Thursday, November 15, 2012

Burung Lovebird Gampang Dipelihara

Jenis dan Warna
Variasi jenis dan warna burung lovebird ada berbagai pilihan, antara lain : pastel, biru langit, biru muka hitam, biru langit, lutino, hijau muka hitam, hijau fischer dll. Selain bulunya indah, burung ini juga memiliki suara kicau merdu dan sering kali dilombakan. Biasanya yang memiliki kicauan bagus dan sering juara lomba adalah lovebird warna hijau fischer dan biru kepala hitam.

Pakan
Makanannya campuran millet putih, millet merah, canary seed, dan sedikit biji bunga matahari. Sebenarnya makanan favorit burung lovebird adalah biji bunga matahari. Tapi karena kandungan lemaknya tinggi sehingga dapat membuat burung kegemukan, maka sebaiknya pemberian biji bunga matahari dibatasi 7-10 biji saja per hari. tempat makan love bird setiap hari harus dibersihkan dari sisa-sisa kulit biji yang dimakannya, dapat dilakukan dengan ditiup. Sebaiknya lovebird juga diberi ekstrafooding berupa kangkung dan jagung muda setiap hari. Kangkung dan jagung muda sangat penting terutama bagi yang sedang merawat anaknya. Ekstra fooding dapat ditambah dengan tulang sotong. Pemberian vitamin yang dicampur minuman juga diperlukan. Minuman sebaiknya diganti setiap hari untuk menghindari penyakit.

Kandang
Untuk kandang ternak, bisa berukuran sedang. Cukup 75 x 60 x 60 cm. Tidak seperti jenis2 burung kicauan lain yang butuh kandang besar. Yang penting kandang terbuat dari kawat ram karena lovebird memiliki paruh yang kuat dan tajam, sehingga dapat dengan mudah memotong jeruji kandang bila hanya terbuat dari bambu. Perlengkapan kandangnya cukup dengan kotak sarang seperti kotak sarang parkit, tetapi dengan ukuran yang sedikit lebih besar.
Untuk kandang pemeliharaan tunggal bagi lovebird yang dipelihara untuk didengar keindahan kicaunya. Dapat memakai sangkar khusus lovebird yang banyak dijual di pasaran.

Kelebihan lovebird dibanding burung kicauan yang lain :

1. mempunyai warna yang beragam dan indah
2. umur panjang dapat mencapai 15 tahun
3. ekstra fooding hanya berupa jagung muda dan kangkung sehingga murah, tidak seperti burung kicauan lain yang membutuhkan cacing, jangkrik, dan kroto yang harganya relatif lebih mahal
4. tahan penyakit sehingga cocok untuk hobis burung pemula
5. relatif mudah untuk diternak
6. tidak membutuhkan kandang yang luas untuk berkembangbiak, bahkan kandang dapat dibuat sistem susun sehingga hemat tempa.


source: omhobby.blogspot.com

Mengenal Burung Love Bird

Burung lovebird atau burung cinta adalah burung impor yang didatangkan ke Indonesia. Burung dengan warna yang cantik ini cepat sekali populer di kalangan penggemar hewan peliharaan khusunya burung. Burung ini masih keluarga dengan betet atau nuri.  Burung love bird aslinay berasal dari afrika dimana ada 8 jenis lovebird berasal dari benua Afrika, sementara  Lovebird kepala abu-abu berasal dari Madagaskar, sebuah pulau besar yang tidak jauh juga dari afrika.
Dari sisi ukuran, lovebird termasuk burung kecil dengan ukuran 13-17 cm dan berat badan 40-60 gram. Bentuk tubuh kompak, ekor pendek berujung tumpul, paruh tajam dan keras. Lovebird liar didominasi warna hijau dengan berbagai warna pada tubuh bagian atas , tergantung spesies. Lovebird Fischer’s, Lovebird  Black-cheeked, dan Masked Lovebird memiliki cincin putih terkemuka di sekitar mata mereka. Di Indonesia tipe ini disebut lovebird berkacamata. Populasi liar lovebird spesies Fischer Masked berada di kota-kota di Afrika Timur. Di daerah itu juga ditemui burung lovebird silangan dari beberapa spesies. Burung hasil silangan ibi berciri memiliki cokelat kemerahan pada kepala dan oranye di dada bagian atas, dan sedikit mirip dengan Masked Lovebird.
Jika anda berniat memelihara lovebird maka  gunakan sangkar yang cukup kuat atau berbahan metal, dan pemberian makanan dengan gizi yang sesuai. Karena keindahan bulunya, lovebird menjadi menjadi burung yang banyak dipelihara oleh masyarakat.  
Disarankan anda memelihara beberapa ekor lovebird, karena jika hanya 1 ekor menyebabkan burung ini merasa kesepian dan mudah stress, lovebird butuh teman bermain dengan jenisnya juga karena lovebird membutuhkan banyak teman.
Sifat alami Lovebird mudah akrab dengan manusia. Jika sudah akrab, maka lovebird akan mau bertengger di jari atau bahu tanpa takut dan curiga. Burung lovebird bahkan dapat belajar  bicara, tapi banyak pula yang tidak. Diperkirakan mereka dapat belajar untuk menirukan suara manusia jika dilatih sejak kecil.

