran buah berdasarkan pada varietas, warna, ukuran, dan bentuk buah. Terdapat 3 kelas kualitas buah, yaitu:
* Kelas Ekstra. Buah berukuran 20-30 mm atau tergantung spesies, warna, dan kematangan buah seragam.
* Kelas I. Buah berukuran 15-25 mm atau tergantung spesies, bentuk, dan warna buah bervariasi.
* Kelas II. Tak ada batasan ukuran buah, sisa seleksi kelas ekstra dan kelas I yang masih dalam keadaan baik.

3. PENGEMASAN DAN PENYIMPANAN : Dalam proses pengemasan stroberti ini bisa dikemas dalam wadah plastik transparan atau putih, dengan kapasitas 0,25-0,5 kg dan ditutup dengan plastik lembar polietilen. Sedangkan untuk penyimpanan, diletakkan pada rak dalam lemari pendingin dengan suhu 0-10C.

Selama ini, banyak yang mengeluhkan buah yang dikirim sudah rusak sebelum tiba di tempatnya. Tentu bukan keuntungan yang didapat. Terlebih pada anggur yang tergolong jenis buah rentan kerusakan, karena tipisnya lapisan kulit. Namun hal itu bisa ditekan jika proses panen dan pasca panen diperhatikan dari awal. [san]

Sumber : http://wartapedia.com/edukasi/panduan/2826-panduan-budidaya-strawberry.html

Tanaman herbal – Ginseng (Korea / Cina)

Nama latin : Panax Ginseng

Nama Lokal : Ginseng

Diskripsi tanaman : Tanaman herbal ginseng ini merupakaan tanaman yang banyak memberikan manfaat bagi kesehatan, utamanya untuk Vitalitas. Tanaman ini merupakan tanaman herbal yang banyak digunakan dalam pengobatan cina. Bagian yang digunakan sebagai pengobatan adalah akarnya. Ginseng berhabitat asli didaerah yang bermusim 4. Bagian akar tanaman ini selalu berada didalam tanah, karena setiap tahun ia akan menyusut, setelah musin dingin maka semua kegiatan tubuh tanaman ini akan berhenti. Penyusutan yang berakibat menurunkan batang ini tanaman itu akan dinormalkan kembali oleh akar keatas yang lajunya kira-kira sama dengan penyusutan setiap musim dingin itu. Tanaman ginseng ini dapat tumbuh baik didaerah pada ketinggian 0,1 – 0,5 m.

Ciri-ciri tanaman herbal ginseng :

* Akar : akar tanaman ginseng ini menggembung yang berbentuk seperti boneka, yang berisi cadangan makanan dan zat-zat berkhasiat lain. Bentuk akar ini kurus dan memanjang. Bila dirasakan pertama adalah rasa manis, namun setelah itu akan berasa pahit.

* Batang : Bentuk batangnya bulat dan warnanya hijau ungu.

* Daun : Tanamn ini termasuk tanaman yang berdaun tunggal dan berbentuk oval, bagian tepi daun bergerigi dan bertulang daun menyirip. Jumlah daunnya ada 5 namun 3 diantaranya lebih panjang dari yang lain, berwarna hijau tua.

* Buah : Buah tanaman herbal ginseng ini berwarna merah dan bentuknya kecil seperti murbei.



Kandungan zat berkhasiat pada tanaman herbal ginseng :

* Saponin : yang berfungsi untuk memulihakan stamina, dan juga meningkatkan stamina. Dengan cara kerja saponin mempengaruhi kelenjar hipofisia agar memerintahkan cortex utntuk mengeluarkan hormon cortisol dan aldosteron yang mengatur keseimbangan kadar gula dan garam dalam darah.

* Vaporising oil.

* Asam organik dan ester.

* Sterols.

* Berbagai macam vitamin. Antara lain : B1, B2, B12, C.

* Berbagai macam mineral.

* Berbagai macam enzim.

* Kamfer dan pansenoside.

* Geomisin N dan geomisin A

* Gula.



Resep pemanfaat tanaman herbal ginseng sebagai obat herbal :



1. Meningkatkan gairah sex pria. Ambil 10 gram ginseng cina atau korea,taruh dalam sebuah wadah, beri dengan sedikit air. Tim ramuan selama 30 – 60 menit. Minum sekaligus sebelum makan. Bisa juga ginseng tersebut langsung dikulum, tapi dosisnya cukup setengahnya.