Lovebird termasuk burung yang pintar dan gampang menirukan suara burung jenis lain. Kalau ingin lovebird anda punya suara bagus ada baiknya dilakukan pemasteran semenjak Lovebird berusia kurang dari 1 bulan. Kicauan suara Lovebird dalam membawakan lagu lebih banyak ditentukan dari faktor genetis.  Master yang cocok untuk Lovebird adalah Kenari, Blackthroat dan Sanger karena ketiga jenis burung ini memiliki nada suara yang paling mendekati Lovebird. Dengan ketiga jenis burung ini diharapkan Lovebird akan membawakan lagunya dengan durasi yang panjang dan rapat.

Tips & Perawatan Anthurium Spesial

Cara Tangani Daun Bermasalah

Daun jadi elemen penting dalam anthurium. Untuk itulah keberadaan bagian ini tak pernah luput dari perawatan dan perhatian khusus. Segala cara dilakukan demi menjaga kesehatan dan kelangsungan hidupnya.

Beberapa bulan yang lalu, Rudi membeli jenmanii cobra remaja dengan harga Rp 3 juta. Sebagai penghobi pemula, Rudi mengaku masih bingung apa yang harus dilakukan dan apa yang tak harus ia lakukan. Dalam hal itu, metode perawatan yang diketahuinya sangat minim. Baginya, mungkin penyiraman dan pemupukan sudah cukup memanjakan anthuriumnya.

Namun beberapa minggu berselang, bukan keindahan yang ia dapatkan, justru kesuraman daun mulai terlihat. Daun yang semula hijau, lambat laun kian menguning dan keriting. Melihat kejadian itu, Rudi pun panik. Seakan tak tahu apa yang ia lakukan, intensitas penyiraman dan pemupukan pun malah ditambah, demi memenuhi kebutuhan nutrisi tanamannya itu.

Sialnya, bukan kesembuhan dan kesegaran yang ia dapat, beberapa bulan berselang, daun anthuriumnya mulai berubah kuning solid dan akhirnya berguguran. Rasa kecewa jelas terpancar di wajahnya. Pasalnya, bukan harga yang ia sesalkan, harapan agar tanamanya tumbuh besar dan sempurna tak bisa diraih. Jangankan tumbuh bagus, mencapai daun tujuh pun tanamannya tak mampu bertahan.

Masalah yang dihadapi Rudi itu mungkin pernah juga Anda alami. Terutama bagi Anda yang baru beberapa bulan menggandrungi si raja daun asal Brasil ini. Kurangnya pengetahuan tentang pola perawatan hingga intensitas penyiraman dan pemupukan, membuat harapan yang besar pada anthurium jadi sesuatu yang mengecewakan. Bahkan mahalnya harga, tak jarang membuat seseorang jadi paranoid terhadap perawatan.

Beberapa orang menaruh tanaman mahalnya ini dalam ruangan khusus untuk mengkarantina dan menjauhkan kontak dengan orang lain atau tanaman jenis lainnya, agar tanaman tak rusak.

Namun sayangnya, tindakan yang dilakukan secara berlebih tanpa ada ilmu yang mendasarinya ini sangat tidak disarankan. Sebab, menurut Heru Trisaksono dari Ijo Royo Nursery Surabaya, laiknya tanaman yang lain, kehidupan anthurium tak bisa lepas dari faktor lingkungan dan sirkulasi angin yang baik.

Faktor lingkungan biasanya berpengaruh pada suhu, temperatur, dan kelembaban lingkungan hingga sistem pencahayaan. Sedangkan sistem sirkulasi udara, termasuk arah angin masuk dan keluar serta besaran kecepatan angin yang disarankan. Sistem pencahayaan yang baik adalah sekitar 60%, dengan kelembaban cenderung tinggi dan temperatur antara 200 sampai 270 C. Untuk itulah jika ingin mengkarantina anthurium, sebaiknya perhatikan beberapa persyaratan tersebut jika Anda tak ingin kecewa di kemudian hari.

Selain paranoid yang membuat anthurium dikarantina, perawatan over ternyata juga tidak baik buat anthurium. Niat hati mungkin ingin memanjakan anthurium, namun siapa sangka tindakan ini malah jadi boomerang yang dapat menyerang tanaman sewaktu-waktu.

Umumnya, tanda-tanda yang sering muncul pada daun yang diakibatkan karena perawatan over adalah daun berubah jadi warna kuning. Selanjutnya, daun yang menguning itu lambat laun berubah jadi kering dan berwarna kecoklatan. Jika sudah terjadi tahap itu, maka dalam hitungan beberapa hari, daun pun akan berlubang dan rusak.

“Tidak ada yang bisa dilakukan untuk menangani daun yang sudah menguning, selain menunggu datangnya daun baru dan menghindari kejadian ini terulang pada daun yang lain,” kata Heru.

“Untuk itulah, sebelum menentukan anthurium sebagai tanaman yang akan dipelihara, alangkah baiknya jika Anda mencari sedikit informasi mengenai perawatannya. Sebab, secara umum merawat anthurium itu gampang-gampang susah. Jika sudah tahu caranya, merawat anthurium sangat menyenangkan. Dan sebaliknya, tanpa mengetahui proses perawatan, kegiatan pemeliharaan sering berujung frustasi,” lanjutnya.

Intensitas Panas dan Pupuk

Kuning pada daun anthurium tak selalu bagus. Jika jenis variegata semakin kuning malah semakin mahal, tapi kalau warna kuning akibat sakit pada anthurium dapat menurunkan gengsi dan harga jual. Terlalu sering menatap sinar matahari dan terlalu banyak pupuk diduga jadi salah satu penyebab daun berubah kuning. “Seperti halnya makan, segala yang berlebih itu kurang baik,” tandas Heru.

Itu berbeda dengan jenis variegata, kuning yang muncul karena sakit tampak berbeda. Jika pada jenis variegata daun yang berwarna kuning masih tampak segar, warna kuning pada daun sakit akan terlihat lebih suram. Selain itu, pada permukaan tak jarang daun sakit yang berwarna kuning akan terasa sangat kasar, karena adanya beberapa bagian yang rusak.

Pemupukan pada dasarnya tak perlu dilakukan seriap hari. Cukup 1-2 kali dalam seminggu. Proses pemupukan biasanya dilakukan dengan komposisi 10 CC pupuk dicampur dengan 8 liter air dan dilakukan apling tidak sekali dalam 4 hari.

Harap diperhatikan, proses ini sebaiknya dilakukan dengan tepat dan berlebih. Sebab, jika tanpa aturan tanaman akan cepat berubah kuning. Selain itu, penggunaan pupuk slow release sebaiknya diberikan selama sekali dalam 6 bulan saja.

Selain pemupukan, sinar matahari dan suhu yang terlalu tinggi akan mengubah daun jadi kuning. Seperti halnya kulit yang terbakar, sinar matahari juga dapat merusak fragmentasi dan pigmentasi kesehatan daun anthurium. Waktu yang tepat untuk menjemur tanaman adalah sekitar pukul 08.00 sampai 10.00, dimana matahari belum terik. Jika hal tersebut tidak dilakukan, maka tanaman akan cepat rusak.