2. Menangkal stres : Sejumput ginseng cina atau korea, sejumput daun sage dan 2 buah bunga cengkih ditambah dengan segelas air panas. tutu dan biarkan selama 15 menit.Aduk dan mium ramuan ini sekaligus selagi hangat, 1 kali sehari.

3. Prostat: 1-2 gram ginseng cina atau korea diiris halus atau ditumbuk lalu diseduh dengan 1 gelas air panas, Diamkan selama 15 menit, lalu minum sekaligus. Atau akar ginseng ini dihisap langsung.



Hal yang perlu diperhatikan :

Ginseng jangan diminum oleh penderita tekanan darah tinggi dan remaja dibawah 19 tahun.

Wanita dianjurkan tidak sering-sering minum ginseng.



Sumber : http://baitulherbal.com/tanaman-herbal/tanaman-herbal-ginseng-korea-cina/

Thursday, August 18, 2011

Budidaya Ginseng

I. PENDAHULUAN

Trend 'back to nature' pada industri farmasi, kosmetika, makanan dan minuman ringan, telah memacu peningkatan permintaan ginseng. Tingginya permintaan tersebut perlu diimbangi dengan teknologi budidaya tanaman yang memenuhi aspek K-3 (Kuantitas, Kualitas dan Kelestarian) seperti yang telah diterapkan PT. NATURAL NUSANTARA.



II. SYARAT TUMBUH

- Diutamakan di lahan terbuka. Tanah gembur, kandungan bahan organik tinggi, aerasi dan drainase baik.

- Keasaman (pH) tanah 5,5 - 7,2.

- Curah hujan 1000 - 2500 mm/th.

- Suhu berkisar 20ºC - 33ºC.

- Kelembaban 70% - 90%.

- Ketinggian tempat berkisar 0 - 1.600 dpl.



III. PENGOLAHAN TANAH

- Siapkan Natural GLIO (10 kemasan /ha) dicampur pupuk kandang matang (25-50 kg/kemasan). Simpan dalam karung terbuka selama 1-2 minggu.

- Tebarkan dolomite / kapur pertanian (2-4 ton/ha) pada lahan yang masih terbuka paling lambat 2 minggu sebelum tanam.

- Luku dan garu segera setelah dolomit disebarkan. Diamkan sekitar 1 minggu.

- Buat bedengan membujur arah timur-barat, lebar bedengan 100-120 cm, tinggi 40-60 cm. Jarak antar bedengan 40-50 cm. Diamkan sekitar 1 minggu.

- Buat parit mengelilingi lahan lebar 40-50 cm, kedalaman 50-60 cm.

- Setelah 1 minggu, gemburkan permukaan bedengan secukupnya.



- Tebarkan hasil campuran Natural GLIO dan pupuk kandang merata pada permukaan tanah.

- Tambahkan pupuk kandang matang 20-40 ton/ha merata pada permukaan bedengan. Jika tidak ada pupuk kandang, penggunaan POP SUPERNASA, POC NASA dan HORMONIK dapat menggantikannya.

- Siapkan larutan induk POP SUPERNASA (1 botol/3 liter air), aduk hingga larut. Dosis POP SUPERNASA 5 botol/ha jika pakai pupuk kandang sesuai dosis anjuran atau 10 botol/ha jika tidak pakai pupuk kandang. Dari larutan induk POP SUPERNASA 3000 cc atau 3 liter, diambil 200 - 300 cc dicampur dengan 0,25 kg NPK majemuk lalu dilarutkan atau diencerkan dalam 50 liter air.

- Dari hasil 50 liter tersebut siramkan pada permukaan bedengan, caranya pakai gembor 10 liter / ± 8 m panjang bedengan. Atau 200 - 300 cc/lubang tanam.

- Tebarkan hasil campuran Natural GLIO dan pupuk kandang merata di permukaan bedengan. Atau dalam setiap lubang tanam.



IV. PEMBIBITAN DAN PENANAMAN

- Diutamakan pakai bibit dari setek batang.

- Gunakanlah induk tanaman sehat, tidak terindikasi gejala serangan hama dan penyakit, umur tidak terlalu muda dan terlalu tua, segar dan tidak layu, warna cerah/mengkilap.

- Bibit hasil setek diistirahatkan/disimpan di tempat lembab selama 2 - 4 hari.

- Sebelum tanam, pangkal bibit dipotong miring ± 45º menggunakan pisau tajam dan bersih.

- Pangkal bibit direndam 20-30 menit dalam larutan POC NASA (1-2 ttp) + HORMONIK (0,5-1 ttp) + 1-2 sendok makan Natural GLIO per 10 liter air.

- Bibit dikeringanginkan ± 1-2 jam.

- Penanaman dilakukan sore hari, jarak tanam 50 x 60 cm atau 60 x 70 cm.



V. PEMELIHARAAN TANAMAN

Penyiraman

Pemberian air tidak boleh berlebihan ataupun kekurangan. Usia 0 - 21 hst (hari setelah tanam) disiram tiap hari secukupnya. Sejak usia ±100 hst penyiraman dikurangi atau dihentikan.



Penyulaman

Jika diperlukan, hingga 15 hst.



Pemupukan susulan:

Pengocoran larutan pupuk : NPK majemuk 0,25 kg + 50 liter air. Berikan 200-300 cc/lubang tanam setiap 2 minggu sekali hingga usia 100 hst.

Penyemprotan pupuk lewat daun dilakukan 1 minggu sekali hingga 100 hst, pakai 3 - 5 tutup POC NASA + 1-2 tutup HORMONIK dalam tangki 14 atau 17 liter.



Penyiangan, pendangiran dan pembumbunan

Dilakukan bersamaan setiap 2 minggu sekali terutama pada usia 14 - 65 hst.



Perempelan I

Pada 20 hst disisakan 2-3 batang utama. Perempelan selanjutnya adalah perempelan tunas ketiak daun setiap 2 minggu sekali hingga usia 65 hst.



VI. HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN

4.1. Hama

4.1.1. Bekicot

Biasanya aktif pada malam hari, dan perlu diwaspadai keberadaannya. Pengendalian dengan cara dikumpulkan dan dimusnahkan.



4.1.2. Ulat

Banyak jenis ulat yang menyerang pada ginseng terutama ulat grayak (Spodoptera sp.), Ulat penggulung daun (Lamprosema sp.), dan ulat jenis lainnya. Pengendalian dengan cara mematikan ulat, semprot Vitura atau Pestona dan alternative terakhir dengan Insektisida kimia.



4.1.3. Uret/Lundi

Hama ini menyerang akar bahkan bisa ke umbi sehingga tanaman lama kelamaan bisa layu dan akhirnya mati. Pada saat tanam bisa ditaburkan insektisida granular di sekeliling tanaman



4.2. Penyakit

4.2.1. Penyakit Busuk Leher Batang

Penyebabnya jamur Phytium sp. atau Sclerotium sp. Biasanya di awal tanam ginseng mengalami pembusukan yang disebabkan oleh kelembaban tanah yang berlebihan. Leher batang atau pangkal batang tampak berwarna kelabu atau kecoklatan, lunak kebasahan dan melekuk ke dalam. Jamur ini dapat menjalar ke bagian umbi, lama-kelamaan daun tampak layu. Pengendalian dengan cara pengaturan drainase, kebun tidak becek dan tidak lembab. Sejak awal sebelum tanam gunakan Natural GLIO.



4.2.2. Penyakit Busuk Umbi

Penyebabnya jamur Phythopthora sp. Gejalanya daun yang mulanya hijau berubah menjadi kuning. Lama kelamaan menjalar hingga menyebabkan kematian. Bila tanaman dicabut pada pangkal umbi/batang tampak bulu-bulu putih yang kemudian berubah menjadi bulat-bulatan dan akhirnya berubah menjadi coklat tua sampai hitam. Pengendalian gunakan Natural GLIO sebelum tanam, jaga kelembaban tanah dan alternative terakhir dengan fungisida sistemik



4.2.3. Penyakit Layu

Bisa disebabkan jamur Fusarium sp. atau bakteri Pseudomonas sp. Tetapi kebanyakan disebabkan oleh jamur Fusarium. Mulanya tulang daun menguning, kemudian menjalar ke tangkai daun dan akhirnya daun menjadi layu. Pengendalian dengan cara sebarkan Natural GLIO sebelum tanam dan celupkan stek sebelum tanam ke dalam POC NASA dicampur Natural GLIO.