Namun selain beberapa faktor tersebut, warna kuning pada anthurium juga sering terjadi karena faktor usia. Umumnya, anthurium yang sudah keluar tongkol secara otomatis diimbangi dnegan berubahnya warna kuning pada daun.

Sumber : http://tabloidgallery.wordpress.com/2007/11/14/tips-perawatan-anthurium-spesial/

Tuesday, November 13, 2012

Panduan Praktis Cara Berternak Ulat Sutra

Persuteraan alam telah cukup lama dikenal dan dibudidayakan oleh penduduk indonesia. Mengingat sifat dan menfaatnya Cara berternak ulat sutra, jadi pemerintah lewat departemen kehutanan berusaha membina dan mengembangkan aktivitas persuteraan alam tersebut dengan Cara berternak ulat sutra.

Cara berternak ulat sutra ditujukan buat menghasilkan benang sutera jadi bahan baku pertekstilan. Buat melaksanakan Cara berternak ulat sutra, terlebih dulu dikerjakan penanaman murbei, yang adalah hanya satu makanan (pakan) ulat sutera. Selain itu Cara berternak ulat sutra juga pemeliharaan ulat sutra juga perlu di perhatikan agar hasil panennya nanti cukup memuaskan.

Manfaat aktivitas persuteraan alam seperti berikut:

Cara berternak ulat sutra Gampang dikerjakan dan memberikan hasil kurun waktu yang relatif singkat; berikan tambahan pendapatan pada masyarakat khusunya di pedesaan; berikan lapangan kerja untuk masyarakat sekitarnya; mendukung aktivitas reboisasi dan penghijauan; mendukung pengembangan aktivitas persuteraan alam, jadi tulisan ini Cara berternak ulat sutra yang praktis.

Persiapan pemeliharaan ulat sutera

Sebelum berternak ulat sutra diawali, hal-hal yang butuh di perhatikan di dalam Cara berternak ulat sutra adalah:

1. Tersedianya daun murbei jadi pakan dalam Cara berternak ulat sutra, area dan peralatan pemeliharaan dan pemesanan bibit/telur ulat sutera. Penyediaan daun murbei: daun murbei buat ulat kecil berusia pangkas 1 bln. dan buat ulat besar berusia pangkas 2-3 bln; tanaman murbei yang baru ditanam, bisa dipanen sesudah berusia 9 bln; buat pemeliharaan 1 boks ulat sutera, diperlukan 400-500 kg daun murbei tanpa cabang atau 1.000 – 1.200 kg daun murbei dengan cabang; daun murbei type unggul dalam Cara berternak ulat sutra yang baik buat ulat sutera yaitu: morus alba, m. multicaulis, m. cathayana dan bnk-3 dan lebih dari satu type lain yang masih didalam pengujian oleh badan Cara berternak ulat sutra di indonesia.

2. Ruangan peralatan dalam Cara berternak ulat sutra yang baik.
Area pemeliharaan ulat kecil dalam Cara berternak ulat sutra baiknya dipisahkan dari area pemeliharaan ulat besar ; pemeliharaan ulat kecil dikerjakan pada area spesial atau pada unit pemeliharaan ulat kecil (upuk); area pemeliharaan kudu memiliki ventilasai dan jendela yang cukup: bahan-bahan dan peralatan yang butuh disediakan yaitu: kapur tembok, kaporit/papsol, kotak/rak pemeliharaan, area daun, gunting stek, pisau, ember/baskom, jaring ulat, ayakan, kain penutup daun, hulu ayam, kerta alas, kerta minyak/parafin, lap tangan dan lain-lain; desinfeksi ruangan dan peralatan, dikerjakan 2-3 hari sebelum saat pemeliharaan ulat sutera diawali, memakai larutan kaporit 0, 5% atau formalin (2-3%), disemprotkan dengan merata; seandainya area pemeliharaan ulat kecil berbentuk upuk yang berlantai semen, jadi sesudah didesinfeksi dikerjakan pencucianseperti dalam Cara berternak ulat sutra.