VII. PANEN

- Tanaman Ginseng dipanen umur 4 - 5 bulan tergantung pertumbuhan dan keadaan umbi. Cirinya; batang semula hijau berubah merah, daun menguning dan mulai rontok, berbunga dan mengeluarkan biji, umbi bila didangir sudah cukup besar (diameter diatas 1 cm).

- Pemanenan pada pagi hari saat kondisi cerah, tidak hujan dan daun tidak berembun lagi, tanah kering.

- Umbi dipanen sekaligus dengan menggunakan garpu tanah untuk menggemburkan permukaan tanah.

- Sebelum umbi dicabut pangkal batang tanaman dipangkas dan dipisahkan dari batang serta daunnya. Pencabutan umbi harus dilakukan hati-hati, jangan sampai umbinya putus dan tertinggal dalam tanah. Umbi yang telah dicabut dibersihkan dan dibawa ke tempat teduh untuk penyortiran.



Sumber : http://teknis-budidaya.blogspot.com/2007/10/budidaya-gingseng.html



Wednesday, August 17, 2011

Ternyata Bisnis Jamur Semakin Menjamur

Dari sekian banyak jenis kudapan, jamur adalah salah satu penyumbang protein terbesar. Tak heran, banyak orang kini mulai mengolah jamur sebagai camilan atau pelengkap masakan.



Semakin populernya jamur sebagai kudapan tentu membuat para pebisnis ingin meraup untung dari jualan jamur ini. Agar lebih laku dan rasa lebih lezat, para pebisnis itu melakukan berbagai inovasi dalam mengolah jamur.



Beberapa pewaralaba yang pernah diulas KONTAN pun mengaku terus berinovasi dalam pengolahan jamur. Mereka bilang, inovasi menjadi kunci sukses mereka mengembangkan waralaba.



Nah, untuk mengetahui perkembangan bisnis waralaba makanan berbahan jamur, berikut adalah ulasannya.



• Jamur Crispy

Anto Sastrowidjojo, pemilik CV Haweka Media Utama di Bandung, mulai membuka usaha camilan jamur dengan merk Jamur Crispy sejak 2006 silam. Lantaran makin banyak permintaan kerjasama, ia pun mulai menawarkan kemitraan Jamur Crispy.



Penjelasan Anto kepada KONTAN pada awal 2010 lalu, dia baru memiliki dua cabang milik sendiri dan 200 mitra di berbagai kota di Indonesia.



Anto menawarkan dua paket kemitraan. Yakni, Paket Gerobak senilai Rp 8,8 juta dan Paket Kios seharga Rp 15,5 juta. Dalam setiap paketnya, mitra akan mendapatkan booth dan berbagai peralatan masak, pelatihan karyawan serta konsultasi usaha.



Perbedaan antara kedua paket kemitraan tersebut terletak pada kelengkapan peralatan masak. Pada Paket Kios, mitra akan mendapat meja dan kursi untuk konsumen karena konsepnya bisa makan di tempat dengan tambahan menu nasi.



Anto tak mengutip biaya royalti, hanya saja mitra harus membeli bahan baku dari dia. Untuk mitra di Bandung, Anto akan memasok jamur, bumbu, tepung, dan kemasan. Sementara, mitra di luar Bandung bisa membeli jamur di daerahnya masing-masing.



Kini Anto menambah dua paket lagi, yakni Paket Hemat dan Paket Resto. Paket Hemat ini dengan nilai investasi Rp 5,7 juta. Perbedaan dengan paket lainnya, Paket Hemat menggunakan gerobak yang lebih kecil yang terbuat dari aluminium dan triplek.



Dengan paket murah ini, Anto pun berhasil menarik 100 mitra baru. "Dulu, mereka ingin bergabung, tapi modalnya tidak cukup," ujarnya.



Adapun untuk Paket Resto, Anto meminta mitra menyediakan investasi sebesar Rp 39 juta. "Paket terbaru ini akan kami tawarkan di pameran pada November nanti," tegasnya. Ia sendiri telah membuka dua restoran jamur ini di Bandung dengan nama King of Mushroom.



Menurut Anto, resep untuk mengembangkan kemitraan adalah inovasi terus-menerus pada produk. Tahun ini, ia sudah menyiapkan 100 menu baru. Ia juga berharap, mitra mengikuti aturan dan prosedur yang ditetapkan pusat supaya bisa bertahan. "Saya berani garansi, asal ikut prosedur pasti akan bertahan," tegasnya.



Meski begitu, Anto tetap mengingatkan mitra untuk memilih lokasi yang tepat. Menurutnya, lokasi penjualan Jamur Crispy yang tepat adalah di tempat ramai, seperti mal, pelataran mini market, sekolah, dan kampus.



Untuk menentukan lokasi terbaik, Anto memberi nilai atas lokasi yang diajukan si mitra dengan skala lima (lokasi terburuk) hingga sembilan (lokasi strategis). Terbukti para mitra yang bisa memperoleh omzet sekitar Rp 300.000-Rp 400.000 per hari adalah mitra yang membuka lokasi di daerah yang strategis.



• Jamur Kriuk

Produk jamur Kriuk diluncurkan Fatoni melalui CV Manggala Karya Abadi, pada 2009 lalu. Variasi menunya antara lain barbeque, balado, dan keju.



Toni menggunakan jamur tiram putih yang digoreng dalam balutan tepung terigu. Sehingga, menghasilkan jamur yang crispy alias kering dan rasanya pun seperti ayam goreng.



Dibandingkan dengan saat diliput KONTAN pada akhir 2010, pertumbuhan mitra Jamur Kriuk cukup pesat. Kalau pada saat itu hanya punya 120 mitra, kini berkembang menjadi 200 mitra. Makin banyaknya mitra yang bergabung karena Toni rajin membuat perubahan dan perbaikan.



Sebelumnya, Toni hanya menyediakan dua tipe investasi, khusus Jawa Tengah sebesar Rp 5,75 juta, sedangkan di luar Jawa Tengah senilai Rp 6,475 juta. Saat ini, khusus paket luar Jawa Tengah dikenakan biaya Rp 7 juta. "Ini menyesuaikan dengan kenaikan beberapa harga peralatan," tegasnya.



Selain itu, ada inovasi produk pasta jakri atau pasta plus jamur kriuk untuk meningkatkan nilai jamur di mata publik. "Kalau dulu kan jamur masih dianggap sebelah mata," tambahnya. Produk ini resmi ditawarkan mulai 16 Juli 2011.



• Jamur Crunchy

Jamur Crunchy didirikan oleh Satrio Hartono pada 2008 di Surabaya. Produk Jamur Crunchy berupa jamur tiram yang digoreng garing dan terasa renyah.



Pada awal 2010, Satrio hanya memiliki lima booth penjualan dan 30 mitra yang tersebar di Sidoarjo, Malang, Surabaya, dan Jakarta.



Dengan investasi Rp 7 juta, mitra akan mendapat perlengkapan penjualan termasuk booth, peralatan memasak, branding, dan bahan baku sebanyak 150 pak.



Satrio mengaku tidak mengutip biaya kemitraan, royalti, maupun biaya promosi. Jadi, selain dana investasi, mitra hanya perlu menyediakan tempat strategis untuk berjualan, yakni ramai dengan akses yang mudah.



Mitra juga tak harus membeli jamur dan tepung darinya. Namun, Satrio siap memasok jamur mentah jika mitra mengalami kesulitan pasokan dengan harga relatif lebih murah dari harga pasar.



Satrio hanya mengharuskan mitra membeli bumbu darinya dengan harga Rp 14.000 per bungkus. Ini untuk menyamakan dan menjaga kualitas rasa jamur Crunchy.



Sayangnya, sejak 2010 itu, mitra Jamur Crunchy hanya bertambah 10 atau menjadi 40 mitra. Menurut Satrio, lambatnya pertumbuhan itu lantaran kurangnya inovasi produk. "Karena itu kami sedang mempersiapkan inovasi baru," ujarnya.



Sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/08/03/11533238/Ternyata.Bisnis.Jamur.Semakin.Menjamur