3. Pesanan bibit yang baik dalam Cara berternak ulat sutra.
Pesanan bibit sesuai Cara berternak ulat sutra dengan jumlah daun yang ada dan kapasitas ruangan dan peralatan pemeliharaan; bibit dipesan selambat-lambatnya 10 hari sebelum saat pemeliharaan ulat diawali lewat petugas / penyuluh atau segera pada produsen telur; seandainya bibit/telur sudah di terima, kerjakan penanganan telur (inkubasi) dengan baik supaya penetasannya seragam seprti dalam Cara berternak ulat sutra.

Langkah Cara berternak ulat sutra yaitu seperti berikut :

* Penyebaran telur dalam Cara berternak ulat sutra dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: Sebarkan telur pada kotak penetasan dan tutup dengan kertas putih yang tidak tebal; simpan pada area sejuk dan terhindari dari penyinaran matahari segera, pada suhu ruangan 25°-28° c dengan kelembapan 75-85%; sesudah tampak bintik biru pada telur, bungkus dengan kain hitam selama 2 hari.

Proses aktivitas pemeliharaan dalam Cara berternak ulat sutra meliputi pemeliharaan ulat kecil, pemeliharaan ulat besar dan mengokonkan ulat.
Pemeliharaan ulat kecil dalam Cara berternak ulat sutra.
Pemeliharaan ulat kecil dalam Cara berternak ulat sutra didahului dengan aktivitas hakitate yakni pekerjaan penanganan ulat yang baru menetas dibarengi dengan pemberian makan pertama. ulat yang baru menetas didesinfeksi dengan bubuk campuran kapur dan kaporit (95:5), lalu diberi daun murbei yang muda dan segar yang dipotong kecil-kecil; pindahkan ulat ke sasag lantas ditutup dengan kertas minyak atau parafin; pemberian makanan dikerjakan 3 kali 1 hari yaitu pada pagi, siang, dan sore hari; pada tiap-tiap instar ulat akan alami waktu istirahat (tidur) dan pergantian kulit. seandainya sebagian besar ulat tidur ($ 90%), pemberian makan dihentikan dan ditaburi kapur. pada waktu ulat tidur, jendela/ventilasi di buka supaya hawa mengalir; pada tiap-tiap Cara berternak ulat sutra akhir instar dikerjakan penjarangan dan daya tampung area sesuai dengan perubahan ulat;

Pembersihan area ulat dan pencegahan hama dan penyakit kudu dikerjakan dengan teratur ; penyaluran ulat baiknya dikerjakan pada pagi atau sore hari. Pemeliharaan ulat besar dalam Cara berternak ulat sutra. Keadaan dan perlakuan terhadap ulat besar tidak sama dengan ulat kecil. Dalam Cara berternak ulat sutra, ulat besar membutuhkan keadaan ruangan yang sejuk menurut Cara berternak ulat sutra. Suhu ruangan yang baik yakni 24-26° c dengan kelembaban 70-75%. hal-hal yang butuh di perhatikan didalam pemeliharaan ulat besar yaitu seperti berikut: Ulat besar membutuhkan ruangan/tempat pemeliharaan yang lebih luas dibanding dengan ulat kecil menurut Cara berternak ulat sutra; daun yang disiapkan buat ulat besar, disimpan pada area yang bersih dan sejuk dan ditutup dengan kain basah; daun murbei yang didapatkan pada Cara berternak ulat sutra besar tak akan dipotong-potong tetapi dengan utuh (berbarengan cabangnya). penempatan pakan diselang-selingi dengan teratur pada bagian ujung dan pangkalnya; pemberian makanan pada Cara berternak ulat sutra besar dalam Cara berternak ulat sutra dikerjakan 3-4 kali 1 hari yakni pada pagi, siang, sore dan malam hari; menyambut ulat tidur, pemberian makan dikurangi atau dihentikan. pada waktu ulat tidur ditaburi kapur dengan merata; desinfeksi tubuh ulat dikerjakan tiap-tiap pagi sebelum saat pemberian makan menggunakan campuran kapur dan kaporit (90:10) ditaburi dengan merata; pada instar iv, pembersihan area pemeliharaan dikerjakan sekurang-kurangnya 3 kali, yakni pada hari ke-2 dan ke-3 dan menyambut ulat tidur; pada instar v, pembersihan area dikerjakan tiap-tiap hari; layaknya pada ulat kecil, rak/sasag diletakkan tidak menempel pada dinding ruangan dan pada kaki rak dipasang kaleng yang diisi air.seandainya lantai ruangan pemeliharaan tidak berlantai semen supaya ditaburi kapur buat menghindari kelembapan tinggi.Mengokonkan ulat dalam Cara berternak ulat sutra.

* Menurut Cara berternak ulat sutra pada hari ke-6 atau ke-7 ulat umumnya akan mulai mengokon. Pada suhu rendah ulat akan lebih lambat mengokon. sinyal tanda ulat yang akan mengokon yaitu seperti berikut: nafsu makan berkurang atau berhenti makan sekalipun; tubuh ulat jadi bening kekuning-kuningan (transparan); ulat condong berjalan ke tepi; dari mulut ulat keluar serat sutera. seandainya sinyal tanda tersebut telah tampak, jadi butuh diambil tindakan seperti berikut: kumpulkan ulat dan masukkan ke didalam alat pengokonan yang sudah disediakan dengan langkah menaburkan dengan merata. alat pengokonan yang baik untuk Cara berternak ulat sutra yaitu: rotari. seri frame, pengokonan bambu dan mukade (terbuat dari daun kelapaatau jerami yang dipuntir membentuk sikat tabung) Cara berternak ulat sutra.

* Panen dan penanganan kokon dalam Cara berternak ulat sutra.
Panen dalam Cara berternak ulat sutra dikerjakan pada hari ke-5 atau ke-6 sejak ulat mulai buat kokon. Menurut Cara berternak ulat sutra sebelum saat panen, ulat yang tidak mengokon atau yang mati di ambil lalu dibuang atau dibakar. Penanganan kokon dalam Cara berternak ulat sutra meliputi aktivitas seperti berikut :P embersihan kokon dalam Cara berternak ulat sutra, yakni menyingkirkan kotoran dan serat-serat pada lapisan luar kokon; seleksi kokon, yakni pemisahan kokon yang baik dan kokon yang cacat/jelek; pengeringan kokon, yakni penanganan terhadap kokon buat mematikan pupa dan kurangi kandungan air dan supaya bisa disimpan didalam waktu waktu spesifik; penyimpanan kokon, dikerjakan seandainya kokon tidak segera dipintal/dijual atau menanti proses pemintalan.

Langkah penyimpanan kokon dalam Cara berternak ulat sutra yaitu seperti berikut : dimasukkan ke didalam kotak karton, kantong kain/kerta; diletakkan pada ruangan yang kering atau tidak lembab; sepanjang penyimpanan, sekali-sekali dijemur lagi di cahaya matahari; lama penyimpanan kokon bergantung pada langkah pengeringan, tingkat kekeringan dan area penyimpanan dalam Cara berternak ulat sutra.

Sumber : http://caraberternak.com/cara-berternak-ulat-sutra/

Monday, November 12, 2012

Memilih Kenari Jantan Untuk Indukan

Kenari jantan yang bagus punya suara kicau keras, jantan dengan suara keras dan memiliki power suara keras dapat diturunkan ke anakan yang nantinya akan dihasilkan pada saat digunakan sebagai pejantan. Kemudian dari sisi warna burung kenari pejantan yang bagus untuk digunakan sebagai indukan pejantan adalah warna yang unik, contoh warna burung kenari yang bagus untuk jadikan pejantan adalah warna kuning, di pasaran warna ini  sangatlah diminati dan harganya pun juga standart dengan kata lain terjangkau oleh orang dengan budget pas-pasan. Warna lainnya yaitu sankis atau warna kuning tapi diimbangi dengan warna putih sehingga menghasilkan warna kuning keputihan. Untuk kenari jenis warna ini harganya juga tidak jauh beda dengan warna kuning. Warna burung kenari yang lainnya adalah orange atau warna dari bulu-bulunya menyerupai warna orange wortel, untuk jenis kenari warna seperti ini harganya relatif lebih mahal karena untuk menghasilkan kenari jenis warna seperti ini sangatlah sulit sehingga harganya juga relatif mahal.
Jika anda belum mempunyai dana untuk mencoba jenis kenari yang memiliki warna tersebut diatas pembaca dapat mencoba dulu dengan kenari jenis lurik lokal. Kenari lokal lurik ini harganya relatif terjangkau baik  dari segi betina ataupun dari segi pejantan. Untuk postur tubuh dari kenari jantan carilah yang sama dengan kenari betina. seperti penulis jelaskan di langkah pertama memilih kenari indukan Betina.
Kenari pejantan belum tentu dapat membuahi betina, walaupun kenari jantan tersebut berkicau dengan suara yang keras dan memiliki postur tubuh yang bagus. Kenari jantan kadang memiliki sifat yang kejam yaitu jika melihat burung yang sejenis akan menyerang burung tersebut. Jika Anda menenukan kenari jantan kejam sebaiknya dijual saja karena jika di campur dengan kenari betina susah untuk jodoh atau melakukan pembuahan, akibat yang dihasilkan kenari jantan tersebut bisa membunuh kenari betina nya. Untuk mengetahui kenari jantan dapat membuahi atau tidak pembaca haruslah mempraktikkan langsung karena jika hanya dengan melihat tidak akan bisa diketahui hasilnya.

Budidaya Ikan Baronang

1. PENDAHULUAN

1) Latar Belakang
Ikan baronang adalah salah satu jenis komoditas yang potensial untuk dikembangkan mengingat harganya yang cukup mahal. Saat ini sudah banyak masyarakat yang membudidaya-kannya dengan menggunakan benih dari alam. Sejak tahun 1988 ikan baronang sudah dapat dibenihkan dengan berbagai upaya baik secara alami maupun penggunaan hormon dan stripping.

2) Persyaratan Lokasi
a. Sumber air laut bersih dan jernih sepanjang tahun.
b. Bebas dari pencemaran.
c. Dasar perairan laut berpasir atau berkarang.
d. Dekat dengan lokasi pemasaran/pemasok induk

2. TEKNIK PEMBENIHAN

1) Bahan
a. Induk ikan jantan dan betina perbandingannya 1 : 1.
b. Bak pemijahan.
c. Bak penetasan.
d. Bak pemeliharaan larva.

2) Seleksi Induk
Induk yang matang telur hasil pembesaran dalam kurungan apung dipindahkan ke dalam bak-bak pemijahan dengan volume air + 3 m3.

3) Metoda Pemijahan
Metoda yang digunakan adalah pemijahan alami, pemijahan dengan rangsangan rangsangan hormon dan pemijahan dengan stripping.

a. Pemijahan alami
Induk ikan baronang umumnya memijah pada bulan gelap, waktu memijah sekitar petang menjelang malam atau dinihari menjelang subuh. Ikan baronang memijah umumnya pada bulan Pebruari s/d September.

b. Pemijahan dengan hormon
Induk ikan yang sudah matang telur dirangsang untuk memijah dengan suntikan hormon gonadotropin. Induk betina disuntik dengan 500 MU dan induk jantan disuntik dengan 250 MU (mouse unit). Biasanya setelah 6 -8 jam ikan akan memijah.

c. Pemijahan dengan stripping
Stripping dapat dilakukan dengan dua cara yaitu cara kering dan cara basah.

c.1. Cara kering
Sel telur hasil stripping dari induk betina dicampur dengan sperma jantan, pencampuran dilakukan dengan bulu ayam/bulu bebek, kemudian dibiarkan selama + 10 menit. Setelah itu dicuci dengan air laut yang telah disaring dan disterilisasi, baru telur dipindahkan ke bak penetasan.

c.2. Cara basah
Sel telur dan sperma hasil stripping dicampur dalam air laut yang telah disterilisasi dan dibiarkan selama + 10 menit, kemudian dicuci dan dipindahkan ke dalam bak penetasan.

A. Pengambilan Sperma
B. Pengambilan telur dengan cara stripping
C. Pencampuran sperma dan telur
D. Diaduk dengan bulu ayam/bebek
E. Pencucian telur
F. Pencucian dengan air mengalir dalam plankton net

Gambar 1. Pemijahan

4) Penetasan Telur

a. Persiapan
Bak penetasan disiapkan dengan dibersihkan menggunakan bahan kimia chlorin dengan dosis 200 ppm. Kualitas air seperti oksigen, pH, salintas, suhu, kecerahan, kandungan gas dan logam berat harus dijaga agar tidak melebihi batas ambangnya.

b. Penetasan
Telur yang dibuahi akan menetas dalam waktu 22 - 24 jam pada suhu air 26 - 280 C. Telur yang tidak dibuahi akan tenggelam ke dasar bak.

5) Pemeliharaan Larva

Larva yang dirawat dengan seksama terutama sesudah kuning telurnya habis. Pada tahap ini larva diberi pakan hidup alami berupa chlorella sp, rotifera dan daging ikan yang dicincang. Dari beberapa macam jenis jasad pakan tersebut tidak diberikan secara bersamaan melainkan disusun menurut jadwal yang tertentu sesuai dengan perkembangan larva.


6) Pengelolaan Kualitas Air

Air laut untuk pemeliharaan larva adalah air laut yang sudah mengalami beberapa saringan, pertama melalui saringan pasir kemudian saringan millipore yang berdiameter 10 dan 15 mikron. Pembersihan tangki harus dilakukan secara periodik dengan menggunakan siphon (pipa plastik), larva telah berumur antara 7 - 20 hari, dasar tangki harus dibersihkan setiap 2 hari sekali, bila larva berumur di atas 21 hari pembersihan dasar tangki dilakukan setiap hari.

Read more: http://zonaikankita.blogspot.com/2012/02/budidaya-ikan-baronang.html

TIPS MEMILIH KENARI BETINA UNTUK INDUKAN

Untuk mengembangkan bibit kenari anda harus punya burung Kenari betina yang merupakan sumber satu-satunya untuk anakan kenari.  Punya kenari indukan yang baik berarti kita akan mendapatkan hasil yang memuaskan. Ciri kenari betina dapat dilihat dari bentuk tubuhnya: 
Secara umum dari ujung paruh sampai ekor berdiri tegak lurus ke bawah dan memanjang, indukan/kenari betina sebaiknya punya tubuh besar walaupun kenari tersebut adalah kenari lokal.  Sebaiknya kenari indukan dipiliha bertubuh besar dan panjang.  Hal ini dikarenakan jika suatu saat jika Anda berhasil menangkar yang lokal, kemudian Anda ingin berganti dengan kenari import atau yorksire, Anda dapat memanfaatkan kenari lokal tersebut sebagai  indukan khusus mengerami telur saja.

Untuk memilih indukan kenari Anda juga harus pertimbangkan memilih kenari indukan yang sudah siap telur atau yang masih muda.  Kalau ingin mencari yang sudah siap sebaiknya Anda membeli ke peternak langsung.  Nah jika Anda membelinya di pasar burung dikuatirkan Anda akan kena tipu oleh si penjual. 
Ciri kenari betina yang sudah siap dilihat dari anus, Anda dapat memegang kenari tersebut kemudian Anda balik dan ditiup bulu yang dekat dengan anus, jika anus pada burung kenari sudah tidak ada bulunya dan tonjolan anus sudah kelihatan membesar maka kenari tersebut sudah siap untuk dijadikan indukan, ciri ini juga berlaku untuk kenari yang masih muda tapi untuk kenari yang masih muda bulu di dekat anus biasanya tidak bisa rontok semua pasti ada beberapa bulu yang tumbuh didekat anus. Untuk mengetahui kenari muda tersebut sudah siap untuk dibuahi atau tidak maka Anda harus menyiapkan sangkar yang didalamnya sudah ada tempat bertelur kenari, tempat bertelur kenari tersebut harus di isi dengan serabut-serabut halus, jika kenari sudah mengatur serabut-serabut halus tersebut rapi dan melingkar sesuai dengan tempatnya dan rapi maka Anda dapat memasukkan kenari jantan ke dalam sangkar yang sudah dipakai oleh kenari indukan tadi.